Setiap kali masa validasi Info GTK dimulai, rasa cemas pasti muncul kalau data belum berubah padahal Dapodik sudah sinkron. Kalian pasti khawatir tunjangan terhambat gara-gara jam mengajar belum sesuai, kan? Tenang, kami akan jelasin kenapa ini terjadi dan gimana cara mastiin datanya tetap aman tanpa harus panik berlebihan.
Sebenarnya, masalah data yang nggak langsung update ini bukan hal baru. Rasanya hampir setiap tahun kondisi yang sama selalu terjadi berulang-ulang. Perbedaannya mungkin cuma pada versi aplikasi Dapodik yang digunakan atau tampilan antarmuka sistemnya saja. Namun, mereka yang sudah lama berkecimpung di dunia pendidikan pasti paham kalau mekanisme pengiriman dan penarikan data dari pusat tetap berjalan dengan konsep yang sama dari tahun ke tahun. Kalian perlu memahami kalau Info GTK itu bukan sistem yang menerima data secara real-time atau langsung seketika setelah operator sekolah ngeklik tombol sinkron di aplikasi Dapodik.
Ada proses panjang di balik layar yang melibatkan beberapa basis data kementerian. Setelah sinkronisasi berhasil, data kalian nggak langsung mendarat di server Info GTK. Data tersebut masuk dulu ke server pusat, lalu disebar ke beberapa basis data lain, salah satunya adalah PTK Datadik. Info GTK sendiri fungsinya adalah menarik data dari basis data tersebut secara berkala. Proses penarikan ini punya jadwal internal sendiri yang nggak bisa dipercepat oleh pihak sekolah manapun. Jadi, sangat wajar kalau ada perbedaan tanggal antara kapan kalian terakhir sinkron dengan tanggal validasi yang tertera di layar. Sepertinya, sistem memang didesain untuk melakukan pemrosesan secara bertahap demi menjaga kestabilan server yang menangani jutaan data guru di seluruh Indonesia.
Penyebab utama kenapa data belum terbaca biasanya karena antrean validasi yang sangat panjang. Bayangkan saja ada jutaan guru yang melakukan sinkronisasi dalam waktu yang kuranglebihnya bersamaan. Server pusat butuh waktu untuk mengolah data tersebut sebelum akhirnya disajikan di laman Info GTK. Update ini bisa memakan waktu beberapa hari, bahkan dalam beberapa kasus bisa lebih dari satu minggu, tergantung seberapa padat antrean di sistem pusat. Selain itu, validasi dilakukan secara bertahap berdasarkan kategori tertentu. Guru yang memiliki jam mengajar linier 24 jam secara langsung biasanya bakal lebih cepat masuk proses validasi. Sebaliknya, bagi mereka yang punya kombinasi jam mengajar di beberapa sekolah atau memiliki tugas tambahan, prosesnya rasanya bakal butuh waktu sedikit lebih lama karena sistem harus mencocokkan berbagai variabel data sekaligus.
Supaya kalian nggak cuma bisa menunggu dengan rasa was-was, ada baiknya melakukan pengecekan mandiri melalui langkah-langkah teknis berikut ini:
- Masuk ke Laman PTK Datadik
Kalian harus login menggunakan akun masing-masing yang sudah terdaftar. Gunakan username dan password yang biasanya diberikan oleh operator sekolah. Laman ini adalah cerminan data yang sudah berhasil masuk ke server pusat sebelum nantinya ditarik oleh Info GTK. Kalau di sini datanya sudah benar, berarti sinkronisasi kalian sebenarnya sudah berhasil 100%. - Periksa Rincian Pembelajaran secara Detail
Buka menu pembelajaran dan lihat daftar mata pelajaran serta kelas yang kalian ampu. Pastikan setiap detailnya sudah sesuai dengan SK Pembagian Tugas di sekolah. Kalau di sini masih ada yang keliru, segera ngomong ke operator untuk dilakukan perbaikan di Dapodik lokal dan disinkronkan ulang. Tapi kalau di sini sudah benar, kalian tinggal duduk manis saja nunggu Info GTK narik data tersebut. - Cek Validitas Tugas Tambahan
Jangan lupa masuk ke menu tugas tambahan. Periksa apakah jabatan seperti Kepala Perpustakaan, Kepala Lab, atau Wakil Kepala Sekolah sudah tercatat dengan benar. Seringkali masalah “nggak valid” di Info GTK disebabkan karena tugas tambahan ini belum terbaca sempurna di sistem pusat, padahal di Dapodik sekolah rasanya sudah diinput dengan benar. - Hitung Total Jam Mengajar secara Mandiri
Kalian perlu menjumlahkan sendiri jam pembelajaran tatap muka ditambah dengan ekuivalensi tugas tambahan. Pastikan totalnya memenuhi syarat minimal tunjangan. Dengan ngebandingin data di PTK Datadik secara manual, kalian bisa punya bukti kuat kalau sebenarnya data kalian nggak bermasalah, cuma tinggal nunggu giliran tampil saja di Info GTK.
Kalau kalian sudah memastikan semua data di PTK Datadik benar, maka nggak ada langkah teknis lain yang perlu dilakukan. Kami sangat menyarankan agar kalian nggak meminta operator untuk melakukan sinkronisasi berulang kali dalam waktu singkat. Hal tersebut justru nggak bakal mempercepat proses validasi dan malah ngebikin beban server jadi makin berat. Sepertinya, kunci utamanya memang cuma kesabaran. Info GTK bakal memperbarui tampilannya setelah sistem internal mereka melakukan penarikan ulang data secara otomatis.
Ngeprint atau melakukan screenshot pada laman PTK Datadik yang sudah benar juga bisa ngebantu menenangkan pikiran kalian. Guru sebaiknya memahami bahwa teknologi birokrasi ini memang punya jeda waktu. Operator sekolah juga diharapkan bisa ngasih penjelasan yang menyejukkan buat para rekan guru agar nggak terjadi salah paham. Kalau seumpanya ada masalah login, coba reset password melalui layanan manajemen Dapodik dan pastikan jam di perangkat kalian sudah sinkron dengan waktu internet agar nggak terjadi error saat mengakses laman tersebut.
Intinya, kondisi Info GTK yang belum berubah itu bukan berarti ada kesalahan fatal di Dapodik kalian. Selama data di PTK Datadik sudah akurat, kalian nggak perlu lagi pusing mikirin “kapan ya bakal berubah?”. Proses ini memang nggak instan dan sangat bergantung pada antrean sistem di pusat. Dengan memahami alur kerja ini, rasanya proses menunggu validasi bakal jadi lebih tenang tanpa harus ngerasa tertekan setiap hari.
Mari kita simpulkan bahwa ketenangan dalam menghadapi masa validasi ini sangat penting agar tidak mengganggu konsentrasi mengajar di kelas. Rekan-rekanita sekalian, terima kasih sudah membaca penjelasan ini, semoga data kalian segera valid dan tunjangan pun lancar tanpa kendala.