Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu
web tka

Cara Isi Instrumen Pengelolaan Pengawas TKA Lancar Jaya Tanpa Masalah

Posted on February 10, 2026

Menghadapi Tes Kompetensi Akademik (TKA) emang sering bikin pusing, apalagi soal urusan pengawas yang sistemnya kadang berubah-ubah. Kami perhatikan masih banyak sekolah yang bingung soal alur koordinasi dan teknis di lapangan. Padahal, kalau kalian sudah paham mekanismenya, rasanya proses ini bakal jauh lebih simpel dan nggak memicu kepanikan saat hari pelaksanaan.

Pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik atau TKA itu emang butuh sistem pengawasan yang rapi banget supaya prosesnya bisa berjalan jujur dan tertib. Masalahnya, kesuksesan ujian ini nggak cuma soal komputer yang canggih, jaringan internet yang kencang, atau kesiapan peserta ujian aja. Pengawas itu sebenarnya jadi ujung tombak dari seluruh kelancaran pelaksanaan di lapangan. Tanpa adanya pengawas yang benar-benar paham alur, kesalahan kecil kayak salah mencatat berita acara bisa ngebuat laporan jadi bermasalah atau malah ngebikin keterlambatan sesi yang merugikan banyak pihak.

Banyak sekolah di luar sana kayaknya masih menganggap kalau pengawas itu adalah guru dari sekolah mereka sendiri yang datang ke sekolah buat bertugas. Padahal, sistem TKA ini menerapkan metode pengawasan silang. Artinya, guru dari sekolah lain yang bakal bertugas mengawasi di tempat kalian, dan sebaliknya, guru dari sekolah kalian akan dikirim buat mengawasi di sekolah lain. Kesalahpahaman kayak gini yang sering banget bikin operator sekolah jadi panik mendadak. Ada yang salah menginput data, salah menghitung jumlah kebutuhan pengawas, sampai ada yang sama sekali nggak tahu gimana cara mendapatkan kartu login untuk para pengawas tersebut. Padahal kalau kita perhatikan, seluruh alurnya sudah disiapkan secara sistematis oleh sistem.

Perlu kalian ketahui kalau pengawas TKA itu nggak ditentukan oleh sekolah secara sepihak. Sekolah kalian fungsinya cuma mengusulkan calon pengawas melalui portal atau web resmi TKA. Setelah data masuk, pihak dinas terkait yang bakal memproses dan menyilang penugasan antar sekolah. Jadi, guru yang kalian usulkan itu belum tentu semuanya bakal bertugas. Bisa saja dari dua orang yang diusulkan, cuma satu orang yang akhirnya dapat surat tugas. Bahkan ada kondisi tertentu di mana satu pengawas harus menjalankan tugas selama dua hari penuh kalau kuota pengawas di daerah tersebut memang terbatas. Sistem pengawasan silang ini juga perlu kalian ingat cuma berlaku buat TKA Utama saja. Kalau buat sesi simulasi atau gladi bersih, biasanya nggak pakai pengawas silang, jadi cukup pakai guru internal saja.

Nah, buat kalian yang masih bingung gimana cara menghitung jumlah pengawas yang benar, sebenarnya rumusnya sangat sederhana. Kalian tinggal mengalikan jumlah ruang yang digunakan dengan jumlah hari pelaksanaan. Misalnya, kalau sekolah kalian pakai satu ruang ujian selama dua hari, maka hitungannya adalah 1 dikali 2, yang berarti kalian butuh mengusulkan 2 orang pengawas. Kalau ada tiga ruang dan ujiannya berlangsung dua hari, maka 3 dikali 2 sama dengan 6 pengawas yang wajib diusulkan ke sistem. Minimal pengawas yang harus ada itu biasanya dua orang karena pelaksanaan TKA minimal berlangsung selama dua hari. Tapi, kami sarankan kalian tetap berkoordinasi dengan dinas setempat, karena kadang ada kebijakan daerah yang sedikit berbeda soal aturan jumlah minimal ini.

Berikut ini adalah langkah-langkah teknis buat menginput data pengawas di web TKA yang bisa kalian ikuti supaya nggak ada data yang terlewat:

  1. Login ke akun web TKA sekolah: Langkah pertama tentu saja masuk ke dashboard sekolah kalian menggunakan username dan password yang sudah diberikan sebelumnya.
  2. Pilih menu Administrasi Tes: Di bagian sidebar, kalian cari menu administrasi yang mengelola segala urusan teknis ujian.
  3. Klik submenu Calon Pengawas: Di sini adalah tempat utama buat mengelola siapa saja guru yang bakal kalian delegasikan sebagai pengawas.
  4. Tekan tombol Tambah: Klik tombol ini buat membuka formulir pengisian data pengawas baru.
  5. Unggah foto pengawas: Sebaiknya gunakan foto yang formal dan rapi karena foto ini nanti bakal ngeprint langsung di kartu pengawas mereka.
  6. Isi NUPTK (jika tersedia): Kalau guru yang bersangkutan sudah punya NUPTK, wajib diisi ya. Kalau belum, biasanya bisa dikosongkan atau mengikuti aturan terbaru di sistem.
  7. Masukkan NIP atau NIK: Data identitas ini sangat krusial buat keperluan validasi data di tingkat dinas.
  8. Ketik nama lengkap: Pastikan penulisan nama dan gelar sudah benar supaya nggak ngebikin masalah di administrasi sertifikat atau honor nantinya.
  9. Isi alamat email aktif: Email ini penting banget buat koordinasi atau barangkali ada informasi mendesak dari sistem pusat.
  10. Pilih mata pelajaran: Pilih mata pelajaran yang diampu oleh guru tersebut di sekolah asal mereka.
  11. Klik Simpan: Jangan lupa simpan datanya. Kalau seandainya ada salah ketik, kalian nggak usah khawatir karena data tersebut masih bisa dihapus atau diganti selama periode input belum ditutup.

Setelah semua sekolah beres menginput data, barulah dinas bakal memproses penugasan tersebut. Hasilnya nanti berupa daftar resmi yang berisi nama pengawas, asal sekolah, sekolah tujuan tempat mereka bertugas, ruangan berapa, sampai detail hari dan sesinya. Untuk tahu siapa pengawas yang bakal datang ke sekolah kalian, kalian tinggal cari aja nama sekolah kalian pada kolom “Sekolah Tujuan”. Dari situ bakal kelihatan siapa saja orang-orang dari sekolah lain yang bakal membantu di tempat kalian.

Kalau nama pengawas sudah ditetapkan dan muncul di sistem, sekolah kalian punya tanggung jawab buat mencetak kartu pengawas melalui menu Manajemen Pengawas. Kartu ini fungsinya vital banget karena berisi username dan password buat login ke web TKA khusus pengawas. Di dalam akun pengawas itu, mereka bisa melihat jadwal tugas dan yang paling penting adalah link Zoom koordinasi. Perlu diingat, nggak semua sesi itu ada Zoom-nya. Kalau di menu Manajemen Pengawas nggak muncul link, itu tandanya sesi tersebut memang nggak pakai pengawasan via Zoom. Link Zoom ini nantinya dipakai di sekolah tujuan (tempat mereka mengawasi), bukan di sekolah asal mereka. Jadi, sekolah kalian bakal memakai link yang dimiliki oleh pengawas yang datang ke tempat kalian.

Sistem Zoom ini tujuannya buat koordinasi antara pengawas ruangan dengan pengawas penyelia dari pusat atau dinas. Biasanya juga bakal dibikin grup WhatsApp biar koordinasi makin luwes. Satu hal yang sering jadi perdebatan adalah soal perangkat. Perlu kami tegaskan kalau perangkat buat Zoom itu disiapkan oleh sekolah yang didatangi, bukan dibawa sendiri oleh pengawasnya. Jadi, operator sekolah tujuan harus standby ngebantu nyiapin laptop atau kamera buat Zoom tersebut.

Sebagai catatan tambahan, sebaiknya guru yang diusulkan jadi pengawas itu sudah terdaftar di Dapodik. Selain itu, biasanya ada aturan kalau guru kelas 6 atau guru mata pelajaran yang sedang diujikan (kayak Matematika atau Bahasa Indonesia) nggak diperbolehkan mengawasi mata pelajaran yang sama. Tapi ya itu tadi, aturan di tiap daerah bisa aja berbeda-beda, jadi sering-seringlah ngobrol sama rekan operator lain atau orang dinas.

Kesuksesan TKA ini emang butuh kerja sama yang solid antar sekolah. Dengan kalian memahami cara input, perhitungan jumlah yang pas, mekanisme silang, hingga urusan kartu login dan Zoom, rasanya sekolah kalian bakal jauh lebih siap. Jangan sampai urusan teknis kayak gini malah ngganggu konsentrasi peserta didik yang lagi ujian. Intinya, koordinasi adalah kunci utama. Kalau semua dijalankan sesuai prosedur, kami yakin pelaksanaan TKA di tempat kalian bakal berjalan tertib tanpa kendala berarti.

Demikian informasi yang bisa kami bagikan kali ini. Semoga langkah-langkah di atas bisa ngebantu rekan-rekanita sekalian dalam mempersiapkan administrasi ujian dengan lebih matang. Terimakasih sudah membaca sampai selesai, yuk kita simpulkan kalau persiapan yang matang di awal bakal ngebuat kerjaan kita jadi jauh lebih ringan di akhir!

Terbaru

  • Tutorial Cara Install WPS Office di Linux (Alternatif Microsoft Office)
  • Tutorial Upgrade Server Ubuntu 24.04 LTS ke Ubuntu 26.04 LTS dengan Aman
  • Inilah Alasan kenapa akun TikTok dibatasi tidak bisa klaim koin dan masalah pembatasan lainnya?
  • Apa penyebab gagal kirim SMS ke 89888 padahal pulsa masih ada?
  • Mengenal Donghua: Kenapa Animasi dari Tiongkok Ini Lagi Naik Daun Banget
  • OpenAI Bocorin Data Gambar Pengguna? Ini Kabar Terbaru Soal Insiden AI yang Bikin Heboh
  • Kenapa Postingan Instagram Kalian Sepi Like Padahal Followers Udah Banyak? Ini Rahasianya
  • Cara Menambah View Story Instagram Gratis Biar Nggak Sia-sia
  • Kenapa View TikTok Kalian Mentok di Angka Kecil dan Cara Ngatasinnya
  • Imbas Pesatnya Laporan CVE, Ubuntu Bakal Rilis Kernel Update Tiap Dua Minggu
  • Cara Gampang Cari Kata di Google Sheets Pakai Laptop sama HP
  • Kabar Terbaru Antigravity SDK: Sekarang Bisa Pakai Model Lokal Kayak Gemma 4 26B Tanpa Perlu Internet
  • Kabar Terbaru Model K2 Horizon Dirilis: MoVA 36B EXL3 Buat Kalian yang Punya GPU Beragam
  • Ini Alasan Kenapa Kalian Harus Cek Masa Dukungan HP Android Kalian Sekarang Juga
  • Cara Cek Followers Baru Asli atau Bot Tanpa Harus Ngitung Satu-Satu
  • Claude Opus 5.5 Baru Rilis, Bikin AI Kalian Jadi Jauh Lebih Powerfull!
  • Update Kondisi Market Bitcoin BTC/USDT Per 23 September 2026, Beli atau Jual Nih?
  • Paham Semua Keluarga Model AI Gemma 4
  • Rumor Laptop Android Ternyata Bener, Ini Daftar 4 Laptop Android dari Google!
  • LCOS Lagi Naik Daun: OS Buatan Lunduke Tembus Peringkat 12 DistroWatch dan Punya Kernel Sendiri
  • Cara Pindah Data Android ke iPhone Tanpa Reset iPhone
  • Valve: Steam Deck 2 Tetap di Develop, Meski RAM Naik Harga Gila-gilaan
  • Apa itu Dumpling? dari Sejarah Sampai Tren Saat ini
  • Jadwal Event Cosplay dan Pop Culture Oktober 2026 yang Wajib Kalian Pantau
  • Cara Ganti Nama Facebook di Android, iPhone, Laptop, dan Facebook Lite Terbaru
  • Apa saja yang baru di WordPress 7.1.1?
  • Pilih Mana: XAMPP, Laragon, atau Herd Buat Belajar PHP?
  • Kenapa Views Reels Kalian Tiba-tiba Anjlok? Ini Penyebab dan Cara Ngatasinya
  • Android Bench versi 2.0 Dirilis, Apa saja Fitur Barunya?
  • MagicOS 11 dari Honor Sudah Dirilis Nih, Ini Cara Cek Smartphonemu Dapet Update Atau Nggak
  • Canonical: Ubuntu coming soon to Snapdragon X2 Series platforms
  • Finally, wolfSSL adds post-quantum algorithms!
  • How to Run Gemma Embedding Models Using Docker
  • Deploy Nginx Rootful Container with Podman
  • How to Sandboxing Browser on Linux Desktop with Flatpak
  • Pruna AI Release their Qwen-Image 2.1 LoRA Adapter, 6x Faster than Regular Qwen
  • The Rise and Fall of the Coding Holy Grail: Is Stack Overflow Just AI Fuel Now?
  • Zyphra is The Pioneer, Why Everyone is Suddenly Obsessed with AMD and Not Just Nvidia Anymore
  • Stop Trusting Your Prompts to Save Your Business Data
  • How to Automate Your Entire SEO Strategy Using a Swarm of 100 Free AI Agents Working in Parallel
  • Kenalan sama Kelra, pemain baru ONIC Indonesia yang bawa nama anaknya di skin Beatrix
  • Sebenarnya Abel itu siapa? Ternyata ini rahasia di balik nama panggung The Weeknd yang bikin bingung pendengar baru
  • Aturan Baru BPJS Kesehatan 2026: Puskesmas sama Klinik Bisa Kena Sanksi Kalau Ada Dugaan Pelanggaran
  • Radita Ali Putra jadi Direktur Baru Telkom, track record-nya di Mitratel ternyata lumayan ngeri
  • Benny Mart punya siapa? Ternyata ini fakta di balik isu Tierison anak pemilik supermarket

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme