Skip to content

emka.web.id

writing knowledge, recording civilization

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu
Norwegia Bikin Terowongan Melayang di Bawah Laut

Gila! Norwegia Bikin Terowongan Melayang di Bawah Laut

Posted on January 8, 2026

Pernah nggak kalian bayangin menyetir mobil di dalam laut, tapi jalannya melayang dan nggak nempel di dasar samudra? Kedengarannya memang kayak fiksi ilmiah, tapi Norwegia lagi serius ngebangun ini. Pantai barat mereka yang indah tapi ribet secara geografis itu bakal disulap jadi jalan tol super canggih tanpa kapal feri. Yuk, kita bedah proyek ambisius yang satu ini!

Pantai barat Norwegia itu bisa dibilang salah satu lanskap paling dramatis di Bumi. Tapi, keindahan itu datang dengan harga mahal: fragmentasi. Di sini, fjord (teluk yang panjang dan sempit) membelah daratan begitu dalam sampai-sampai menyeberangi satu fjord saja rasanya bisa lebih lama daripada berkendara melintasi satu negara kecil di Eropa. Selama berpuluh-puluh tahun, jutaan pelancong dan pekerja harus bergantung pada kapal feri yang seringkali berhenti beroperasi saat badai atau membeku di musim dingin.

Kondisi ini ngebuat ritme kehidupan sehari-hari jadi terganggu. Truk pengiriman sering antre berjam-jam, logistik jadi mahal, dan komunitas pesisir merasa terisolasi. Melihat masalah yang nggak kunjung usai ini, pemerintah Norwegia akhirnya memutuskan untuk ngebikin solusi radikal: Proyek Jalan Raya Pesisir E39 (Coastal Highway E39). Ini bukan sekadar perbaikan jalan biasa, tapi sebuah upaya untuk “menjahit” garis pantai yang terpecah-pecah itu menjadi satu jalan raya mulus sepanjang 1.100 km dari Kristiansand di selatan hingga Trondheim di utara.

Tantangan teknisnya? Luar biasa berat. Mereka harus menaklukkan laut yang dalam, dingin, dan cuacanya yang sulit diprediksi. Kuranglebihnya, inilah inovasi “gila” yang sedang mereka kerjakan:

  1. Jembatan Terapung (Floating Bridges)
    Fjord di Norwegia itu lebarnya ampun-ampunan, ada yang lebih dari 5 kilometer. Membangun jembatan konvensional dengan tiang pancang ke dasar laut itu mustahil karena kedalamannya bisa mencapai ratusan meter. Solusinya, insinyur di sana merancang jembatan terapung. Jembatan ini duduk di atas ponton semi-tenggelam yang ditambatkan ke dasar laut atau ditahan pakai kabel jangkar. Contohnya adalah di Bjørnafjorden. Struktur ini harus didesain sedemikian rupa supaya tahan gempuran ombak dan angin kencang. Mereka bahkan melakukan simulasi angin dan gelombang yang sangat kompleks untuk memastikan jembatan ini nggak bakal hancur dihajar badai.
  2. Terowongan Terapung Bawah Laut (Submerged Floating Tunnel)
    Ini adalah bagian yang paling bikin geleng-geleng kepala. Karena Sognefjord (fjord terbesar dan terdalam) punya kedalaman lebih dari 1 kilometer, nggak mungkin ngebangun tiang jembatan di sana. Jembatan gantung pun sulit karena bentangannya terlalu lebar (hampir 4 km) dan anginnya kencang banget. Maka muncullah ide Submerged Floating Tunnel (SFT). Bayangkan sebuah tabung beton raksasa yang melayang di kedalaman 20-30 meter di bawah permukaan air. Tabung ini nggak nempel di dasar laut, tapi ditahan oleh ponton di permukaan atau ditarik kabel ke dasar. Di kedalaman segitu, terowongan ini aman dari ombak besar di permukaan dan kapal laut bisa lewat di atasnya tanpa risiko tabrakan. Kalau berhasil, ini bakal jadi yang pertama di dunia!
  3. Terowongan Bawah Laut Terdalam (The Rogfast Tunnel)
    Selain teknologi terapung, mereka juga memecahkan rekor dengan metode konvensional yang didorong ke batas ekstrem. Proyek Rogfast adalah terowongan kembar sepanjang 26,7 km yang bakal jadi terowongan jalan raya bawah laut terpanjang dan terdalam di dunia. Bayangkan, kalian bakal berkendara di kedalaman hampir 392 meter di bawah permukaan laut! Untuk ngebangun ini, mereka harus mengebor batuan kristal yang super keras. Norwegia memang rajanya terowongan, tapi proyek ini tetap saja menuntut presisi tingkat tinggi.

Biaya untuk merealisasikan mimpi ini diperkirakan mencapai hampir $50 miliar (sekitar 700-an triliun rupiah). Angka yang fantastis ini ngebuat proyek E39 jadi salah satu investasi infrastruktur paling mahal dalam sejarah modern Norwegia. Tapi bagi pemerintah mereka, ini bukan cuma soal buang-buang duit. Ini adalah strategi nasional. Dengan adanya jalan ini, waktu tempuh yang tadinya butuh 21 jam bisa dipangkas jadi cuma 11 jam.

Dampak ekonominya juga nggak main-main. Industri perikanan dan energi yang selama ini “tewas” karena masalah logistik bakal bisa ngebut. Pariwisata juga bakal meledak karena turis bisa roadtrip menikmati pemandangan tanpa harus ribet ngecek jadwal feri. Intinya, proyek ini bakal ngasih napas baru buat ekonomi wilayah barat Norwegia, menyatukan wilayah yang tadinya terisolasi menjadi satu koridor ekonomi yang kuat.

Rasanya, upaya Norwegia ini mengajarkan kita bahwa batasan geografis itu ada untuk ditantang, bukan diratapi. Meskipun risiko finansial dan teknisnya besar, keberanian mereka untuk mencoba teknologi yang belum pernah ada sebelumnya—seperti terowongan melayang—patut diacungi jempol. Jika rampung nanti di tahun 2030-an atau 2040-an, E39 bukan cuma jadi jalan raya, tapi jadi monumen kecerdasan manusia dalam beradaptasi dengan alam yang keras.

Bagi rekan-rekanita yang suka dunia teknik sipil atau sekadar kagum sama inovasi gila, proyek E39 ini wajib banget dipantau perkembangannya. Siapa tahu teknologi serupa suatu hari nanti bisa diterapkan di negara kepulauan seperti Indonesia. Terima kasih sudah membaca ulasan ini sampai habis, sampai jumpa di artikel selanjutnya!

Terbaru

  • Testing Goose on Omarchy Linux (App & CLI): The Open-Source Solution for Daily Task Automation
  • GNOME Founder Attacks Omarchy Founder as “Lazy, Racist, Ignorant”
  • Why I Stopped Using Plain Command Line Docker and Use Portainer 3.0 To Make My Home Projects Fun Again
  • Why I Switched to a Proper Firewall Box with OPNSense for My Homelab Stuff
  • Fixing Windows Error 0x80070005 Hyper-V Export Access Denied Error the Right Way
  • Fixing Hyper V Export Errors and Building a Better Virtual Machine Setup (error 0x80070002, 0x80070005)
  • Fixing the Dreaded Windows Audio Service Stuck on Stopping Error
  • Windows SIM Error, Unknown error 0xc1420127
  • How I’m Building a Cat Breeding Management App with Python Qt6 + Microsoft Litebox, in 1 Week
  • Why Windows Keeps Nuking Your GPU Drivers (And How to Take Back Control)
  • Why I Finally Ditched Mainstream Windows Cleaners (And Why I Use ‘Kudu’ Instead)
  • AI Made Everything Faster, Including Bad Decisions
  • Raspberry Pi Desktop Available of PC and Mac, Based on Debian 13
  • Why I Stopped Yelling at My PC When Error; Getting Windows 11 Voice Isolation and Access to Actually Work
  • Berobat Kanker ke Malaysia: Berapa Biayanya dan Apa Saja yang Perlu Disiapkan?
  • Stop Sending Every Prompt to the Biggest AI Model You Can Find
  • Stop Building AI Agents from Scratch: My Pick for the Best Native Windows Setup
  • Jev Is Faster and Cheaper, But I Still Recommend Clef. Here’s Why.
  • Weird XCP-NG Bug or Feature? Enable Maintenance Mode = Host Not Enough Memory
  • Vinix OS: Another OS That Want to Beat Linux, Try it!
  • Trying NVX, An Ultra-Light Micro-VM Sandbox from Microsoft
  • Learning NocoDB from Scratch: Creating a Simple Greenhouse App
  • How RHEL 10.2 Quietly Turned Into an Absolute Security Beast
  • Grab Videos from Anywhere with ReClip (Can Running Locally)
  • Jumped onto Ubuntu 26.04 LTS? Here’s How to Add a New User Account
  • Tutorial Cara Install WPS Office di Linux (Alternatif Microsoft Office)
  • Tutorial Upgrade Server Ubuntu 24.04 LTS ke Ubuntu 26.04 LTS dengan Aman
  • Inilah Alasan kenapa akun TikTok dibatasi tidak bisa klaim koin dan masalah pembatasan lainnya?
  • Apa penyebab gagal kirim SMS ke 89888 padahal pulsa masih ada?
  • Mengenal Donghua: Kenapa Animasi dari Tiongkok Ini Lagi Naik Daun Banget
  • Canonical: Ubuntu coming soon to Snapdragon X2 Series platforms
  • Finally, wolfSSL adds post-quantum algorithms!
  • How to Run Gemma Embedding Models Using Docker
  • Deploy Nginx Rootful Container with Podman
  • How to Sandboxing Browser on Linux Desktop with Flatpak
  • Prompt AI: Impressionist Portrait Art of a Woman
  • Prompt AI: Stylish Man Walking Double Exposure Photo
  • Trying Nemotron 3.5 Super VL: NVIDIA’s Open Multimodal Model Built for Agents That Actually See and Act
  • Pruna AI Release their Qwen-Image 2.1 LoRA Adapter, 6x Faster than Regular Qwen
  • The Rise and Fall of the Coding Holy Grail: Is Stack Overflow Just AI Fuel Now?
  • Alternatif Situs Batoto: Update Oktober 2026
  • ERROR? Inilah Cara Cek Status PIP Oktober 2026 Pakai NISN dan NIK yang Benar
  • Ini Syarat Pendaftaran & Tips Lolos Seleksi Magan Nasional Batch 3 2026
  • ITS Buka Rekrutmen Dosen Baru (Tetap Non PNS), Ini Formasi & Syaratnya
  • Lagi rame istilah Burning Hall, apa bener bahasa gaul baru atau cuma istilah game Point Blank?

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme