Memasuki pertengahan Januari 2026, banyak dari kalian mungkin sedang menantikan kabar kepastian mengenai dana bantuan pendidikan. Kami memahami betapa pentingnya bantuan ini untuk menunjang kebutuhan sekolah putra-putri kalian. Untuk memastikan apakah saldo sudah masuk per Senin, 19 Januari 2026, ada beberapa langkah teknis yang perlu kalian perhatikan.
Pencairan Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus untuk Tahap II Tahun 2025, khususnya alokasi bulan November, sebenarnya sudah mulai dilakukan secara bertahap sejak tanggal 5 Januari 2026. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan bantuan ini kepada sekitar 707.513 peserta didik di seluruh wilayah Jakarta. Karena jumlah penerimanya yang mencapai ratusan ribu, proses transfer dana ke rekening Bank DKI masing-masing siswa emang nggak bisa dilakukan serentak dalam satu hari. Hal inilah yang seringkali ngebikin beberapa dari kalian merasa dananya telat masuk, padahal sepertinya proses verifikasi di sistem memang lagi berjalan.
Buat kalian yang mau memastikan status pencairannya per tanggal 19 Januari ini, kami sudah merangkum langkah-langkah teknis yang bisa kalian ikuti dengan mudah:
1. Melakukan Pengecekan Online Melalui Situs Resmi KJP
Cara ini rasanya paling praktis karena kalian nggak perlu keluar rumah dan bisa dilakukan cuma lewat HP saja. Langkah-langkahnya adalah:
- Buka browser di HP atau perangkat kalian, lalu kunjungi alamat resmi di https://kjp.jakarta.go.id. Pastikan koneksi internet kalian stabil supaya nggak terjadi error saat memuat data.
- Cari dan pilih menu “Periksa Status Penerimaan KJP Plus” yang biasanya ada di halaman utama.
- Masukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) siswa yang bersangkutan. Pastikan NIK yang dimasukkan sesuai dengan yang tertera di Kartu Keluarga (KK), jangan sampai ada angka yang tertukar.
- Pada kolom tahun, pilih tahun “2026” dan tentukan tahap pencairan yang ingin dicek. Karena ini adalah kelanjutan dari periode sebelumnya, pilih tahap yang sesuai dengan instruksi di sistem.
- Klik tombol “Cek”. Sistem akan memproses data kalian dan menampilkan informasi apakah dana sudah masuk ke rekening atau masih dalam proses verifikasi administrasi. Kalau statusnya “Ditetapkan”, berarti kalian tinggal nunggu antrean masuk ke rekening saja.
2. Melalui Layanan Bank DKI (Offline dan ATM)
Kalau kalian merasa kurang yakin dengan pengecekan online, kalian bisa ngecek langsung ke pihak bank. Bank DKI sebagai penyalur resmi punya prosedur tersendiri untuk ini:
- Mendatangi kantor cabang Bank DKI terdekat. Cara ini efektif kalau kalian punya kendala lain, kayak kartu ATM yang terblokir atau lupa PIN. Kalian bisa langsung ngomong ke petugas teller atau customer service untuk dibantu cek mutasi rekening.
- Gunakan mesin ATM Bank DKI. Kalian tinggal masukkan kartu KJP Plus, masukkan nomor PIN, lalu pilih menu “Informasi Saldo” atau “Mutasi Rekening”. Melalui mutasi, kalian bisa melihat riwayat transaksi masuk secara detail. Kalau ada saldo masuk di kisaran tanggal 5 sampai 19 Januari, itu kemungkinan besar adalah dana KJP kalian.
- Pastikan status rekening kalian dalam keadaan aktif. Rekening yang sudah lama nggak digunakan atau nggak pernah ada transaksi tambahan seringkali mengalami kendala saat proses pemindahan dana dari sistem pusat.
Perlu kalian ketahui kalau besaran dana yang bakal diterima itu berbeda-beda, tergantung jenjang pendidikan siswanya. Untuk tingkat SD/MI, dana yang disalurkan biasanya sekitar Rp250.000 per bulan. Untuk tingkat SMP/MTs, jumlahnya kuranglebihnya Rp300.000. Sedangkan untuk jenjang SMA/MA, nominalnya mencapai Rp420.000, dan buat SMK itu sekitar Rp450.000. Mereka yang sekolah di sekolah swasta juga biasanya dapet tambahan dana buat SPP, jadi nominal totalnya bakal kelihatan lebih gede di saldo kalian.
Satu hal yang penting banget buat diingat, penggunaan dana KJP Plus ini nggak boleh ditarik tunai semuanya secara sembarangan. Pemerintah ngebuat aturan kalau dana ini sebaiknya dipakai buat keperluan pendidikan. Kalian bisa bertransaksi melalui QRIS Bank DKI, belanja di merchant resmi yang sudah bekerja sama, atau buat bayar keperluan sekolah lainnya secara non-tunai. Hal ini dilakukan biar penggunaan bantuan benar-benar tepat sasaran dan nggak disalahgunakan buat kebutuhan yang nggak mendesak.
Jika sampai hari ini dana kalian belum muncul juga di rekening, jangan langsung panik atau berpikir yang nggak-nggak. Sepertinya proses sinkronisasi data antara Dinas Pendidikan dan pihak perbankan memang memakan waktu, apalagi kalau ada pembaruan data anggota keluarga atau perpindahan jenjang sekolah. Kami sarankan untuk tetap memantau secara berkala lewat situs resmi atau aplikasi JakOne Mobile milik Bank DKI biar lebih update.
Rasanya proses pencairan yang dilakukan secara bertahap ini memang punya tantangan tersendiri buat para orang tua yang sangat membutuhkan. Sintesis dari situasi ini adalah pentingnya kesabaran dan ketelitian dalam memantau kanal informasi resmi Pemprov DKI Jakarta. Kami merekomendasikan agar kalian rutin melakukan pengecekan saldo melalui aplikasi mobile banking saja supaya lebih efisien dan nggak perlu repot antre di ATM atau bank. Pastikan juga semua dokumen administrasi sekolah anak sudah lengkap supaya nggak ada kendala teknis yang ngebuat pencairan kalian terhambat di periode berikutnya.
Rekan-rekanita sekalian, terima kasih banyak sudah menyempatkan waktu untuk membaca panduan ini sampai selesai. Semoga informasi yang kami bagikan bisa sedikit mencerahkan dan membantu kalian dalam mengurus pencairan dana KJP Plus tahun ini.