Setiap kali ada pembaruan Dapodik, rasanya kayak dikasih teka-teki baru yang bikin pusing tujuh keliling. Khususnya di versi 2026 C ini, banyak banget operator sekolah yang ngeluh gagal sinkronisasi. Padahal, kalau nggak sinkron, data kita nggak bakal terbaca pusat. Mari kita bahas tuntas solusinya di sini.
Dapodik versi 2026 C ini sebenarnya dirancang buat ngebangun sistem validasi yang lebih kuat dan meningkatkan keamanan data kita semua. Perubahan yang paling mencolok dan sering bikin bingung adalah adanya kewajiban buat pakai akun Kepala Sekolah (KS) sewaktu mau melakukan sinkronisasi. Mereka di pusat pengen mastiin kalau data yang dikirim itu bener-bener valid dan sudah diketahui sama pihak yang paling berwenang di sekolah. Masalahnya, perubahan kebijakan ini seringkali nggak dibarengi sama kesiapan akun di sistem pusat, sehingga muncul banyak kendala teknis saat di lapangan.
Kalau kalian ngerasa udah input data dengan bener tapi pas mau kirim malah zonk, tenang aja. Kami sudah nyiapin panduan teknis yang bisa kalian ikutin pelan-pelan. Pastiin koneksi internet kalian stabil sebelum mulai, ya!
Berikut adalah langkah-langkah detail untuk melakukan sinkronisasi pada versi 2026 C:
- Pastikan Versi Aplikasi Sudah Benar: Langkah pertama yang paling dasar adalah ngecek versi aplikasi kalian. Pastiin sudah tertera versi 2026 C di pojok kanan atas. Kalau masih versi lama, sistem nggak bakal ngasih izin buat sinkronisasi, seberapa keras pun kalian nyoba.
- Login Menggunakan Akun Operator: Masuk dulu ke aplikasi menggunakan akun operator sekolah seperti biasanya untuk ngecek kondisi data secara keseluruhan.
- Buka Menu Validasi Lokal: Masuk ke menu validasi dan cek semua tab yang ada, mulai dari Peserta Didik, GTK, Sarpras, sampai Rombel. Pastiin statusnya sudah nggak ada yang ‘Invalid’. Kalau masih ada yang warna merah, sistem otomatis bakal ngunci tombol sinkronisasi kalian.
- Perbaiki Data yang Bermasalah: Kalau nemu data invalid, segera perbaiki. Biasanya masalahnya sepele, kayak ada kolom yang belum diisi atau koordinat sekolah yang meleset. Nggak perlu buru-buru, yang penting datanya akurat.
- Masuk ke Menu Pengaturan: Setelah data bersih dan statusnya sudah ‘Warning’ semua (atau hijau semua lebih bagus), kalian arahkan kursor ke menu pengaturan di bagian kiri bawah.
- Pilih Tukar Akses Pengguna: Di sinilah letak perbedaan utamanya. Klik tombol Tukar Akses Pengguna.
- Masukkan Kode Registrasi Sekolah: Kalian bakal diminta masukin kode registrasi. Pastiin ngetiknya bener, jangan sampai ada spasi tambahan karena sistem ini sensitif banget.
- Pilih Nama Kepala Sekolah: Setelah kode masuk, bakal muncul daftar akun. Pilih nama Kepala Sekolah yang aktif sekarang. Kalau namanya nggak muncul, ini tandanya ada masalah di sinkronisasi akun sebelumnya.
- Klik Tukar Pengguna: Setelah dipilih, layar bakal nge-refresh dan sekarang kalian sudah masuk ke dashboard menggunakan akun Kepala Sekolah.
- Lakukan Validasi Ulang sebagai KS: Meskipun tadi sudah divalidasi sebagai operator, saat pindah ke akun KS, kalian wajib ngeklik tombol validasi lagi di semua tab buat nge-trigger sistem supaya menu sinkronnya muncul.
- Masuk ke Menu Sinkronisasi: Kalau semua sudah oke, menu Sinkronisasi di bagian bawah baru akan aktif dan bisa diklik.
- Centang Semua Lembar Persetujuan: Di sini bakal muncul banyak banget pernyataan persetujuan. Kalian harus centang satu per satu semuanya. Rasanya emang agak lama, tapi ini prosedur wajib dari pusat.
- Klik Lanjut dan Konfirmasi Dana BOS: Setelah selesai nyentang, klik tombol lanjut. Biasanya akan muncul konfirmasi soal penerimaan dana BOS, silakan isi sesuai dengan kondisi riil sekolah kalian.
- Klik Proses Sinkron dan Tunggu: Terakhir, klik tombol sinkronisasi dan tunggu sampai prosesnya selesai 100%. Jangan pernah nutup browser atau matiin laptop pas proses ini lagi jalan, karena bisa ngebikin data kalian korup.
Namun, kenyataannya nggak selalu semulus itu. Kami sering dapet laporan kalau banyak operator yang stuck di tengah jalan. Sepertinya ada beberapa masalah klasik yang perlu kalian pahami penyebabnya. Misalnya, masalah “Tidak Bisa Tukar Pengguna”. Kayaknya ini yang paling sering bikin emosi. Penyebabnya biasanya karena akun KS tersebut ganda di sistem manajemen atau malah belum terdaftar sama sekali. Solusinya, kalian nggak bisa benerin sendiri di aplikasi, tapi harus lapor ke admin dinas buat ngehapus akun yang nggak valid.
Ada juga kasus “Menu Sinkron Tidak Muncul”. Hal ini biasanya ngebuat operator bingung setengah mati. Masalah ini muncul karena tugas tambahan sebagai Kepala Sekolah belum diinput di bagian GTK atau masa berlakunya sudah habis. Solusinya, minta admin dinas buat nambahin role atau peran KS di sistem mereka supaya terbaca di aplikasi lokal kalian. Kalau akun KS nggak ada sama sekali di pilihan tukar akses, itu mutlak masalah sinkronisasi akun dari pusat yang perlu perbaikan oleh admin dinas.
Masalah teknis lain kayak “Sinkron Terhenti Mendadak” atau “Stuck di Persentase Tertentu” biasanya murni gara-gara beban server pusat yang lagi kepenuhan. Ngebandingin waktu kerja kita sama jutaan operator lain itu penting. Kalau kalian sinkron di jam sibuk, kemungkinan besar bakal gagal karena servernya “ngos-ngosan”. Kami sangat menyarankan buat nyari waktu yang sepi, kayak dini hari atau subuh sebelum orang-orang mulai ngantor. Di waktu itu, trafiknya jauh lebih lancar dan proses sinkronnya pun bakal kerasa cepet banget.
Jangan lupa juga buat rajin ngebersihin cache di browser kalian. Seringkali data lama yang nyangkut di cache ngebuat aplikasi jadi error atau mendeteksi profil lama. Kalau muncul perintah “Tarik Data” padahal kalian mau sinkron, itu tandanya ada ketidaksingkronan antara data di laptop kalian sama server pusat. Biasanya ini balik lagi ke masalah akun KS yang nggak valid tadi. Segitunya ribetnya Dapodik versi sekarang emang nuntut kita buat lebih teliti dan sabar dalam ngadepin setiap error yang muncul.
Sinkronisasi Dapodik 2026 C memang butuh ketelitian lebih dibandingkan versi-versi sebelumnya, terutama karena peran akun Kepala Sekolah yang sekarang jadi kunci utama. Kami menyarankan kalian buat selalu koordinasi sama admin Dinas Pendidikan kalau nemu masalah yang sifatnya sistemik kayak akun ganda atau role yang hilang. Jangan memaksakan sinkronisasi di jam-jam sibuk karena itu cuma bakal ngebuang waktu kalian aja. Pastikan semua data sudah valid secara lokal sebelum mencoba melakukan proses pengiriman ke pusat agar tidak terjadi error di tengah jalan.
Semoga dengan mengikuti panduan yang sudah kami susun ini, proses pendataan di sekolah kalian bisa berjalan lancar tanpa kendala yang berarti. Tetap semangat buat menjaga integritas data pendidikan kita. Terima kasih banyak sudah meluangkan waktu buat membaca panduan ini sampai selesai, rekan-rekanita sekalian. Sampai jumpa di pembahasan berikutnya!