Skip to content

emka.web.id

writing knowledge, recording civilization

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu
apa itu game arknights

Spesifikasi Minimal PC untuk Game Arknights: Endfield

Posted on January 31, 2026

Kalian pasti sudah nggak sabar buat nungguin rilisnya Arknights: Endfield, kan? Game action RPG 3D ini memang lagi jadi buah bibir karena visualnya yang keren banget dan gameplay-nya yang ambisius. Tapi ingat, kualitas grafis yang oke ini butuh spesifikasi perangkat yang nggak main-main. Yuk, simak rinciannya supaya perangkat kalian nggak “nangis” pas main!

Arknights: Endfield sepertinya bakal jadi standar baru buat game bertema space opera di masa depan. Kami melihat Hypergryph, selaku pengembangnya, bener-bener serius ngegarap dunia Talos-II yang penuh konflik dan ancaman lingkungan ekstrem. Di sini, kalian nggak cuma sekadar main game tower defense kayak versi aslinya, tapi bakal terjun langsung dalam dunia 3D real-time yang luas banget. Sebagai Endministrator dari Endfield Industries, tugas kalian cukup berat. Mereka ngebuat sistem permainan yang menggabungkan eksplorasi area terbuka dengan manajemen pangkalan yang kompleks.

Salah satu fitur yang paling diunggulkan adalah Automated Industrial Complex (AIC). Fitur ini ngebuat kalian harus mikirin gimana cara ngebangun jalur produksi yang efisien di tengah planet yang nggak ramah. Nggak cuma itu, game ini juga ngasih opsi frame rate sampai 120FPS buat kalian yang punya perangkat dewa, serta dukungan controller yang pastinya ngebikin pengalaman main jadi lebih seru dan responsif. Tapi ya itu tadi, kalau perangkat kalian pas-pasan, rasanya bakal agak berat buat dapetin performa maksimal.

Kalau kalian bertanya-tanya soal hubungannya dengan Arknights yang lama, sebenarnya Arknights: Endfield ini punya worldview yang sama. Tapi jangan salah paham, mereka nggak ngebikin ini sebagai sekuel langsung. Ceritanya baru, karakternya baru, dan yang paling mencolok adalah perubahan genre dari tower defense 2D ke action RPG 3D. Perubahan besar inilah yang ngejelasin kenapa spesifikasi yang diminta jauh lebih tinggi dibanding game sebelumnya. Mereka butuh daya komputasi yang lebih gede buat nge-render lingkungan 3D yang detail dan sistem pertarungan yang cepat.

Berikut ini adalah langkah-langkah yang perlu kalian perhatikan untuk mengecek apakah PC kalian sudah siap buat instal game ini:

  1. Cek Sistem Operasi dan RAM: Pastikan kalian sudah pakai Windows 10 atau 11 versi 64-bit. RAM minimal yang diminta adalah 16GB. Kayaknya standar game jaman sekarang emang sudah nggak bisa lagi pakai RAM 8GB kalau mau aman.
  2. Perhatikan Kartu Grafis (GPU): Untuk spesifikasi minimum, kalian butuh NVIDIA GeForce GTX 1060 6GB. Tapi kalau mau dapet visual yang mantap tanpa stuttering, kami sangat menyarankan pakai RTX 2060 atau yang lebih baru. GPU yang kuat bakal ngebantu banget saat kalian eksplorasi area luas yang penuh efek visual.
  3. Siapkan Ruang Penyimpanan yang Lega: Ini poin yang paling krusial. Kalian butuh sekitar 60GB ruang kosong buat instalasi, tapi jangan lupa ada proses unpacking yang butuh tambahan 45GB lagi. Jadi, totalnya kalian harus sedia sekitar 105GB. Kami sangat menyarankan pakai SSD, karena kalau pakai HDD biasa, waktu loading-nya sepertinya bakal lama banget dan bisa ngebikin pengalaman main jadi nggak enak.
  4. Verifikasi Prosesor (CPU): Minimal kalian butuh Intel Core i5-9400F. Tapi kalau mau lancar jaya buat manajemen pangkalan yang ribet, Intel Core i7-10700K adalah pilihan yang lebih aman.

Buat kalian yang lebih suka main di HP Android, persiapannya juga harus matang karena game ini setara dengan game AAA mobile lainnya. Berikut urutannya:

  1. Versi Android: Minimal kalian harus pakai Android 10 atau HarmonyOS 2.0.0, tapi direkomendasikan sudah di Android 11.0 ke atas.
  2. Chipset yang Mumpuni: Spesifikasi minimumnya adalah Snapdragon 855 atau Kirin 990. Tapi jujur saja, kalau kalian pakai chipset ini, mungkin pengaturannya harus di-set ke rata kiri. Supaya lancar, mereka merekomendasikan Snapdragon 8+ Gen 1 atau Dimensity 9000.
  3. Kapasitas RAM dan Memori: Minimal RAM 6GB, tapi kalau mau ngebuka banyak menu tanpa force close, 8GB itu lebih ideal. Siapkan juga ruang kosong minimal 28GB di memori internal kalian.
  4. Cek Kompatibilitas GPU: Hati-hati buat pengguna HP dengan GPU PowerVR, karena banyak serinya yang nggak didukung. Pastikan HP kalian nggak termasuk dalam daftar yang dilarang ya.

Bagi pengguna produk Apple, spesifikasinya juga nggak kalah menuntut:

  1. Minimal Perangkat: Paling nggak kalian harus punya iPhone XS atau iPad dengan chip A12.
  2. Rekomendasi Perangkat: Kalau mau ngejar 60FPS yang stabil, minimal iPhone 13 Pro atau iPad dengan chip A15 sudah wajib hukumnya.
  3. Sistem Operasi: Pastikan sudah update ke iOS 15.0 atau iPadOS 15.0 supaya nggak ada kendala teknis saat menjalankan game.

Melihat spesifikasi di atas, Arknights: Endfield memang nggak main-main dalam urusan teknis. Rasanya wajar saja karena kualitas visual dan kompleksitas sistem yang mereka tawarkan memang ada di level yang berbeda dibanding pendahulunya. Rekomendasi dari kami, kalau kalian memang berniat serius main game ini, melakukan upgrade pada sektor penyimpanan ke SSD dan menambah RAM adalah investasi yang paling masuk akal. Jangan sampai pas lagi asyik bertarung melawan boss atau lagi ngatur sistem AIC, tiba-tiba game kalian patah-patah cuma karena hardware yang nggak kuat.

Sekian informasi lengkap soal spesifikasi Arknights: Endfield yang bisa kami bagikan. Semoga perangkat kalian siap tempur buat menjelajahi Talos-II nanti! Terima kasih sudah membaca sampai habis ya, rekan-rekanita sekalian. Mari kita simpulkan bahwa persiapan hardware adalah kunci buat dapet pengalaman main terbaik. Sampai jumpa di artikel berikutnya!

Terbaru

  • Testing Goose on Omarchy Linux (App & CLI): The Open-Source Solution for Daily Task Automation
  • GNOME Founder Attacks Omarchy Founder as “Lazy, Racist, Ignorant”
  • Why I Stopped Using Plain Command Line Docker and Use Portainer 3.0 To Make My Home Projects Fun Again
  • Why I Switched to a Proper Firewall Box with OPNSense for My Homelab Stuff
  • Fixing Windows Error 0x80070005 Hyper-V Export Access Denied Error the Right Way
  • Fixing Hyper V Export Errors and Building a Better Virtual Machine Setup (error 0x80070002, 0x80070005)
  • Fixing the Dreaded Windows Audio Service Stuck on Stopping Error
  • Windows SIM Error, Unknown error 0xc1420127
  • How I’m Building a Cat Breeding Management App with Python Qt6 + Microsoft Litebox, in 1 Week
  • Why Windows Keeps Nuking Your GPU Drivers (And How to Take Back Control)
  • Why I Finally Ditched Mainstream Windows Cleaners (And Why I Use ‘Kudu’ Instead)
  • AI Made Everything Faster, Including Bad Decisions
  • Raspberry Pi Desktop Available of PC and Mac, Based on Debian 13
  • Why I Stopped Yelling at My PC When Error; Getting Windows 11 Voice Isolation and Access to Actually Work
  • Berobat Kanker ke Malaysia: Berapa Biayanya dan Apa Saja yang Perlu Disiapkan?
  • Stop Sending Every Prompt to the Biggest AI Model You Can Find
  • Stop Building AI Agents from Scratch: My Pick for the Best Native Windows Setup
  • Jev Is Faster and Cheaper, But I Still Recommend Clef. Here’s Why.
  • Weird XCP-NG Bug or Feature? Enable Maintenance Mode = Host Not Enough Memory
  • Vinix OS: Another OS That Want to Beat Linux, Try it!
  • Trying NVX, An Ultra-Light Micro-VM Sandbox from Microsoft
  • Learning NocoDB from Scratch: Creating a Simple Greenhouse App
  • How RHEL 10.2 Quietly Turned Into an Absolute Security Beast
  • Grab Videos from Anywhere with ReClip (Can Running Locally)
  • Jumped onto Ubuntu 26.04 LTS? Here’s How to Add a New User Account
  • Tutorial Cara Install WPS Office di Linux (Alternatif Microsoft Office)
  • Tutorial Upgrade Server Ubuntu 24.04 LTS ke Ubuntu 26.04 LTS dengan Aman
  • Inilah Alasan kenapa akun TikTok dibatasi tidak bisa klaim koin dan masalah pembatasan lainnya?
  • Apa penyebab gagal kirim SMS ke 89888 padahal pulsa masih ada?
  • Mengenal Donghua: Kenapa Animasi dari Tiongkok Ini Lagi Naik Daun Banget
  • Canonical: Ubuntu coming soon to Snapdragon X2 Series platforms
  • Finally, wolfSSL adds post-quantum algorithms!
  • How to Run Gemma Embedding Models Using Docker
  • Deploy Nginx Rootful Container with Podman
  • How to Sandboxing Browser on Linux Desktop with Flatpak
  • Prompt AI: Impressionist Portrait Art of a Woman
  • Prompt AI: Stylish Man Walking Double Exposure Photo
  • Trying Nemotron 3.5 Super VL: NVIDIA’s Open Multimodal Model Built for Agents That Actually See and Act
  • Pruna AI Release their Qwen-Image 2.1 LoRA Adapter, 6x Faster than Regular Qwen
  • The Rise and Fall of the Coding Holy Grail: Is Stack Overflow Just AI Fuel Now?
  • Reza Auditore kena meme jadi Duta Besar Israel? Cek faktanya biar nggak kemakan shitpost netizen
  • Alternatif Situs Batoto: Update Oktober 2026
  • ERROR? Inilah Cara Cek Status PIP Oktober 2026 Pakai NISN dan NIK yang Benar
  • Ini Syarat Pendaftaran & Tips Lolos Seleksi Magan Nasional Batch 3 2026
  • ITS Buka Rekrutmen Dosen Baru (Tetap Non PNS), Ini Formasi & Syaratnya

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme