Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Inilah Alasan Kenapa Lapisan Es Greenland Ternyata Bisa Bergerak Kayak Adonan yang Dipanaskan

Posted on April 10, 2026

Kalian mungkin mikir kalau lapisan es di Greenland itu cuma sebongkah es raksasa yang kaku dan nggak bergerak sama sekali. Tapi, penemuan terbaru dari para ilmuwan nunjukin hal yang bener-bener beda. Di balik permukaannya yang beku, ternyata ada aktivitas misterius yang bikin es di sana bergerak pelan kayak adonan.

Selama ini, pemahaman umum kita tentang es adalah material yang padat, dingin, dan sangat kaku. Tapi, penelitian terbaru ngebuka mata kami kalau di kedalaman ribuan meter, lapisan es Greenland justru punya dinamika yang mirip sama cairan kental. Fenomena ini pertama kali terdeteksi lewat pencitraan radar pada tahun 2014. Awalnya para peneliti bingung ngelihat adanya formasi aneh kayak gumpalan atau pusaran di dalam es yang seharusnya solid. Setelah diteliti lebih lanjut, mereka nemuin kalau es di sana lagi ngalamin proses yang namanya konveksi termal.

Buat kalian yang penasaran gimana caranya es yang dingin banget itu bisa muter-muter kayak air mendidih, berikut adalah langkah-langkah dan mekanisme alamiah yang ngejelasin proses tersebut:

  1. Pemanasan dari Dasar Bumi
    Proses ini dimulai dari bawah, bukan dari atas. Panas yang berasal dari interior Bumi merambat naik ke atas dan menyentuh bagian paling bawah dari lapisan es Greenland. Meskipun panas ini nggak sampai ngebikin es mencair seluruhnya jadi air, suhu panas tersebut cukup buat ngebikin es di bagian dasar jadi lebih hangat dan lebih lunak dibanding es yang ada di permukaan.
  2. Perubahan Densitas Es
    Ketika es di bagian bawah dapet asupan panas, molekulnya mulai merenggang. Hal ini ngebikin massa jenis atau densitas es di bagian bawah jadi lebih ringan. Sepertinya fenomena ini mirip banget sama prinsip balon udara, di mana udara panas bakal naik karena lebih ringan daripada udara dingin di sekitarnya.
  3. Gerakan Naik ke Permukaan (Upwelling)
    Es yang udah lebih hangat dan “ringan” tadi perlahan-lahan mulai bergerak naik ke atas. Mereka nembus lapisan es di atasnya yang lebih padat. Gerakan ini lambat banget, mungkin butuh waktu ribuan tahun buat es tersebut bisa naik secara signifikan, tapi secara fisika, pergerakan ini nyata terjadi.
  4. Proses Pendinginan dan Penurunan Es
    Setelah es yang hangat tadi naik mendekati permukaan yang lebih dingin, suhunya otomatis bakal turun lagi. Es tersebut jadi makin padat dan berat, yang akhirnya ngebuat es itu tenggelam kembali ke bawah. Siklus naik-turun inilah yang ngebentuk pusaran atau kolom-kolom berputar di dalam lapisan es.
  5. Pembentukan Pusaran atau Swirls
    Karena adanya tekanan dari massa es yang super besar di sekelilingnya, gerakan naik turun ini nggak cuma lurus vertikal. Es tersebut mulai berputar dan ngebentuk pola spiral. Para ilmuwan ngebandingin hal ini kayak panci berisi pasta yang lagi dimasak di atas kompor; ada bagian yang naik karena panas dan ada yang turun karena dingin.

Dr. Robert Law, seorang ahli glasiasi dari ETH Zurich, ngejelasin kalau fenomena ini mungkin kedengeran nggak masuk akal alias kontra-intuitif. Tapi kalau kita ngebandingin secara teknis, es itu ternyata sejuta kali lebih lunak dibanding mantel Bumi. Jadi, kalau mantel Bumi aja bisa ngalamin konveksi, es yang jauh lebih lunak jelas punya peluang besar buat ngelakuin hal yang sama.

Kondisi di Greenland Utara emang unik banget. Curah salju di sana cenderung rendah, yang sepertinya ngebuat lapisan esnya berfungsi sebagai isolator atau pelindung suhu yang sempurna. Hal ini ngejaga panas dari dasar Bumi nggak cepet ilang, sehingga pusaran es ini bisa bertahan dan terbentuk selama ribuan tahun tanpa keganggu faktor luar. Para ilmuwan ngebangun model komputer buat mensimulasikan variabel kayak ketebalan es, tingkat kelembutan, dan pola pergerakannya. Hasilnya, model tersebut emang nunjukin pembentukan kolom es yang naik dan berputar, persis kayak apa yang mereka temuin di lapangan.

Penemuan ini penting banget karena ngasih tahu kami kalau es Greenland ternyata jauh lebih sensitif terhadap tekanan dan suhu daripada yang selama ini diperkirakan. Kalian perlu tahu kalau lapisan es Greenland itu luasnya lebih dari 1,7 juta kilometer persegi. Kalau sampai semuanya mencair, permukaan laut global bisa naik sampai 7,4 meter. Itu angka yang cukup ngeri buat kota-kota di pesisir pantai. Meskipun pusaran ini bukan tanda kalau es bakal langsung cair besok pagi, tapi ini ngasih petunjuk berharga tentang sifat fisik es yang selama ini susah diukur secara langsung.

Data dari University of Barcelona juga nambahin kalau pencairan es di Greenland sekarang lagi ada di level yang belum pernah terjadi sebelumnya. Mereka ngomong kalau sejak tahun 2000, peristiwa pencairan ekstrem jadi makin sering dan intens. Dengan adanya studi tentang pusaran es ini, para ilmuwan berharap bisa ngebangun prediksi yang lebih akurat tentang seberapa cepet es bakal mencair di masa depan. Memahami fisika es yang kompleks kayak gini ngebantu kita semua buat lebih siap ngadepin perubahan iklim global yang makin nggak menentu.

Fenomena pusaran es di bawah Greenland ini bener-bener ngebuka wawasan baru kalau alam selalu punya cara yang nggak terduga buat bergerak. Meskipun es di sana terlihat stabil dan kuno, dinamika internalnya nunjukin kalau ada proses “kehidupan” geologis yang terus berjalan selama ribuan tahun. Memahami hal ini bukan cuma soal sains semata, tapi juga soal gimana kita ngelihat masa depan planet kita. Kami sangat menyarankan agar kita terus mantau perkembangan riset iklim kayak gini supaya nggak kaget sama perubahan lingkungan yang terjadi. Kesimpulannya, es yang terlihat diam ternyata nggak bener-bener diam.

Terima kasih banyak buat rekan-rekanita semua yang udah nyempetin waktu buat baca artikel ini sampai habis. Semoga informasi ini bisa nambah pengetahuan kalian tentang betapa ajaibnya Bumi tempat kita tinggal. Sampai jumpa di bahasan menarik lainnya!

Terbaru

  • Inilah Rekomendasi Laptop 5-6 Jutaan Paling Worth It di Pertengahan 2026, Spek Mewah Harga Ramah!
  • Inilah Deretan Smartphone Snapdragon 8s Gen 4 yang Bikin Kompetisi HP Menengah Atas Makin Panas!
  • Mengenal Otak di Balik AI: Apa Itu LLM dan Manfaatnya dalam Keseharian Kita Menurut Sebastian Raschka
  • Inilah Rahasia Spasi FF Salin Biar Nickname Kalian Makin Keren dan Unik Tanpa Aplikasi Tambahan
  • Rekomendasi HP Kamera Bagus 2-6 Jutaan Bulan Juli 2026
  • Cuma 2 Jutaan! Ini 6 Rekomendasi HP Paling Worth It Buat Multitasking dan Gaming Ringan
  • Rumor Galaxy Z Flip8 Jadi Seri Terakhir: Mengapa Samsung Mungkin Berhenti Bikin HP Lipat Clamshell?
  • Inilah Cara Registrasi Kartu SIM Pakai Verifikasi Biometrik Mulai 1 Juli 2026, Gak Bisa Lagi Pake Nomor Bodong!
  • Jangan Asal Lap! Inilah Cara Membersihkan Layar TV LED yang Benar Agar Tidak Rusak
  • Realme Narzo 100x 5G Segera Rilis: Baterai 8.000mAh, Layar 144Hz, dan Sertifikasi Militer
  • Waspada Penipuan Akun Mobile Legends: Kenali Pentingnya Marketplace Resmi dan Status PSE
  • Review DJI Osmo Pocket 4P: Kamera Saku Lensa Ganda yang Bikin Kamera Pro Kelihatan Ribet!
  • Samsung Bisa “AirDrop” ke iPhone? Cek Cara Pakai Fitur Quick Share Terbaru Ini!
  • Vivo X Fold 6 Bakal Masuk Indonesia? Speknya Gila, Baterai 7.000 mAh & Kamera 200 MP!
  • Bocoran iPhone Air 2: Akhirnya Apple Nggak Cuma Jual Tipis, Tapi Juga Baterai Awet dan Kamera Oke!
  • Google Search Console rilis fitur Social Media Property, bisa pantau TikTok & Instagram
  • Hati-hati! 22 Platform Digital Terancam Diblokir Pemerintah, Cek Daftar Hotel dan Maskapainya di Sini
  • Baterai 7.000mAh & Standar Militer, Inilah Moto G77 Power
  • Inilah Cara Shopee dan Meta Bikin Kalian Makin Gampang Dapat Cuan Afiliasi Instagram Tanpa Ribet
  • Gila Sih! Vivo Rilis HP Baterai 8.000 mAh di 2026, Nggak Perlu Ribet Bawa Powerbank Lagi?
  • Infinix Hot 70 vs Tecno Spark 50: Pilih Baterai Jumbo 7000 mAh atau Fast Charging 45W di Harga 2 Jutaan?
  • Gak Perlu HP Mahal buat Pake AI: Intip Fitur Canggih di Samsung Galaxy A37 dan A57 yang Bikin Hidup Lebih Gampang
  • Bocoran Galaxy Unpacked Juli 2026: Z Fold 8 & Z Flip 8 Bakal Fokus ke On-Device AI, Makin Canggih atau Cuma Gimmick?
  • Duel Tablet 2 Jutaan: ADVAN Tab Sketsa 3 vs itel VistaTab 30GT, Mana yang Lebih Worth It buat Kerja?
  • Review Asus ExpertBook PM5 G2: Laptop Bisnis Rasa AI, Ringan tapi Gak Kaleng-kaleng
  • Review Redmi Pad 2 9.7 4G: Tablet Murah yang Bisa Pakai Kartu SIM, Worth It Nggak?
  • Review JBL Quantum Series: Inilah Alasan Kenapa Audio Berkualitas Bisa Bikin Kamu Menang Main Game
  • Review Vivo Y500: HP Baterai Jumbo 8.100mAh yang Bikin Nggak Perlu Cari Colokan Lagi!
  • Oppo Reno16 Series Resmi Masuk Indonesia: Kamera 200MP dan Fitur AI yang Bikin Konten Jadi Sat-set!
  • Jangan Tergiur Harga Murah! Inilah Risiko Fatal Membeli iPhone WiFi Only yang Wajib Kamu Tahu
  • Deploy Nginx Rootful Container with Podman
  • How to Sandboxing Browser on Linux Desktop with Flatpak
  • How to Hardening Journald on Linux Server (Fedora/AlmaLinux)
  • Block Bad USB on Linux Server with USBGuard
  • How to Secure NetworkManager on Fedora/AlmaLinux
  • How to Automate Your Entire SEO Strategy Using a Swarm of 100 Free AI Agents Working in Parallel
  • How to create professional presentations easily using NotebookLM’s AI power for school projects and beyond
  • How to Master SEO Automation with Google Gemini 3.1 Flash-Lite in Google AI Studio
  • How to create viral AI video ads and complete brand assets using the Claude and Higgsfield MCP integration
  • How to Transform Your Mac Into a Supercharged AI Assistant with Perplexity Personal Computer
  • Mengenal Tan Kian, Pengusaha Properti Mewah yang Namanya Pernah Muncul di Kasus Besar
  • Bingung ukuran name tag MPLS 2026? Iki panduan lengkap ukuran tiap jenjang lan link download desainnya
  • Waspada pemain Free Fire, soal FF Kipas Anniversary 9 v18.6 Tornado dan situs ffkipas.my.id itu resmi atau bukan?
  • Rupiah Cepat itu OJK atau Ilegal? Ini Penjelasan Biar Gak Salah Paham
  • Lagi rame dicari, ini tema khutbah Jumat soal rezeki yang beda-beda tiap orang, biar nggak iri sama tetangga

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme