Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

KMNU IIUM Bedah Disertasi Fatwa dan Konflik Syiah di Indonesia

Posted on May 23, 2015

Kuala Lumpur, NU Online
Menjelang ujian semester Mei ini, Keluarga Mahasiswa NU (KMNU) International Islamic University Malaysia (IIUM) bekerjasama dengan Islamic Studies Forum for Indonesia menyelenggarakan kongkow spesial sebagai penutup rangkaian diskusi sepanjang satu semester. Kongkow spesial ini membedah disertasi seorang kandidat doktor asal ISTAC (International Institute of Islamic Thought and Civilization) Robit Firdaus. Sangat menarik, aktual dan bernas, sebab mengangkat tema “Fatwa dan Konflik Syiah di Indonesia”.

Dalam paparannya Robit mengatakan bahwasannya ada tiga perspektif secara umum yang digunakan untuk memandang Syiah. Yang pertama adalah perspektif Sunni. Dalam perspektif Sunni ini, semua hal yang berhubungan dengan Syiah sudah pasti salah dan tidak logis. Perspektif yang kedua adalah perspektif Syiah dalam memandang Syiah sendiri. Dengan perspektif kedua ini, apapun yang dilakukan Syiah adalah benar, terlepas dalam tubuh Syiah itu terdapat berbagai macam golongan dan friksi dari ekstrimis sampai moderat. Apabila golongan ekstrimis ini berhadapan dengan golongan Sunni, maka golongan moderat Syiah bisa dipastikan akan mendukung rekan Syiahnya yang ekstrimis, walaupun mereka mempunyai perbedaan. Bersatunya Syiah Ekstrimis dengan Moderat dalam hal ini sebab yang dihadapi adalah rival mereka bersama, Sunni. 

Adapun, perspektif ketiga, yang sering dipakai dalam memandang perbedaan Syiah vis a vis Sunni adalah perspektif yang berupaya untuk mendekatkan Sunni dengan Syiah atas dasar pentingnya persatuan umat Islam. Tidak seperti dua perspektif sebelumnya, perspektif pendekatan (tarqib) ini berupaya menelusuri dalil-dalil dan berbagai prinsip dasar yang sama dari kedua belah pihak, sehingga mampu dikerahkan untuk mempersatukan keduanya. 

Dengan mengetahui beberapa macam perspektif tersebut, maka dengan kata lain, konflik-konflik teologis antara Sunni dan Syiah di Indonesia, sampai kapanpun tidak akan pernah bisa dihilangkan secara total. Ambillah contoh dalam nikah mut’ah, ulama Sunni mempunyai seribu dalil secara aqli dan naqli yang mengharamkannya, semisal. Begitupun juga dengan ulama Syiah, yang memilik dalil aqli dan naqli yang mampu melegalkan nikah mut’ah. Sehingga sampai kapanpun, opini keduanya tidak bisa dipersatukan secara holistik, karena landasan beragama mereka, baik yang bersifat teologis apalagi dalam ranah fiqh seperti mut’ah tadi, benar-benar berbeda. 

Contoh lainnya dalam hal imamah, yang merupakan dokrin utama Syiah. Imamah bisa diartikan sebagai kepercayaan bahwa Sahabat Ali bin Abi Thalib adalah seseorang yang seharusnya sebagai khalifah sepeninggal Rasulullah. Dalam kacamata Sunni, doktrin imamah tidak mendasar. karena tidak ada dalil naqli secara sharih yang menunjukkan bahwa Ali bin Abi Thalib adalah seseorang yang harus menjadi pengganti Rasulullah. Namun, berbeda sekali dengan pandangan Syiah. Berangkat dari doktrin imamah ini, lahirlah isu tachriful (distorsi) Qur’an, baik secara maknawi maupun lafdzi, dan juga “ritual” melaknat para sahabat yang dianggap tidak loyal kepada Sayyidina Ali.

Sebagai sampel ketiga, adalah sikap Hadlratus Syeikh Hasyim Asyari yang menganggap orang-orang yang mengikuti madzhab fiqh Ja’fariyah dan Zaidiyyah sebagai orang-orang yang ahlul bid’ah. Menurut Hadratus Syeikh, kesalahan bid’ah ini bukan terletak pada Imam Abu Ja’far Ash Shodiq maupun Imam Zaid bin Ali sebagai pendiri madzhab. Namun, kesalahannya terletak pada para pengikutnya, yang tidak mendokumentasikan fiqh kedua imam ini dengan baik dan valid, sehingga keotentikan sumber-sumber rujukan dua madzhab fiqh ini banyak dipertanyakan dan sangat rentan terjadi penyelewengan (distorsi).

Karena perbedaan teologis dan perbedaan doktrin ila yaumil qiyamah tidak akan mungkin bertemu, menurut Robit, tidak akan gunanya bagi ulama Syiah dan Sunni untuk duduk bersama mendiskusikan tentang perbedaan teologis mereka masing-masing, karena dasar yang akan digunakan dalam diskusi tersebut adalah perspektif kesatu dan kedua, dimana dua-duanya akan saling mengklaim kebenaran pada madzhabnya masing-masing. Karena argumentasi maupun bangunan pemikiran madzhab masing sudah ter-establish sedemikian kuatnya. Berbeda dengan forum dimana perspektif yang digunakan adalah perspektif persatuan umat. Sangat mungkin untuk bisa saling menghormati dan bertoleran.

Terkait dengan konflik yang terjadi di Indonesia antara Sunni dengan Syiah, ulama Sunni mengatakan tidak ada hubungannya antara fatwa yang dikeluarkan oleh ulama Sunni dengan konflik yang terjadi antara Sunni dan Syiah. Namun, ulama Syiah berpendapat lain bahwasannya fatwa itu berperan besar dalam konflik kekerasan antara masyarakat Sunni dan Syiah. Fatwa tersebut seperti minyak yang dilemparkan ke bara api. Dari dua perseteruan ini, Robit lebih memandang bahwa tidak bisa sepenuhnya fatwa itu disalahkan atas konflik yang terjadi di masyarakat karena faktor yang menyebabkan terjadinya konflik antar masyarakat adalah sangat banyak (multifaktor), baik faktor sosial, ekonomi dan sebagainya. Akan tetapi, bukan berarti kehadiran fatwa tidak berkontribusi terhadap terjadinya konflik di masyarakat. Dia sudah pasti berpotensi dalam menyulut konflik di masyarakat, hanya saja proporsinya saja yang mungkin berbeda antara daerah satu dengan daerah lainnya, masyarakat yang satu dengan masyarakat lainnya.

Sebagai penutup, untuk membuat fatwa yang mempunyai kekuatan otoritatif, perlu ada tiga komponen penting yang perlu dihadirkan, yaitu pengarang, teks, dan pembaca. Pembaca dan pengarang harus dapat berdialog secara aktif, sehingga salah satu cara yang paling efektif untuk membuat fatwa semakin otoritatif adalah memastikan keikutsertaan objek yang akan dijadikan fatwa. Ini merupakan salah satu kritikan yang banyak dialamatkan kepada MUI. Contohnya ketika mereka memfatwakan Syiah sebagai kelompok yang dianggap sesat, mereka menyatakannya secara in-absensial, tanpa kehadiran kelompok Syiah itu sendiri dan tanpa klarifikasi. Mereka hanya berfatwa berdasarkan teks-teks yang dijadikan referensi oleh ulama-ulama Syiah. Secara akademik, adalah kesalahan yang sangat fatal dengan menghilangkan unsur tersebut. Sehingga fatwa itu menjadi tidak otoritatif di kemudian hari, karena ada pembaca yang tidak diikutsertakan.

Kegagalan ulama Sunni dalam membentengi umatnya adalah faktor utama yang menyebabkan ummat Syiah semakin besar. Dalam perspektif Robit, tindakan yang paling urgen yang harus dilakukan oleh ulama Sunni dalam menghadapi Syiah adalah memperkuat basis dan pemahaman orang-orang Sunni dalam memahami ke-Sunni-annya, itu adalah lebih efektif daripada mensibukkan diri untuk menyerang Syiah dengan mengeluarkan fatwa yang menyatakan keharaman Syiah. Red: mukafi niam

Sumber: NU Online

Terbaru

  • Inilah 45 Planet Berbatu yang Paling Berpotensi Jadi Rumah Kedua Manusia di Masa Depan
  • Inilah Cara Ambil Kursus Online Gratis dari Harvard University untuk Asah Skill Digital Kalian!
  • Inilah Rincian UKT UGM 2026 Jalur SNBP dan SNBT, Calon Mahasiswa Wajib Tahu!
  • Inilah Daftar 25 Universitas Terbaik di Inggris 2026 Versi The Guardian yang Wajib Kalian Lirik!
  • Inilah Alasan University of Oxford Masih Jadi Juara Dunia di QS Rankings 2026, Empat Jurusan Ini Nggak Ada Lawannya!
  • Inilah 17 Rahasia Tips Sukses dari Produk Digital, Yuk Simak!
  • Inilah Peluang Lolos SNBT Unair 2026, Cek Keketatan Jurusan Pilihanmu Sekarang!
  • Hapus PR! China Baru Saja Rombak Aturan Sekolah, Inilah Caranya Mereka Ngurangin Beban Stres Siswa
  • Inilah Daftar Negara Paling Sopan di Dunia, Ternyata Jepang Juaranya Bukan Eropa!
  • Inilah Alasan Kenapa Ada Gurun yang Letaknya Malah di Pinggir Laut, Kok Bisa?
  • Inilah Cara Mengajukan bluExtraCash BCA Digital, Pinjaman Online Tanpa Agunan yang Bisa Cair Kilat Sampai 50 Juta
  • Inilah Cara Mengisi Berita Acara Pengecekan Penyimpanan Eksternal Bantuan Pemerintah Lewat CrystalDiskInfo, Gampang Banget!
  • Belum Tahu? Inilah Cara Pasang FF Kipas Org OB52 Apk Biar Nggak Mentok Logo dan Bisa Jadi Sultan!
  • Belum Tahu? Inilah FF Kipas Custom Free 32 Bit APK, Solusi Lag atau Malah Bikin Masalah?
  • Inilah Daftar Kode Redeem Blox Fruits Terbaru dan Cara Pakainya Biar Cepat Level Max!
  • Ini Trik Supaya YouTube Shorts Kalian Ranking 1 di Pencarian
  • Inilah Daftar Kode Redeem Fish It Roblox Terbaru April 2026 dan Cara Klaimnya Biar Mancing Makin Gacor!
  • Inilah Cara Tarik Saldo Cool Lady, Game Penghasil Uang yang Lagi Viral dan Terbukti Membayar!
  • Inilah Kode Redeem Drag Drive Simulator April 2026, Simak Trik Rahasia Biar Menang Balapan Terus!
  • Inilah Little Finder Guy, Strategi Unik Apple yang Bikin MacBook Neo Jadi Viral di Media Sosial
  • Inilah Yang Baru di Minecraft Java Edition 26.1.1, Perubahan Mob Bayi Jadi Lebih Realistis dan Fitur Baru yang Bikin Gameplay Makin Seru!
  • Inilah Cara Bayar UKT UIN Sunan Kalijaga 2026 Lewat Kode Bayar Biar Nggak Bingung Lagi!
  • Inilah Syarat Penting Surat Keterangan Kelas 12 UTBK 2026 dan Contohnya
  • Belum Tahu? Inilah Cara Bayar UTBK SNBT 2026 Online Biar Nggak Ketinggalan Jadwal!
  • Inilah Kebenaran Kasus Bayu, Siswa yang Viral Katanya Dilengserkan dari Ketua OSIS Gegara Kritik Makan Bergizi Gratis
  • Inilah 4 Cara Jitu Jualan Produk Digital Pakai Google, Dijamin Cuan Terus!
  • Inilah Sinopsis dan Jadwal Tayang Drakor Perfect Crown, Kisah Pernikahan Kontrak IU dan Byun Woo-seok yang Menarik untuk Disimak!
  • Inilah Rekomendasi Game Tata Kota Terbaik di Linux yang Seru Banget Buat Dimainkan
  • Inilah Cara Dapat Saldo Cool Lady Tanpa Undang Teman, Ternyata Begini Trik Rahasianya!
  • Inilah Cara Main Watermelon Merge Fun Biar Dapat Saldo DANA, Apakah Benaran Membayar?
  • Is it Time to Replace Nano? Discover Fresh, the Terminal Text Editor You Actually Want to Use
  • How to Design a Services Like Google Ads
  • How to Fix 0x800ccc0b Outlook Error: Step-by-Step Guide for Beginners
  • How to Fix NVIDIA App Error on Windows 11: Simple Guide
  • How to Fix Excel Formula Errors: Quick Fixes for #NAME
  • How to Master NemoClaw and OpenShell for a Protected Virtual Assistant Experience
  • How to Create Realistic AI Influencer Video with LTXVideo and ComfyUI (Workflows + Tools)
  • How to Master Google Flow and Create Stunning AI Videos Like a Pro!
  • How to Make Your Study Material with Google’s NotebookLM: New AI Quizzes and Flashcards Explained
  • How to Solving OpenClaw Memory Issues with MemPalace!
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme