Punya kartu KIS tapi bingung masih aktif atau nggak buat tahun 2026 ini? Tenang, kalian nggak perlu lagi jauh-jauh datang ke kantor BPJS Kesehatan cuma buat nanya status kepesertaan. Sekarang semuanya bisa dicek instan lewat HP saja, jadi urusan berobat nggak bakal terhambat gara-gara data yang bermasalah atau iuran yang belum sinkron.
Memasuki tahun 2026, pemerintah terus melakukan pembaruan data penerima bantuan sosial, termasuk Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang iurannya dibayarkan oleh negara atau sering disebut PBI (Penerima Bantuan Iuran). Bagi kalian yang tinggal di kota besar seperti Medan atau wilayah lainnya di Indonesia, memastikan status KIS tetap aktif itu krusial banget. Bayangin kalau tiba-tiba harus ke rumah sakit tapi ternyata kartunya non-aktif, pasti bakal ngebikin repot urusan administrasi dan biaya. Kami sudah merangkum beberapa cara paling teknis dan detail supaya kalian bisa ngecek status tersebut secara mandiri.
Sebelum mulai, pastikan kalian sudah nyiapin NIK (Nomor Induk Kependudukan) yang ada di KTP, nama lengkap sesuai identitas, dan koneksi internet yang stabil. Tanpa hal-hal ini, proses verifikasi data rasanya bakal sering gagal atau error.
Berikut adalah langkah-langkah detail yang bisa kalian ikuti untuk mengecek status KIS Bansos:
1. Menggunakan Aplikasi Mobile JKN
Aplikasi ini adalah senjata utama buat semua peserta BPJS Kesehatan. Rasanya nggak lengkap kalau pengguna smartphone nggak punya aplikasi ini karena fiturnya sangat lengkap, dari cek status sampai pindah faskes.
- Pertama, kalian harus unduh dulu aplikasi Mobile JKN di Play Store atau App Store. Pastikan versinya sudah paling baru di tahun 2026 ini biar sistemnya lancar.
- Lakukan registrasi kalau kalian belum punya akun. Masukkan nomor KTP (NIK), nomor kartu BPJS (kalau ada), tanggal lahir, dan nomor HP yang aktif.
- Kalian bakal diminta verifikasi kode OTP yang dikirim via SMS. Jangan dikasih ke orang lain ya kodenya!
- Setelah berhasil login, cari dan pilih menu “Info Peserta” di halaman utama.
- Di sana bakal muncul nama kalian dan anggota keluarga lainnya yang terdaftar. Lihat pada bagian status. Kalau tertulis “AKTIF” dan keterangannya “PBI APBN”, berarti kalian masih terdaftar sebagai penerima bansos kesehatan yang iurannya ditanggung pemerintah.
2. Melalui Situs Resmi Cek Bansos Kemensos
Kalau memori HP kalian sudah penuh dan nggak mau install aplikasi baru, cara ini paling praktis. Situs ini dikelola langsung oleh Kementerian Sosial untuk ngecek segala jenis bantuan.
- Buka browser di HP kalian (bisa pakai Chrome atau Safari), lalu ketik alamat cekbansos.kemensos.go.id.
- Kalian bakal ngelihat formulir pencarian data. Masukkan data wilayah mulai dari Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, sampai Kelurahan/Desa sesuai alamat di KTP kalian.
- Masukkan nama lengkap kalian pada kolom yang tersedia. Pastikan ejaannya benar, jangan sampai typo karena sistem bakal ngebandingin data ini dengan database mereka.
- Ketik kode captcha atau huruf kode yang muncul di layar untuk verifikasi kalau kalian bukan robot.
- Klik tombol “Cari Data”. Tunggu sebentar sampai sistem selesai memproses.
- Scroll ke bawah pada kolom kesehatan atau PBI. Kalau nama kalian muncul dengan status “Ya”, berarti kalian sah jadi penerima KIS Bansos.
3. Menggunakan Aplikasi Cek Bansos (Kemensos)
Berbeda dengan Mobile JKN yang fokus ke layanan kesehatan, aplikasi “Cek Bansos” dari Kemensos ini fungsinya untuk melihat profil kemiskinan dan kelayakan bantuan sosial secara umum.
- Cari aplikasi “Cek Bansos” resmi dari Kementerian Sosial di Play Store.
- Kalian harus buat akun baru (User ID). Masukkan nomor KK, NIK, dan alamat email.
- Nah, di sini ada proses yang agak teknis: kalian wajib unggah foto selfie sambil memegang KTP. Kami sarankan cari pencahayaan yang terang supaya wajah dan data di KTP terbaca jelas oleh sistem AI mereka.
- Setelah akun diverifikasi (biasanya butuh waktu), login ke aplikasi tersebut.
- Pilih menu “Profil” untuk melihat bantuan apa saja yang kalian dapat. Cari bagian KIS atau PBI untuk melihat riwayat status bantuan kesehatan kalian aktif atau tidak.
4. Layanan WhatsApp CHIKA (BPJS Kesehatan)
Ini adalah cara paling instan kalau kalian nggak mau ribet isi formulir panjang. CHIKA (Chat Assistant JKN) adalah layanan bot otomatis dari BPJS Kesehatan.
- Simpan nomor WhatsApp resmi BPJS Kesehatan di nomor 0811-8165-165.
- Kirim pesan apa saja, misalnya “Hai” atau “Halo”.
- Bot bakal ngasih beberapa pilihan menu. Balas dengan angka atau teks yang merujuk pada “Informasi”.
- Pilih opsi “Cek Status Kepesertaan”.
- Masukkan NIK atau nomor KIS kalian sesuai instruksi yang diminta.
- Masukkan juga tanggal lahir kalian dengan format yang diminta (biasanya YYYY-MM-DD).
- Tunggu beberapa detik, CHIKA bakal ngasih balasan otomatis soal status kepesertaan kalian, apakah masih aktif atau sudah dinonaktifkan.
Sepertinya melakukan pengecekan secara berkala itu penting banget, apalagi setiap tahun ada pembersihan data DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial). Kalau ternyata pas dicek statusnya non-aktif padahal kalian merasa masih berhak, jangan panik dulu. Segera lakukan screenshot hasil pengecekan tersebut sebagai bukti. Kalian bisa ngomong langsung ke petugas di Dinas Sosial setempat atau hubungi BPJS Care Center di nomor 165 untuk minta verifikasi ulang.
Jangan sampai nunggu sakit dulu baru ngecek, karena kalau sudah di rumah sakit, ngurus administrasi yang macet itu rasanya melelahkan sekali. Pastikan kalian menggunakan data yang real-time dan aplikasi yang selalu ter-update untuk menghindari bug atau kegagalan sistem saat login. Dengan mengetahui status secara dini, kalian ngebantu keluarga buat dapetin kepastian layanan kesehatan yang layak tanpa pusing mikirin biaya iuran bulanan.
Demikian informasi teknis mengenai pengecekan status KIS Bansos di tahun 2026 ini. Semoga panduan ini bisa membantu kalian dalam memastikan hak kesehatan tetap terjaga. Mari kita lebih peduli dengan status administrasi bantuan sosial kita sendiri. Sampai jumpa di artikel berikutnya, rekan-rekanita, dan terima kasih sudah membaca.