Masa validasi InfoGTK sering banget ngebikin rekan-rekan guru merasa resah dan nggak tenang. Rasanya semua data sudah diinput dengan benar ke Dapodik oleh operator sekolah, tapi kok pas dicek, jam mengajar atau tugas tambahan masih saja belum terbaca? Jangan panik dulu, karena sepertinya kalian perlu memahami bagaimana sistem ini bekerja sebelum mengambil tindakan lebih lanjut.
Sistem InfoGTK sebenarnya berfungsi sebagai alat monitoring untuk memastikan apakah kalian sudah memenuhi beban kerja guru sesuai aturan yang berlaku. Data yang kalian lihat di sana bukan hasil input manual di website tersebut, melainkan hasil tarikan data dari aplikasi Dapodik. Setelah data ditarik, sistem bakal melakukan verifikasi otomatis untuk mencocokkan antara jam mengajar, mata pelajaran yang diampu, kode sertifikat pendidik, hingga tugas tambahan yang kalian miliki. Hasil verifikasi inilah yang nantinya ngebuat status kalian jadi valid atau belum valid.
Kalian mungkin sering melihat kategori seperti A1, A2, atau A3. Guru yang punya jam mengajar penuh dan benar-benar linear biasanya masuk ke kategori A1 atau A2. Sedangkan buat mereka yang jam mengajarnya terbatas tapi masih memenuhi batas minimal, bakal masuk ke kategori A3. Pembagian kategori ini penting banget karena ngebantu sistem nentuin apakah kalian layak mendapatkan tunjangan profesi atau nggak. Masalahnya, sering kali ada jeda waktu atau delay antara sinkronisasi Dapodik dengan pembaruan di server InfoGTK, sehingga data yang muncul rasanya kayak nggak sinkron.
Salah satu penyebab utama kenapa jam mengajar kalian nggak terbaca adalah ketidaksesuaian antara jumlah jam yang diinput dengan struktur kurikulum nasional. Misalnya nih, kalian mengajar sebuah mata pelajaran sebanyak 4 jam di satu kelas, padahal di struktur kurikulum resminya mapel tersebut cuma dijatah 2 jam. Secara otomatis, sistem cuma bakal ngebaca 2 jam saja, sisanya dianggap hangus atau nggak diakui. Hal kayak gini sering banget nggak disadari karena kita fokusnya cuma ke jumlah jam yang kita pegang, tanpa ngebandingin dengan aturan kurikulum yang berlaku.
Selain itu, masalah linearitas juga jadi faktor krusial. Meskipun kalian mengajar banyak jam sampai jadwalnya penuh dari Senin sampai Sabtu, kalau mata pelajaran tersebut nggak linear dengan sertifikat pendidik yang kalian punya, sistem bakal mengabaikannya. InfoGTK itu kaku banget soal ini; mereka cuma mau ngebaca jam yang benar-benar sesuai dengan keahlian formal kalian yang tercatat di database pusat.
Berikut adalah panduan teknis yang bisa kalian lakukan kalau mendapati jam mengajar atau tugas tambahan belum terbaca:
- Login dengan OTP yang Tepat
Langkah pertama, pastikan kalian login menggunakan akun PTK yang sudah terverifikasi. Sering kali guru salah menggunakan OTP. Ingat ya, ada perbedaan antara OTP khusus InfoGTK dan OTP PTK Data. Kami sarankan kalian juga selalu mengecek pengaturan waktu di laptop atau HP kalian. Kalau jam di perangkat kalian selisih beberapa menit saja dengan server pusat, sistem biasanya bakal menolak OTP tersebut dan ngebikin kalian gagal login terus-menerus. - Pastikan Data Sudah Sinkron dan Terkirim
Kalian harus memastikan kalau operator sekolah sudah melakukan sinkronisasi Dapodik dengan sukses. Mintalah bukti riwayat sinkronisasi untuk melihat kapan terakhir kali data dikirim ke server pusat. Jangan cuma percaya omongan “sudah disinkron”, tapi cek jam dan tanggalnya. Ingat, setelah sinkron di sekolah, butuh waktu kuranglebihnya 3 sampai 7 hari kerja supaya data tersebut benar-benar mendarat dan diproses oleh server InfoGTK. - Telusuri Detail Rombongan Belajar (Rombel)
Setelah masuk ke InfoGTK, jangan cuma lihat tampilan depan. Masuklah ke bagian detail rombongan belajar. Di sana, sistem bakal ngasih perbandingan antara jam yang kalian input di Dapodik, jam maksimal menurut struktur kurikulum, dan jam yang akhirnya diakui sebagai linear (JJML). Kalau ada angka yang nggak cocok di bagian JJML, berarti ada masalah pada inputan mata pelajaran atau pemilihan kurikulum di sekolah kalian. - Cek Kembali Linearitas Sertifikat Pendidik
Kalian perlu ngintip lagi aturan linearitas terbaru yang dikeluarkan Kemendikbudristek. Kadang ada perubahan kebijakan soal mata pelajaran apa saja yang bisa diampu oleh pemilik sertifikat pendidik tertentu. Jika mata pelajaran yang kalian ajar nggak masuk dalam daftar linearitas kode sertifikat kalian, maka jam tersebut nggak bakal pernah ngebikin status kalian jadi valid meskipun jumlahnya banyak. - Hitung Akumulasi Total Jam Mengajar
Pastikan total jam mengajar kalian minimal adalah 12 jam tatap muka sebagai syarat dasar. Untuk mencapai syarat 24 jam sebagai syarat tunjangan, kalian bisa menutup kekurangannya melalui tugas tambahan yang diakui. Namun, pastikan tugas tambahan tersebut diinput dengan benar di tabel tugas tambahan Dapodik, lengkap dengan nomor SK dan tanggal mulai tugasnya.
Bicara soal tugas tambahan, banyak guru yang bingung kenapa tugas sebagai wali kelas atau pembina ekstrakurikuler nggak terbaca. Kalian perlu tahu kalau sistem punya skala prioritas. Tugas tambahan itu dibagi jadi tugas utama (kayak Kepala Perpustakaan, Kepala Lab, atau Wakil Kepala Sekolah) dan tugas tambahan lain (kayak wali kelas). Kalau kalian sudah punya tugas tambahan utama yang nilainya sudah mencukupi untuk nutup kekurangan jam, biasanya tugas tambahan lain nggak bakal ditampilkan secara eksplisit oleh sistem. Jadi, bukannya hilang, tapi memang nggak diprioritaskan untuk ditampilkan karena beban kerja kalian sudah dianggap penuh.
Gimana kalau kalian adalah seorang Kepala Sekolah? Nah, kalau untuk kasus ini sebenarnya lebih simpel. Kepala Sekolah secara sistem itu sudah dianggap memenuhi beban kerja 24 jam tanpa harus mengajar di kelas. Kalau di InfoGTK kalian statusnya masih belum valid atau jamnya kosong, biasanya itu cuma masalah antrean validasi saja. Kalian nggak perlu ngerubah apa pun di Dapodik selama posisi kalian sudah benar sebagai “Kepala Sekolah”. Tunggu saja proses validasi tahap berikutnya, nanti statusnya bakal berubah otomatis jadi valid.
Intinya, proses validasi ini nggak instan dan butuh kesabaran ekstra. Sistem bakal ngecek jutaan data guru se-Indonesia secara bertahap. Selama kalian yakin data di Dapodik sudah sesuai dengan fakta di lapangan dan mengikuti aturan kurikulum serta linearitas, maka status valid itu rasanya cuma masalah waktu saja. Kami sarankan kalian melakukan pengecekan secara berkala, minimal dua hari sekali, untuk melihat apakah ada perubahan status atau ada catatan perbaikan dari sistem.
Rasanya memang melelahkan kalau harus terus memantau layar monitor demi melihat warna hijau pada status validasi. Tapi dengan memahami alur teknis di atas, kalian nggak perlu lagi merasa was-was yang berlebihan. Pastikan komunikasi dengan operator sekolah tetap berjalan baik supaya kalau ada data yang memang benar-benar salah input, bisa segera diperbaiki sebelum periode validasi berakhir.
Begitulah kuranglebihnya penjelasan mengenai cara mengatasi masalah jam mengajar di InfoGTK. Semoga informasi ini bermanfaat dan ngebantu kegalauan kalian selama masa validasi ini. Tetap semangat mengajar dan menjalankan tugas profesional kalian di sekolah.
Terimakasih banyak sudah membaca artikel ini sampai selesai, rekan-rekanita sekalian. Semoga data kalian segera valid dan tunjangannya cepat cair!