Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu
puki adalah

Sering Lihat Kata Puqi di TikTok? Jangan Asal Tulis, Ternyata Ini Artinya!

Posted on January 18, 2026

Media sosial itu memang tempatnya segala macam tren berkumpul, dan TikTok jadi salah satu pusatnya. Kalian pasti sering banget scroll FYP dan nemu komentar aneh-aneh yang kadang bikin mikir dua kali. Salah satunya adalah kata “puqi” yang belakangan ini sering muncul. Banyak dari kalian yang mungkin cuma ikut-ikutan pakai tanpa tahu makna aslinya, padahal ini bahaya lho. Nah, sebelum kalian terjebak situasi canggung atau dianggap nggak sopan, kami bakal bantu jelaskan apa sebenarnya arti di balik kata viral ini.

Sebenarnya, fenomena munculnya istilah baru di TikTok itu sudah jadi makanan sehari-hari. Tapi, kasus kata “puqi” ini agak beda karena menyangkut etika berbahasa yang cukup sensitif. Kalau ditelusuri lebih dalam, “puqi” ini sebenarnya hanyalah bentuk plesetan atau modifikasi penulisan dari kata dasar “puki”. Bagi kalian yang belum tahu, “puki” adalah kata kasar yang berakar dari bahasa daerah, khususnya sangat umum digunakan di wilayah Sumatera seperti Medan. Secara harfiah, kata ini merujuk pada alat kelamin perempuan. Jadi, bisa dibayangkan betapa vulgarnya kata ini kalau diucapkan di tempat umum atau situasi formal.

Selain itu, ada juga turunannya yang lebih kasar, yaitu “pukimak”. Istilah ini merupakan gabungan dari kata “puki” dan “mak” (ibu), yang kalau diartikan secara kasar adalah umpatan yang menyerang kehormatan orang tua, khususnya ibu. Di banyak budaya di Indonesia, membawa-bawa orang tua dalam makian adalah level tertinggi dari ketidaksopanan. Nah, pertanyaannya, kenapa kok bisa berubah jadi “puqi” dengan huruf Q?

Rasanya, netizen +62 memang paling jago kalau soal mengakali sistem atau filter kata kasar. Penggunaan ejaan “puqi” ini sepertinya sengaja dilakukan untuk menghindari sensor otomatis yang ada di TikTok. Algoritma media sosial biasanya sudah mendeteksi kata-kata kasar baku seperti “puki” atau “pukimak” dan mungkin akan menghapus komentar tersebut atau membatasi jangkauannya. Dengan mengubahnya menjadi “puqi”, sistem mungkin akan membacanya sebagai kata typo atau istilah asing yang tidak berbahaya, sehingga komentar tersebut tetap lolos dan bisa dibaca banyak orang.

Konteks penggunaan kata ini di TikTok pun beragam, tapi sayangnya hampir semuanya bernada negatif. Kalian akan sering menemukan kata ini di kolom komentar video yang memancing emosi, perdebatan panas, atau konten yang dianggap “cringe” oleh sebagian orang. Netizen menggunakan kata ini sebagai peluapan emosi, kemarahan, atau sekadar ikut-ikutan tren biar terlihat “nyambung” dengan bahasa gaul sirkel tertentu. Padahal, penggunaan kata ini bisa ngebikin citra diri kalian jadi buruk di mata orang lain yang paham artinya.

Berikut adalah beberapa alasan kenapa dan bagaimana kata “puqi” atau “pukimak” ini sering muncul di beranda kalian:

  1. Ekspresi Kemarahan yang Meledak-ledak
    Biasanya, kata ini keluar saat seseorang sudah nggak bisa menahan emosi melihat sebuah konten. Misalnya, ada video yang dianggap sangat bodoh, merugikan orang lain, atau menyinggung perasaan. Kata ini dipakai sebagai senjata pamungkas untuk melukai perasaan si pembuat konten. Rasanya kayak nggak puas kalau cuma bilang “bodoh”, jadi mereka pakai kata yang lebih nendang.
  2. Bentuk Sarkasme dan “Dark Jokes”
    Di beberapa tongkrongan digital atau circle pertemanan tertentu, kata kasar sering dianggap sebagai tanda keakraban atau bahan bercandaan. Mereka mungkin menulis “puqi” dengan niat bercanda atau sarkas, tapi bagi orang awam atau orang yang lebih tua, ini tetap terdengar sangat tidak pantas. Batas antara humor dan kekasaran di sini jadi sangat tipis dan sering kali kebablasan.
  3. Upaya Terlihat “Edgy” atau Gaul
    Ada kecenderungan di kalangan pengguna muda untuk mengadopsi bahasa daerah yang terdengar garang atau tegas, seperti logat dan istilah Medan. Menggunakan kata “puqi” atau “pukimak” kadang dianggap bisa ngebikin seseorang terlihat lebih berani, to the point, atau “nggak baperan”. Padahal, menjadi keren itu nggak harus dengan cara berkata kotor.
  4. Menghindari “Shadowbanned” Komentar
    Seperti yang sudah kami singgung sebelumnya, menulis dengan ejaan yang benar berisiko kena takedown oleh TikTok. Makanya, variasi tulisan seperti “puqi”, “puk1”, atau “pooki” bermunculan. Tujuannya satu: supaya umpatan mereka tetap tersampaikan tanpa dihadang oleh robot moderator TikTok.

Melihat fakta-fakta di atas, sudah jelas bahwa “puqi”, “puki”, maupun “pukimak” masuk dalam kategori red flag. Meskipun kalian melihat banyak orang memakainya, itu bukan berarti hal tersebut jadi benar atau normal. Bahasa menunjukkan bangsa, dan jejak digital itu kejam. Bayangkan kalau komentar kasar kalian dengan kata “puqi” ini di-screenshot dan dilihat oleh calon bos, guru, atau orang tua kalian di masa depan. Pasti bakal malu banget, kan?

Selain itu, kita perlu ingat bahwa TikTok diakses oleh berbagai kalangan usia, mulai dari anak SD sampai orang tua. Mempopulerkan kata-kata vulgar dengan plesetan lucu-lucuan berisiko ngerusak tata bahasa dan etika generasi yang lebih muda. Mereka mungkin akan mengira “puqi” itu cuma kata seru-seruan tanpa tahu arti sebenarnya yang sangat jorok. Sebagai pengguna media sosial yang cerdas, kita punya tanggung jawab moral untuk menjaga ruang digital tetap asik tapi tetap beradab.

Kesimpulannya, “puqi” itu bukan sekadar bahasa gaul yang keren, melainkan plesetan dari kata makian yang sangat kasar dan merendahkan. Meskipun kalian mungkin merasa kesal dengan sebuah konten atau ingin terlihat santai, menggunakan kata ini bukanlah pilihan yang bijak. Emosi sesaat nggak sebanding dengan cap buruk yang bakal nempel di akun kalian. Lagipula, masih banyak kosakata bahasa Indonesia yang kaya dan tajam untuk mengkritik tanpa harus menjadi vulgar.

Semoga penjelasan mengenai arti “puqi” serta asal-usul “puki” dan “pukimak” ini bisa nambah wawasan kalian dan ngebikin kita semua lebih hati-hati dalam mengetik. Mari kita ciptakan lingkungan media sosial yang lebih positif. Rekan-rekanita sekalian, terima kasih sudah membaca sampai akhir dan yuk mulai saring sebelum sharing!

Terbaru

  • Inilah Cara Daftar dan Login Subsidi Tepat LPG 3 kg di Merchant Apps MyPertamina!
  • Akademi Crypto Penipu?
  • Belum Tahu Arti Paket Sedang Transit di TikTok Shop? Ternyata Ini Maksudnya Biar Kalian Nggak Panik!
  • Akun Paylater Tiba-tiba Diblokir? Jangan Panik, Gini Cara Mengatasinya Biar Lancar Jaya!
  • HP Vivo Sering Mati Sendiri Padahal Baterai Masih Banyak? Ini Penyebab dan Solusinya!
  • Inilah Cara Mengatasi BNI Mobile Banking Transaksi Tidak Dapat Dilanjutkan dan Penjelasan Kode Errornya!
  • Inilah Daftar Lengkap Tempat OVO PayLater Bisa Digunakan
  • Gini Caranya Biar Nggak Mati Topik Pas Lagi Main RP Role Play
  • Gini Caranya Atasi Kontak yang Sudah Dihapus Tapi Masih Ada di WA, Dijamin Ampuh!
  • Cara Mengatasi DJP Online Error 403 atau 405 dengan Mudah
  • Sering Lihat Kata Puqi di TikTok? Jangan Asal Tulis, Ternyata Ini Artinya!
  • Apa Itu HP Refurbished?
  • Cara Backup WhatsappGB Tanpa Hilangkan Chat
  • Belum Tahu? Ini Trik Dapat Battle Emote Ejen Ali Mobile Legends Gratis Permanen!
  • Kelebihan dan Kekurangan Paypal Indonesia 2026
  • Inilah Fungsi Web Browser Terbaru yang Bikin Internetan Kalian Jauh Lebih Aman!
  • Ini Cara Pinjaman Online Bank Mandiri Langsung Cair via Livin Tanpa Ribet
  • Gagal Tukar Pengguna Dapodik? Jangan Panik, Ini Trik Ampuh Buat Jenjang PAUD dan SD!
  • Game Terasa Berat Padahal HP Bagus? Ini Trik Setting WebView yang Jarang Orang Tahu!
  • Cara Simpan Video FreeReels ke Galeri Tanpa Watermark, Dijamin Aman dan Resmi!
  • Capek Mancing Terus? Coba Trik AFK Fish It Roblox 2026 Ini, 100% Gratis Tanpa Langganan!
  • Profil Andy Dahananto, Pilot Pesawat ATR Indonesia Air Yang Jatuh di Maros, Sulawesi Selatan
  • Update Pencarian Pesawat IAT: Suara Ledakan di Maros Bikin Geger, Ini Fakta Terbarunya!
  • Sejarah Ganyang Malaysia: Saat Indonesia Hampir Perang Terbuka dengan Inggris
  • Kronologi Jatuhnya Pesawat ATR 400 Yogyakarta-Makassar di Maros
  • Bosen Nyupir Bus Terus? Ini 9 Mod Bussid Motor Honda Paling Keren Buat Kalian Coba!
  • Saldo DANA Gratis dari Kode Redeem Terbaru 2026, APK JadiDuit Penipu?
  • Ngefans Maxwell Clash of Champions? Begini Cara Masuk Saluran WA-nya Biar Update Terus!
  • Ini Cara Pakai greatonlinetools.com buat Nambah Likes dan Iseng ke Teman!
  • Cara Pakai Bug Token M7 Mobile Legends, Banjir Skin Prime Cuma Modal Browser!
  • Grain DataLoader Python Library Explained for Beginners
  • Controlling Ansible with AI: The New MCP Server Explained for Beginners
  • Is Your Headset Safe? The Scary Truth Bluetooth Vulnerability WhisperPair
  • Dockhand Explained, Manage Docker Containers for Beginners
  • Claude Co-Work Explained: How AI Can Control Your Computer to Finish Tasks
  • Begini Teknik KV Caching dan Hemat Memori GPU saat Menjalankan LLM
  • Apa itu State Space Models (SSM) dalam AI?
  • Begini Cara Mencegah Output Agen AI Melenceng Menggunakan Task Guardrails di CrewAI
  • Tutorial AI Lengkap Strategi Indexing RAG
  • Cara Membuat AI Voice Agent Cerdas untuk Layanan Pelanggan Menggunakan Vapi
  • Apa itu ToneShell? Backdoor atau Malware Biasa?
  • Apa itu Parrot OS 7? Ini Review dan Update Terbesarnya
  • Clipper Malware? Ini Pengertian dan Bahaya yang Mengintai Kalian
  • Kronologi Serangan Gentlemen Ransomware di Oltenia Energy
  • Apa itu CVE-2020-12812? Ini Penjelasan Celah Keamanan Fortinet FortiOS 2FA yang Masih Bahaya
Beli Morning Star Kursi Gaming/Kantor disini: https://s.shopee.co.id/805iTUOPRV
Beli Pemotong Rumput dengan Baterai IRONHOOF 588V Mesin Potong Rumput 88V disini https://s.shopee.co.id/70DBGTHtuJ

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme