Tahun ajaran 2026 ini membawa angin segar sekaligus tantangan buat para operator sekolah di seluruh Indonesia. Dengan rilisnya Dapodik versi 2026.B, kami melihat ada kesempatan besar bagi kalian untuk mengusulkan kembali peserta didik yang memang butuh bantuan melalui Program Indonesia Pintar (PIP) sebelum batas waktu berakhir.
Program Indonesia Pintar atau PIP ini sebenarnya adalah nyawa bagi banyak peserta didik kita yang berasal dari keluarga kurang mampu. Tujuannya jelas, supaya mereka nggak putus sekolah cuma gara-gara urusan biaya. Tapi, yang perlu kalian pahami, proses pengusulan ini nggak bisa dilakukan asal-asalan. Semuanya harus melalui verifikasi sistematis yang cukup ketat di tingkat pusat. Peran operator sekolah di sini bener-bener krusial karena kalau datanya salah sedikit atau nggak akurat, kasihan siswanya yang nggak bakal dapet hak mereka. Apalagi pemerintah sudah menetapkan batas waktu pengusulan sampai akhir Januari 2026. Rasanya, kalau kita nunda-nunda terus, risikonya terlalu besar buat masa depan mereka.
Sebelum kita masuk ke teknisnya, ada baiknya kita ngomongin dulu soal gambaran umumnya. Melalui Dapodik 2026.B, sekolah itu fungsinya cuma sebagai pengusul atau penanda. Kami di sekolah cuma nandain siapa yang layak, tapi keputusan akhir tetap ada di tangan pusat berdasarkan sinkronisasi data nasional. Jadi, jangan sampai ada salah paham kalau semua yang diusulkan pasti langsung cair. Makanya, akurasi data itu harga mati. Kalian harus ngecek lagi kondisi riil di lapangan, apakah si anak ini beneran butuh atau cuma sekadar pengen dapet bantuan.
Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan sebelum kalian mulai ngeklik menu di aplikasi. Pastikan semua identitas peserta didik itu valid, mulai dari nama, NIK, sampai data orang tua. Sering banget kejadian bantuan nggak turun cuma gara-gara penghasilan orang tua yang diinput nggak masuk akal atau status pekerjaan yang nggak jelas. Kalau ada perubahan kondisi ekonomi di keluarga mereka, segeralah diperbarui. Kami sarankan jangan mepet-mepet pas mau cut off kalau mau nginput, soalnya biasanya server bakal mulai lemot kalau semua orang di Indonesia ngakses secara barengan.
Berikut adalah langkah-langkah teknis cara mengajukan PIP di Dapodik 2026.B yang harus kalian ikuti dengan teliti:
- Buka aplikasi Dapodik versi 2026.B
Pastikan aplikasi yang terpasang di komputer kalian sudah versi terbaru. Jangan maksa pakai versi lama karena biasanya bakal banyak error saat sinkronisasi. Kayaknya sepele, tapi ini ngebuat proses penginputan jadi lebih stabil. - Login menggunakan akun operator sekolah
Gunakan username dan password resmi yang sudah terdaftar di SDM Data. Sebaiknya jangan minjemin akun ini ke sembarang orang demi keamanan data peserta didik mereka. - Masuk ke menu Peserta Didik
Setelah masuk ke dashboard, kalian langsung aja menuju tab Peserta Didik. Di situ bakal muncul semua daftar siswa yang aktif di sekolah kalian. - Pilih peserta didik yang akan diajukan
Cari nama siswa yang sekiranya memenuhi kriteria layak PIP. Setelah ketemu, klik namanya lalu pilih tombol “Ubah” yang ada di bagian atas. - Cari bagian kelayakan PIP
Setelah jendela detail siswa terbuka, kalian harus scroll terus ke bawah sampai nemuin kolom yang ngebahas soal penentuan kelayakan penerima PIP. Bagian ini biasanya ada di bagian tengah atau bawah formulir peserta didik. - Tentukan status layak menerima PIP
Di kolom “Apakah Layak Menerima PIP?”, kalian tinggal pilih opsi “Ya”. Kalau kalian pilih “Tidak”, secara otomatis siswa tersebut nggak bakal masuk ke dalam radar usulan pusat. - Pilih alasan kelayakan secara akurat
Setelah milih “Ya”, kalian wajib ngisi alasannya. Opsinya macem-macem, ada karena punya KIP, keluarga miskin/rentan miskin, atau pertimbangan khusus lainnya. Pastikan alasannya sesuai sama fakta di lapangan dan didukung dokumen yang kuat. - Sesuaikan data bantuan sosial
Jika peserta didik tersebut adalah pemegang kartu bantuan kayak PKH atau KKS, jangan lupa buat nyentang atau ngisi nomor kartunya di kolom yang tersedia. Ini ngebantu banget biar sistem makin yakin kalau siswa tersebut emang prioritas. - Periksa dan sesuaikan penghasilan orang tua
Ini bagian yang sensitif. Penghasilan orang tua yang terlalu tinggi di sistem bakalan ngebuat usulan kalian ditolak otomatis oleh sistem verifikasi pusat. Isikan angka yang jujur tapi tetap masuk akal sesuai kondisi ekonomi mereka. - Periksa status pekerjaan dan kondisi orang tua
Status kayak yatim, piatu, atau yatim piatu juga sangat berpengaruh. Kalau emang statusnya sudah berubah, segera update di bagian data orang tua agar peluang mereka dapet bantuan makin gede. - Simpan perubahan data
Setelah semua langkah di atas kalian lakuin, jangan lupa buat klik tombol “Simpan”. Tunggu sampai muncul notifikasi hijau yang nandain kalau perubahan data tersebut sudah berhasil kesimpen di database lokal. - Lakukan sinkronisasi Dapodik
Ini langkah paling penting dari semuanya. Tanpa sinkronisasi, data yang kalian ubah cuma bakal diem di komputer sekolah aja. Ngebangun koneksi ke server pusat lewat menu sinkronisasi itu wajib biar data usulan kalian nyampe ke meja Kemendikbudristek.
Penting banget buat kalian inget kalau tanggal 31 Januari 2026 itu adalah batas akhir pengambilan data atau cut off. Lewat dari tanggal itu, sepertinya kalian harus nunggu periode berikutnya yang entah kapan lagi bakal dibuka. Kami nggak mau ada satu pun siswa yang harusnya dapet bantuan jadi gagal cuma gara-gara kita telat narik data atau males ngelakuin sinkronisasi di akhir waktu.
Mengelola data PIP ini emang butuh kesabaran ekstra dan ketelitian tingkat tinggi. Operator sekolah bukan cuma sekadar tukang ketik, tapi kalian adalah jembatan harapan buat anak-anak yang butuh dukungan finansial ini. Pastikan setiap data yang dikirim itu valid dan objektif, jangan ada titipan atau manipulasi data karena itu bisa ngebikin masalah hukum di kemudian hari. Dengan persiapan yang matang dan penginputan yang nggak terburu-buru, kami yakin semua peserta didik yang layak pasti bakal dapet haknya tepat waktu.
Rekan-rekanita, mari kita tuntaskan amanah ini dengan sebaik-baiknya sebelum batas waktu Januari nanti. Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca panduan ini, semoga bermanfaat bagi kemajuan sekolah kita semua.