Skip to content

emka.web.id

writing knowledge, recording civilization

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Inilah Infinix Note 60 Pro, HP Midrange yang Punya Desain Mirip iPhone dan Fitur Unik ala Nothing Phone!

Posted on February 11, 2026

Kalian pasti sudah nggak asing lagi dengan gebrakan Infinix yang selalu ngasih spesifikasi tinggi tapi harganya tetap ramah di kantong. Kali ini, mereka kembali bikin heboh lewat teaser Infinix Note 60 Pro yang tampilannya unik banget. Penasaran gimana kecanggihan HP yang kayaknya bakal jadi primadona baru ini? Yuk, simak ulasan lengkapnya!

Belakangan ini, Infinix Global baru saja mengunggah sebuah teaser yang langsung memancing perhatian banyak orang. Mereka sepertinya ingin menunjukkan kalau HP kelas menengah alias midrange nggak harus punya desain yang itu-itu saja. Infinix Note 60 Pro muncul dengan tampilan yang sangat berani, yakni menggabungkan estetika kamera ala iPhone 17 Pro dengan fitur lampu panel Matrix yang identik dengan Nothing Phone 3. Kabar baiknya, perangkat ini dipastikan bakal meluncur ke beberapa negara, dan Indonesia masuk dalam daftar tersebut karena sudah lolos sertifikasi TKDN.

Berikut adalah rincian teknis dan fitur unggulan yang ngebikin Infinix Note 60 Pro ini layak kalian tunggu:

  1. Desain Ikonik dan Kehadiran Active Matrix Display
    Satu hal yang paling mencolok dari HP ini adalah modul kameranya yang berbentuk persegi, sangat mirip dengan bocoran desain iPhone 17 Pro. Tapi, mereka nggak cuma sekadar meniru. Infinix menambahkan sentuhan futuristik berupa panel Active Matrix Display di bagian belakang. Fitur ini kayaknya bakal jadi tren baru karena fungsionalitasnya yang tinggi. Layar mini bergaya dot-matrix ini nggak cuma buat hiasan biar kelihatan keren di keramaian, tapi bisa menampilkan notifikasi masuk, waktu, hingga progres pengisian daya baterai secara real-time. Rasanya fitur ini bakal sangat membantu kalian yang sering meletakkan HP dalam posisi layar menghadap ke bawah.
  2. Sertifikasi Resmi di Indonesia
    Kami memantau bahwa seri Infinix Note 60 ini sebenarnya terdiri dari beberapa model, seperti Note 60 standar, Note Edge, dan varian tertingginya yaitu Note 60 Pro. Menariknya, mereka semua sudah lolos sertifikasi TKDN pada kuartal keempat tahun 2025. Bahkan, nomor model X6878 yang merujuk pada Infinix Note 60 Pro sudah nampang di laman resmi Postel Komdigi. Ini artinya, smartphone tersebut sudah siap masuk ke pasar Indonesia dalam waktu dekat. Jadi, buat kalian yang lagi nyari HP baru, mungkin ada baiknya sedikit bersabar nunggu rilisan resmi dari mereka.
  3. Performa Chipset Generasi Terbaru
    Kalau ngomongin soal jeroan, Infinix Note 60 Pro nggak main-main dalam urusan performa. Mereka ngebekali perangkat ini dengan chipset Qualcomm Snapdragon 7s Gen 4 5G. Penggunaan chipset ini ngebuat performa HP jadi lebih stabil dan efisien dibandingkan generasi sebelumnya. Kayaknya Infinix ingin ngebandingin performa mereka dengan kompetitor di kelas yang sama dengan memberikan pengalaman gaming dan multitasking yang lebih lancar tanpa kendala berarti.
  4. Kualitas Layar Ultra HDR 144 Hz
    Pengalaman visual kalian bakal dimanjakan oleh layar seluas 6,78 inci. Nggak cuma lebar, layarnya sudah mendukung teknologi Ultra HDR dengan resolusi 1,5K. Yang paling gila, refresh rate-nya mencapai 144 Hz. Ini jarang banget ditemukan di HP midrange biasa, karena biasanya standar mereka cuma di 120 Hz saja. Kecepatan refresh setinggi ini ngebikin setiap pergerakan di layar, baik saat scrolling media sosial atau main game kompetitif, terasa sangat mulus dan responsif.
  5. Baterai Monster dengan Teknologi Perbaikan Mandiri
    Infinix nampaknya sangat paham kalau pengguna sekarang butuh daya tahan ekstra. Makanya, mereka nanam baterai monster berkapasitas 6.500 mAh. Kapasitas segini rasanya cukup banget buat dipakai seharian penuh tanpa perlu bolak-balik ngecas. Ditambah lagi, ada teknologi pengisian daya super cepat 90W. Hal yang paling menarik adalah fitur “Teknologi Perbaikan Baterai Mandiri”. Fitur ini diklaim bisa menjaga kesehatan baterai dalam jangka panjang, sehingga performa baterainya nggak cepat turun meskipun sudah dipakai bertahun-tahun.
  6. Kemampuan Kamera Night Master
    Bagi kalian penggemar fotografi, Infinix Note 60 Pro nyediain kamera utama 50 MP yang diberi julukan “Night Master”. Kamera ini dirancang khusus buat nangkep cahaya lebih banyak, sehingga hasil foto di malam hari atau kondisi minim cahaya tetap terlihat jernih dan tajam. Sepertinya mereka benar-benar memperhatikan detail sensor agar pengguna bisa ngeprint hasil fotonya dengan kualitas yang tetap terjaga.
  7. Sistem Pendingin dan Audio Premium
    Untuk ngebangun ekosistem perangkat yang komplit, Infinix juga ngegandeng JBL untuk urusan speakernya. Speaker stereo yang disetel oleh JBL ini pasti ngebuat pengalaman dengerin musik atau nonton film jadi lebih hidup. Selain itu, biar HP nggak gampang panas pas lagi kerja berat, ada sistem pendingin 3D IceCore VC. Teknologi ini berfungsi buat ngejaga suhu perangkat tetap adem, jadi kalian nggak perlu khawatir HP bakal throttling atau panas di tangan.

Infinix Note 60 Pro ini sepertinya bakal menjadi standar baru buat HP midrange yang nggak cuma mengandalkan spek “di atas kertas”, tapi juga punya identitas desain yang kuat. Dengan gabungan gaya mewah ala iPhone, fitur unik ala Nothing Phone, serta performa baterai dan chipset yang solid, perangkat ini rasanya bakal sangat kompetitif di pasar Indonesia. Rekomendasi kami, jika kalian memang sedang mengincar HP dengan budget menengah tapi ingin fitur ala flagship, Infinix Note 60 Pro adalah kandidat yang sangat kuat untuk masuk daftar belanja.

Sekian informasi mengenai bocoran dan spesifikasi dari Infinix Note 60 Pro yang sebentar lagi bakal menyapa kita semua. Semoga ulasan ini bisa membantu kalian dalam menentukan pilihan gadget selanjutnya. Terima kasih sudah membaca ulasan kami kali ini, rekan-rekanita semua, sampai jumpa di pembahasan gadget seru lainnya!

Terbaru

  • GNOME Founder Attacks Omarchy Founder as “Lazy, Racist, Ignorant”
  • Why I Stopped Using Plain Command Line Docker and Use Portainer 3.0 To Make My Home Projects Fun Again
  • Why I Switched to a Proper Firewall Box with OPNSense for My Homelab Stuff
  • Fixing Windows Error 0x80070005 Hyper-V Export Access Denied Error the Right Way
  • Fixing Hyper V Export Errors and Building a Better Virtual Machine Setup (error 0x80070002, 0x80070005)
  • Fixing the Dreaded Windows Audio Service Stuck on Stopping Error
  • Windows SIM Error, Unknown error 0xc1420127
  • How I’m Building a Cat Breeding Management App with Python Qt6 + Microsoft Litebox, in 1 Week
  • Why Windows Keeps Nuking Your GPU Drivers (And How to Take Back Control)
  • Copy Prompt: A Modern Men’s Casual Fashion Studio Shoot
  • Why I Finally Ditched Mainstream Windows Cleaners (And Why I Use ‘Kudu’ Instead)
  • AI Made Everything Faster, Including Bad Decisions
  • Raspberry Pi Desktop Available of PC and Mac, Based on Debian 13
  • Why I Stopped Yelling at My PC When Error; Getting Windows 11 Voice Isolation and Access to Actually Work
  • Berobat Kanker ke Malaysia: Berapa Biayanya dan Apa Saja yang Perlu Disiapkan?
  • Stop Sending Every Prompt to the Biggest AI Model You Can Find
  • Stop Building AI Agents from Scratch: My Pick for the Best Native Windows Setup
  • Jev Is Faster and Cheaper, But I Still Recommend Clef. Here’s Why.
  • Weird XCP-NG Bug or Feature? Enable Maintenance Mode = Host Not Enough Memory
  • Vinix OS: Another OS That Want to Beat Linux, Try it!
  • Trying NVX, An Ultra-Light Micro-VM Sandbox from Microsoft
  • Learning NocoDB from Scratch: Creating a Simple Greenhouse App
  • How RHEL 10.2 Quietly Turned Into an Absolute Security Beast
  • Grab Videos from Anywhere with ReClip (Can Running Locally)
  • Jumped onto Ubuntu 26.04 LTS? Here’s How to Add a New User Account
  • Tutorial Cara Install WPS Office di Linux (Alternatif Microsoft Office)
  • Tutorial Upgrade Server Ubuntu 24.04 LTS ke Ubuntu 26.04 LTS dengan Aman
  • Inilah Alasan kenapa akun TikTok dibatasi tidak bisa klaim koin dan masalah pembatasan lainnya?
  • Apa penyebab gagal kirim SMS ke 89888 padahal pulsa masih ada?
  • Mengenal Donghua: Kenapa Animasi dari Tiongkok Ini Lagi Naik Daun Banget
  • Canonical: Ubuntu coming soon to Snapdragon X2 Series platforms
  • Finally, wolfSSL adds post-quantum algorithms!
  • How to Run Gemma Embedding Models Using Docker
  • Deploy Nginx Rootful Container with Podman
  • How to Sandboxing Browser on Linux Desktop with Flatpak
  • Prompt AI: Impressionist Portrait Art of a Woman
  • Prompt AI: Stylish Man Walking Double Exposure Photo
  • Trying Nemotron 3.5 Super VL: NVIDIA’s Open Multimodal Model Built for Agents That Actually See and Act
  • Pruna AI Release their Qwen-Image 2.1 LoRA Adapter, 6x Faster than Regular Qwen
  • The Rise and Fall of the Coding Holy Grail: Is Stack Overflow Just AI Fuel Now?
  • Lagi rame dicari soal kabar Arin Ananto, sebenarnya gimana sih faktanya?
  • Apa itu Agen Perlinsos? Ini Link dan Cara Daftarnya? Digaji atau Tidak?
  • Persiapan Hari Santri 2026: Cari naskah Resolusi Jihad, Ikrar, sama Amanat buat upacara nanti? Cek infonya di sini
  • Lagi rame soal Agen Perlinsos Kemensos, bisa daftar buat bantu tetangga tapi bukan buat cari gaji
  • Lagi rame bahas PT Sinergi Graha Kapital yang borong saham WIFI sampe 4 triliun, ini siapa sebenernya?

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme