Sudah masuk tahun 2026 tapi tagihan listrik masih bikin pusing? Kayaknya kalian perlu kenalan sama solusi terbaru yang bakal ngebikin hidup lebih tenang. Kami punya bocoran paket PLTS hybrid yang powerful tapi tetap simpel dengan Aspro DML 600. Penasaran seberapa canggih alat ini? Yuk, simak detail lengkapnya di bawah ini!
Sistem yang kami bahas kali ini berpusat pada unit inverter Aspro DML 600. Secara teknis, unit ini adalah inverter hybrid dengan kapasitas output daya mencapai 6 kVA. Ini bukan spek kaleng-kaleng, karena sistem baterainya sudah bermain di tegangan 48 Volt DC. Yang bikin unit ini makin menarik, dia sudah include sistem MPPT dengan kapasitas 120 Ampere. Dengan kapasitas sebesar itu, range kerja untuk panel surya jadi jauh lebih lebar. Hal ini tentu saja mempermudah kita untuk mengaplikasikannya dengan berbagai jenis panel surya yang banyak beredar di pasaran saat ini.
Jika kita ngebandingin unit ini dengan model lama, perbedaannya kerasa banget. Misalnya, model lama yang 3.000 watt punya dimensi yang jauh lebih kecil. Sedangkan Aspro DML 600 (6 kVA) ini punya dimensi yang cukup bongsor dengan bobot mencapai 55 kg. Kenapa bisa seberat itu? Karena inverter ini menggunakan sistem Low Frequency. Keunggulan sistem low frequency dengan trafo donat (toroidal) ini adalah output-nya sangat aman untuk beban peralatan elektronik induktif di rumah kalian, seperti pompa air atau kulkas. Selain itu, sistem perpindahannya sudah synchronous. Jadi, nggak bakal ada jeda, nggak ada lampu kedip, dan nggak ada persimpangan fase saat perpindahan sumber daya. Rasanya kayak nggak terjadi apa-apa saat listrik PLN mati.
Untuk memudahkan kalian memahami fiturnya, berikut adalah detail sistem monitoring dan pengaturan yang bisa kalian akses lewat layar LCD touchscreen-nya:
- Tampilan Utama yang Informatif
Layar depannya didesain ala power wall yang modern. Di sini kalian bisa melihat kinerja sistem secara real-time. Mulai dari produksi panel surya (watt, arus, dan total energi), status baterai, hingga beban pemakaian. Jadi, nggak perlu bingung menebak-nebak apakah sistem berjalan normal atau nggak. - Pengaturan Arus Pengisian (Charging Current)
Ini fitur yang istimewa. Kalian bisa adjust atau mengatur arus pengisian baterai sesuai kebutuhan. Misalnya, kalian mau set di angka 100 Ampere pun bisa. Fitur ini ngebikin sistem MPPT bekerja lebih aman dan fleksibel sesuai dengan kapasitas baterai yang kalian pakai. - Monitoring Baterai Detail
Kondisi baterai seperti voltase dan persentase kapasitas bisa dipantau dengan mudah. Bahkan, jika kalian menggunakan baterai lithium yang kompatibel, kalian bisa melihat status per cell baterai (misalnya sistem 16 series/16S). Ini ngebantu banget buat memastikan kesehatan baterai jangka panjang. - Mode Prioritas dan ATS
Kalian bisa mengatur mode prioritas, apakah mau fokus untuk backup atau memaksimalkan penggunaan energi surya (PLTS). Untuk sistem ATS (Automatic Transfer Switch), kalian cukup mengatur batas atas dan batas bawah voltase baterai. Simpel banget, nggak perlu settingan yang njlimet. - Sistem Password dan Bahasa
Untuk masuk ke pengaturan mendalam, sistem ini dilengkapin dengan proteksi password. Jadi, settingan nggak bakal berubah sembarangan kalau ada yang iseng mencet-mencet layarnya.
Dalam paket PLTS 5 KWP ini, kami menyandingkan inverter tersebut dengan panel surya total 9 keping berkapasitas 585 WP per panel. Jika dihitung, total kapasitasnya sekitar 5.265 WP atau dibulatkan menjadi paket 5 KWP. Produksi energi harian rata-rata bisa mencapai 20 kWh. Untuk penyimpanannya, paket ini dilengkapi dengan baterai lithium 48V 200Ah atau setara 10 kWh. Baterai yang kami gunakan, seperti tipe AW Battery, sudah dilengkapi smart BMS yang bisa dilihat langsung status State of Charge (SOC)-nya di layar inverter.
Kami juga nggak lupa ngasih perlengkapan keamanan yang mumpuni. Paket ini sudah termasuk panel distribusi DC dan AC buatan ASPro. Di dalamnya ada proteksi lengkap mulai dari MCB AC in, AC out, bypass, MCB PV, hingga MCB baterai. Ada juga kWh meter analog untuk memantau output. Kalau dilihat dari sisi kapasitas, paket ini sangat cocok buat kalian yang tagihan listrik bulanannya di kisaran 1 juta rupiah atau pemakaian sekitar 25 kWh per hari. Paket ini kuranglebihnya mampu meng-cover 80% kebutuhan listrik rumah.
Namun, ada satu hal yang perlu kalian perhatikan. Produksi panel surya kan sekitar 20 kWh, sedangkan baterai bawaan paket ini “hanya” 10 kWh. Artinya, di siang hari kalian harus bisa menghabiskan sisa energi langsung dari panel surya. Kalau pemakaian siang hari kalian di bawah 10 kWh, rasanya lebih bijak kalau kalian upgrade baterai ke kapasitas 300Ah supaya energi yang dihasilkan panel surya terserap optimal dan nggak terbuang percuma.
Secara keseluruhan, paket Aspro Inverter DML 600 ini menawarkan keseimbangan antara performa tinggi, keamanan alat elektronik, dan kemudahan penggunaan. Dengan fitur monitoring berbasis WiFi, kalian bisa memantau produksi dan konsumsi energi dari mana saja. Investasi ini sepertinya bakal sangat worth it buat jangka panjang, terutama buat kalian yang pengen mandiri energi di tahun 2026 ini.
Jadi, bagi rekan-rekanita yang ingin beralih ke energi bersih dengan sistem yang handal, paket ini adalah pilihan yang sangat solid. Jangan ragu untuk konsultasi dulu agar spesifikasinya benar-benar pas dengan kebutuhan rumah kalian. Terimakasih sudah membaca sampai akhir.