Kalian pernah nggak merasa bingung menentukan destinasi liburan karena khawatir dengan keramahan penduduk lokalnya? Ternyata, ada sebuah riset menarik yang mengungkap negara-negara dengan penduduk paling sopan di planet ini. Jepang secara mengejutkan berhasil mengungguli negara-negara Eropa yang selama ini sering kita anggap sebagai kiblat tata krama internasional.
Survei yang kami bahas kali ini berasal dari laporan perusahaan pengiriman uang asal Amerika Serikat, Remitly. Mereka mencoba memetakan bagaimana pandangan dunia terhadap etika penduduk di berbagai negara. Melalui keterlibatan 5.000 responden yang tersebar di 26 negara, muncul sebuah daftar yang ngebahas secara mendalam soal perilaku sosial manusia. Namun, perlu kami kasih tahu di awal kalau responden dalam survei ini terbatas, sehingga negara kita, Indonesia, nggak masuk dalam daftar yang diuji. Jadi, jangan berkecil hati ya kalau nama Indonesia nggak muncul di peringkat mana pun.
Analisis Mendalam Mengenai Dominasi Jepang
Berdasarkan data yang dirilis, Negeri Sakura alias Jepang menempati urutan pertama sebagai negara paling sopan di dunia dengan persentase mencapai 35,15%. Angka ini kayaknya nggak terlalu mengejutkan kalau kalian sering ngelihat gimana kehidupan sehari-hari mereka lewat media atau berkunjung langsung ke sana. Masyarakat Jepang memang ngebangun budaya yang menjunjung tinggi rasa hormat sejak usia dini. Salah satu contoh teknisnya adalah tradisi ojigi atau membungkuk saat menyapa, meminta maaf, atau berterima kasih. Rasanya, etika ini sudah mendarah daging dan ngebuat mereka terlihat sangat disiplin di mata dunia.
Menariknya, meskipun dunia luar ngelihat Jepang sangat sopan, penduduk Jepang sendiri ternyata punya standar yang tinggi banget buat diri mereka sendiri. Mereka justru menempatkan negaranya di peringkat 25 dalam hal kesopanan menurut penilaian pribadi. Hal ini sepertinya terjadi karena mereka terlalu kritis atau memang memiliki ekspektasi etika yang jauh melampaui standar negara lain.
Anomali Penilaian di Benua Eropa
Negara-negara Eropa seperti Britania Raya dan Jerman juga menempati posisi yang cukup tinggi secara global. Britania Raya berada di urutan ketiga (6,23%) dan Jerman di urutan kelima (2,80%). Tapi, ada fenomena unik yang ngebuktikan kalau penilaian subjektif itu seringkali bertolak belakang. Warga Jerman, misalnya, merasa diri mereka kurang sopan dan menaruh negara mereka di peringkat 21 dalam penilaian mandiri. Hal yang sama juga terjadi pada warga Inggris yang menempatkan negaranya di posisi ke-18.
Kasus yang paling kontras adalah Prancis. Secara global, mereka cuma berada di posisi ke-19. Kayaknya banyak turis yang merasa orang Prancis itu agak cuek atau kaku. Tapi uniknya, warga Prancis justru ngebangun persepsi kalau mereka itu sangat sopan, bahkan mereka menempatkan diri sendiri di peringkat 5 dunia. Perbedaan persepsi ini menunjukkan kalau apa yang dianggap sopan oleh penduduk lokal belum tentu dirasakan sama oleh mereka yang datang dari luar budaya tersebut.
Daftar Lengkap Negara Tersopan Berdasarkan Voting Global
Berikut adalah urutan negara-negara yang dinilai paling sopan oleh 5.000 responden dari berbagai penjuru dunia:
- Jepang (35,15%): Konsisten dengan budaya disiplin dan tata krama yang sangat ketat.
- Kanada (13,35%): Terkenal dengan kata “sorry” yang sering mereka ucapkan di hampir setiap situasi.
- Britania Raya (6,23%): Memiliki budaya antre yang sangat teratur dan bahasa yang sangat formal.
- China (3,07%): Menunjukkan keramahan melalui tradisi penyambutan tamu yang hangat.
- Jerman (2,80%): Meskipun lugas, mereka sangat menghargai aturan dan ketepatan waktu.
- Filipina (2,30%): Dikenal sebagai salah satu negara paling ramah di Asia Tenggara.
- Swedia (2,26%): Memiliki konsep lagom yang ngebuat interaksi sosial mereka tetap seimbang.
- Denmark (2,07%): Menjunjung tinggi kesetaraan dalam berkomunikasi.
- Finlandia (1,92%): Penduduknya mungkin pendiam, tapi sangat jujur dan menghargai privasi.
- Afrika Selatan (1,82%): Memiliki semangat komunitas yang sangat kuat.
- Australia (1,73%)
- Swiss (1,73%)
- Amerika Serikat (1,57%)
- India (1,53%)
- Irlandia (1,46%)
- Selandia Baru (1,36%)
- Norwegia (1,23%)
- Belanda (1,21%)
- Thailand (1,15%)
- Prancis (1,15%)
Perspektif Berbeda: Saat Negara Menilai Diri Sendiri
Kalau data di atas berdasarkan opini orang luar, data berikut ini ngebahas soal gimana penduduk sebuah negara menilai tingkat kesopanan mereka sendiri dengan skala 1-10. Hasilnya bener-bener beda drastis!
- Brasil (9,46): Menempati urutan pertama karena mereka merasa memiliki jiwa sosial dan keramahan yang luar biasa tinggi.
- Chili (9,46): Sama seperti Brasil, warga Chili merasa mereka sangat hangat terhadap sesama.
- India (9,41): Memiliki rasa hormat yang tinggi terhadap tamu, sesuai dengan prinsip “Atithi Devo Bhava”.
- Swedia (9,40): Merasa tata krama mereka sudah sangat baik dalam kehidupan sehari-hari.
- Prancis (9,36): Seperti yang disebutkan sebelumnya, mereka punya rasa percaya diri yang tinggi soal etika mereka.
Perbedaan hasil antara penilaian global dan penilaian mandiri ini ngebuat kita sadar kalau “sopan” itu maknanya bisa macam-macam. Di satu negara, ngomong jujur dan apa adanya dianggap sopan karena transparan. Tapi di negara lain, hal itu bisa dianggap kasar karena kurang ngebangun basa-basi. Survei dari Remitly ini ngebuka mata kita kalau setiap negara punya standar etika yang unik dan kadang nggak bisa dibandingin secara langsung.
Dari data-data di atas, kita bisa belajar kalau kesopanan bukan cuma soal siapa yang paling banyak membungkuk atau siapa yang paling sering bilang tolong. Ini soal bagaimana sebuah bangsa menghargai satu sama lain dan bagaimana mereka ingin dipersepsikan oleh dunia. Meskipun Indonesia nggak masuk dalam survei ini, rasanya kita semua setuju kalau keramahan kita tetap salah satu yang terbaik di dunia, kan? Kami merekomendasikan kalian untuk tetap menjaga tata krama di mana pun kalian berada, karena perilaku kita adalah cerminan dari identitas bangsa di mata internasional.
Terimakasih sudah membaca artikel ini sampai selesai. Mari kita simpulkan bahwa menjadi sopan adalah investasi sosial yang paling murah namun berdampak paling besar. Sampai jumpa di ulasan menarik lainnya, rekan-rekanita sekalian!