Belakangan ini, kalian pasti udah pernah dengar frasa “Shibal Annyeong” yang jadi viral di TikTok dan media sosial, terutama dari cuplikan drama Korea Duty After School. Banyak pengguna yang membagikan video mereka meniru atau memparodikan kalimat itu, mulai dari yang marah-marah sampai yang santai-santai. Tapi, kalian pernah penasaran nggak sih, sebenarnya arti dari “Shibal Annyeong” itu apa? Kenapa kombinasi dua kata ini jadi terdengar lucu sekaligus kasar? Untuk memahami tren ini, kami harus sedikit bongkar dua komponen bahasa Korea yang digabung secara sengaja—dan sering provokatif—dalam konteks humor sehari-hari.
Kata “shibal” (씨발) itu sendiri adalah makian yang sangat vulgar dalam bahasa Korea. Jika diterjemahkan ke bahasa Inggris, mirip dengan “fk” atau “bodoh” dalam bahasa Indonesia. Ini bukan kata yang sopan, biasanya diucapkan saat seseorang benar-benar marah, frustrasi, atau ingin melepaskan emosi keras. Dalam drama kriminal, aksi, atau bahkan percakapan sehari-hari, kata ini sering muncul kalau orang Korea benar-benar kesal. Pelafalannya bisa bervariasi, tapi intinya jelas: kasar dan tidak pantas. Bahkan di luar Korea, kata ini sudah dikenal luas, terutama oleh yang sering nonton K-drama atau ikut forum pembelajaran bahasa Korea. (Sumber: reddit.com, tiktok.com)
Di sisi lain, “annyeong” (안녕) adalah kata yang sangat umum dan ramah. Artinya “halo” atau “selamat tinggal”, yang dipakai dalam suasana santai, informal, dan akrab. Dari anak-anak sampai orang dewasa, kata ini sering digunakan untuk menyapa teman, keluarga, bahkan orang yang lebih muda. Dalam drama Korea atau lagu K-pop, “annyeong” juga sering muncul dalam dialog ringan atau lucu. Jadi, kontras antara “shibal” yang kasar dan “annyeong” yang ramah jadi efek utama yang bikin frasa ini viral. (Sumber: tiktok.com)
Yang membuat “Shibal Annyeong” jadi hits adalah kontrasnya. Menggabungkan makian super kasar dengan sapaan paling ramah justru menimbulkan efek komedi yang tajam. Bayangkan seseorang yang marah besar, lalu menutup percakapan dengan “halo” atau “dadah” sambil tersenyum. Efeknya bisa sarkastik, mengejek, atau lucu dengan cara yang absurd. Beberapa nuansa yang sering muncul saat orang bilang “Shibal Annyeong” adalah komedi gelap, ekspresi frustrasi, atau cara anak muda mengekspresikan “aku marah tapi bodo amat” secara dramatis dan lucu. Karena itulah, frasa ini cepat menyebar di TikTok, jadi bahan meme, bahkan di-cut untuk audio lipsync. (Sumber: tiktok.com, facebook.com)
Serial drama Korea Duty After School menjadi salah satu pemicu viralnya frasa ini. Beberapa adegan menampilkan karakter yang marah, frustrasi, atau stres di tengah konflik serius—tapi melontarkan “Shibal Annyeong” dengan nada sarkastik. Para penonton menilai adegan seperti ini sangat “relatable”, terutama buat yang sering mengekspresikan perasaan campur aduk—kesal, ingin marah, tapi akhirnya menertawakan situasi. Klip dari adegan itu banyak dipotong dan diedit oleh pengguna TikTok untuk konten komedi sehari-hari, meniru gaya marah setengah becanda. (Sumber: tiktok.com)
Kenapa “Shibal Annyeong” jadi bahasa gaul yang viral? Frasa ini semacam slang internet yang mewakili humor generasi muda: mengakui emosi negatif tapi juga menertawakannya. Beberapa alasan kenapa kalimat ini mudah viral adalah karena kontras maknanya—kasar vs sopan, yang menciptakan kejutan lucu. Selain itu, kata-katanya pendek, mudah diingat, dan ritme pelafalannya lucu. Bisa dipakai di mana saja, dari komentar marah bercanda, status WA, sampai audio TikTok. Efek komunitas juga berperan, karena fans K-drama dan K-pop merasa punya “kode” yang sama. Banyak kreator TikTok sengaja melafalkan “Shibal Annyeong” dengan nada dramatis atau parodi, meniru gaya karakter drama yang sebal tapi santai.
Fenomena “Shibal Annyeong” juga menandai tren bahasa gaul digital yang lintas budaya. Penonton global sering mengambil potongan dialog Korea yang unik, lalu mengadaptasinya ke meme, jokes, atau audio viral. Seperti halnya frasa Jepang atau Inggris yang kadang dipakai setengah lucu-setengah serius, “Shibal Annyeong” menangkap suasana ambigu: marah, tapi juga ingin santai; kesal, tapi ingin pamit. Banyak yang memakainya sebagai cara menertawakan masalah sehari-hari, misalnya: “Bos bikin stres? Shibal Annyeong!”—jadi semacam release valve atau cara meledek diri sendiri.
Rekan-rekanita, kalau kalian penasaran dengan tren bahasa gaul di media sosial atau ingin paham lebih dalam tentang frasa viral seperti ini, jangan lupa terus pantau konten K-drama dan TikTok. Siapa tahu, besok kalian juga bisa jadi bagian dari tren berikutnya!