Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu
Wear OS Google

Bug di Aplikasi Cuaca Wear OS Google: Update Tidak Ngaruh!

Posted on December 13, 2025

Pernah nggak sih kalian cek jam tangan pintar buat lihat cuaca, eh suhunya malah tertulis jauh lebih panas dari aslinya? Kalau iya, kalian nggak sendirian. Masalah ini lagi rame banget dibahas pengguna Wear OS setelah update terbaru. Kayaknya Google punya PR besar nih buat benerin bug yang cukup mengganggu dan bikin bingung ini.

Jadi begini ceritanya, Google sebenarnya sudah niat baik merilis pembaruan aplikasi cuaca untuk perangkat Wear OS pada Selasa, 12 Desember 2025 kemarin. Harapannya sih buat meningkatkan performa dan membereskan isu-isu kecil, tapi kenyataannya di lapangan malah sebaliknya. Banyak laporan masuk yang bilang kalau tampilan cuaca jadi konsisten salah setelah update tersebut. Angkanya itu lho, seringkali menunjukkan suhu yang jauh lebih tinggi daripada suhu aktual yang terukur di termometer atau aplikasi ponsel. Rasanya aneh banget kan, kita merasa sejuk tapi di jam tangan bilangnya panas mendidih.

Yang bikin bingung, masalah ini sepertinya cukup bandel. Pengguna sudah coba berbagai cara standar, kayak restart perangkat atau bahkan menghubungkan kembali jam tangan ke ponsel mereka, tapi hasilnya nihil. Angka suhu yang nggak akurat itu tetap nampang di layar. Untungnya, Google nggak tinggal diam dan pura-pura nggak tahu. Mereka sudah merespons laporan ini dan menyatakan sedang melakukan investigasi mendalam. Mereka mengakui kalau situasi ini bikin frustrasi pengguna—ya jelas lah ya—dan mereka berjanji bakal komitmen buat mengembalikan akurasi cuaca di Wear OS supaya bisa diandalkan lagi.

Tapi, buat kalian yang nungguin perbaikan instan, sepertinya harus sabar dulu karena perbaikan resminya belum tersedia saat ini. Ada desas-desus dari beberapa pengguna kalau patch perbaikan mungkin bakal hadir minggu depan, tapi itu baru perkiraan. Pihak Google sendiri belum memberikan tanggal pasti kapan update susulan ini dirilis, cuma bilang kalau ini jadi prioritas utama mereka untuk memastikan data cuaca kembali akurat.

Saking penasarannya, beberapa pengguna yang cukup teknis sudah mencoba solusi mandiri. Mulai dari menghapus cache aplikasi cuaca sampai langkah drastis kayak reset pabrik (factory reset) pada jam tangan mereka. Hasilnya? Masih sama saja, tidak ada solusi permanen yang ditemukan sejauh ini. Ini menyiratkan kalau bug-nya bukan sekadar kesalahan konfigurasi sederhana atau glitch sementara. Kayaknya masalahnya cukup mendalam di level sistem atau coding aplikasinya, sebegitunya sampai reset pun nggak mempan mengatasi error ini.

Bagi kami, dan pastinya bagi kalian pengguna aktif, aplikasi cuaca itu fitur yang lumayan krusial. Bukan cuma hiasan, tapi penting buat keselamatan dan kenyamanan, apalagi kalau kita lagi banyak aktivitas di luar ruangan. Google pun sekarang lagi mengumpulkan data laporan dari pengguna yang terdampak untuk mengidentifikasi akar penyebab bug ini. Jadi, keterlibatan aktif kalian melaporkan masalah ini bakal sangat membantu mereka mengembangkan perbaikan yang lebih efektif dan memastikan update berikutnya benar-benar menyelesaikan masalah.

Melihat situasi ini, kami menyarankan kalian untuk sementara waktu tidak terlalu bergantung pada widget cuaca di Wear OS sampai update perbaikan benar-benar dirilis. Cek cuaca lewat ponsel saja dulu biar lebih akurat datanya. Google sedang bekerja keras, dan partisipasi kita dalam memberikan feedback sangatlah vital. Pantau terus blog resmi Google atau halaman dukungan Wear OS untuk info terbaru. Jangan panik kalau angka suhunya aneh, itu murni bug software, bukan sensor jam kalian yang rusak. Kuranglebihnya kita harus menunggu update susulan yang katanya bakal datang sebentar lagi. Terima kasih sudah menyimak, rekan-rekanita.

Terbaru

  • Inilah Alasan Kenapa Beli Follower IG itu TIDAK AMAN!
  • EPIK! Kisah Mesin Bor Tercanggih Takluk di Proyek Terowongan Zojila Himalaya
  • Bingung Cari Lokasi Seseorang? Cek Cara Melacak Pemilik Nomor HP Tanpa Bayar Ini, Dijamin Akurat!
  • Apa itu Logis? Kenapa Logika Bisa Berbeda-beda?
  • Ini Alasan Kenapa Fitur Bing AI Sedang Trending dan Dicari Banyak Orang
  • Sejarah Kerajaan Champa: Bangsa Yang Hilang Tanpa Perang Besar, Kok Bisa?
  • Gini Caranya Dapat Weekly Diamond Pass Gratis di Event M7 Pesta, Ternyata Nggak Pake Modal!
  • Inilah Trik Rahasia Panen Token dan Skin Gratis di Event Pesta Cuan M7 Mobile Legends!
  • Apakah Apk Pinjaman Cepat Galaxy Pinjol Penipu?
  • Cara Tarik Saldo APK Game Clear Blast
  • Apakah APK Game Clear Blast Penipu? Ini Reviewnya
  • Inilah Perbedaan SEO dan GEO + Tips Konten Disukai Google dan AI!
  • Inilah Cara Download Video TikTok 2026 Tanpa Watermark
  • Belum Tahu? Ini Trik Nonton Doods Pro Bebas Iklan dan Cara Downloadnya
  • Misteri DNA Spanyol Terungkap: Jauh Lebih Tua dari Romawi dan Moor!
  • Kenapa Belut Listrik itu Sangat Mematikan
  • Apa itu Tesso Nilo dan Kronologi Konflik Taman Nasional
  • Inilah 4 Keunikan Sulawesi Tengah: Kota Emas Gaib, Situs Purba dll
  • Kepulauan Heard dan McDonald: Pulau Paling Terpencil Milik Australia
  • Ghost Farm Janjikan Rp 3 Juta Cuma-Cuma, Beneran Membayar atau Scam? Ini Buktinya!
  • Apakah UIPinjam Pinjol Penipu? Cek Reviewnya Dulu Disini
  • Pengajuan Samir Sering Ditolak? Ternyata Ini Penyebab Tersembunyi dan Trik Supaya Langsung ACC
  • Lagi Viral! Ini Cara WD Fortes Cue ke DANA, Benaran Membayar atau Cuma Angin Lalu?
  • Bingung Pilih Paket? Inilah Perbedaan Telkomsel Data dan Telkomsel Data Flash yang Wajib Kalian Tahu!
  • Ini Alasan Pohon adalah Mahluk Hidup Terbesar di Dunia
  • Sempat Panas! Kronologi Perseteruan Cak Ji vs Madas di Surabaya, Gini Endingnya
  • Gila! Norwegia Bikin Terowongan Melayang di Bawah Laut
  • Cuma Terpisah 20 Mil, Kenapa Hewan di Bali dan Lombok Beda Total? Ternyata Ini Alasannya
  • Heboh Video Umari Viral 7 Menit 11 Detik dari Pakistan, Isinya Beneran Ada atau Cuma Jebakan Link? Cek Faktanya!
  • Tertipu Online atau HP Hilang? Ini Cara Melacak Nomor HP yang Nggak Tipu-Tipu!
  • Tailwind’s Revenue Down 80%: Is AI Killing Open Source?
  • Building Open Cloud with Apache CloudStack
  • TOP 1% AI Coding: 5 Practical Techniques to Code Like a Pro
  • Why Your Self-Hosted n8n Instance Might Be a Ticking Time Bomb
  • CES 2026: Real Botics Wants to Be Your Best Friend, but at $95k, Are They Worth the Hype?
  • Begini Cara Menggabungkan LLM, RAG, dan AI Agent untuk Membuat Sistem Cerdas
  • Cara Buat Sistem Moderasi Konten Cerdas dengan GPT-OSS-Safeguard
  • Inilah Cara Membuat Aplikasi Web Full-Stack Tanpa Coding dengan Manus 1.5
  • Inilah Cara Melatih AI Agent Agar Bisa Belajar Sendiri Menggunakan Microsoft Agent Lightning
  • Tutorial Optimasi LangGraph dengan Node-Level Caching untuk Performa Lebih Cepat
  • Apa itu Grubhub Crypto Scam? Ini Pengertian dan Kronologi Penipuan yang Catut Nama Grubhub
  • Apa Itu CVE-2025-59374? Mengenal Celah Keamanan ASUS Live Update yang Viral Lagi
  • Apa itu RansomHouse Mario? Ini Pengertian dan Mengenal Versi Baru ‘Mario’ yang Makin Bahaya
  • Inilah Risiko Fatal yang Mengintai Kreator OnlyFans, Dari Doxxing sampai Penipuan!
  • Apa itu Kerentanan FortiCloud SSO? Ini Pengertian dan Bahayanya
Beli Morning Star Kursi Gaming/Kantor disini: https://s.shopee.co.id/805iTUOPRV
Beli Pemotong Rumput dengan Baterai IRONHOOF 588V Mesin Potong Rumput 88V disini https://s.shopee.co.id/70DBGTHtuJ

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme