Bansos PKH dan BPNT masih jadi tumpuan buat banyak keluarga di Indonesia untuk menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga. Memasuki tahun 2026, pemerintah ngasih beberapa pembaruan syarat yang penting banget buat kalian pahami supaya bantuan ini nggak salah sasaran. Kabar baiknya, pendaftaran sekarang makin praktis karena bisa diurus lewat aplikasi dari rumah.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Sosial terus berupaya memperbaiki sistem distribusi bantuan sosial agar lebih transparan. Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) untuk tahun 2026 fokus pada penggunaan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sebagai basis utama. Kami melihat bahwa sinkronisasi data ini sangat krusial, karena mereka yang benar-benar membutuhkan harus masuk ke dalam kategori Desil 1 sampai 3. Artinya, kalian yang merasa memiliki pendapatan di bawah Upah Minimum Regional (UMR) atau tinggal di rumah yang kondisinya kurang layak huni, punya peluang besar buat dapetin bantuan ini.
Syarat umum yang harus dipenuhi kayaknya nggak banyak berubah secara administratif, tapi lebih ketat dalam verifikasi lapangan. Kalian wajib banget punya e-KTP dan Kartu Keluarga (KK) yang sudah aktif dan terdaftar di sistem Dukcapil. Nggak jarang bantuan jadi terhambat cuma gara-gara data di KTP nggak sinkron sama database pusat. Selain itu, mereka yang berhak menerima adalah warga yang memang masuk kategori miskin atau rentan miskin, yang kesulitan buat menuhi kebutuhan pangan sehari-hari.
Khusus untuk PKH, pemerintah ngebikin prioritas buat keluarga yang punya komponen tertentu. Ini penting buat diperhatikan karena PKH sifatnya adalah bantuan bersyarat. Keluarga kalian harus punya setidaknya satu dari kategori ini: ibu hamil, anak usia dini atau balita, anak yang masih sekolah (SD sampai SMA), lansia, atau anggota keluarga dengan disabilitas berat. Yang nggak boleh dilupakan, ada komitmen yang harus dijaga, kayak kehadiran sekolah minimal 85% buat anak sekolah dan imunisasi lengkap buat balita. Kalau komitmen ini dilanggar, bantuan bisa saja diputus karena dianggap nggak memenuhi kewajiban sebagai penerima manfaat.
Sementara itu, buat BPNT atau yang sering disebut sebagai program sembako, syarat utamanya adalah kepemilikan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Program BPNT di tahun 2026 ini ada sedikit perbedaan yang bikin banyak orang senang, yaitu adanya tambahan bantuan pangan berupa beras sebanyak 40 kg yang rencananya bakal mulai didistribusikan per Januari 2026. Tapi ingat ya, kalian nggak boleh menerima bantuan pangan lain yang sejenis supaya nggak tumpang tindih datanya. Pemerintah mau mastiin kalau distribusi bantuan ini merata dan nggak numpuk di satu orang saja.
Kalau kalian merasa sudah memenuhi syarat di atas tapi belum terdaftar, kalian bisa daftar sendiri secara online. Berikut ini adalah langkah-langkah yang harus kalian lakukan melalui aplikasi resmi Kemensos:
- Unduh Aplikasi Cek Bansos
Langkah pertama, kalian harus cari dan unduh aplikasi resmi bernama “Cek Bansos” di Google Play Store atau App Store. Pastikan kalian ngecek logo resminya adalah logo Kementerian Sosial RI biar nggak terjebak aplikasi palsu yang bisa ngebahayain data pribadi kalian. - Registrasi Akun Baru
Setelah aplikasi terpasang, kalian perlu ngebuat akun. Siapkan NIK, nomor KK, dan alamat email yang aktif. Masukkan data sesuai yang tertulis di dokumen asli. Biasanya aplikasi bakal minta kalian buat unggah foto e-KTP dan foto selfie sambil megang KTP buat proses verifikasi wajah. Pastikan gambarnya nggak blur supaya prosesnya cepat. - Aktivasi dan Verifikasi Email
Setelah mengisi data, tunggu email masuk buat aktivasi akun. Kalau kalian nggak nemu di kotak masuk, coba cek folder spam. Klik tautan yang dikirim buat memverifikasi kalau akun tersebut benar-benar punya kalian. - Login ke Aplikasi
Setelah akun aktif, silakan login pakai username dan password yang sudah dibuat tadi. Di halaman utama, kalian bakal nemu banyak menu, tapi yang paling penting adalah menu “Daftar Usulan”. - Mengajukan Usulan Baru
Pilih menu “Usul/Daftar Usulan” lalu pilih “Tambah Usulan”. Di sini kalian bakal diminta ngisi data lengkap keluarga. Kalian bisa milih jenis bantuan yang diinginkan, entah itu PKH atau BPNT, atau bahkan keduanya kalau merasa memenuhi kriteria di masing-masing kategori. - Unggah Dokumen Pendukung
Biasanya kalian akan diminta ngebangun profil dengan foto kondisi rumah, tampak depan dan ruang tamu. Ini tujuannya biar petugas bisa ngebandingin data digital dengan fakta di lapangan. Pastikan fotonya jelas dan nggak gelap. - Tunggu Proses Verifikasi
Setelah semua data dikirim, tugas kalian adalah menunggu. Data kalian bakal diverifikasi oleh Dinas Sosial setempat. Proses ini kayaknya memakan waktu dari beberapa hari sampai beberapa minggu, tergantung antrean di daerah masing-masing. Kalian bisa pantau terus statusnya langsung dari aplikasi tersebut secara rutin.
Selain lewat aplikasi, sebenarnya ada cara lain kalau kalian ngerasa kurang paham pakai smartphone. Kalian bisa akses website DTSEN di kemensos.go.id. Caranya kurang lebih hampir sama, yaitu daftar akun dan ajukan permohonan data secara digital. Tapi kalau kalian lebih nyaman ngomong langsung sama petugas, kalian bisa datang ke kantor Dinas Sosial di tingkat kecamatan atau kelurahan. Bawa dokumen fisik kayak fotokopi KTP dan KK buat usulan offline. Mereka biasanya bakal ngebantu proses input ke sistem DTKS yang diperbarui secara berkala setiap bulannya.
Penting banget buat selalu ngecek status kepesertaan kalian. Jangan sampai kalian telat tahu kalau ada pembaruan data yang diminta pemerintah. Program bansos ini emang ngebantu banget buat ngebikin beban ekonomi jadi lebih ringan, tapi kejujuran dalam mengisi data juga sangat diharapkan biar bantuan ini nggak nyasar ke orang yang sudah mampu.
Rasanya informasi mengenai bantuan sosial tahun 2026 ini memang harus disebarkan seluas-luasnya supaya mereka yang berhak nggak ketinggalan momen. Kami menyarankan kalian untuk segera menyiapkan dokumen yang diperlukan dan mulai mencoba mendaftar secara mandiri. Jangan nunggu sampai nanti-nanti, karena pemutakhiran data DTKS biasanya punya batas waktu tertentu di setiap periode. Pastikan e-KTP kalian sinkron dan koneksi internet stabil saat ngejalanin langkah-langkah di aplikasi tadi. Semoga informasi ini bermanfaat buat memperbaiki ekonomi keluarga rekan-rekanita sekalian.
Terimakasih sudah membaca artikel ini sampai selesai, rekan-rekanita semua. Semoga bermanfaat!