Pernah nggak sih kalian lagi buru-buru mau transfer atau bayar tagihan, eh tiba-tiba muncul notifikasi “transaksi tidak dapat dilanjutkan”? Rasanya pasti kesel banget, apalagi kalau momennya lagi mendesak. Tenang, kami akan ngebantu kalian memahami kenapa hal ini bisa terjadi dan gimana solusi praktisnya supaya urusan finansial mereka kembali lancar jaya.
Dunia perbankan sekarang memang sudah berubah drastis berkat teknologi. Munculnya layanan digital kayak BNI Mobile Banking bener-bener ngebantu kita buat akses rekening kapan pun dan di mana pun. Tapi, kayaknya nggak ada teknologi yang 100% sempurna. Masalah teknis sering kali muncul tanpa diundang, mulai dari aplikasi yang tiba-tiba force close sampai kode-kode error yang bikin dahi berkerut. Masalah transaksi yang tertunda atau gagal ini sering kali membuat pengguna merasa nggak nyaman dan khawatir soal keamanan saldo mereka.
Sebelum kita masuk ke langkah perbaikan, ada baiknya kalian paham dulu apa saja sih yang biasanya ngebuat transaksi itu nggak bisa diproses. Biasanya, masalah ini muncul karena beberapa hal teknis berikut:
- Gangguan pada Server Pusat: Rasanya ini penyebab paling umum. Server BNI mungkin lagi mengalami lonjakan trafik atau sedang ada pemeliharaan sistem (maintenance). Kalau sudah begini, biasanya semua pengguna bakal ngerasain hal yang sama.
- Aplikasi Versi Lawas: Banyak dari kita yang malas buat nge-update aplikasi. Padahal, versi lama sering kali punya bug atau sistem keamanan yang sudah nggak kompatibel lagi dengan server pusat, sehingga ngebikin transaksi gagal terus.
- Pemblokiran Transaksi Otomatis: Sistem bank punya algoritma keamanan yang ketat. Kalau mereka ngelihat ada aktivitas yang dianggap mencurigakan atau kalian mencoba transaksi di luar batas limit, sistem bakal otomatis ngeblokir transaksi tersebut demi keamanan.
- Masalah Koneksi dan SIM Card: BNI Mobile Banking sangat bergantung pada kestabilan internet dan verifikasi lewat SMS. Kalau sinyal internet kalian naik-turun atau posisi SIM card nggak pas, sistem bakal kesulitan ngirim data verifikasi.
Nah, selain masalah umum di atas, sering kali muncul kode-kode spesifik yang bikin bingung. Mari kita bedah beberapa kode error yang sering dikeluhkan:
- Error M-Bank 1 & M-Bank Error: Ini biasanya tanda ada masalah komunikasi antara aplikasi di HP kalian dengan server bank. Bisa jadi karena jaringan internet yang nggak stabil atau servernya memang lagi “down”.
- Error M-Bank 36 dan 37: Kode ini sering muncul terkait masalah pada koneksi data atau kartu SIM yang digunakan. Biasanya karena izin akses aplikasi ke SMS belum diaktifkan atau pulsa untuk verifikasi nggak cukup.
- Kode Error 53 dan 91: Sepertinya ini berkaitan dengan kendala pada sistem switch atau kartu ATM yang statusnya sedang bermasalah/tidak aktif untuk transaksi digital tertentu.
- Kode Error 2755: Masalah ini umumnya terjadi saat ada gangguan pada sistem basis data perbankan yang ngebuat proses otentikasi transaksi jadi terhambat.
Kalau kalian mengalami masalah-masalah di atas, jangan langsung panik. Ikuti langkah-langkah praktis di bawah ini untuk mengatasinya:
- Cek Koneksi Internet dan Sinyal: Pastikan kalian nggak cuma sekadar “konek” ke internet, tapi koneksinya harus stabil. Coba pindah dari Wi-Fi ke paket data atau sebaliknya. Jangan lupa pastikan kartu SIM yang terdaftar di BNI ada di slot 1 dan punya pulsa yang cukup buat nerima atau ngirim SMS verifikasi.
- Lakukan Pembaruan (Update) Aplikasi: Buka Play Store atau App Store, lalu cari BNI Mobile Banking. Kalau ada tombol “Update”, segera klik. Versi terbaru biasanya sudah ngebangun sistem yang lebih stabil dan ngebenerin bug dari versi sebelumnya.
- Bersihkan Cache Aplikasi: Kadang data sampah yang numpuk di aplikasi bisa ngebikin performanya jadi lemot atau sering error. Masuk ke pengaturan HP, cari manajemen aplikasi, pilih BNI Mobile Banking, lalu klik “Hapus Cache”.
- Cek Limit Transaksi Kalian: Coba ingat-ingat lagi, apakah transaksi yang ingin dilakukan sudah melebihi batas harian? Kalau iya, wajar kalau transaksinya nggak bisa dilanjutkan. Kalian perlu menyesuaikan limit lewat kantor cabang atau tetap mematuhi batasan yang ada.
- Tunggu dan Coba Berkala: Kalau penyebabnya adalah gangguan server nasional, nggak ada cara lain selain menunggu. Biasanya gangguan kayak gini nggak bakal lama, kuranglebihnya sekitar 30 menit sampai 2 jam tergantung tingkat kerusakannya.
- Hubungi Call Center BNI: Kalau semua cara sudah dicoba tapi tetap muncul Error M-Bank 36, 37, atau kode 2755, segera hubungi BNI Call di 1500046. Mereka bakal ngasih penjelasan teknis yang lebih detail atau ngebantu nge-reset status akun kalian kalau memang diperlukan.
Mengenai pertanyaan “sampai kapan gangguan terjadi?”, jawabannya memang fluktuatif. Pihak bank biasanya nggak ngasih pengumuman detail soal durasi perbaikan kecuali kalau gangguannya bersifat masif. Intinya, mereka pasti berusaha secepat mungkin supaya layanan kembali normal karena hal ini menyangkut kepercayaan jutaan nasabah mereka.
Memang rasanya nggak enak kalau urusan duit terhambat karena masalah teknis. Tapi kalian harus ingat kalau sistem perbankan itu sangat kompleks demi menjaga keamanan saldo kalian. Kalau transaksi gagal, lebih baik jangan dipaksakan terus-menerus dalam waktu singkat karena takutnya malah dianggap aktivitas mencurigakan oleh sistem. Tetap tenang, cek koneksi, pastikan aplikasi selalu up-to-date, dan jangan ragu buat minta bantuan resmi dari pihak bank.
Semoga penjelasan mengenai BNI Mobile Banking transaksi tidak dapat dilanjutkan ini bisa bermanfaat buat kalian semua ya. Terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca artikel ini sampai habis, rekan-rekanita sekalian. Sampai jumpa di info tips berikutnya!