Skip to content

emka.web.id

writing knowledge, recording civilization

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu
dapodik

Rombel Hilang di Dapodik 2026 B? Tenang, Gini Cara Mudah Mengatasinya Tanpa Menu Aksi!

Posted on January 15, 2026

Kaget nggak pas buka Dapodik 2026 B kok data rombongan belajar alias rombel tiba-tiba kosong melompong? Pasti panik karena status validasi jadi invalid semua. Jangan buru-buru emosi dulu, ini sebenarnya penyesuaian sistem baru di mana menu aksi yang biasa kalian pakai sudah dihapus. Yuk, kita bereskan masalah ini bareng-bareng sekarang juga!

Kami mengerti kebingungan yang kalian alami, terutama bagi operator sekolah yang sudah terbiasa dengan rutinitas “Menu Aksi” untuk menaikkan kelas secara otomatis di semester-semester sebelumnya. Di versi 2026 B ini, perubahan sistemnya memang cukup drastis. Rombel reguler tidak lagi menyediakan menu tersebut, yang artinya kita dipaksa untuk ngebangun struktur kelas dari nol lagi lewat fitur tambah rombel. Rasanya memang agak ngerepotin di awal, tapi sistem ini sebenarnya didesain supaya sekolah punya fleksibilitas lebih dalam menata ulang kelas, terutama jika ada perubahan komposisi siswa atau jurusan yang dinamis.

Perlu kalian pahami bahwa rombongan belajar ini adalah jantungnya data Dapodik. Kalau rombel belum dibuat, sistem bakal ngebaca kalau peserta didik kalian belum punya “rumah” dan belum mendapatkan layanan pendidikan. Makanya, wajar saja kalau validasi lokal kalian merah semua. Meskipun menu aksi ditiadakan, kewajiban membuat rombel tetap prioritas utama agar data sekolah bisa dinyatakan valid dan siap sinkron. Karena sistem tidak otomatis menyalin rombel lama, kita harus manual, tapi tenang saja, fitur “Lanjutan Semester” akan sangat membantu supaya kita nggak perlu input siswa satu per satu.

Sebelum kita mulai langkah teknisnya, pastikan dulu data Peserta Didik dan GTK (Guru dan Tenaga Kependidikan) sudah beres. Kalau data gurunya belum masuk atau siswanya masih bermasalah, nanti kita bakal kesulitan saat mau ngisi wali kelas atau anggota rombel. Kalau persiapan datanya sudah aman, berikut adalah panduan lengkap langkah demi langkah yang bisa kalian ikuti untuk mengembalikan data rombel hingga valid:

  1. Membuat Rombel Baru dari Awal
    Langkah pertama adalah masuk ke menu Rombongan Belajar, lalu pilih sub-menu Reguler. Di sini kalian akan melihat tabel kosong. Langsung saja klik tombol “Tambah”. Nanti akan muncul formulir isian. Mulailah dengan memilih Tingkat Kelas yang sesuai kebutuhan, misalnya kalau kalian sedang mengerjakan kelas 10, ya pilih tingkat 10. Jangan sampai salah pilih tingkat karena ini akan berpengaruh ke validasi kurikulum nantinya.
  2. Menentukan Jurusan dan Kurikulum yang Tepat
    Bagian ini sangat krusial. Kalian harus menyesuaikan Program Keahlian atau jurusan dengan apa yang tersedia di sekolah. Setelah itu, pilih Kurikulum yang sedang digunakan pada tahun ajaran berjalan. Hati-hati di sini, pastikan kurikulum yang dipilih sinkron dengan tingkat kelasnya agar mata pelajaran yang muncul nanti sesuai strukturnya.
  3. Mengisi Identitas Rombel dan Wali Kelas
    Selanjutnya, kalian perlu ngasih nama rombel yang jelas. Contohnya, bisa ditulis “10 DKV 1” atau “XII MIPA 2”. Hindari penamaan yang membingungkan. Di kolom Wali Kelas, pilih guru yang sudah mendapatkan SK penugasan resmi dari kepala sekolah. Kalau data GTK sudah lengkap, nama guru tersebut pasti muncul di daftar pilihan.
  4. Menetapkan Ruang Kelas (Opsional tapi Penting)
    Pilih ruang kelas tempat rombel tersebut belajar. Meskipun sistem ngebolehin ini dikosongkan (misalnya untuk sistem moving class), tapi sebaiknya diisi supaya data sarpras kalian juga terbaca pemakaiannya. Setelah semua kolom terisi, klik “Simpan”. Sekarang, “rumah”-nya sudah jadi, tapi isinya masih kosong.
  5. Mengisi Anggota Rombel dengan Fitur Lanjutan Semester
    Nah, ini triknya supaya nggak capek. Klik nama rombel yang baru saja kalian buat tadi, lalu pilih menu “Anggota Rombel”. Di jendela yang muncul, jangan input siswa manual. Perhatikan di bagian atas ada opsi untuk memilih sumber data. Cari dan pilih rombel dari semester sebelumnya yang sesuai dengan tingkat kelas dan jurusannya.
  6. Memindahkan Siswa ke Rombel Baru
    Setelah memilih sumber rombel semester lalu, sistem akan nampilin daftar siswa yang dulu ada di kelas tersebut. Gunakan fitur “Tampilkan Semua” jika siswanya banyak, supaya nggak ada yang nyelip di halaman kedua. Selanjutnya, blok seluruh nama siswa tersebut (bisa pakai Ctrl+A atau klik sambil tahan tombol Shift), lalu tarik (drag) dan lepaskan (drop) ke kolom anggota rombel baru di sebelah kiri. Teknik ini memastikan status mereka tercatat sebagai “Lanjutan Semester”, bukan siswa baru. Tutup menu anggota rombel jika jumlah siswa sudah pas.
  7. Menginput Pembelajaran dan Guru Pengampu
    Rombel sudah ada, siswa sudah masuk, sekarang giliran gurunya. Masuk ke menu “Pembelajaran” pada rombel yang bersangkutan. Tambahkan mata pelajaran satu per satu sesuai struktur kurikulum. Di sini kalian harus teliti ngebandingin data di aplikasi dengan pembagian tugas mengajar yang asli.
  8. Melengkapi SK Mengajar dan Jam Tatap Muka
    Untuk setiap mata pelajaran, pilih guru pengampunya, lalu isi Nomor SK Mengajar dan Tanggal SK sesuai kebijakan sekolah (biasanya per semester atau per tahun ajaran). Jangan lupa tentukan alokasi Jam Tatap Muka (JTM) per minggu. Pastikan total jamnya tidak melebihi batas maksimal kurikulum agar tidak invalid atau warning berlebihan. Setelah semua mapel terisi, klik simpan dan tutup.
  9. Mengulangi Proses untuk Semua Tingkat
    Lakukan langkah-langkah di atas untuk seluruh kelas, mulai dari kelas paralel di tingkat yang sama sampai ke tingkat akhir (kelas 11 dan 12). Kuncinya adalah konsistensi. Pastikan saat menarik anggota rombel, kalian mengambil dari kelas yang benar di semester sebelumnya agar riwayat belajar siswa tetap nyambung dan nggak acak-acakan.
  10. Finalisasi dan Cek Validasi
    Setelah kalian merasa semua rombel sudah dibuat, langkah terakhir adalah ngebuka menu Validasi Lokal. Klik tab Peserta Didik dan Rombongan Belajar, lalu tekan refresh. Kalau langkahnya benar, status invalid “Peserta didik belum masuk rombel” akan hilang. Jangan lupa juga refresh halaman beranda (dashboard) untuk memastikan grafik jumlah siswa dan rombel sudah tampil sesuai data terbaru.

Tampaknya memang proses di Dapodik 2026 B ini memaksa kita untuk lebih teliti dan bekerja sedikit ekstra dibanding versi lalu. Tapi, hikmahnya adalah data rombel kita jadi jauh lebih rapi dan terstruktur karena kita sendiri yang memverifikasi ulang saat proses pembuatan. Intinya, jangan panik kalau menu aksi hilang, karena fitur tambah rombel dan lanjutan semester sudah lebih dari cukup untuk membereskan masalah ini. Asal kalian mengikuti alurnya dengan runut, mulai dari buat “rumah”-nya, memasukkan siswanya, hingga menempatkan gurunya, validasi pasti bakal hijau kembali.

Sekian panduan teknis kali ini, semoga bisa membantu pekerjaan kalian menjadi lebih ringan dan terarah. Semangat terus buat rekan-rekanita operator sekolah di seluruh Indonesia, dan terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca artikel ini. Sampai jumpa di pembahasan Dapodik berikutnya!

Terbaru

  • Testing Goose on Omarchy Linux (App & CLI): The Open-Source Solution for Daily Task Automation
  • GNOME Founder Attacks Omarchy Founder as “Lazy, Racist, Ignorant”
  • Why I Stopped Using Plain Command Line Docker and Use Portainer 3.0 To Make My Home Projects Fun Again
  • Why I Switched to a Proper Firewall Box with OPNSense for My Homelab Stuff
  • Fixing Windows Error 0x80070005 Hyper-V Export Access Denied Error the Right Way
  • Fixing Hyper V Export Errors and Building a Better Virtual Machine Setup (error 0x80070002, 0x80070005)
  • Fixing the Dreaded Windows Audio Service Stuck on Stopping Error
  • Windows SIM Error, Unknown error 0xc1420127
  • How I’m Building a Cat Breeding Management App with Python Qt6 + Microsoft Litebox, in 1 Week
  • Why Windows Keeps Nuking Your GPU Drivers (And How to Take Back Control)
  • Why I Finally Ditched Mainstream Windows Cleaners (And Why I Use ‘Kudu’ Instead)
  • AI Made Everything Faster, Including Bad Decisions
  • Raspberry Pi Desktop Available of PC and Mac, Based on Debian 13
  • Why I Stopped Yelling at My PC When Error; Getting Windows 11 Voice Isolation and Access to Actually Work
  • Berobat Kanker ke Malaysia: Berapa Biayanya dan Apa Saja yang Perlu Disiapkan?
  • Stop Sending Every Prompt to the Biggest AI Model You Can Find
  • Stop Building AI Agents from Scratch: My Pick for the Best Native Windows Setup
  • Jev Is Faster and Cheaper, But I Still Recommend Clef. Here’s Why.
  • Weird XCP-NG Bug or Feature? Enable Maintenance Mode = Host Not Enough Memory
  • Vinix OS: Another OS That Want to Beat Linux, Try it!
  • Trying NVX, An Ultra-Light Micro-VM Sandbox from Microsoft
  • Learning NocoDB from Scratch: Creating a Simple Greenhouse App
  • How RHEL 10.2 Quietly Turned Into an Absolute Security Beast
  • Grab Videos from Anywhere with ReClip (Can Running Locally)
  • Jumped onto Ubuntu 26.04 LTS? Here’s How to Add a New User Account
  • Tutorial Cara Install WPS Office di Linux (Alternatif Microsoft Office)
  • Tutorial Upgrade Server Ubuntu 24.04 LTS ke Ubuntu 26.04 LTS dengan Aman
  • Inilah Alasan kenapa akun TikTok dibatasi tidak bisa klaim koin dan masalah pembatasan lainnya?
  • Apa penyebab gagal kirim SMS ke 89888 padahal pulsa masih ada?
  • Mengenal Donghua: Kenapa Animasi dari Tiongkok Ini Lagi Naik Daun Banget
  • Canonical: Ubuntu coming soon to Snapdragon X2 Series platforms
  • Finally, wolfSSL adds post-quantum algorithms!
  • How to Run Gemma Embedding Models Using Docker
  • Deploy Nginx Rootful Container with Podman
  • How to Sandboxing Browser on Linux Desktop with Flatpak
  • Prompt AI: Impressionist Portrait Art of a Woman
  • Prompt AI: Stylish Man Walking Double Exposure Photo
  • Trying Nemotron 3.5 Super VL: NVIDIA’s Open Multimodal Model Built for Agents That Actually See and Act
  • Pruna AI Release their Qwen-Image 2.1 LoRA Adapter, 6x Faster than Regular Qwen
  • The Rise and Fall of the Coding Holy Grail: Is Stack Overflow Just AI Fuel Now?
  • Reza Auditore kena meme jadi Duta Besar Israel? Cek faktanya biar nggak kemakan shitpost netizen
  • Alternatif Situs Batoto: Update Oktober 2026
  • ERROR? Inilah Cara Cek Status PIP Oktober 2026 Pakai NISN dan NIK yang Benar
  • Ini Syarat Pendaftaran & Tips Lolos Seleksi Magan Nasional Batch 3 2026
  • ITS Buka Rekrutmen Dosen Baru (Tetap Non PNS), Ini Formasi & Syaratnya

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme