Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu
rasio 1 banding 1 canva adalah

Panduan Lengkap Ukuran Banner Canva untuk Desain yang Menarik

Posted on February 25, 2026

Pernah merasa bingung memilih ukuran banner yang tepat untuk proyek desain kalian? Ternyata, ukuran banner di Canva bukan sekadar angka sembarangan, tapi ada alasan teknis di baliknya. Jika kalian sering mengunggah konten ke media sosial, situs web, atau bahkan cetak, pahami ukuran yang benar bisa jadi penyelamat proyek kalian. Mari simak penjelasan lengkapnya di sini, biar desain kalian selalu pas di mana pun dipasang.

Bicara soal banner, yang pertama terpikir adalah media sosial. Tapi jangan salah, ukuran banner untuk Instagram, Facebook, atau TikTok bisa jauh berbeda. Contoh, untuk Instagram, ukuran standar adalah 1080×1080 piksel untuk feed, tapi kalau ingin menarik perhatian di Stories, kalian butuh ukuran 1080×1920 piksel. Lalu ada Facebook, yang lebih suka ukuran 1200×630 piksel untuk post dan 1200×735 piksel untuk carousels. Tapi jangan lupa, kalau sedang membuat banner untuk iklan berbayar di Facebook, ukuran 1200×628 piksel adalah pilihan utama. Ini karena mesin iklan akan menampilkan gambar dalam rasio tertentu, dan ukuran ini memastikan konten kalian tidak terpotong atau terdistorsi.

Kalau kalian sedang berurusan dengan situs web, ukuran banner bisa lebih fleksibel. Tapi tetap ada standar yang perlu diikuti. Misalnya, untuk banner di header website, ukuran umumnya adalah 1920×500 piksel, tapi bisa disesuaikan dengan lebar layar pengguna. Jika ingin membuat banner untuk sidebar, ukuran 300×250 piksel cukup umum. Tapi jangan remehkan ukuran ini, karena meski kecil, banner di sidebar tetap bisa menjadi titik fokus jika desainnya menarik. Oh iya, kalau kalian sedang membuat banner untuk Google Ads, ukuran 300×250 piksel atau 728×90 piksel adalah pilihan utama. Kedua ukuran ini sering digunakan di situs web dan bisa menjangkau banyak audiens.

Tapi tunggu, kalau kalian ingin mencetak banner untuk keperluan offline, ukuran bisa jadi lebih rumit. Misalnya, untuk banner di luar ruangan, ukuran standar adalah 76×102 cm, tapi ini bisa bervariasi tergantung tempat pemasangan. Jika ingin membuat banner untuk event, ukuran 30×40 cm biasanya cukup untuk dipasang di dinding atau tiang. Tapi jangan lupa, kalau banner akan dicetak, resolusi file kalian harus setidaknya 300 dpi agar hasil cetaknya tajam. Jika resolusi terlalu rendah, gambar akan terlihat kabur atau berbintik. Ini sering terjadi kalau kalian mengunduh gambar dari internet tanpa memperhatikan ukuran dan kualitasnya.

Selain itu, ukuran banner juga berpengaruh pada loading speed website. Kalau banner terlalu besar, bisa membuat website kalian lambat, terutama untuk pengguna dengan koneksi internet yang tidak stabil. Jadi, selalu pertimbangkan ukuran file yang akan digunakan. Contoh, kalau banner untuk website, ukuran file idealnya sekitar 200-300 KB. Jika lebih besar, pertimbangkan untuk mengompres file atau menggunakan format yang lebih ringan seperti JPEG atau WebP. Tapi jangan terlalu memperkecil ukuran, karena bisa menyebabkan kehilangan kualitas gambar.

Kalau kalian menggunakan Canva, alat ini sudah menyediakan banyak ukuran banner yang bisa dipilih langsung. Tapi kalian tetap perlu memahami dasar-dasarnya agar bisa menyesuaikan kebutuhan. Contoh, kalau kalian ingin membuat banner untuk Instagram, Canva menyediakan template dengan ukuran 1080×1080 piksel. Tapi kalau ingin menambahkan teks atau gambar tambahan, kalian bisa mengedit ukurannya sesuai kebutuhan. Namun, ingat, kalau mengubah ukuran, pastikan proporsinya tetap seimbang agar tidak terlihat miring atau terpotong.

Masih bingung dengan perbedaan ukuran? Coba cek kembali kebutuhan utama kalian. Jika untuk media sosial, fokus pada ukuran yang sesuai dengan platform. Jika untuk cetak, pastikan ukuran dan resolusi sesuai dengan spesifikasi printer. Jika untuk website, perhatikan ukuran file dan format yang sesuai. Jangan lupa, ukuran banner bukan sekadar angka, tapi kombinasi dari teknis, estetika, dan kebutuhan audiens kalian. Dengan memahami ini, desain kalian akan lebih efektif dan menarik, baik online maupun offline.

Rekan-rekanita, jangan lupa bahwa setiap ukuran banner memiliki tujuan dan kegunaannya sendiri. Pilih dengan cermat, dan pastikan desain kalian selalu sesuai dengan konteksnya. Semoga penjelasan ini membantu kalian membuat banner yang lebih profesional dan menarik perhatian. Jika ada pertanyaan, jangan ragu untuk bertanya lebih lanjut. Semangat desain, rekan-rekanita!

Terbaru

  • Panduan Lengkap Ukuran Banner Canva untuk Desain yang Menarik
  • Apakah ViaPaypal.id Penipuan?
  • Beda BRIVA dan Rekening? Ini Penjelasannya!
  • Pahami Perbedaan Kode SIEX, SIPX, dan SISX dengan Mudah!
  • Arti SPT Sebelumnya Tidak Ada dari BPS yang Perlu Kalian Pahami
  • Kode Error 205 di BCA Mobile: Penyebab dan Solusi Lengkap
  • Solusi Cepat Saat Voucher Axis Tidak Bisa Diproses
  • Qris BCA Error? Ini Solusi yang Bisa Kalian Coba
  • Blokir Nomor WA Tanpa Harus Tambah ke Daftar Hitam, Begini Caranya!
  • Isu SKTP Februari 2026 Sudah Terbit Ternyata Cuma Hoaks? Cek Jadwal Resminya Di Sini
  • Apa itu Mihari Novel? Aplikasi Baca Novel Dibayar
  • Cara Mengatasi NIK Belum Ditemukan di DTKS Saat Daftar KIP Kuliah, Jangan Panik Dulu!
  • Inilah 3 Karakteristik Pembagian Masyarakat Menurut Sibrani yang Bikin Kita Paham Struktur Sosial
  • Inilah Cara Mengatasi Status Bansos Atensi YAPI NTPN Tidak Ditemukan Biar Bantuan Tetap Cair!
  • Cara Mudah Unduh Video DS2Play Tanpa Ribet
  • Apa itu Free Float di Dunia Saham? Ini Artinya
  • Hati-Hati Modus Penipuan Asuransi BCA, Ini Caranya!
  • Inilah Panduan Lengkap Pendaftaran PPDB SMA Unggul Garuda Baru 2026, Simak Syarat dan Alurnya!
  • Alternatif Terbaik Dari OmeTV, Tanpa Takut Kena Banned
  • Tips Nama Petugas TKA SD/SMP Muncul Otomatis di Berita Acara
  • Inilah Fakta di Balik Video Botol Teh Pucuk Viral yang Lagi Rame di TikTok!
  • Apa itu Aturan Waktu Futsal dan Extra Time di Permainan Futsal?
  • Contoh Jawaban Refleksi Diri “Bagaimana Refleksi tentang Praktik Kinerja Selama Observasi Praktik Kinerja”
  • Main Telegram Dapat Uang Hoax atau Fakta?
  • Apa itu Lock iCloud? Ini Artinya
  • Integrasi KBC dan PM di Madrasah? Ini Pengertian dan Contoh Praktiknya
  • Ini Trik Input Pelaksana PBJ di Dapodik 2026.C Biar Info GTK Langsung Valid dan Aman!
  • Apa Maksud Hukum Dasar yang Dijadikan Pegangan dalam Penyelenggaraan Suatu Negara? Ini Jawabannya
  • Apakah Apk Puskanas Penipuan?
  • Inilah 10 Alternatif Mesin Pencari Selain Yandex yang Anti Blokir dan Aman Digunakan
  • What’s New in Clonezilla Live 3.3.1? Exploring the New Features and Linux Kernel 6.18 Integration
  • How to Automate Your Home Lab Using Raspberry Pi and Cron Jobs
  • KDE Plasma 6.6.1 Released with Major Stability Improvements
  • What new in Apache NetBeans 29? A Look at the Latest Major IDE Update
  • Why is KaOS Moving Away from KDE Plasma? Here is the Explanation
  • Prompt AI Menyusun Script Pola Suara Karakter agar Brand Jadi Ikonik
  • Prompt AI untuk Merancang Karakter Brand yang Ikonik
  • Prompt AI Audit Konten Sesuai Karakter Brand
  • Prompt AI Merubah Postingan LinkedIn Jadi Ladang Diskusi dengan ChatGPT
  • Prompt AI: Paksa Algoritma LinkedIn Promosikan Konten Kalian
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025
Beli Morning Star Kursi Gaming/Kantor disini: https://s.shopee.co.id/805iTUOPRV
Beli Pemotong Rumput dengan Baterai IRONHOOF 588V Mesin Potong Rumput 88V disini https://s.shopee.co.id/70DBGTHtuJ

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme