SURABAYA – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyambut baik wacana Partai Golkar untuk menggalang koalisi dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur (Jatim) 2013 mendatang. Bahkan, kabarnya rencana koalisi itu sedang digodok oleh elit-elit pengurus pusat kedua partai tersebut.
Wakil Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB, Daniel Johan mengatakan, Ketua Umum (Ketum) DPP PKB Muhaimin Iskandar dan Ketua Umum (Ketum) DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie sudah melakukan pertemuan untuk membahas rencana koalisi tersebut beberapa hari lalu. ”Memang sudah ada pertemuan, tetapi belum final,” katanya, Selasa (26/2).
Kabarnya, dalam pertemuan tersebut, ARB (panggilan akrab Aburizal Bakrie) sudah menyodorkan sejumlah kader Golkar yang dijadikan wakil untuk mendampingi Ketum Pengururs Pusat (PP) Khofifah Indar Parawansa. PKB memang telah merekomendasikan Khofifah untuk maju dalam Pilgub 2013 mendatang. Soal kabar tersebut, Daniel tidak membantahnya. ”Iya, kemungkinan mereka mau ajukan wakil,” terangnya.
Sementara Wakil Bendahara DPP Partai Golkar, Ridwan Hisyam mengaku tidak mengetahui pertemuan kedua pimpinan partai tersebut. Sebab, pertemuan itu menurutnya bukan agenda partai politik sehingga dirinya tidak mengetahuinya secara pasti. ”Saya tidak mengetahui rencana itu karena itu bukan agenda partai,” tegasnya.
Khofifah sendiri mengaku menyambut baik opini yang berkembang di DPP Partai Golkar mengenai opsi untuk melakukan koalisi dengan PKB. “Saya menyampaikan terimakasih atas apresiasi dan proses demokrasi di Partai Golkar. Saya siap bersinergi dengan elemen manapun untuk membangun Jawa Timur yang produktif dan berkah,” tegasnya.
Sekadar diketahui, Jika Golkar dan PKB berkoalisi, jumlah kursi kedua partai tersebut mencapai 24 di DPRD Jawa Timur. Golkar mengantongi 11 dan PKB 13 kursi. Artinya, jika kedua partai tersebut berkoalisi maka bisa mengusung satu pasangan calon. Syarat minimal bisa mengusung calonnya sendiri harus mengantongi 15 kursi.
Sebelumnya, ARB mengatakan partainya membuka peluang untuk berkolalisi dengan PKB dalam Pilgub 2013. Kendati begitu, sampai saat ini belum ada komunikasi resmi dari kedua partai tersebut untuk membahas pencalonan.
“Saya tegaskan sekali lagi, jika DPP hingga saat ini belum memutuskan siapa-siapa untuk diusung dalam Pilgub Jatim nanti. Itu artinya siapa saja masih berpeluang untuk didukung. Baik kader internal ataupun eksternal. Bisa saja, Golkar berkoalisi dengan PKB untuk sama-sama mengusung calonnya,” kata ARB saat berkunjung ke Surabaya dalam rangka pertemuan dengan pengusaha Tionghoa, Senin (25/2).
Dijelaskannya, peluang Golkar untuk mengusung Khofifah memang cukup terbuka. Jika langkah itu ditempuh, maka Golkar akan berkoalisi dengan PKB yang lebih dulu merekomendasikan Khofifah sebagai Calon Gubernur (Cagub). ”Memang masih banyak waktu dan akan dikaji dengan cermat,” tegasnya.
Memang, dari hasil Rakerda DPD Golkar Jatim memutuskan untuk mendukung pasangan Karsa dalam Pilgub 2013. Akan tetapi, meski keputusan dari DPD Golkar itu sudah dikeluarkan, sampai sekarang DPP belum memberikan rekomendasi untuk mengusung pasangan Karsa. “Hasil itu mendukung Karsa, jika Saifullah Yusuf tidak mau maka akan disodorkan tujuh nama kader Partai Golkar sebagai calon Wakil Soekarwo,” kata Ketua Dewam Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Jatim, Martono beberapa waktu lalu.sty
Sumber: Surabaya Post