Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu
dapodik

Cara Input Bantuan IFP dan Laptop di Dapodik 2026.B, Aset Sekolah Aman

Posted on January 19, 2026

Transformasi digital nggak cuma soal bagi-bagi barang, tapi gimana sekolah kalian ngebuktikan kepemilikannya lewat data. Bantuan IFP dan laptop dari pemerintah itu wajib banget masuk sistem Dapodik 2026.B secara manual. Kalau sampai salah input, aset berharga ini bisa dianggap nggak valid dan bikin masalah di kemudian hari.

Belakangan ini, kami melihat banyak operator sekolah yang mulai kebingungan karena sistem pendataan aset di Dapodik versi terbaru mengalami perubahan yang cukup signifikan. Kalau dulu mungkin beberapa bantuan bisa muncul otomatis, sekarang kalian harus lebih proaktif buat nginput sendiri. Sepertinya kebijakan ini diambil supaya sekolah punya tanggung jawab lebih dalam memverifikasi apa yang mereka terima di lapangan dengan apa yang tercatat di sistem pusat.

Mekanisme bantuan digitalisasi di Dapodik 2026.B sekarang menggunakan pendekatan yang lebih fleksibel. Mereka nggak lagi memukul rata semua sekolah mendapatkan paket yang sama. Ada sekolah yang mungkin cuma dapet Interactive Flat Panel (IFP), ada yang cuma laptop, atau malah dapet keduanya. Makanya, kalian perlu memasukkan data tersebut melalui menu blockgrant terlebih dahulu sebagai “wadah” bantuannya, baru kemudian mendata unit barangnya di menu sarana prasarana.

Rasanya memang agak sedikit repot kalau dibandingkan versi lama, tapi cara ini ngebuat pendataan jadi lebih rapi. Kalian jadi bisa memisahkan mana aset yang dibeli pakai dana BOS reguler dan mana yang murni bantuan dari direktorat. Tanpa alur yang benar, sinkronisasi data kalian bisa saja sukses, tapi status kepemilikan barangnya jadi nggak jelas atau malah nggak terdeteksi sebagai bantuan pemerintah.

Berikut adalah panduan langkah-langkah teknis yang harus kalian lakukan untuk menginput bantuan tersebut:

  1. Menambahkan Identitas Bantuan di Menu Blockgrant
    Langkah pertama yang harus kalian lakukan adalah membuat “rumah” untuk bantuan tersebut. Silakan buka aplikasi Dapodik, lalu masuk ke menu Sekolah dan pilih tab Blockgrant. Klik tombol “Tambah” untuk membuat entri baru. Di kolom nama bantuan, kalian bisa tuliskan “Bantuan Digitalisasi Sekolah” atau “Bantuan TIK”. Jangan lupa isi tahun bantuannya sesuai kapan kalian nerima barang itu, kayaknya kalau sekarang ya isi tahun 2026. Untuk sumber dana, sesuaikan dengan jenjang kalian; SD ke Direktorat SD, SMP ke Direktorat SMP, dan seterusnya. Jenis bantuannya pilih “Bantuan TIK”. Pada bagian peruntukan, tuliskan secara detail “Bantuan IFP dan Laptop” agar nanti mudah saat proses pengecekan ulang.
  2. Menentukan Ruangan Penempatan Perangkat
    Sebelum masukin barangnya, kalian harus pastiin dulu mau ditaruh di mana perangkat itu. Masuk ke menu Sarpras, lalu pilih sub-menu Alat. Di sini, kalian harus milih ruangan yang sesuai dengan kondisi aslinya di sekolah. Misal IFP dipasang di ruang kelas atau ruang pertemuan, ya pilih ruangan itu. Jangan sampai kalian asal pilih ruangan, karena ini bakal ngebuat laporan sarpras kalian jadi berantakan saat diperiksa oleh dinas terkait. Pemilihan ruangan yang tepat ngebantu sistem memetakan distribusi alat digital di sekolah kalian secara akurat.
  3. Input IFP dengan Kategori Smartboard
    Nah, ini bagian yang sering bikin bingung. Di Dapodik nggak ada pilihan jenis sarana bernama “Interactive Flat Panel”. Jadi, kalian harus klik “Tambah” di menu alat, lalu pada kolom jenis sarana ketik kata “smart” sampai muncul opsi “Smartboard”. IFP itu secara teknis dikategorikan sebagai Smartboard di sistem. Isi nama alatnya dengan “IFP” atau “Interactive Flat Panel”, lalu masukkan spesifikasinya kayak merek dan ukuran layarnya berapa inch. Pilih status kepemilikan sebagai “Milik Sekolah” dan simpan. Jangan lupa isi data periodiknya ya, masukkan jumlah total unit yang diterima dan kondisinya harus diisi “Layak”.
  4. Menghubungkan IFP dengan Sumber Bantuan
    Setelah data IFP tersimpan, kalian belum selesai. Kalian harus ngehubungin alat ini ke data blockgrant yang dibuat di langkah pertama tadi. Caranya, klik pada baris data Smartboard/IFP tersebut, lalu pilih tombol “Menu Aksi” dan klik “Dihasilkan dari Blockgrant”. Klik “Tambah” dan pilih nama bantuan digitalisasi yang sudah kalian buat sebelumnya. Langkah ini krusial banget buat ngebuktikan kalau IFP itu bukan beli sendiri, tapi dapet dari bantuan pusat. Kalau langkah ini dilewatkan, sistem bakal ngebaca itu sebagai pengadaan mandiri.
  5. Input Unit Laptop dan Pengisian Spesifikasi
    Proses untuk laptop kurang lebihnya hampir sama dengan IFP. Tetap di menu Alat, pilih jenis sarana “Laptop”. Masukkan nama alat dan spesifikasi teknisnya sesuai dengan unit yang kalian pegang. Biasanya laptop bantuan pemerintah punya spek standar tertentu, jadi pastikan catatannya sesuai. Pilih kepemilikan “Milik Sekolah” dan simpan. Sama kayak sebelumnya, masuk ke menu periodik laptop buat ngisi jumlah unit yang layak pakai. Kami sarankan kalian teliti ngisi jumlahnya, jangan sampai kurang atau lebih dari berita acara serah terima.
  6. Mengaitkan Laptop ke Blockgrant
    Sama seperti IFP, laptop juga harus dikaitkan. Pilih data laptop yang barusan diinput, klik “Menu Aksi”, lalu pilih “Dihasilkan dari Blockgrant”. Pilih lagi bantuan digitalisasi yang tadi. Ini ngebuat semua perangkat digital yang kalian terima berkumpul dalam satu payung sumber dana yang sama. Jadi pas tim pemeriksa aset datang, data di Dapodik kalian sudah sinkron dengan fisik barang yang ada di sekolah.
  7. Verifikasi Akhir di Menu Sekolah
    Setelah semua beres, balik lagi ke menu Sekolah dan cek tab Blockgrant. Klik pada bantuan digitalisasi yang kalian buat, terus lihat di bagian bawah biasanya ada daftar alat yang dihasilkan. Pastikan di situ sudah muncul daftar IFP dan laptop yang tadi diinput. Kalau sudah muncul semua, artinya kerjaan kalian sudah beres dan data siap buat disinkronkan ke server pusat.

Ngurusin pendataan sarpras di Dapodik 2026.B memang butuh ketelitian yang lebih ekstra dibanding versi sebelumnya. Langkah-langkah di atas ngebuat aset sekolah kalian jadi lebih transparan dan punya dasar hukum yang kuat karena sumber dananya jelas. Jangan sampai ditunda-tunda ya, karena kalau sudah mendekati deadline sinkronisasi, biasanya server mulai nggak stabil dan proses input malah jadi lambat. Kami sarankan kalian cek lagi kesesuaian merek dan jumlah unit di lapangan sebelum klik simpan. Pastikan semua sinkron biar sekolah kalian makin maju dengan fasilitas digital barunya yang sudah terdata resmi.

Sekian panduan kali ini, semoga membantu mempermudah pekerjaan kalian di sekolah. Terima kasih sudah membaca, rekan-rekanita!

Terbaru

  • Beli HP Bekas Flagship Oppo? Ini 3 Rekomendasi Terbaik yang Masih Gahar di 2026
  • Cuma 1 Jutaan! Ini 4 Rekomendasi HP POCO yang Performa Tetap Gila di 2026
  • Inilah Rekomendasi Laptop 5-6 Jutaan Paling Worth It di Pertengahan 2026, Spek Mewah Harga Ramah!
  • Inilah Deretan Smartphone Snapdragon 8s Gen 4 yang Bikin Kompetisi HP Menengah Atas Makin Panas!
  • Mengenal Otak di Balik AI: Apa Itu LLM dan Manfaatnya dalam Keseharian Kita Menurut Sebastian Raschka
  • Inilah Rahasia Spasi FF Salin Biar Nickname Kalian Makin Keren dan Unik Tanpa Aplikasi Tambahan
  • Rekomendasi HP Kamera Bagus 2-6 Jutaan Bulan Juli 2026
  • Cuma 2 Jutaan! Ini 6 Rekomendasi HP Paling Worth It Buat Multitasking dan Gaming Ringan
  • Rumor Galaxy Z Flip8 Jadi Seri Terakhir: Mengapa Samsung Mungkin Berhenti Bikin HP Lipat Clamshell?
  • Inilah Cara Registrasi Kartu SIM Pakai Verifikasi Biometrik Mulai 1 Juli 2026, Gak Bisa Lagi Pake Nomor Bodong!
  • Jangan Asal Lap! Inilah Cara Membersihkan Layar TV LED yang Benar Agar Tidak Rusak
  • Realme Narzo 100x 5G Segera Rilis: Baterai 8.000mAh, Layar 144Hz, dan Sertifikasi Militer
  • Waspada Penipuan Akun Mobile Legends: Kenali Pentingnya Marketplace Resmi dan Status PSE
  • Review DJI Osmo Pocket 4P: Kamera Saku Lensa Ganda yang Bikin Kamera Pro Kelihatan Ribet!
  • Samsung Bisa “AirDrop” ke iPhone? Cek Cara Pakai Fitur Quick Share Terbaru Ini!
  • Vivo X Fold 6 Bakal Masuk Indonesia? Speknya Gila, Baterai 7.000 mAh & Kamera 200 MP!
  • Bocoran iPhone Air 2: Akhirnya Apple Nggak Cuma Jual Tipis, Tapi Juga Baterai Awet dan Kamera Oke!
  • Google Search Console rilis fitur Social Media Property, bisa pantau TikTok & Instagram
  • Hati-hati! 22 Platform Digital Terancam Diblokir Pemerintah, Cek Daftar Hotel dan Maskapainya di Sini
  • Baterai 7.000mAh & Standar Militer, Inilah Moto G77 Power
  • Inilah Cara Shopee dan Meta Bikin Kalian Makin Gampang Dapat Cuan Afiliasi Instagram Tanpa Ribet
  • Gila Sih! Vivo Rilis HP Baterai 8.000 mAh di 2026, Nggak Perlu Ribet Bawa Powerbank Lagi?
  • Infinix Hot 70 vs Tecno Spark 50: Pilih Baterai Jumbo 7000 mAh atau Fast Charging 45W di Harga 2 Jutaan?
  • Gak Perlu HP Mahal buat Pake AI: Intip Fitur Canggih di Samsung Galaxy A37 dan A57 yang Bikin Hidup Lebih Gampang
  • Bocoran Galaxy Unpacked Juli 2026: Z Fold 8 & Z Flip 8 Bakal Fokus ke On-Device AI, Makin Canggih atau Cuma Gimmick?
  • Duel Tablet 2 Jutaan: ADVAN Tab Sketsa 3 vs itel VistaTab 30GT, Mana yang Lebih Worth It buat Kerja?
  • Review Asus ExpertBook PM5 G2: Laptop Bisnis Rasa AI, Ringan tapi Gak Kaleng-kaleng
  • Review Redmi Pad 2 9.7 4G: Tablet Murah yang Bisa Pakai Kartu SIM, Worth It Nggak?
  • Review JBL Quantum Series: Inilah Alasan Kenapa Audio Berkualitas Bisa Bikin Kamu Menang Main Game
  • Review Vivo Y500: HP Baterai Jumbo 8.100mAh yang Bikin Nggak Perlu Cari Colokan Lagi!
  • Deploy Nginx Rootful Container with Podman
  • How to Sandboxing Browser on Linux Desktop with Flatpak
  • How to Hardening Journald on Linux Server (Fedora/AlmaLinux)
  • Block Bad USB on Linux Server with USBGuard
  • How to Secure NetworkManager on Fedora/AlmaLinux
  • How to Automate Your Entire SEO Strategy Using a Swarm of 100 Free AI Agents Working in Parallel
  • How to create professional presentations easily using NotebookLM’s AI power for school projects and beyond
  • How to Master SEO Automation with Google Gemini 3.1 Flash-Lite in Google AI Studio
  • How to create viral AI video ads and complete brand assets using the Claude and Higgsfield MCP integration
  • How to Transform Your Mac Into a Supercharged AI Assistant with Perplexity Personal Computer
  • Banyak yang salah cari nama, ini fakta hubungan Alwin Albar sama selebgram Nabila Gardena
  • Beneran sudah nikah? Teka-teki status Tom Holland dan Zendaya akhirnya terjawab lewat omongan mereka sendiri
  • Lagi rame kata belasih di TikTok, sebenarnya itu artinya apa sih? Kok bisa viral?
  • Lagi rame soal Dhea Adita Aprilia, menantu anggota DPRD Lampung Tengah yang pamer barang mewah di medsos
  • Banyak calon mahasiswa UT bingung cari NAC, jangan sampai salah isi NIK atau NISN pas daftar

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme