Pernah merasa bingung memilih ukuran banner yang tepat untuk proyek desain kalian? Ternyata, ukuran banner di Canva bukan sekadar angka sembarangan, tapi ada alasan teknis di baliknya. Jika kalian sering mengunggah konten ke media sosial, situs web, atau bahkan cetak, pahami ukuran yang benar bisa jadi penyelamat proyek kalian. Mari simak penjelasan lengkapnya di sini, biar desain kalian selalu pas di mana pun dipasang.
Bicara soal banner, yang pertama terpikir adalah media sosial. Tapi jangan salah, ukuran banner untuk Instagram, Facebook, atau TikTok bisa jauh berbeda. Contoh, untuk Instagram, ukuran standar adalah 1080×1080 piksel untuk feed, tapi kalau ingin menarik perhatian di Stories, kalian butuh ukuran 1080×1920 piksel. Lalu ada Facebook, yang lebih suka ukuran 1200×630 piksel untuk post dan 1200×735 piksel untuk carousels. Tapi jangan lupa, kalau sedang membuat banner untuk iklan berbayar di Facebook, ukuran 1200×628 piksel adalah pilihan utama. Ini karena mesin iklan akan menampilkan gambar dalam rasio tertentu, dan ukuran ini memastikan konten kalian tidak terpotong atau terdistorsi.
Kalau kalian sedang berurusan dengan situs web, ukuran banner bisa lebih fleksibel. Tapi tetap ada standar yang perlu diikuti. Misalnya, untuk banner di header website, ukuran umumnya adalah 1920×500 piksel, tapi bisa disesuaikan dengan lebar layar pengguna. Jika ingin membuat banner untuk sidebar, ukuran 300×250 piksel cukup umum. Tapi jangan remehkan ukuran ini, karena meski kecil, banner di sidebar tetap bisa menjadi titik fokus jika desainnya menarik. Oh iya, kalau kalian sedang membuat banner untuk Google Ads, ukuran 300×250 piksel atau 728×90 piksel adalah pilihan utama. Kedua ukuran ini sering digunakan di situs web dan bisa menjangkau banyak audiens.
Tapi tunggu, kalau kalian ingin mencetak banner untuk keperluan offline, ukuran bisa jadi lebih rumit. Misalnya, untuk banner di luar ruangan, ukuran standar adalah 76×102 cm, tapi ini bisa bervariasi tergantung tempat pemasangan. Jika ingin membuat banner untuk event, ukuran 30×40 cm biasanya cukup untuk dipasang di dinding atau tiang. Tapi jangan lupa, kalau banner akan dicetak, resolusi file kalian harus setidaknya 300 dpi agar hasil cetaknya tajam. Jika resolusi terlalu rendah, gambar akan terlihat kabur atau berbintik. Ini sering terjadi kalau kalian mengunduh gambar dari internet tanpa memperhatikan ukuran dan kualitasnya.
Selain itu, ukuran banner juga berpengaruh pada loading speed website. Kalau banner terlalu besar, bisa membuat website kalian lambat, terutama untuk pengguna dengan koneksi internet yang tidak stabil. Jadi, selalu pertimbangkan ukuran file yang akan digunakan. Contoh, kalau banner untuk website, ukuran file idealnya sekitar 200-300 KB. Jika lebih besar, pertimbangkan untuk mengompres file atau menggunakan format yang lebih ringan seperti JPEG atau WebP. Tapi jangan terlalu memperkecil ukuran, karena bisa menyebabkan kehilangan kualitas gambar.
Kalau kalian menggunakan Canva, alat ini sudah menyediakan banyak ukuran banner yang bisa dipilih langsung. Tapi kalian tetap perlu memahami dasar-dasarnya agar bisa menyesuaikan kebutuhan. Contoh, kalau kalian ingin membuat banner untuk Instagram, Canva menyediakan template dengan ukuran 1080×1080 piksel. Tapi kalau ingin menambahkan teks atau gambar tambahan, kalian bisa mengedit ukurannya sesuai kebutuhan. Namun, ingat, kalau mengubah ukuran, pastikan proporsinya tetap seimbang agar tidak terlihat miring atau terpotong.
Masih bingung dengan perbedaan ukuran? Coba cek kembali kebutuhan utama kalian. Jika untuk media sosial, fokus pada ukuran yang sesuai dengan platform. Jika untuk cetak, pastikan ukuran dan resolusi sesuai dengan spesifikasi printer. Jika untuk website, perhatikan ukuran file dan format yang sesuai. Jangan lupa, ukuran banner bukan sekadar angka, tapi kombinasi dari teknis, estetika, dan kebutuhan audiens kalian. Dengan memahami ini, desain kalian akan lebih efektif dan menarik, baik online maupun offline.
Rekan-rekanita, jangan lupa bahwa setiap ukuran banner memiliki tujuan dan kegunaannya sendiri. Pilih dengan cermat, dan pastikan desain kalian selalu sesuai dengan konteksnya. Semoga penjelasan ini membantu kalian membuat banner yang lebih profesional dan menarik perhatian. Jika ada pertanyaan, jangan ragu untuk bertanya lebih lanjut. Semangat desain, rekan-rekanita!