Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Inilah Alasan Kenapa Samsung Galaxy S27 Bakal Pakai 50 Persen Chipset Exynos, Qualcomm Mulai Ditinggalkan?

Posted on April 15, 2026

Kalian pasti sudah mendengar kabar bahwa Samsung sedang merencanakan langkah besar buat masa depan lini flagship mereka. Kabarnya, Samsung Galaxy S27 nggak lagi bakal sepenuhnya bergantung sama Qualcomm. Samsung berencana buat meningkatkan penggunaan chipset buatan mereka sendiri, yaitu Exynos, hingga mencapai porsi 50 persen di seluruh perangkat seri tersebut.

Keputusan strategis ini sebenarnya bukan hal yang mengejutkan kalau kita melihat bagaimana kondisi pasar semikonduktor belakangan ini. Biaya produksi chipset kelas atas kayak Snapdragon milik Qualcomm terus merangkak naik, dan Samsung sepertinya mulai merasa terbebani sama ketergantungan ini. Bayangkan saja, pada seri Samsung Galaxy S25 yang akan datang, mereka disebut-sebut harus mengeluarkan anggaran tambahan hingga 3 triliun won cuma gara-gara harga chipset Snapdragon 8 Elite yang makin mahal. Kalau kondisi ini dibiarkan terus, harga jual HP flagship Samsung ke konsumen bisa meledak nggak terkendali, atau mereka harus rela margin keuntungannya kegerus habis.

Masalah biaya ini makin pelik karena teknologi fabrikasi chipset masa depan bakal makin canggih dan mahal. Chipset generasi berikutnya, seperti Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro, diprediksi bakal menggunakan teknologi fabrikasi 2nm dari TSMC. Kalian perlu tahu kalau biaya produksi di pabrik TSMC itu nggak murah sama sekali. Samsung, sebagai perusahaan yang juga punya pabrik chipset sendiri (Samsung Foundry), tentu ngerasa kalau terus-terusan beli “barang jadi” dari Qualcomm itu strategi yang kurang efisien secara finansial dalam jangka panjang. Mereka merasa harus mulai ngebangun kekuatan internal supaya punya daya tawar yang lebih kuat di pasar global.

Secara teknis, tantangan terbesar bagi Samsung buat ngewujudin rencana ini adalah soal performa dan efisiensi. Kita tahu selama bertahun-tahun, banyak pengguna yang ngebandingin performa Exynos sama Snapdragon dan hasilnya Exynos sering dianggap “anak tiri” karena masalah suhu yang cepat panas (overheating) dan daya tahan baterai yang kurang oke. Tapi, sepertinya Samsung nggak mau menyerah gitu aja. Untuk Samsung Galaxy S27, mereka bakal ngandalin chipset Exynos 2700. Chipset ini diharapkan ngebawa perubahan besar karena bakal dirancang dengan arsitektur fabrikasi terbaru mereka sendiri yang lebih matang.

Salah satu alasan kenapa biaya Snapdragon makin nggak masuk akal adalah karena Qualcomm nggak punya saingan kuat di kategori chipset Android performa tinggi. Dengan Samsung masukin Exynos 2700 sebanyak 50 persen ke Galaxy S27, mereka sebenarnya lagi ngasih sinyal ke Qualcomm kalau mereka punya alternatif. Kalau performa Exynos 2700 nanti bisa bener-bener ngejar atau bahkan nempel tipis performa Snapdragon dalam hal efisiensi daya dan stabilitas, maka kepercayaan konsumen bakal balik lagi. Masalahnya, ngebuat chipset yang kencang tapi tetap dingin itu susahnya minta ampun. Samsung harus bener-bener teliti dalam ngerancang sistem manajemen panas di Galaxy S27 supaya nggak ada lagi keluhan soal throttling saat dipakai main game berat.

Selain faktor biaya, penggunaan Exynos yang lebih masif juga ngebantu Samsung buat ngebentuk ekosistem yang lebih terintegrasi. Kayak yang dilakukan Apple dengan chip seri-A mereka, Samsung ingin punya kendali penuh atas optimasi software dan hardware. Kalau mereka pakai chip buatan sendiri, proses optimasi One UI bakal jadi jauh lebih gampang dan sinkron. Mereka bisa ngatur gimana AI (Artificial Intelligence) bekerja langsung di level silikon tanpa harus nunggu driver atau optimasi dari pihak ketiga kayak Qualcomm. Hal ini penting banget karena fitur Galaxy AI sepertinya bakal jadi jualan utama mereka di masa depan.

Namun, strategi 50-50 ini juga punya risiko besar. Sebagian besar pengguna setia seri Galaxy S biasanya sangat sensitif soal chipset. Kalau di satu wilayah mereka dapat Exynos sedangkan di wilayah lain dapat Snapdragon, bakal muncul lagi perdebatan soal ketimpangan performa. Samsung harus bisa ngejamin kalau Exynos 2700 dan Snapdragon 8 Gen series yang dipakai di Galaxy S27 nanti punya kualitas yang identik. Jangan sampai ada lagi kejadian di mana versi Snapdragon jauh lebih irit baterai dibanding versi Exynos, karena itu bakal ngebikin citra brand mereka jadi taruhannya.

Ke depannya, keberhasilan Galaxy S27 bakal sangat bergantung pada riset dan pengembangan di Samsung Foundry. Mereka harus bisa membuktikan kalau fabrikasi 2nm milik mereka sendiri nggak kalah sama TSMC. Kalau yield rate atau tingkat keberhasilan produksi chip mereka tinggi, maka harga HP Samsung bisa tetap kompetitif. Ini adalah pertaruhan besar bagi divisi mobile Samsung untuk bisa lepas dari bayang-bayang Qualcomm dan mulai mandiri dengan teknologi sendiri yang mumpuni.

Strategi Samsung untuk meningkatkan porsi Exynos hingga 50 persen pada lini Galaxy S27 adalah langkah berani yang didorong oleh kebutuhan efisiensi biaya dan kemandirian teknologi. Kami melihat ini sebagai upaya Samsung untuk menjaga harga jual tetap masuk akal di tengah mahalnya biaya chipset Snapdragon. Rekomendasi kami bagi kalian adalah tetap memantau hasil benchmark nyata saat perangkat ini rilis nanti, karena stabilitas suhu dan efisiensi daya adalah kunci utama apakah Exynos 2700 layak menggantikan dominasi Snapdragon.

Terima kasih banyak sudah menyempatkan waktu untuk membaca ulasan teknis ini, rekan-rekanita sekalian. Semoga wawasan ini membantu kalian memahami arah kebijakan Samsung ke depannya. Sampai jumpa di artikel berikutnya!

Terbaru

  • Tutorial Upgrade Server Ubuntu 24.04 LTS ke Ubuntu 26.04 LTS dengan Aman
  • Inilah Alasan kenapa akun TikTok dibatasi tidak bisa klaim koin dan masalah pembatasan lainnya?
  • Apa penyebab gagal kirim SMS ke 89888 padahal pulsa masih ada?
  • Mengenal Donghua: Kenapa Animasi dari Tiongkok Ini Lagi Naik Daun Banget
  • OpenAI Bocorin Data Gambar Pengguna? Ini Kabar Terbaru Soal Insiden AI yang Bikin Heboh
  • Kenapa Postingan Instagram Kalian Sepi Like Padahal Followers Udah Banyak? Ini Rahasianya
  • Cara Menambah View Story Instagram Gratis Biar Nggak Sia-sia
  • Kenapa View TikTok Kalian Mentok di Angka Kecil dan Cara Ngatasinnya
  • Imbas Pesatnya Laporan CVE, Ubuntu Bakal Rilis Kernel Update Tiap Dua Minggu
  • Cara Gampang Cari Kata di Google Sheets Pakai Laptop sama HP
  • Kabar Terbaru Antigravity SDK: Sekarang Bisa Pakai Model Lokal Kayak Gemma 4 26B Tanpa Perlu Internet
  • Kabar Terbaru Model K2 Horizon Dirilis: MoVA 36B EXL3 Buat Kalian yang Punya GPU Beragam
  • Ini Alasan Kenapa Kalian Harus Cek Masa Dukungan HP Android Kalian Sekarang Juga
  • Cara Cek Followers Baru Asli atau Bot Tanpa Harus Ngitung Satu-Satu
  • Claude Opus 5.5 Baru Rilis, Bikin AI Kalian Jadi Jauh Lebih Powerfull!
  • Update Kondisi Market Bitcoin BTC/USDT Per 23 September 2026, Beli atau Jual Nih?
  • Paham Semua Keluarga Model AI Gemma 4
  • Rumor Laptop Android Ternyata Bener, Ini Daftar 4 Laptop Android dari Google!
  • LCOS Lagi Naik Daun: OS Buatan Lunduke Tembus Peringkat 12 DistroWatch dan Punya Kernel Sendiri
  • Cara Pindah Data Android ke iPhone Tanpa Reset iPhone
  • Valve: Steam Deck 2 Tetap di Develop, Meski RAM Naik Harga Gila-gilaan
  • Apa itu Dumpling? dari Sejarah Sampai Tren Saat ini
  • Jadwal Event Cosplay dan Pop Culture Oktober 2026 yang Wajib Kalian Pantau
  • Cara Ganti Nama Facebook di Android, iPhone, Laptop, dan Facebook Lite Terbaru
  • Apa saja yang baru di WordPress 7.1.1?
  • Pilih Mana: XAMPP, Laragon, atau Herd Buat Belajar PHP?
  • Kenapa Views Reels Kalian Tiba-tiba Anjlok? Ini Penyebab dan Cara Ngatasinya
  • Android Bench versi 2.0 Dirilis, Apa saja Fitur Barunya?
  • MagicOS 11 dari Honor Sudah Dirilis Nih, Ini Cara Cek Smartphonemu Dapet Update Atau Nggak
  • Samsung Galaxy Z Fold 8 Jadi Makin Populer Karena iPhone Duo dirilis :)
  • Canonical: Ubuntu coming soon to Snapdragon X2 Series platforms
  • Finally, wolfSSL adds post-quantum algorithms!
  • How to Run Gemma Embedding Models Using Docker
  • Deploy Nginx Rootful Container with Podman
  • How to Sandboxing Browser on Linux Desktop with Flatpak
  • Pruna AI Release their Qwen-Image 2.1 LoRA Adapter, 6x Faster than Regular Qwen
  • The Rise and Fall of the Coding Holy Grail: Is Stack Overflow Just AI Fuel Now?
  • Zyphra is The Pioneer, Why Everyone is Suddenly Obsessed with AMD and Not Just Nvidia Anymore
  • Stop Trusting Your Prompts to Save Your Business Data
  • How to Automate Your Entire SEO Strategy Using a Swarm of 100 Free AI Agents Working in Parallel
  • Benny Mart punya siapa? Ternyata ini fakta di balik isu Tierison anak pemilik supermarket
  • Lagi rame di IG sama TikTok, apa sih bedanya September Dump sama September So Far? Jangan sampai salah caption!
  • Lagi pada nyari teks pidato Menteri Kebudayaan buat Hari Kesaktian Pancasila 2026? Cek dulu bedanya sama pedoman upacara biar gak salah download
  • Lagi rame soal FF Kipas my id sama Naruto, mending hati-hati ojo asal klik verify UID
  • Info Demo Buruh di DPR Hari Ini 29 September 2026, Ada Apa Sih Sama RUU Ketenagakerjaan?

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme