Skip to content

emka.web.id

writing knowledge, recording civilization

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Inilah Daftar Negara Paling Sopan di Dunia, Ternyata Jepang Juaranya Bukan Eropa!

Posted on April 9, 2026

Kalian pernah nggak merasa bingung menentukan destinasi liburan karena khawatir dengan keramahan penduduk lokalnya? Ternyata, ada sebuah riset menarik yang mengungkap negara-negara dengan penduduk paling sopan di planet ini. Jepang secara mengejutkan berhasil mengungguli negara-negara Eropa yang selama ini sering kita anggap sebagai kiblat tata krama internasional.

Survei yang kami bahas kali ini berasal dari laporan perusahaan pengiriman uang asal Amerika Serikat, Remitly. Mereka mencoba memetakan bagaimana pandangan dunia terhadap etika penduduk di berbagai negara. Melalui keterlibatan 5.000 responden yang tersebar di 26 negara, muncul sebuah daftar yang ngebahas secara mendalam soal perilaku sosial manusia. Namun, perlu kami kasih tahu di awal kalau responden dalam survei ini terbatas, sehingga negara kita, Indonesia, nggak masuk dalam daftar yang diuji. Jadi, jangan berkecil hati ya kalau nama Indonesia nggak muncul di peringkat mana pun.

Analisis Mendalam Mengenai Dominasi Jepang

Berdasarkan data yang dirilis, Negeri Sakura alias Jepang menempati urutan pertama sebagai negara paling sopan di dunia dengan persentase mencapai 35,15%. Angka ini kayaknya nggak terlalu mengejutkan kalau kalian sering ngelihat gimana kehidupan sehari-hari mereka lewat media atau berkunjung langsung ke sana. Masyarakat Jepang memang ngebangun budaya yang menjunjung tinggi rasa hormat sejak usia dini. Salah satu contoh teknisnya adalah tradisi ojigi atau membungkuk saat menyapa, meminta maaf, atau berterima kasih. Rasanya, etika ini sudah mendarah daging dan ngebuat mereka terlihat sangat disiplin di mata dunia.

Menariknya, meskipun dunia luar ngelihat Jepang sangat sopan, penduduk Jepang sendiri ternyata punya standar yang tinggi banget buat diri mereka sendiri. Mereka justru menempatkan negaranya di peringkat 25 dalam hal kesopanan menurut penilaian pribadi. Hal ini sepertinya terjadi karena mereka terlalu kritis atau memang memiliki ekspektasi etika yang jauh melampaui standar negara lain.

Anomali Penilaian di Benua Eropa

Negara-negara Eropa seperti Britania Raya dan Jerman juga menempati posisi yang cukup tinggi secara global. Britania Raya berada di urutan ketiga (6,23%) dan Jerman di urutan kelima (2,80%). Tapi, ada fenomena unik yang ngebuktikan kalau penilaian subjektif itu seringkali bertolak belakang. Warga Jerman, misalnya, merasa diri mereka kurang sopan dan menaruh negara mereka di peringkat 21 dalam penilaian mandiri. Hal yang sama juga terjadi pada warga Inggris yang menempatkan negaranya di posisi ke-18.

Kasus yang paling kontras adalah Prancis. Secara global, mereka cuma berada di posisi ke-19. Kayaknya banyak turis yang merasa orang Prancis itu agak cuek atau kaku. Tapi uniknya, warga Prancis justru ngebangun persepsi kalau mereka itu sangat sopan, bahkan mereka menempatkan diri sendiri di peringkat 5 dunia. Perbedaan persepsi ini menunjukkan kalau apa yang dianggap sopan oleh penduduk lokal belum tentu dirasakan sama oleh mereka yang datang dari luar budaya tersebut.

Daftar Lengkap Negara Tersopan Berdasarkan Voting Global

Berikut adalah urutan negara-negara yang dinilai paling sopan oleh 5.000 responden dari berbagai penjuru dunia:

  1. Jepang (35,15%): Konsisten dengan budaya disiplin dan tata krama yang sangat ketat.
  2. Kanada (13,35%): Terkenal dengan kata “sorry” yang sering mereka ucapkan di hampir setiap situasi.
  3. Britania Raya (6,23%): Memiliki budaya antre yang sangat teratur dan bahasa yang sangat formal.
  4. China (3,07%): Menunjukkan keramahan melalui tradisi penyambutan tamu yang hangat.
  5. Jerman (2,80%): Meskipun lugas, mereka sangat menghargai aturan dan ketepatan waktu.
  6. Filipina (2,30%): Dikenal sebagai salah satu negara paling ramah di Asia Tenggara.
  7. Swedia (2,26%): Memiliki konsep lagom yang ngebuat interaksi sosial mereka tetap seimbang.
  8. Denmark (2,07%): Menjunjung tinggi kesetaraan dalam berkomunikasi.
  9. Finlandia (1,92%): Penduduknya mungkin pendiam, tapi sangat jujur dan menghargai privasi.
  10. Afrika Selatan (1,82%): Memiliki semangat komunitas yang sangat kuat.
  11. Australia (1,73%)
  12. Swiss (1,73%)
  13. Amerika Serikat (1,57%)
  14. India (1,53%)
  15. Irlandia (1,46%)
  16. Selandia Baru (1,36%)
  17. Norwegia (1,23%)
  18. Belanda (1,21%)
  19. Thailand (1,15%)
  20. Prancis (1,15%)

Perspektif Berbeda: Saat Negara Menilai Diri Sendiri

Kalau data di atas berdasarkan opini orang luar, data berikut ini ngebahas soal gimana penduduk sebuah negara menilai tingkat kesopanan mereka sendiri dengan skala 1-10. Hasilnya bener-bener beda drastis!

  • Brasil (9,46): Menempati urutan pertama karena mereka merasa memiliki jiwa sosial dan keramahan yang luar biasa tinggi.
  • Chili (9,46): Sama seperti Brasil, warga Chili merasa mereka sangat hangat terhadap sesama.
  • India (9,41): Memiliki rasa hormat yang tinggi terhadap tamu, sesuai dengan prinsip “Atithi Devo Bhava”.
  • Swedia (9,40): Merasa tata krama mereka sudah sangat baik dalam kehidupan sehari-hari.
  • Prancis (9,36): Seperti yang disebutkan sebelumnya, mereka punya rasa percaya diri yang tinggi soal etika mereka.

Perbedaan hasil antara penilaian global dan penilaian mandiri ini ngebuat kita sadar kalau “sopan” itu maknanya bisa macam-macam. Di satu negara, ngomong jujur dan apa adanya dianggap sopan karena transparan. Tapi di negara lain, hal itu bisa dianggap kasar karena kurang ngebangun basa-basi. Survei dari Remitly ini ngebuka mata kita kalau setiap negara punya standar etika yang unik dan kadang nggak bisa dibandingin secara langsung.

Dari data-data di atas, kita bisa belajar kalau kesopanan bukan cuma soal siapa yang paling banyak membungkuk atau siapa yang paling sering bilang tolong. Ini soal bagaimana sebuah bangsa menghargai satu sama lain dan bagaimana mereka ingin dipersepsikan oleh dunia. Meskipun Indonesia nggak masuk dalam survei ini, rasanya kita semua setuju kalau keramahan kita tetap salah satu yang terbaik di dunia, kan? Kami merekomendasikan kalian untuk tetap menjaga tata krama di mana pun kalian berada, karena perilaku kita adalah cerminan dari identitas bangsa di mata internasional.

Terimakasih sudah membaca artikel ini sampai selesai. Mari kita simpulkan bahwa menjadi sopan adalah investasi sosial yang paling murah namun berdampak paling besar. Sampai jumpa di ulasan menarik lainnya, rekan-rekanita sekalian!

Terbaru

  • GNOME Founder Attacks Omarchy Founder as “Lazy, Racist, Ignorant”
  • Why I Stopped Using Plain Command Line Docker and Use Portainer 3.0 To Make My Home Projects Fun Again
  • Why I Switched to a Proper Firewall Box with OPNSense for My Homelab Stuff
  • Fixing Windows Error 0x80070005 Hyper-V Export Access Denied Error the Right Way
  • Fixing Hyper V Export Errors and Building a Better Virtual Machine Setup (error 0x80070002, 0x80070005)
  • Fixing the Dreaded Windows Audio Service Stuck on Stopping Error
  • Windows SIM Error, Unknown error 0xc1420127
  • How I’m Building a Cat Breeding Management App with Python Qt6 + Microsoft Litebox, in 1 Week
  • Why Windows Keeps Nuking Your GPU Drivers (And How to Take Back Control)
  • Copy Prompt: A Modern Men’s Casual Fashion Studio Shoot
  • Why I Finally Ditched Mainstream Windows Cleaners (And Why I Use ‘Kudu’ Instead)
  • AI Made Everything Faster, Including Bad Decisions
  • Raspberry Pi Desktop Available of PC and Mac, Based on Debian 13
  • Why I Stopped Yelling at My PC When Error; Getting Windows 11 Voice Isolation and Access to Actually Work
  • Berobat Kanker ke Malaysia: Berapa Biayanya dan Apa Saja yang Perlu Disiapkan?
  • Stop Sending Every Prompt to the Biggest AI Model You Can Find
  • Stop Building AI Agents from Scratch: My Pick for the Best Native Windows Setup
  • Jev Is Faster and Cheaper, But I Still Recommend Clef. Here’s Why.
  • Weird XCP-NG Bug or Feature? Enable Maintenance Mode = Host Not Enough Memory
  • Vinix OS: Another OS That Want to Beat Linux, Try it!
  • Trying NVX, An Ultra-Light Micro-VM Sandbox from Microsoft
  • Learning NocoDB from Scratch: Creating a Simple Greenhouse App
  • How RHEL 10.2 Quietly Turned Into an Absolute Security Beast
  • Grab Videos from Anywhere with ReClip (Can Running Locally)
  • Jumped onto Ubuntu 26.04 LTS? Here’s How to Add a New User Account
  • Tutorial Cara Install WPS Office di Linux (Alternatif Microsoft Office)
  • Tutorial Upgrade Server Ubuntu 24.04 LTS ke Ubuntu 26.04 LTS dengan Aman
  • Inilah Alasan kenapa akun TikTok dibatasi tidak bisa klaim koin dan masalah pembatasan lainnya?
  • Apa penyebab gagal kirim SMS ke 89888 padahal pulsa masih ada?
  • Mengenal Donghua: Kenapa Animasi dari Tiongkok Ini Lagi Naik Daun Banget
  • Canonical: Ubuntu coming soon to Snapdragon X2 Series platforms
  • Finally, wolfSSL adds post-quantum algorithms!
  • How to Run Gemma Embedding Models Using Docker
  • Deploy Nginx Rootful Container with Podman
  • How to Sandboxing Browser on Linux Desktop with Flatpak
  • Prompt AI: Impressionist Portrait Art of a Woman
  • Prompt AI: Stylish Man Walking Double Exposure Photo
  • Trying Nemotron 3.5 Super VL: NVIDIA’s Open Multimodal Model Built for Agents That Actually See and Act
  • Pruna AI Release their Qwen-Image 2.1 LoRA Adapter, 6x Faster than Regular Qwen
  • The Rise and Fall of the Coding Holy Grail: Is Stack Overflow Just AI Fuel Now?
  • Lagi rame dicari soal kabar Arin Ananto, sebenarnya gimana sih faktanya?
  • Apa itu Agen Perlinsos? Ini Link dan Cara Daftarnya? Digaji atau Tidak?
  • Persiapan Hari Santri 2026: Cari naskah Resolusi Jihad, Ikrar, sama Amanat buat upacara nanti? Cek infonya di sini
  • Lagi rame soal Agen Perlinsos Kemensos, bisa daftar buat bantu tetangga tapi bukan buat cari gaji
  • Siapa sih Reza Auditore? Dari jualan batagor sampai jadi streamer game horor yang viral

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme