Dunia media sosial kayaknya lagi ngalamin pergeseran besar yang nggak main-main. Laporan terbaru nunjukin kalau pengguna X mulai berkurang, sementara kunjungan ke Threads lewat Android dan iOS justru terus naik secara stabil sampai akhirnya berhasil nyalip angka kunjungan Twitter yang dulu kita kenal. Fenomena ini ngebuktikan kalau persaingan platform mikroblogging makin panas.
Sejak Twitter berubah nama jadi X, muncul banyak banget aplikasi replika yang mencoba buat ngambil hati para pengguna yang ngerasa kalau format “loudspeaker” tradisional sudah berubah jadi sesuatu yang beda. Di antara banyaknya pilihan seperti Bluesky atau Threads milik Meta, sepertinya Threads yang paling kencang narik perhatian pengguna mobile. Berdasarkan laporan dari Similarweb, Threads sekarang sudah punya sekitar 141,5 juta pengguna aktif harian di perangkat mobile, sedangkan X atau Twitter justru ngalamin penurunan ke angka rata-rata 125 juta kunjungan harian.
Berikut adalah beberapa poin detail dan teknis yang ngebikin Threads bisa unggul dan apa saja yang sebenarnya terjadi di balik angka-angka tersebut:
- Dominasi di Perangkat Mobile (Android dan iOS)
Data menunjukkan kalau Threads benar-benar fokus buat ngebangun basis pengguna di smartphone. Angka 141,5 juta pengguna aktif harian itu bukan angka yang kecil, apalagi kalau kita ngebandingin sama X yang cuma dapet 125 juta kunjungan harian di platform yang sama. Hal ini ngebuktikan kalau strategi Meta buat ngeintegrasiin Threads ke dalam ekosistem mobile mereka berhasil dengan sangat baik. Pengguna ngerasa lebih nyaman ngeakses Threads buat interaksi cepat lewat aplikasi daripada harus buka aplikasi X yang rasanya makin berat. - Ketimpangan Kunjungan Versi Web
Walaupun Threads menang telak di mobile, X masih pegang kendali penuh kalau urusan kunjungan lewat web atau desktop. Perbandingannya lumayan jauh banget; X dapet sekitar 150 juta kunjungan web harian, sementara Threads cuma dapet sekitar 8,5 juta kunjungan. Sepertinya, pengguna X masih banyak yang pakai platform tersebut buat kebutuhan profesional atau memantau berita secara real-time di komputer, sedangkan Threads belum dianggap sebagai platform yang nyaman buat dibuka lewat browser. - Strategi Interoperabilitas Meta
Kenaikan jumlah pengguna Threads ini nggak terjadi begitu saja lewat perpindahan satu-ke-satu. Artinya, nggak semua orang yang ninggalin X itu langsung pindah ke Threads. Laporan Similarweb ngejelasin kalau pertumbuhan ini lebih banyak datang dari penemuan baru atau pengguna yang “dilempar” dari Instagram ke Threads. Meta ngebangun aplikasi mereka supaya bisa bekerja secara interoperable, jadi mereka sering banget ngebuat notifikasi atau konten dari Threads muncul di feed Instagram buat narik engagement. - Penambahan Fitur Secara Masif
Threads terus ngasih pembaruan fitur di Android dan iOS buat ngeperkuat identitasnya. Mereka nggak cuma mau jadi sekadar kloningan Twitter, tapi pengen punya ciri khas sendiri. Update fitur yang rutin ini ngebikin pengguna nggak gampang bosen dan ngerasa kalau aplikasi ini memang diurus dengan serius sama pengembangnya, beda sama beberapa kompetitor lain yang perkembangannya kerasa agak lambat. - Dampak Kontroversi AI dan Kebijakan Konten
Data yang diambil ini sebenarnya sudah tercatat sejak awal Januari, yang artinya tren kenaikan Threads dan penurunan X ini sudah terjadi bahkan sebelum ada kontroversi model AI Grok milik X yang baru-baru ini rame. Grok AI dapet banyak kritik dan bahkan pengen dilarang sama pejabat pemerintah karena dianggap bisa ngehasilin konten yang nggak pantas tanpa persetujuan pengguna. Masalah-masalah kayak gini secara nggak langsung ngebikin orang mulai nyari alternatif yang dirasa lebih aman dan “bersih”. - Evolusi Format Loudspeaker
Dulu Twitter dikenal sebagai tempat semua orang bisa teriak dan didengerin banyak orang (format loudspeaker). Tapi sekarang, rasanya atmosfer di X sudah berubah total. Banyak pengguna yang ngerasa kalau algoritma X sekarang lebih mementingkan interaksi yang kontroversial. Sementara itu, Threads mencoba ngambil celah dengan ngebangun komunitas yang sedikit lebih santai, meskipun mereka masih terus berjuang buat nemuin jati diri yang pas biar nggak dibilang cuma nebeng nama besar Meta. - Perbandingan dengan Kompetitor Lain
Selain Threads, sebenarnya ada Bluesky yang juga nawarin nuansa nostalgia Twitter lama. Tapi kalau kita ngebandingin secara teknis dan jumlah massa, Threads menang jauh karena dukungan infrastruktur dari Meta. Mereka punya sumber daya buat ngeprint fitur baru dalam waktu singkat dan punya database pengguna Instagram yang jumlahnya miliaran buat diajak gabung ke Threads.

Melihat data yang ada, rasanya Threads punya masa depan yang cukup cerah kalau mereka bisa terus nambahin fitur-fitur yang diinginkan pengguna tanpa ngerusak pengalaman simpelnya. X sendiri harus kerja keras buat ngebangun kembali kepercayaan penggunanya kalau nggak mau makin tertinggal di pasar mobile. Saran kami, kalau kalian adalah kreator konten, ada baiknya mulai aktif di kedua platform ini buat ngebandingin mana yang lebih ngasih feedback positif buat audiens kalian. Jangan cuma terpaku di satu tempat saja, karena dinamika media sosial itu cepat banget berubahnya.
Sekian informasi yang bisa kami sampaikan mengenai pergeseran tren media sosial saat ini. Semoga bisa memberikan wawasan baru buat kalian dalam memilih platform untuk berinteraksi. Sampai jumpa di tulisan berikutnya, rekan-rekanita, dan terimakasih sudah membaca sampai habis!