Skip to content

emka.web.id

writing knowledge, recording civilization

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu
threads ungguli twitter/x

Threads Ternyata Sudah Lebih Rame dari X di Android

Posted on January 20, 2026

Dunia media sosial kayaknya lagi ngalamin pergeseran besar yang nggak main-main. Laporan terbaru nunjukin kalau pengguna X mulai berkurang, sementara kunjungan ke Threads lewat Android dan iOS justru terus naik secara stabil sampai akhirnya berhasil nyalip angka kunjungan Twitter yang dulu kita kenal. Fenomena ini ngebuktikan kalau persaingan platform mikroblogging makin panas.

Sejak Twitter berubah nama jadi X, muncul banyak banget aplikasi replika yang mencoba buat ngambil hati para pengguna yang ngerasa kalau format “loudspeaker” tradisional sudah berubah jadi sesuatu yang beda. Di antara banyaknya pilihan seperti Bluesky atau Threads milik Meta, sepertinya Threads yang paling kencang narik perhatian pengguna mobile. Berdasarkan laporan dari Similarweb, Threads sekarang sudah punya sekitar 141,5 juta pengguna aktif harian di perangkat mobile, sedangkan X atau Twitter justru ngalamin penurunan ke angka rata-rata 125 juta kunjungan harian.

Berikut adalah beberapa poin detail dan teknis yang ngebikin Threads bisa unggul dan apa saja yang sebenarnya terjadi di balik angka-angka tersebut:

  1. Dominasi di Perangkat Mobile (Android dan iOS)
    Data menunjukkan kalau Threads benar-benar fokus buat ngebangun basis pengguna di smartphone. Angka 141,5 juta pengguna aktif harian itu bukan angka yang kecil, apalagi kalau kita ngebandingin sama X yang cuma dapet 125 juta kunjungan harian di platform yang sama. Hal ini ngebuktikan kalau strategi Meta buat ngeintegrasiin Threads ke dalam ekosistem mobile mereka berhasil dengan sangat baik. Pengguna ngerasa lebih nyaman ngeakses Threads buat interaksi cepat lewat aplikasi daripada harus buka aplikasi X yang rasanya makin berat.
  2. Ketimpangan Kunjungan Versi Web
    Walaupun Threads menang telak di mobile, X masih pegang kendali penuh kalau urusan kunjungan lewat web atau desktop. Perbandingannya lumayan jauh banget; X dapet sekitar 150 juta kunjungan web harian, sementara Threads cuma dapet sekitar 8,5 juta kunjungan. Sepertinya, pengguna X masih banyak yang pakai platform tersebut buat kebutuhan profesional atau memantau berita secara real-time di komputer, sedangkan Threads belum dianggap sebagai platform yang nyaman buat dibuka lewat browser.
  3. Strategi Interoperabilitas Meta
    Kenaikan jumlah pengguna Threads ini nggak terjadi begitu saja lewat perpindahan satu-ke-satu. Artinya, nggak semua orang yang ninggalin X itu langsung pindah ke Threads. Laporan Similarweb ngejelasin kalau pertumbuhan ini lebih banyak datang dari penemuan baru atau pengguna yang “dilempar” dari Instagram ke Threads. Meta ngebangun aplikasi mereka supaya bisa bekerja secara interoperable, jadi mereka sering banget ngebuat notifikasi atau konten dari Threads muncul di feed Instagram buat narik engagement.
  4. Penambahan Fitur Secara Masif
    Threads terus ngasih pembaruan fitur di Android dan iOS buat ngeperkuat identitasnya. Mereka nggak cuma mau jadi sekadar kloningan Twitter, tapi pengen punya ciri khas sendiri. Update fitur yang rutin ini ngebikin pengguna nggak gampang bosen dan ngerasa kalau aplikasi ini memang diurus dengan serius sama pengembangnya, beda sama beberapa kompetitor lain yang perkembangannya kerasa agak lambat.
  5. Dampak Kontroversi AI dan Kebijakan Konten
    Data yang diambil ini sebenarnya sudah tercatat sejak awal Januari, yang artinya tren kenaikan Threads dan penurunan X ini sudah terjadi bahkan sebelum ada kontroversi model AI Grok milik X yang baru-baru ini rame. Grok AI dapet banyak kritik dan bahkan pengen dilarang sama pejabat pemerintah karena dianggap bisa ngehasilin konten yang nggak pantas tanpa persetujuan pengguna. Masalah-masalah kayak gini secara nggak langsung ngebikin orang mulai nyari alternatif yang dirasa lebih aman dan “bersih”.
  6. Evolusi Format Loudspeaker
    Dulu Twitter dikenal sebagai tempat semua orang bisa teriak dan didengerin banyak orang (format loudspeaker). Tapi sekarang, rasanya atmosfer di X sudah berubah total. Banyak pengguna yang ngerasa kalau algoritma X sekarang lebih mementingkan interaksi yang kontroversial. Sementara itu, Threads mencoba ngambil celah dengan ngebangun komunitas yang sedikit lebih santai, meskipun mereka masih terus berjuang buat nemuin jati diri yang pas biar nggak dibilang cuma nebeng nama besar Meta.
  7. Perbandingan dengan Kompetitor Lain
    Selain Threads, sebenarnya ada Bluesky yang juga nawarin nuansa nostalgia Twitter lama. Tapi kalau kita ngebandingin secara teknis dan jumlah massa, Threads menang jauh karena dukungan infrastruktur dari Meta. Mereka punya sumber daya buat ngeprint fitur baru dalam waktu singkat dan punya database pengguna Instagram yang jumlahnya miliaran buat diajak gabung ke Threads.

Melihat data yang ada, rasanya Threads punya masa depan yang cukup cerah kalau mereka bisa terus nambahin fitur-fitur yang diinginkan pengguna tanpa ngerusak pengalaman simpelnya. X sendiri harus kerja keras buat ngebangun kembali kepercayaan penggunanya kalau nggak mau makin tertinggal di pasar mobile. Saran kami, kalau kalian adalah kreator konten, ada baiknya mulai aktif di kedua platform ini buat ngebandingin mana yang lebih ngasih feedback positif buat audiens kalian. Jangan cuma terpaku di satu tempat saja, karena dinamika media sosial itu cepat banget berubahnya.

Sekian informasi yang bisa kami sampaikan mengenai pergeseran tren media sosial saat ini. Semoga bisa memberikan wawasan baru buat kalian dalam memilih platform untuk berinteraksi. Sampai jumpa di tulisan berikutnya, rekan-rekanita, dan terimakasih sudah membaca sampai habis!

Terbaru

  • Testing Goose on Omarchy Linux (App & CLI): The Open-Source Solution for Daily Task Automation
  • GNOME Founder Attacks Omarchy Founder as “Lazy, Racist, Ignorant”
  • Why I Stopped Using Plain Command Line Docker and Use Portainer 3.0 To Make My Home Projects Fun Again
  • Why I Switched to a Proper Firewall Box with OPNSense for My Homelab Stuff
  • Fixing Windows Error 0x80070005 Hyper-V Export Access Denied Error the Right Way
  • Fixing Hyper V Export Errors and Building a Better Virtual Machine Setup (error 0x80070002, 0x80070005)
  • Fixing the Dreaded Windows Audio Service Stuck on Stopping Error
  • Windows SIM Error, Unknown error 0xc1420127
  • How I’m Building a Cat Breeding Management App with Python Qt6 + Microsoft Litebox, in 1 Week
  • Why Windows Keeps Nuking Your GPU Drivers (And How to Take Back Control)
  • Why I Finally Ditched Mainstream Windows Cleaners (And Why I Use ‘Kudu’ Instead)
  • AI Made Everything Faster, Including Bad Decisions
  • Raspberry Pi Desktop Available of PC and Mac, Based on Debian 13
  • Why I Stopped Yelling at My PC When Error; Getting Windows 11 Voice Isolation and Access to Actually Work
  • Berobat Kanker ke Malaysia: Berapa Biayanya dan Apa Saja yang Perlu Disiapkan?
  • Stop Sending Every Prompt to the Biggest AI Model You Can Find
  • Stop Building AI Agents from Scratch: My Pick for the Best Native Windows Setup
  • Jev Is Faster and Cheaper, But I Still Recommend Clef. Here’s Why.
  • Weird XCP-NG Bug or Feature? Enable Maintenance Mode = Host Not Enough Memory
  • Vinix OS: Another OS That Want to Beat Linux, Try it!
  • Trying NVX, An Ultra-Light Micro-VM Sandbox from Microsoft
  • Learning NocoDB from Scratch: Creating a Simple Greenhouse App
  • How RHEL 10.2 Quietly Turned Into an Absolute Security Beast
  • Grab Videos from Anywhere with ReClip (Can Running Locally)
  • Jumped onto Ubuntu 26.04 LTS? Here’s How to Add a New User Account
  • Tutorial Cara Install WPS Office di Linux (Alternatif Microsoft Office)
  • Tutorial Upgrade Server Ubuntu 24.04 LTS ke Ubuntu 26.04 LTS dengan Aman
  • Inilah Alasan kenapa akun TikTok dibatasi tidak bisa klaim koin dan masalah pembatasan lainnya?
  • Apa penyebab gagal kirim SMS ke 89888 padahal pulsa masih ada?
  • Mengenal Donghua: Kenapa Animasi dari Tiongkok Ini Lagi Naik Daun Banget
  • Canonical: Ubuntu coming soon to Snapdragon X2 Series platforms
  • Finally, wolfSSL adds post-quantum algorithms!
  • How to Run Gemma Embedding Models Using Docker
  • Deploy Nginx Rootful Container with Podman
  • How to Sandboxing Browser on Linux Desktop with Flatpak
  • Prompt AI: Impressionist Portrait Art of a Woman
  • Prompt AI: Stylish Man Walking Double Exposure Photo
  • Trying Nemotron 3.5 Super VL: NVIDIA’s Open Multimodal Model Built for Agents That Actually See and Act
  • Pruna AI Release their Qwen-Image 2.1 LoRA Adapter, 6x Faster than Regular Qwen
  • The Rise and Fall of the Coding Holy Grail: Is Stack Overflow Just AI Fuel Now?
  • Reza Auditore kena meme jadi Duta Besar Israel? Cek faktanya biar nggak kemakan shitpost netizen
  • Alternatif Situs Batoto: Update Oktober 2026
  • ERROR? Inilah Cara Cek Status PIP Oktober 2026 Pakai NISN dan NIK yang Benar
  • Ini Syarat Pendaftaran & Tips Lolos Seleksi Magan Nasional Batch 3 2026
  • ITS Buka Rekrutmen Dosen Baru (Tetap Non PNS), Ini Formasi & Syaratnya

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme