Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Cara Mengatasi Masalah Windows Deactivated Setelah Kloning Disk

Posted on January 3, 2026

Windows Deactivated setelah kloning disk adalah kondisi di mana sistem operasi Windows gagal memvalidasi status lisensi digital setelah seluruh data dipindahkan dari satu media penyimpanan ke media penyimpanan lain. Singkatnya, Windows mendeteksi adanya perubahan perangkat keras yang dianggap signifikan, sehingga mekanisme keamanan menganggap lisensi yang ada tidak lagi valid atau tidak cocok dengan “rumah” barunya.

Sebenarnya, situasi ini cukup umum terjadi dan nggak perlu bikin kalian panik berlebihan. Secara teknis, Windows memiliki mekanisme proteksi yang mengikat lisensi (Product Key) dengan ID perangkat keras unik komputer kalian. Saat proses kloning terjadi, data lisensi memang ikut tersalin, tapi ID dari disk target (misalnya SSD baru) pasti berbeda dengan disk sumber. Nah, di sinilah konfliknya. Sistem operasi sepertinya mendeteksi ketidakcocokan ini dan berasumsi bahwa lisensi tersebut sedang dicoba digunakan pada mesin yang berbeda, padahal ya komputernya itu-itu saja.

Mekanisme ini sengaja dibuat Microsoft untuk mencegah pembajakan, di mana satu kunci lisensi disalin ke banyak komputer. Tapi kuranglebihnya, efek sampingnya justru merepotkan pengguna sah yang sekadar ingin upgrade penyimpanan. Begitunya sistem bekerja, ia langsung memutus status aktifasi. Seringkali, masalah ini juga muncul karena sinkronisasi data yang nggak tuntas saat proses kloning berjalan, atau software kloning yang kalian pakai kurang presisi menyalin atribut sistem. Jadi, bukan berarti lisensi kalian hangus, cuma Windows-nya saja yang lagi “linglung”.

Untuk mengatasi hal ini, ada beberapa langkah teknis yang bisa kalian coba urutkan dari yang termudah. Berikut adalah caranya:

  1. Lakukan Restart Sederhana: Kedengarannya sepele, tapi kadang sistem operasi cuma butuh refresh untuk membaca ulang konfigurasi hardware. Coba restart komputer kalian, dan lihat apakah statusnya berubah. Kayaknya sih ini langkah pertama yang wajib dicoba sebelum ngutak-ngatik yang lain.
  2. Input Ulang Product Key: Masuk ke menu Settings > Update & Security > Activation. Di sana, coba masukkan kembali string kode lisensi kalian. Pastikan nggak ada salah ketik sama sekali. Seringkali Windows cuma butuh divalidasi ulang secara manual biar sadar kalau kuncinya benar.
  3. Gunakan Fitur Troubleshoot: Di menu Activation tadi, biasanya muncul opsi Troubleshoot jika Windows mendeteksi masalah. Klik saja fitur itu. Biarkan sistem mendiagnosa sendiri database lisensinya. Sepertinya fitur ini cukup pintar untuk membedakan antara ganti hardware minor dengan ganti PC total.
  4. Verifikasi Database Lisensi via CMD: Kalau cara halus nggak mempan, kalian perlu pakai Command Prompt dengan akses administrator. Ini agak teknis, jadi kalau ragu, mending minta tolong teman IT. Tujuannya untuk mereset atau memverifikasi ulang database lisensi yang mungkin corrupt pasca kloning.
  5. Pertimbangkan Kloning Ulang: Jika semua cara mentok, rasanya ada kemungkinan proses kloning awal kalian ada data yang miss. Coba lakukan kloning ulang dengan software yang lebih berkualitas atau terpercaya. Pastikan backup data aman dulu ya sebelum melakukan ini.

Pada akhirnya, masalah “Deactivated” ini hanyalah bentuk proteksi sistem yang sedikit over-sensitif. Segitunya Windows menjaga asetnya, kita sebagai pengguna juga harus paham celah-celahnya. Poin pentingnya adalah memastikan bahwa lisensi yang kalian miliki itu original, karena kalau pakai yang nggak resmi, metode di atas mungkin nggak akan banyak membantu. Kira-kiranya kalau kalian sudah mengikuti langkah-langkah tadi tapi masih gagal, barulah pertimbangkan untuk konsultasi ke tim IT profesional atau forum komunitas yang lebih paham teknis mendalam.

Jadi begitulah, rekan-rekanita sekalian, ulasan mengenai drama aktivasi Windows yang sering bikin kaget ini. Intinya, sinkronisasi adalah kunci. Jangan buru-buru beli lisensi baru sebelum mencoba memperbaikinya, karena sayang uangnya. Semoga rangkuman solusi di atas bisa mencerahkan dan membantu kalian yang sedang stuck di masalah ini. Terima kasih banyak sudah menyempatkan waktu untuk membaca sampai akhir. Semoga pekerjaan kalian lancar terus!

Sumber: microsoft.com

Terbaru

  • Belum Tahu? Ini Trik Checkout Tokopedia Bayar Pakai Dana Cicil Tanpa Ribet!
  • Benarkah Pinjol Akulaku Sebar Data Jika Gagal Bayar?
  • Paket Nyangkut di CRN Gateway J&T? Tidak Tahu Lokasinya? Ini Cara Mencarinya!
  • Apa itu Nomor 14055? Nomor Call Center Apa? Ini Penjelasan Lengkapnya
  • Apakah APK Lumbung Dana Penipu & Punya Debt Collector?
  • Ini Ukuran F4 dalam Aplikasi Canva
  • Cara Lapor SPT Tahunan Badan Perdagangan di Coretax 2026
  • Cara Dapetin Saldo DANA Sambil Tidur Lewat Volcano Crash, Terbukti Membayar!
  • Apakah Aplikasi Pinjaman TrustIQ Penipu/Resmi OJK?
  • Cara Menggabungkan Bukti Potong Suami-Istri di Coretax 2026
  • Inilah Cara Cepat Upload Foto Peserta TKA Sekaligus Biar Nggak Perlu Klik Satu Per Satu
  • Apa itu Aplikasi MOVA, Penipuan atau Skema Ponzi Berkedok Aplikasi Belanja?
  • Inilah Cara Menarik Saldo ReelFlick ke DANA
  • Inilah Cara Ternak Akun Mining Bitcoin Pakai Virtual Master Biar Nggak Berat dan Tetap Lancar
  • Cara Mencairkan Koin Melolo Tanpa Invite Kode
  • Cara Mencairkan Saldo Game Sumatra The Island ke e-Wallet
  • Apakah Aplikasi Pinjol AksesDana Penipu/Resmi OJK?
  • Apakah Aplikasi RupiahMaju Pinjol Penipu/Legal?
  • Apakah Aplikasi MBA Itu Ponzi/Penipuan Atau Tidak?
  • Cara Menghilangkan Iklan dari Aplikasi Melolo
  • Cara Atasi Saldo Melolo yang Gagal Cair ke Dompet Digital
  • Cara Mengatasi Kode Undangan/Invite Code Melolo Tidak Berhasil
  • Apakah Aplikasi FreeReels Penipuan?
  • Gini Caranya Nonton Drama Pendek FreeReels dan Dibayar
  • Inilah Panduan Lengkap Persiapan TKA Madrasah 2026 Biar Nggak Ketinggalan!
  • Ini Trik Supaya Gelembung Game Clear Blast Cepat Pecah dan Bisa Withdraw!
  • Cara Main Game Gold Combo, Sampai Cuan ke e-Wallet
  • Update YouTube 2026:Sekilas Tentang Inauthentic Content yang Makin Ketat
  • Inilah Cara Lapor SPT Tahunan di Coretax 2026 Biar Nggak Bingung!
  • Gak Perlu Root! Ini Cara Buka Folder Android/Data Tanpa ZArchiver di HP Android Modern
  • How to Secure Your Moltbot (ClawdBot): Security Hardening Fixes for Beginners
  • Workflows++: Open-source Tool to Automate Coding
  • MiroThinker-v1.5-30B Model Explained: Smart AI That Actually Thinks Before It Speaks
  • PentestAgent: Open-source AI Agent Framework for Blackbox Security Testing & Pentest
  • TastyIgniter: Open-source Online Restaurant System
  • Cara Membuat Pipeline RAG dengan Framework AutoRAG
  • Contoh Sourcecode OpenAI GPT-3.5 sampai GPT-5
  • Cara Mengubah Model Machine Learning Jadi API dengan FastAPI dan Docker
  • Cara Ubah Tumpukan Invoice Jadi Data JSON dengan LlamaExtract
  • Cara Buat Audio Super Realistis dengan Qwen3-TTS-Flash
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025
Beli Pemotong Rumput dengan Baterai IRONHOOF 588V Mesin Potong Rumput 88V disini https://s.shopee.co.id/70DBGTHtuJ
Beli Morning Star Kursi Gaming/Kantor disini: https://s.shopee.co.id/805iTUOPRV

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme