Rilis Dapodik 2026 B rasanya sukses ngebikin operator sekolah ketar-ketir. Pasalnya, jumlah invalid peserta didik tiba-tiba melonjak drastis setelah pembaruan aplikasi diterapkan. Kalau kalian lagi pusing mikirin data merah yang nggak kunjung hijau, tenang saja. Kami punya trik jitu buat membereskan masalah ini dengan cepat biar sinkronisasi nggak terhambat dan dapur operator tetap ngebul.
Sebenarnya, fenomena invalid massal ini bukan hal baru bagi mereka yang sudah lama berkecimpung di dunia pendataan pendidikan. Setiap kali ada rilis versi baru atau patch susulan kayak Dapodik 2026 B ini, sistem validasi biasanya diperketat. Tujuannya tentu baik, yaitu untuk menjaga kualitas data nasional. Namun, di lapangan, hal ini sering kali dianggap sebagai beban tambahan. Invalid peserta didik ini kebanyakan muncul karena data periodik siswa belum diperbarui. Sistem mendeteksi adanya kekosongan pada isian semester genap atau ganjil yang sedang berjalan.
Bagi kalian operator sekolah, tanda seru merah atau invalid peserta didik bukan sekadar masalah estetika tampilan aplikasi. Ini adalah “lampu merah” yang ngebuat kalian nggak bisa melakukan sinkronisasi. Kalau sinkronisasi macet, imbasnya bisa ke mana-mana, mulai dari penyaluran dana BOS hingga validitas data siswa untuk keperluan asesmen nasional. Secara teknis, invalid ini terjadi karena kolom-kolom krusial seperti tinggi badan, berat badan, lingkar kepala, hingga data kesejahteraan atau rincian saudara kandung, terdeteksi kosong oleh sistem validasi yang baru.
Nah, untungnya pengembang aplikasi Dapodik sepertinya mengerti penderitaan operator. Di versi 2026 B ini, fitur “Salin Data Periodik” dimaksimalkan fungsinya. Fitur ini ngebantu banget buat sekolah yang punya siswa ratusan atau bahkan ribuan. Kebayang nggak sih kalau harus input satu per satu data tinggi dan berat badan siswa dari kelas 1 sampai kelas 6 atau 7 sampai 9 secara manual dalam satu malam? Rasanya jari bisa keriting. Makanya, fitur salin data ini jadi penyelamat. Mekanismenya sederhana: sistem akan mengambil data semester lalu dan menempelkannya ke semester sekarang.
Berikut ini adalah langkah-langkah praktis yang bisa kalian ikuti untuk mengatasi invalid peserta didik secara massal tanpa perlu input manual satu per satu:
- Masuk ke Menu Peserta Didik
Langkah pertama, pastikan kalian sudah login ke aplikasi Dapodik 2026 B. Di menu sebelah kiri, klik tab Peserta Didik. Tunggu sebentar sampai daftar nama siswa muncul semua. Pastikan tidak ada filter yang aktif supaya semua siswa tampil. - Temukan Tombol Salin Data Periodik
Di bagian atas tabel data siswa, ada deretan tombol aksi. Kalian cari tombol bertuliskan “Salin Data Periodik”. Tombol ini biasanya ada di jajaran menu aksi peserta didik. Klik tombol tersebut. - Konfirmasi Proses Penyalinan
Setelah diklik, sistem akan memunculkan pop-up konfirmasi. Biasanya ada peringatan bahwa proses ini akan menimpa data periodik semester ini dengan data dari semester sebelumnya. Klik “Ya” atau “OK” untuk melanjutkan. Tunggu proses loading berjalan. Durasi proses ini bergantung pada jumlah siswa dan spesifikasi laptop kalian. Kalau siswanya banyak, mungkin butuh waktu beberapa menit. - Cek Hasil di Validasi Lokal
Setelah muncul notifikasi berhasil, jangan senang dulu. Kalian harus memastikannya di menu Validasi. Buka tab Validasi Lokal, pilih tab Peserta Didik, lalu klik Refresh. Secara ajaib, angka invalid yang tadinya ratusan bakal berkurang drastis, bahkan sering kali langsung jadi nol (0) jika masalahnya hanya di data periodik. - Sinkronisasi
Jika validasi sudah bersih dan tidak ada tab yang merah, kalian sudah bisa bernapas lega dan lanjut ke menu Tukar Akses Pengguna untuk melakukan sinkronisasi seperti biasa.
Tapi, kami perlu mengingatkan satu hal yang sangat penting. Meskipun cara di atas sangat efektif ngebuat data jadi valid secara sistem, tanggung jawab kalian belum selesai sepenuhnya. Ingat, data yang disalin adalah data semester lalu. Secara logika, fisik anak-anak pasti berubah dalam enam bulan. Tinggi badan mungkin bertambah, berat badan bisa naik atau turun. Kalau kalian membiarkan data itu begitu saja dari tahun ke tahun hanya hasil salin-tempel, data nasional kita jadi nggak akurat. Nanti grafiknya jadi aneh, kok anak SD kelas 1 sampai kelas 6 tingginya sama terus?
Oleh karena itu, kami sangat menyarankan setelah status invalid hilang dan sinkronisasi aman, luangkan waktu untuk melakukan pemutakhiran data secara riil. Kalian bisa bekerja sama dengan guru kelas atau guru PJOK untuk mengambil data tinggi dan berat badan terbaru. Setelah datanya ada, baru deh dicicil input ke Dapodik. Ini akan ngebikin kualitas data sekolah kalian jauh lebih baik dan bisa dipertanggungjawabkan. Sekolah yang berkualitas itu bukan cuma yang “hijau” di sistem, tapi yang datanya mencerminkan kondisi lapangan yang sebenarnya.
Selain masalah data periodik, ada juga kasus di mana sekolah perlu menambah peserta didik baru, terutama untuk jenjang PAUD dan SD, namun menunya terkunci di aplikasi. Untuk kasus ini, solusinya bukan di aplikasi offline. Kalian harus mengakses Sistem Manajemen Satuan Pendidikan (SP Datadik) secara online. Penambahan siswa baru sekarang lebih ketat dan terpusat. Kalian ajukan datanya lewat web, lalu tunggu persetujuan (approval) dari admin dinas pendidikan setempat. Kalau sudah disetujui, barulah data siswa baru itu akan masuk ke aplikasi lokal kalian setelah dilakukan Tarik Data atau Sinkronisasi. Jadi, jangan bingung lagi kalau nggak nemu tombol tambah siswa di aplikasi, ya.
Apakah cara salin data periodik ini aman? Tentu saja aman dan legal. Fitur ini resmi disediakan oleh tim pengembang Dapodik. Bukan cheat atau aplikasi pihak ketiga yang berbahaya. Ini murni fasilitas untuk efisiensi kerja. Namun, efektivitas validitas datanya kembali ke integritas kita sebagai pengelola data. Kami percaya kalian bisa memilah mana prioritas untuk mengejar deadline sinkronisasi, dan mana kewajiban moral untuk menjaga akurasi data pendidikan.
Kurang lebihnya, begitulah strategi menghadapi badai invalid di Dapodik 2026 B. Kuncinya ada di fitur salin data periodik untuk penanganan cepat, dan pembaruan manual untuk kualitas data jangka panjang. Semoga penjelasan ini bisa ngebantu kalian yang lagi pusing dikejar deadline. Tetap semangat mengelola data pendidikan, karena data yang baik adalah awal dari kebijakan yang tepat. Terima kasih sudah membaca sampai akhir, salam satu data untuk rekan-rekanita operator sekolah di seluruh Indonesia!