Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu
coretax

Inilah Cara Lapor SPT Tahunan di Coretax 2026 Biar Nggak Bingung!

Posted on January 26, 2026

Sepertinya kalian harus mulai bersiap nih, karena mulai 1 Januari 2026, cara kita lapor pajak bakal berubah total. Pemerintah sudah mulai ngebangun sistem baru yang namanya Coretax. Kami akan bantu kalian memahami langkah-langkah teknisnya supaya nanti nggak kaget pas mau lapor SPT tahunan untuk tahun pajak 2025.

Perlu kalian ketahui kalau sistem Coretax ini tujuannya ngebuat semuanya jadi terintegrasi dalam satu pintu. Batas pelaporannya masih tetap sama kok, yaitu dari Januari sampai Maret setiap tahunnya. Karena ini sistem baru, rasanya penting buat kita ngebandingin sama sistem lama supaya nggak ada salah input. Berikut adalah panduan teknis lengkap yang sudah kami rangkum buat kalian:

  1. Login ke Portal Coretax Menggunakan NIK
    Langkah pertama, silakan kalian buka website resmi di coretaxdjp.go.id. Sekarang NPWP kalian sudah resmi menggunakan NIK yang 16 digit itu ya. Jadi, kalian tinggal masukkan nomor KTP, kata sandi yang sudah dibuat, dan kode keamanan yang muncul di layar. Kalau kalian belum punya akun atau belum aktivasi, silakan pilih menu “Aktivasi Akun Wajib Pajak” atau “Lupa Kata Sandi”. Kami sarankan urusan aktivasi ini diselesaikan jauh-jauh hari supaya nggak antre pas mendekati deadline Maret nanti.
  2. Cek Bukti Potong Secara Mandiri (Prepopulated)
    Nah, ini salah satu kecanggihan Coretax. Sebelum lapor, kalian masuk ke menu “Portal Saya” lalu pilih “Dokumen Saya”. Di situ kalian bisa ngecek bukti potong PPh Pasal 21 yang sudah dilaporkan oleh kantor tempat kalian bekerja. Buat karyawan swasta, cari dokumen dengan kode BP A1, sedangkan buat PNS, TNI, atau Polri, kodenya adalah BP A2. Kalian bisa langsung ngeprint atau unduh dokumen ini buat pegangan. Kalau ternyata datanya belum muncul, sepertinya perusahaan kalian belum lapor, jadi mending segera ngomong ke bagian HRD ya.
  3. Membuat Konsep SPT Baru
    Setelah dokumen siap, kalian kembali ke menu utama dan pilih menu “SPT” atau Surat Pemberitahuan. Klik tombol “Buat Konsep SPT”. Nanti akan muncul submenu, silakan pilih “PPh Orang Pribadi” lalu klik lanjut. Sistem akan meminta kalian memilih jenis SPT Tahunan dan periode tahun pajaknya. Karena kita mau lapor tahun pajak 2025, pastikan periode yang dipilih adalah Januari sampai Desember 2025.
  4. Mengisi Formulir Induk Melalui Tanya Jawab
    Setelah drafnya jadi, kalian tinggal klik ikon pensil (edit) buat mulai ngisi. Di Coretax, formulir “Induk” isinya kebanyakan adalah pertanyaan “Ya” atau “Tidak”. Untuk metode pembukuan, kalian sebagai karyawan cukup pilih “Pencatatan”. Pada bagian sumber penghasilan, ceklis kolom “Pekerjaan”. Kalau kalian punya sampingan sebagai dokter atau notaris, baru deh pilih “Pekerjaan Bebas”. Identitas biasanya sudah terisi otomatis, jadi kalian tinggal fokus ke bagian yang ada tanda bintangnya saja.
  5. Penentuan Status PTKP dan Penghasilan Neto
    Pada kolom perhitungan pajak, kalian harus menjawab apakah menerima penghasilan dalam negeri dari pekerjaan. Pilih “Ya”. Untuk kolom nilai rupiahnya, biasanya nggak bisa diedit langsung karena datanya narik dari lampiran atau data prepopulated tadi. Jangan lupa pilih status PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak) yang sesuai. TK/0 artinya kalian belum menikah, sedangkan K/1 artinya menikah dengan satu anak. Maksimal anak yang ditanggung itu cuma tiga orang ya, jadi kalau anak kalian empat, tetap pilih K/3.
  6. Mengisi Lampiran Harta (L1) Secara Detail
    Sekarang kita masuk ke bagian yang agak teknis di Lampiran 1 (L1). Di Coretax, klasifikasi harta itu jauh lebih lengkap. Kalian harus klik tombol “Tambah” untuk memasukkan aset seperti tabungan, motor, atau rumah. Kalian bakal diminta ngisi nama bank, nomor rekening, atas nama siapa, sampai tahun perolehannya. Rasanya memang sedikit lebih repot, tapi ini ngebantu data perpajakan kalian jadi lebih valid dan transparan.
  7. Mengisi Lampiran Utang dan Anggota Keluarga
    Kalau kalian punya cicilan KPR atau pinjaman bank, masukkan juga di bagian “Utang”. Isi lengkap nama bank penjaminnya, alamat, dan sisa saldo utang per akhir tahun 2025. Untuk daftar keluarga, sepertinya sistem sekarang mengharuskan kalian update data di menu profil terlebih dahulu sebelum muncul di SPT. Jadi, pastikan data istri dan anak sudah tervalidasi di unit pajak keluarga supaya pas lapor tinggal muncul otomatis.
  8. Proses Submit dan Tanda Tangan Elektronik
    Kalau semua lampiran sudah beres, kalian balik lagi ke formulir Induk. Cek sekali lagi apakah statusnya sudah “Nihil”. Kalau sudah oke, scroll ke bawah dan centang pernyataan kebenaran data. Simpan konsepnya dulu buat jaga-jaga kalau sistem error. Terakhir, klik “Bayar dan Lapor”. Kalian akan diminta memasukkan tanda tangan elektronik (Sertifikat Elektronik atau Kode DJP). Kalau sudah berhasil, bukti lapor atau BPE akan langsung terbit dan SPT kalian akan pindah ke menu “SPT Dilaporkan”.

Proses pelaporan pajak dengan sistem Coretax ini memang butuh ketelitian lebih, terutama saat mengisi rincian harta dan utang yang sekarang diminta lebih detail. Kami merekomendasikan kalian untuk segera mendownload bukti potong dari perusahaan begitu masuk bulan Januari 2026, agar proses pengisian lampiran nggak terburu-buru. Pastikan juga kalian sudah memiliki tanda tangan elektronik yang aktif supaya proses submit di akhir nanti berjalan lancar tanpa kendala teknis.

Segitunya dulu informasi yang bisa kami bagikan mengenai tutorial lapor SPT di sistem terbaru ini. Semoga penjelasan teknis ini bisa ngasih gambaran buat rekan-rekanita semua agar lebih siap menghadapi transisi sistem perpajakan di masa depan. Mari kita jadi warga negara yang taat pajak demi pembangunan bangsa yang lebih baik. Terima kasih banyak sudah meluangkan waktu untuk membaca panduan ini sampai selesai, rekan-rekanita pembelajar!

Terbaru

  • Beli HP Bekas Flagship Oppo? Ini 3 Rekomendasi Terbaik yang Masih Gahar di 2026
  • Cuma 1 Jutaan! Ini 4 Rekomendasi HP POCO yang Performa Tetap Gila di 2026
  • Inilah Rekomendasi Laptop 5-6 Jutaan Paling Worth It di Pertengahan 2026, Spek Mewah Harga Ramah!
  • Inilah Deretan Smartphone Snapdragon 8s Gen 4 yang Bikin Kompetisi HP Menengah Atas Makin Panas!
  • Mengenal Otak di Balik AI: Apa Itu LLM dan Manfaatnya dalam Keseharian Kita Menurut Sebastian Raschka
  • Inilah Rahasia Spasi FF Salin Biar Nickname Kalian Makin Keren dan Unik Tanpa Aplikasi Tambahan
  • Rekomendasi HP Kamera Bagus 2-6 Jutaan Bulan Juli 2026
  • Cuma 2 Jutaan! Ini 6 Rekomendasi HP Paling Worth It Buat Multitasking dan Gaming Ringan
  • Rumor Galaxy Z Flip8 Jadi Seri Terakhir: Mengapa Samsung Mungkin Berhenti Bikin HP Lipat Clamshell?
  • Inilah Cara Registrasi Kartu SIM Pakai Verifikasi Biometrik Mulai 1 Juli 2026, Gak Bisa Lagi Pake Nomor Bodong!
  • Jangan Asal Lap! Inilah Cara Membersihkan Layar TV LED yang Benar Agar Tidak Rusak
  • Realme Narzo 100x 5G Segera Rilis: Baterai 8.000mAh, Layar 144Hz, dan Sertifikasi Militer
  • Waspada Penipuan Akun Mobile Legends: Kenali Pentingnya Marketplace Resmi dan Status PSE
  • Review DJI Osmo Pocket 4P: Kamera Saku Lensa Ganda yang Bikin Kamera Pro Kelihatan Ribet!
  • Samsung Bisa “AirDrop” ke iPhone? Cek Cara Pakai Fitur Quick Share Terbaru Ini!
  • Vivo X Fold 6 Bakal Masuk Indonesia? Speknya Gila, Baterai 7.000 mAh & Kamera 200 MP!
  • Bocoran iPhone Air 2: Akhirnya Apple Nggak Cuma Jual Tipis, Tapi Juga Baterai Awet dan Kamera Oke!
  • Google Search Console rilis fitur Social Media Property, bisa pantau TikTok & Instagram
  • Hati-hati! 22 Platform Digital Terancam Diblokir Pemerintah, Cek Daftar Hotel dan Maskapainya di Sini
  • Baterai 7.000mAh & Standar Militer, Inilah Moto G77 Power
  • Inilah Cara Shopee dan Meta Bikin Kalian Makin Gampang Dapat Cuan Afiliasi Instagram Tanpa Ribet
  • Gila Sih! Vivo Rilis HP Baterai 8.000 mAh di 2026, Nggak Perlu Ribet Bawa Powerbank Lagi?
  • Infinix Hot 70 vs Tecno Spark 50: Pilih Baterai Jumbo 7000 mAh atau Fast Charging 45W di Harga 2 Jutaan?
  • Gak Perlu HP Mahal buat Pake AI: Intip Fitur Canggih di Samsung Galaxy A37 dan A57 yang Bikin Hidup Lebih Gampang
  • Bocoran Galaxy Unpacked Juli 2026: Z Fold 8 & Z Flip 8 Bakal Fokus ke On-Device AI, Makin Canggih atau Cuma Gimmick?
  • Duel Tablet 2 Jutaan: ADVAN Tab Sketsa 3 vs itel VistaTab 30GT, Mana yang Lebih Worth It buat Kerja?
  • Review Asus ExpertBook PM5 G2: Laptop Bisnis Rasa AI, Ringan tapi Gak Kaleng-kaleng
  • Review Redmi Pad 2 9.7 4G: Tablet Murah yang Bisa Pakai Kartu SIM, Worth It Nggak?
  • Review JBL Quantum Series: Inilah Alasan Kenapa Audio Berkualitas Bisa Bikin Kamu Menang Main Game
  • Review Vivo Y500: HP Baterai Jumbo 8.100mAh yang Bikin Nggak Perlu Cari Colokan Lagi!
  • Deploy Nginx Rootful Container with Podman
  • How to Sandboxing Browser on Linux Desktop with Flatpak
  • How to Hardening Journald on Linux Server (Fedora/AlmaLinux)
  • Block Bad USB on Linux Server with USBGuard
  • How to Secure NetworkManager on Fedora/AlmaLinux
  • How to Automate Your Entire SEO Strategy Using a Swarm of 100 Free AI Agents Working in Parallel
  • How to create professional presentations easily using NotebookLM’s AI power for school projects and beyond
  • How to Master SEO Automation with Google Gemini 3.1 Flash-Lite in Google AI Studio
  • How to create viral AI video ads and complete brand assets using the Claude and Higgsfield MCP integration
  • How to Transform Your Mac Into a Supercharged AI Assistant with Perplexity Personal Computer
  • Mengenal Lotte Shin Kyuk-ho Global Scholarship: Lebih dari Sekadar Bantuan Finansial untuk Mahasiswa Berprestasi
  • Jadwal MU vs Rosenborg malam ini, nonton live streaming pramusim lewat MUTV jam 11 malem
  • 7 Zodiak yang Punya Pemikiran Dewasa dan Bijaksana Melampaui Usia Biologisnya
  • Bedah Teknik Regenerative Aesthetics: Belajar dari Juvelook Advanced Injector Workshop di Bali
  • Prediksi Astrologi Juli 2026: 4 Zodiak yang Bakal Menemukan Ketenangan Setelah Badai Karma

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme