Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu
Kenapa Belut Listrik itu Sangat Mematikan

Kenapa Belut Listrik itu Sangat Mematikan

Posted on January 9, 2026

Pernah nggak kalian ngebayangin rasanya kesetrum baterai 9 volt di lidah? Pasti kaget dan rasanya nggak enak banget, kan? Nah, sekarang coba bayangkan tegangan itu dinaikkan drastis jadi 860 volt! Itulah kekuatan murni yang dimiliki belut listrik. Kira-kira apa jadinya kalau predator ganas seperti Kaiman nekat menggigitnya? Yuk, kita bahas tuntas fenomena alam yang mengejutkan ini.

Sebenarnya, ada kesalahpahaman umum tentang hewan ini. Meskipun namanya “belut listrik” dan bentuk tubuhnya panjang meliuk-liuk, secara ilmiah mereka itu bukan belut sama sekali, lho. Mereka termasuk dalam keluarga ikan pisau (knifefish) dan justru punya hubungan kekerabatan yang lebih dekat dengan ikan lele atau ikan mas. Fakta ini baru permukaannya saja. Sampai tahun 2019, para ilmuwan mengira hanya ada satu spesies belut listrik. Tapi ternyata, ekspedisi terbaru berhasil mengidentifikasi dua spesies baru, yaitu Electrophorus vari dan Electrophorus voltai. Nama terakhir ini yang paling ngeri karena bisa ngehasilkan tegangan listrik paling tinggi.

Lalu, gimana caranya makhluk hidup bisa jadi pembangkit listrik berjalan? Rahasianya ada di anatomi tubuh mereka yang luar biasa kompleks. Belut listrik punya tiga pasang organ khusus yang berisi sel-sel bernama elektrosit. Kalian bisa ngebayangin sel-sel ini kayak baterai kecil yang disusun seri. Ketika belut ini ngasih sinyal lewat sistem sarafnya, ribuan sel ini melepaskan muatan secara bersamaan. Mekanisme inilah yang kemudian menginspirasi Alessandro Volta pada tahun 1800 untuk menciptakan baterai pertama di dunia. Jadi, tanpa belut listrik, mungkin teknologi baterai yang kita pakai di HP sekarang nggak akan pernah ada.

Nah, mari kita bicara soal pertarungan di alam liar. Musuh alami yang sering berhadapan dengan belut listrik adalah Kaiman, sejenis buaya yang menghuni Amazon. Pertarungan mereka itu seringkali kayak lemparan koin, hasilnya susah ditebak. Kalau Kaiman menggigit belut listrik, sirkuit listrik akan tertutup. Akibatnya fatal banget buat si predator.

Berikut adalah apa yang terjadi secara teknis saat Kaiman nekat menyerang:

  1. Kontraksi Otot Total: Saat tegangan tinggi dilepaskan, seluruh otot Kaiman akan mengalami kejang hebat. Ini ngebikin rahang Kaiman terkunci rapat pada tubuh belut, yang justru memperparah situasi karena arus listrik terus mengalir tanpa henti.
  2. Serangan Jantung: Listrik dalam jumlah besar akan mengacaukan ritme jantung reptil tersebut. Seringkali, jantung mereka nggak kuat menahan beban kejut ini dan akhirnya berhenti berdetak.
  3. Tenggelam: Kalaupun Kaiman itu berhasil melepaskan gigitannya, otot-ototnya yang lumpuh ngebikin dia nggak bisa berenang. Akhirnya, predator malang ini akan tenggelam di dasar sungai.

Belut listrik juga punya trik licik lainnya yang disebut manuver lompatan. Ketika mereka merasa terancam di perairan dangkal, belut listrik nggak cuma diam di dalam air. Mereka bakal melompat keluar dan menempelkan dagunya ke tubuh pengganggu. Kenapa mereka ngelakuin ini? Saat di dalam air, arus listrik sebagian terbuang ke air di sekitarnya. Tapi, dengan melompat ke udara dan menempelkan dagu (kutub positif) langsung ke target, arus listrik dipaksa mengalir penuh melewati tubuh korban untuk kembali ke ekor (kutub negatif). Rasanya pasti jauh lebih menyakitkan daripada sengatan di dalam air. Alexander von Humboldt, seorang penjelajah di tahun 1800-an, pernah menyaksikan hal gila di mana kuda-kuda liar digiring ke kolam berisi belut listrik. Kuda-kuda itu disengat berkali-kali sampai ada yang roboh dan tenggelam.

Yang lebih mengejutkan lagi, ternyata belut listrik nggak selalu berburu sendirian. Penelitian terbaru nemuin kalau spesies Electrophorus voltai bisa berburu secara berkelompok, mirip kawanan serigala. Mereka bakal berkumpul sampai 100 ekor, ngebikin lingkaran untuk menggiring ikan-ikan kecil ke perairan dangkal, lalu melepaskan sengatan listrik secara serentak. Bayangkan, 10 ekor saja menembakkan listrik barengan, tegangannya bisa mencapai ribuan volt secara teoritis! Ikan-ikan mangsa bakal melompat keluar air karena kaget dan jatuh kembali dalam keadaan lumpuh total. Strategi sosial semacam ini sangat jarang ditemukan pada ikan, yang ngebuktiin kalau hewan ini jauh lebih cerdas dari yang kita duga.

Apakah belut listrik berbahaya buat manusia? Jawabannya: Sangat. Meskipun kasus kematian langsung akibat sengatan listrik jarang tercatat secara resmi, bahaya utamanya adalah tenggelam. Kalau kalian lagi berenang di sungai Amazon dan kena sengatan 860 volt, otot kalian bakal lumpuh seketika. Kalian nggak akan bisa berenang dan akhirnya tenggelam. Jadi, meskipun mereka nggak secara aktif memburu manusia, berada di wilayah mereka itu risikonya tinggi banget.

Rasanya kita harus menaruh hormat yang besar pada makhluk luar biasa ini. Mereka bukan cuma predator puncak yang efisien, tapi juga guru bagi ilmu pengetahuan kita. Dari cara mereka berburu, bertahan hidup, hingga struktur tubuhnya yang unik, belut listrik telah ngebantu kita memahami prinsip dasar kelistrikan yang ngehidupin dunia modern kita saat ini. Jadi, kalau kalian melihat baterai atau menyalakan lampu, ingatlah bahwa teknologi itu berawal dari rasa penasaran manusia terhadap ikan aneh di sungai Amazon ini.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk terus menjaga kelestarian habitat mereka. Semakin banyak kita belajar dari alam, semakin kita sadar betapa canggihnya mekanisme bertahan hidup yang telah berevolusi selama jutaan tahun. Buat kalian yang suka petualangan, mungkin Amazon terdengar menantang, tapi pastikan kalian tahu risiko apa yang mengintai di balik air yang tenang itu. Rekan-rekanita, terima kasih sudah membaca artikel ini sampai habis. Sampai jumpa di pembahasan menarik berikutnya!

Terbaru

  • Sejarah Kerajaan Champa: Bangsa Yang Hilang Tanpa Perang Besar, Kok Bisa?
  • Gini Caranya Dapat Weekly Diamond Pass Gratis di Event M7 Pesta, Ternyata Nggak Pake Modal!
  • Inilah Trik Rahasia Panen Token dan Skin Gratis di Event Pesta Cuan M7 Mobile Legends!
  • Apakah Apk Pinjaman Cepat Galaxy Pinjol Penipu?
  • Cara Tarik Saldo APK Game Clear Blast
  • Apakah APK Game Clear Blast Penipu? Ini Reviewnya
  • Inilah Perbedaan SEO dan GEO + Tips Konten Disukai Google dan AI!
  • Inilah Cara Download Video TikTok 2026 Tanpa Watermark
  • Belum Tahu? Ini Trik Nonton Doods Pro Bebas Iklan dan Cara Downloadnya
  • Misteri DNA Spanyol Terungkap: Jauh Lebih Tua dari Romawi dan Moor!
  • Kenapa Belut Listrik itu Sangat Mematikan
  • Apa itu Tesso Nilo dan Kronologi Konflik Taman Nasional
  • Inilah 4 Keunikan Sulawesi Tengah: Kota Emas Gaib, Situs Purba dll
  • Kepulauan Heard dan McDonald: Pulau Paling Terpencil Milik Australia
  • Ghost Farm Janjikan Rp 3 Juta Cuma-Cuma, Beneran Membayar atau Scam? Ini Buktinya!
  • Apakah UIPinjam Pinjol Penipu? Cek Reviewnya Dulu Disini
  • Pengajuan Samir Sering Ditolak? Ternyata Ini Penyebab Tersembunyi dan Trik Supaya Langsung ACC
  • Lagi Viral! Ini Cara WD Fortes Cue ke DANA, Benaran Membayar atau Cuma Angin Lalu?
  • Bingung Pilih Paket? Inilah Perbedaan Telkomsel Data dan Telkomsel Data Flash yang Wajib Kalian Tahu!
  • Ini Alasan Pohon adalah Mahluk Hidup Terbesar di Dunia
  • Sempat Panas! Kronologi Perseteruan Cak Ji vs Madas di Surabaya, Gini Endingnya
  • Gila! Norwegia Bikin Terowongan Melayang di Bawah Laut
  • Cuma Terpisah 20 Mil, Kenapa Hewan di Bali dan Lombok Beda Total? Ternyata Ini Alasannya
  • Heboh Video Umari Viral 7 Menit 11 Detik dari Pakistan, Isinya Beneran Ada atau Cuma Jebakan Link? Cek Faktanya!
  • Tertipu Online atau HP Hilang? Ini Cara Melacak Nomor HP yang Nggak Tipu-Tipu!
  • Apakah Aplikasi Labora Bisa Hasilkan Uang Jutaan atau Cuma Tipu-Tipu?
  • Apakah APK Cashcash Pro Penipu? Cek Reviewnya Dulu
  • Google Kliks Communicator: Pengalaman Awal yang Mengejutkan – Apa yang Kami Rasakan?
  • Belum Tahu? Ini Ukuran Banner YouTube yang Pas Biar Channel Kalian Makin Kece!
  • Inilah Rencana Gila China Balap AS ke Bulan Sebelum 2030
  • Tailwind’s Revenue Down 80%: Is AI Killing Open Source?
  • Building Open Cloud with Apache CloudStack
  • TOP 1% AI Coding: 5 Practical Techniques to Code Like a Pro
  • Why Your Self-Hosted n8n Instance Might Be a Ticking Time Bomb
  • CES 2026: Real Botics Wants to Be Your Best Friend, but at $95k, Are They Worth the Hype?
  • Inilah Cara Membuat Aplikasi Web Full-Stack Tanpa Coding dengan Manus 1.5
  • Inilah Cara Melatih AI Agent Agar Bisa Belajar Sendiri Menggunakan Microsoft Agent Lightning
  • Tutorial Optimasi LangGraph dengan Node-Level Caching untuk Performa Lebih Cepat
  • Tutorial Membuat Game Dengan LangChain
  • X Terancam Sanksi Eropa Gara-Gara AI Grok Bikin Deepfake Anak Kecil
  • Apa itu RansomHouse Mario? Ini Pengertian dan Mengenal Versi Baru ‘Mario’ yang Makin Bahaya
  • Inilah Risiko Fatal yang Mengintai Kreator OnlyFans, Dari Doxxing sampai Penipuan!
  • Apa itu Kerentanan FortiCloud SSO? Ini Pengertian dan Bahayanya
  • Apa itu Covenant Health Data Breach? Ini Pengertian dan Kronologi Lengkapnya
  • Apa Itu Integrasi Criminal IP dan Cortex XSOAR? Ini Definisinya
Beli Morning Star Kursi Gaming/Kantor disini: https://s.shopee.co.id/805iTUOPRV
Beli Pemotong Rumput dengan Baterai IRONHOOF 588V Mesin Potong Rumput 88V disini https://s.shopee.co.id/70DBGTHtuJ

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme