Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu
apa itu garis wallace

Cuma Terpisah 20 Mil, Kenapa Hewan di Bali dan Lombok Beda Total? Ternyata Ini Alasannya

Posted on January 8, 2026

Bayangkan kalian sedang berdiri di pantai timur Bali saat matahari terbit, memandang pulau Lombok di kejauhan. Rasanya dekat banget, kan? Saking dekatnya, perahu nelayan cuma butuh beberapa jam buat nyebrang. Tapi tahukah kalian, meski kedua pulau ini terlihat kembar—sama-sama tropis dan hijau—secara biologis mereka itu ibarat dua planet yang berbeda. Begitu kalian menyeberang, harimau lenyap dan digantikan hewan berkantung. Penasaran kenapa bisa begitu? Yuk, kita bongkar misteri alam ini.

Berikut adalah penjelasan mendalam mengenai fenomena garis Wallace dan bagaimana sejarah bumi membentuk pemisahan ekstrem ini:

Ilusi Kedekatan Geografis yang Menipu
Kalau dilihat dari permukaan, Selat Lombok itu kelihatannya biasa saja. Lebarnya cuma sekitar 20 mil (32 km), lebih sempit daripada jarak Inggris ke Prancis. Tapi, perbedaan biologisnya itu gila banget. Di Bali, kalian bakal nemuin ekosistem khas Asia: ada monyet, burung pelatuk, dan dulu bahkan ada harimau Bali serta gajah. Hutan di Bali itu “berisik” dengan suara siamang dan burung-burung Asia. Tapi begitu kaki kalian ngebawa langkah ke Lombok, aturan mainnya berubah total. Nggak ada harimau, nggak ada burung pelatuk. Sebagai gantinya, kalian bakal nemuin kakatua putih dan cuscus (hewan berkantung alias marsupial) yang gerakannya lambat kayak kungkang. Perubahan ini sifatnya absolut, seolah ada tembok kaca raksasa yang ngehalangin hewan Asia buat nyebrang ke timur.

Penemuan Alfred Russel Wallace yang Mengubah Sains
Di pertengahan abad ke-19, ada seorang naturalis Inggris bernama Alfred Russel Wallace yang datang ke Nusantara. Misi awalnya sih sederhana, cuma mau ngumpulin spesimen kumbang dan burung buat dijual ke kolektor kaya di Eropa. Tapi selama 8 tahun keliling dan ngumpulin lebih dari 125.000 spesimen, dia nyadar ada pola aneh. Saat dia nyebrang dari Bali ke Lombok, dia bingung. Burung-burung yang biasa dia lihat di Bali tiba-tiba hilang di Lombok. Ini ngebuat dia mikir bahwa ada garis batas imajiner yang memisahkan fauna tipe Asia di barat dan fauna tipe Australia di timur. Garis inilah yang sekarang kita kenal sebagai Garis Wallace.

Rahasia Dasar Laut: Paparan Sunda dan Zaman Es
Untuk ngerti kenapa ini bisa terjadi, kita harus mundur ke masa lalu, tepatnya ke Zaman Es. Saat itu, air laut di bumi banyak yang membeku di kutub, bikin permukaan laut turun drastis sampai 120 meter. Nah, di sinilah kuncinya. Laut di antara Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Bali itu dangkal, berada di atas apa yang disebut Paparan Sunda (Sunda Shelf). Jadi, ketika air laut surut, pulau-pulau ini nyambung jadi satu daratan raksasa yang nempel sama benua Asia. Hewan-hewan kayak harimau, gajah, dan badak bisa jalan kaki dari Thailand sampai ke Bali tanpa perlu berenang. Makanya, fauna di Bali itu sama persis kayak di Asia daratan.

Parit Lombok: Tembok Tak Terlihat
Masalahnya, “jalan tol” daratan itu mentok di Bali. Di sebelah timur Bali, ada Selat Lombok yang dalamnya minta ampun. Selat ini posisinya pas di atas zona subduksi, tempat lempeng tektonik bertabrakan dan ngebikin parit laut yang sangat dalam. Meskipun air laut surut parah pas Zaman Es, Selat Lombok tetap terisi air laut yang dalam dan nggak pernah kering. Ini ngebuat Bali jadi ujung paling timur dari benua Asia pada masa itu. Harimau yang jalan dari Asia sampai ke pantai timur Bali, terpaksa balik kanan atau menetap di sana karena nggak bisa nyebrang.

Arus Lintas Indonesia yang Mematikan
Bukan cuma soal kedalaman, tapi juga soal arus. Selat Lombok itu jalur utama Arus Lintas Indonesia (Indonesian Throughflow), arus deras yang bawa air hangat dari Samudra Pasifik ke Hindia. Arusnya kencang banget! Hewan darat yang nekat nyebur buat berenang pasti bakal hanyut terseret arus ke laut lepas sebelum sempat nyentuh pantai seberang. Ini ngebikin isolasi biologis selama jutaan tahun yang ngejaga kemurnian spesies di kedua sisi. Harimau nggak bisa ke Lombok, dan hewan marsupial dari timur nggak bisa ke Bali.

Perang Ekosistem: Mamalia Plasental vs Marsupial
Di sisi barat garis (Bali ke barat), ekosistem didominasi oleh mamalia plasental (hewan yang melahirkan anak yang sudah berkembang sempurna, kayak monyet, kucing besar, gajah). Mereka ini predator dan kompetitor yang efisien. Sedangkan di sisi timur garis (Lombok ke timur), karena predator ganas dari Asia nggak bisa nyebrang, evolusi berjalan beda arah. Di sana, predator puncaknya adalah reptil purba: Komodo. Herbivoranya bukan rusa atau sapi liar (awalnya), tapi marsupial. Burung-burungnya pun beda, kayak burung Maleo atau Megapoda yang nggak ngeramin telur tapi ngubur telurnya di pasir panas. Ini adalah ekosistem “kapsul waktu” yang selamat karena terlindung oleh parit laut tadi.

Eksperimen Evolusi di Zona Wallacea
Di antara Paparan Sunda (Asia) dan Paparan Sahul (Australia), ada wilayah kepulauan yang nggak pernah nyatu sama benua mana pun, namanya Wallacea (termasuk Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku). Karena terisolasi total, hewan yang nyasar ke sini berevolusi jadi aneh-aneh. Contohnya di Sulawesi ada Babirusa yang taringnya nembus moncong, atau Anoa yang kayak kerbau tapi ukurannya mini (kerdil). Di Flores, isolasi ini bahkan pernah ngebikin gajah purba menyusut jadi seukuran sapi dan manusia purba (Homo floresiensis) jadi kerdil kayak Hobbit. Ini bukti kalau alam dikasih ruang isolasi tanpa gangguan predator besar, dia bakal ngeprint makhluk-makhluk unik yang nggak ada duanya.

Manusia: Sang Pelanggar Batas
Selama jutaan tahun, nggak ada mamalia darat yang bisa nembus garis ini—kecuali satu: Manusia. Sekitar 50.000 tahun lalu, nenek moyang suku Aborigin Australia berhasil nyebrang dari Asia ke arah timur. Mereka nggak nunggu jembatan darat, tapi mereka ngebangun perahu atau rakit. Ini ngejadiin mereka pelaut samudra pertama dalam sejarah manusia. Kita adalah satu-satunya spesies yang punya teknologi buat “nipu” geografi dan menaklukkan arus ganas Selat Lombok yang selama ini jadi penjara bagi harimau dan gajah.

Melihat fakta-fakta di atas, rasanya luar biasa ya, bagaimana sebuah parit di dasar laut bisa nentuin nasib evolusi jutaan spesies. Garis Wallace bukan cuma batas di peta, tapi monumen sejarah bumi yang ngasih tahu kita bahwa isolasi bisa menciptakan keragaman yang indah. Kalau bukan karena parit dalam dan arus deras itu, mungkin Komodo udah punah kalah saing sama Harimau, atau burung Cendrawasih nggak akan pernah ada.

Jadi, tugas kita sekarang adalah menjaga kedua dunia unik ini agar tetap lestari. Jangan sampai kita yang justru ngerusak keseimbangan yang udah dibangun alam selama jutaan tahun.

Sekian dulu pembahasan kita kali ini, rekan-rekanita. Terimakasih sudah membaca sampai akhir!

Terbaru

  • Pengajuan Samir Sering Ditolak? Ternyata Ini Penyebab Tersembunyi dan Trik Supaya Langsung ACC
  • Lagi Viral! Ini Cara WD Fortes Cue ke DANA, Benaran Membayar atau Cuma Angin Lalu?
  • Bingung Pilih Paket? Inilah Perbedaan Telkomsel Data dan Telkomsel Data Flash yang Wajib Kalian Tahu!
  • Ini Alasan Pohon adalah Mahluk Hidup Terbesar di Dunia
  • Sempat Panas! Kronologi Perseteruan Cak Ji vs Madas di Surabaya, Gini Endingnya
  • Gila! Norwegia Bikin Terowongan Melayang di Bawah Laut
  • Cuma Terpisah 20 Mil, Kenapa Hewan di Bali dan Lombok Beda Total? Ternyata Ini Alasannya
  • Heboh Video Umari Viral 7 Menit 11 Detik dari Pakistan, Isinya Beneran Ada atau Cuma Jebakan Link? Cek Faktanya!
  • Tertipu Online atau HP Hilang? Ini Cara Melacak Nomor HP yang Nggak Tipu-Tipu!
  • Apakah Aplikasi Labora Bisa Hasilkan Uang Jutaan atau Cuma Tipu-Tipu?
  • Apakah APK Cashcash Pro Penipu? Cek Reviewnya Dulu
  • Google Kliks Communicator: Pengalaman Awal yang Mengejutkan – Apa yang Kami Rasakan?
  • Belum Tahu? Ini Ukuran Banner YouTube yang Pas Biar Channel Kalian Makin Kece!
  • Inilah Rencana Gila China Balap AS ke Bulan Sebelum 2030
  • Inilah Spesifikasi Resmi Macbook Pro M5 yang Masuk Indonesia
  • Nonton Drama Bisa Dapat Cuan? Simak Cara Main Yudia APK Biar Nggak Salah Langkah!
  • Cuma Nonton Drama Pendek Bisa Cair Saldo DANA? Cobain Aplikasi Melolo, Begini Caranya!
  • Nonton Drama Bisa Dapat Cuan? Jangan Senang Dulu, Simak Fakta Mengejutkan Aplikasi Cash Drama Ini!
  • Ini Video Asli Bocil Block Blast 1 VS 3 di TikTok, Awas Jangan Asal Klik Link Sembarangan!
  • Instapop Terbukti Membayar atau Cuma Tipuan? Cek Faktanya Sebelum Kalian Buang Waktu Main Game!
  • Geger Video Botol Coca Cola 24 Detik di TikTok, Jangan Asal Klik! Ini Fakta Sebenarnya
  • Apa itu Video Botol Makarizo Viral? Ini Faktanya
  • Apa itu Merge Fruit Master? Ini Pengertian dan Cara Main Game yang Katanya Bisa Menghasilkan Saldo
  • Apa itu Shortbox? Ini Pengertian dan Cara Menghasilkan Uang di Aplikasinya
  • Masih Bingung Bedanya CRM dan ERP? Ini Tips Cari Software CRM dan ERP Terbaik
  • Begini Cara Hapus Akun DANA Premium Secara Permanen!
  • Bukan Cuma Mitos! Ternyata Dinasti Song Punya Tempat Nongkrong Mirip PIK, Begini Isinya
  • Bukan Fiksi! Ini Bukti Manusia Punya ‘Kekuatan Super’ Akibat Mutasi Genetik dan Lingkungan
  • Dikelilingi Cincin Api, Kok Kalimantan Malah Nggak Punya Gunung Berapi? Ini Jawabannya!
  • Misteri Newgrange: Kuburan Batu 5.000 Tahun yang Menyimpan Peta Galaksi, Kok Bisa?
  • Apa itu Cosmic Desktop: Pengertian dan Cara Pasangnya di Ubuntu 26.04?
  • Apa Itu Auvidea X242? Pengertian Carrier Board Jetson T5000 dengan Dual 10Gbe
  • Elementary OS 8.1 Resmi Rilis: Kini Pakai Wayland Secara Standar!
  • Apa Itu Raspberry Pi Imager? Pengertian dan Pembaruan Versi 2.0.3 yang Wajib Kalian Tahu
  • Performa Maksimal! Ini Cara Manual Update Ubuntu ke Linux Kernel 6.18 LTS
  • Inilah Cara Melatih AI Agent Agar Bisa Belajar Sendiri Menggunakan Microsoft Agent Lightning
  • Tutorial Optimasi LangGraph dengan Node-Level Caching untuk Performa Lebih Cepat
  • Tutorial Membuat Game Dengan LangChain
  • X Terancam Sanksi Eropa Gara-Gara AI Grok Bikin Deepfake Anak Kecil
  • Nano Banana 2 Flash Itu Apa Sih? Ini Penjelasan Lengkapnya
  • Inilah Risiko Fatal yang Mengintai Kreator OnlyFans, Dari Doxxing sampai Penipuan!
  • Apa itu Kerentanan FortiCloud SSO? Ini Pengertian dan Bahayanya
  • Apa itu Covenant Health Data Breach? Ini Pengertian dan Kronologi Lengkapnya
  • Apa Itu Integrasi Criminal IP dan Cortex XSOAR? Ini Definisinya
  • Gawat! VVS Stealer Cuma Seharga Makan Siang Tapi Bisa Habisi Akun Discord Kalian
Beli Morning Star Kursi Gaming/Kantor disini: https://s.shopee.co.id/805iTUOPRV
Beli Pemotong Rumput dengan Baterai IRONHOOF 588V Mesin Potong Rumput 88V disini https://s.shopee.co.id/70DBGTHtuJ

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme