Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Inilah Cara Mengaktifkan Fitur Vertical Tab di Google Chrome Biar Tampilan Browser Kalian Makin Lega dan Rapi

Posted on April 19, 2026

Setelah ngelewatin masa pengujian yang lumayan panjang buat nyempurnain fungsinya, Google akhirnya resmi ngerilis fitur Vertical Tab di update Chrome terbaru. Fitur ini emang udah lama ditunggu-tunggu karena ngebantu banget buat kita yang sering buka banyak tab sekaligus biar nggak pusing liat deretan tab yang numpuk di atas.

Kabar mengenai hadirnya fitur Vertical Tab ini sebenernya bukan hal yang bener-bener baru di dunia browser. Kalau kalian perhatiin, keluarga Chromium lain kayak Microsoft Edge, Vivaldi, sampe Brave udah lebih dulu nerapin sistem ini. Kami ngerasa Google emang agak telat buat ngeboyong fitur ini ke browser jagoan mereka. Tapi ya lebih baik telat daripada nggak sama sekali, kan? Dengan Vertical Tab, navigasi kalian bakal terasa lebih luas, apalagi kalau kalian pake monitor yang layarnya lebar atau ultrawide. Rasanya bakal lebih maksimal kalau ruang di sisi kanan atau kiri dimanfaatin buat daftar tab daripada menuh-menuhin bagian atas.

Buat kalian yang pengen langsung nyobain, pastiin dulu Google Chrome kalian udah ada di versi 147.0.7727.101 atau yang lebih baru. Kalau versinya udah sesuai, kalian bisa langsung ngikutin langkah-langkah di bawah ini buat ngubah tampilan tab kalian:

  1. Buka Menu Pengaturan (Settings)
    Kalian cukup klik titik tiga di pojok kanan atas browser, terus pilih menu “Settings”. Ini langkah awal buat masuk ke pusat kendali tampilan Chrome kalian.
  2. Masuk ke Bagian Appearance
    Setelah halaman Settings kebuka, liat di kolom sebelah kiri dan cari tulisan “Appearance”. Di sini kalian bisa ngatur segala hal yang berhubungan sama visual browser, mulai dari tema sampe tombol home.
  3. Cari Opsi Tab Position
    Di dalam menu Appearance, sekarang udah ada opsi baru yang namanya “Tab Position”. Kalau kalian nggak nemuin ini, kemungkinan fitur ini belum aktif otomatis di akun kalian (kita bakal bahas cara paksa aktifinnya nanti).
  4. Pilih Mode Vertical
    Klik pada menu drop-down di Tab Position, terus pilih “Vertical”. Begitu kalian pilih, secara otomatis layout tab yang tadinya berjejer di atas bakal langsung pindah ke samping kiri.
  5. Sesuaikan Tampilan dengan Tombol Expand
    Setelah pindah ke samping, bakal muncul tombol buat “expand” atau ngelebarin tab. Kalian bisa milih mau nampilin ikonnya aja biar nggak makan tempat, atau mau nampilin judul lengkap halamannya sekalian biar nggak bingung nyari tab yang lagi dibuka.

Ngomongin soal tampilannya, kami ngerasa ada perbedaan yang cukup mencolok kalau dibandingin sama Vertical Tab milik Microsoft Edge. Kebetulan di sistem ElementaryOS Linux yang kami pake, tampilan Vertical Tab punya Chrome ini kelihatan lebih clean. Bagian tab-nya seolah-olah punya sekat atau terpisah secara visual, beda banget sama Edge yang kesannya lebih menyatu sama sidebar. Sepertinya tim desain Google emang pengen ngebuat pemisahan yang jelas biar pengguna nggak bingung pas nge-klik tiap elemennya.

Tapi perlu kalian inget, fitur ini diluncurinnya secara bertahap atau istilah teknisnya gradual rollout. Jadi, mungkin aja ada di antara kalian yang udah update tapi pilihannya belum muncul di menu Settings. Jangan khawatir, karena ada trik rahasia buat ngaktifinnya secara paksa lewat menu experimental flags. Caranya gampang banget:

  1. Salin Link Flags
    Kalian tinggal salin alamat ini ke address bar Chrome kalian: chrome://flags#vertical-tabs terus teken Enter.
  2. Ubah Status Menjadi Enabled
    Nanti bakal muncul pilihan “Vertical Tabs”. Ubah statusnya dari “Default” atau “Disabled” jadi “Enabled”.
  3. Relaunch Browser
    Setelah diubah, Chrome bakal minta buat restart atau relaunch. Klik aja tombolnya, dan setelah browser kebuka lagi, opsi di menu Settings tadi dijamin bakal langsung nongol.

Ngegunain Vertical Tab ini bener-bener ngebantu produktivitas, apalagi buat mereka yang kerjaannya harus buka puluhan sumber referensi sekaligus. Kalau pake tab horizontal biasa, makin banyak tab yang dibuka, judulnya bakal makin ilang dan sisa ikon kecil-kecil doang yang bikin emosi pas salah klik. Dengan posisi vertikal, kita bisa nge-scroll daftar tab itu ke bawah dengan lebih enak. Kayaknya fitur ini emang diciptain buat kaum “tab hoarder” yang nggak betah liat browser berantakan.

Ngebangun kebiasaan baru emang butuh waktu, tapi rasanya setelah kalian nyoba Vertical Tab selama beberapa hari, kalian bakal ngerasa balik ke tab horizontal itu kayak balik ke zaman purba. Ruang kerja di browser jadi kerasa lebih lega karena bagian atas bener-bener bersih, cuma ada address bar aja. Kami sendiri lebih suka cara Chrome ngebikin visualnya yang terpisah-pisah tadi karena ngebuat navigasi jadi lebih presisi.

Gimana menurut kalian? Apakah fitur Vertical Tab ini emang sesuatu yang kalian butuhin atau kalian justru lebih nyaman sama tampilan tab yang lama di atas? Kami sih ngerasa ini game changer banget buat navigasi harian. Yuk, langsung dicoba aja mumpung fiturnya udah resmi rilis.

Rekan-rekanita sekalian, itulah pembahasan lengkap mengenai fitur baru Vertical Tab di Google Chrome beserta cara mengaktifkannya. Semoga informasi ini bisa ngebantu kalian buat dapet pengalaman browsing yang lebih nyaman dan rapi. Terima kasih banyak sudah menyempatkan waktu untuk membaca artikel ini sampai habis. Sampai jumpa di tips teknologi berikutnya!

Terbaru

  • Daftar Sekarang! Beasiswa S2 di Italia dari IYT Scholarship 2026 Sudah Dibuka
  • Sejarah Hantavirus dan Perkembangannya Sampai ke Indonesia
  • Kementerian Pendidikan: Mapel Bahasa Inggris Wajib di SD Mulai 2027!
  • Ketua Fraksi PKB MPR-RI: Kemenag Respon Cepat Pendidikan Santri Ndolo Kusumo Pati yang Terdampak
  • Viral Video Sejoli Di Balai Kota Panggul Trenggalek, Satpol PP Janji Usut
  • Video Viral Wakil Wali Kota Batam Tegur Keras Pasir Ilegal
  • LPDP Buka Peluang Beasiswa S3 Prancis 2026, Simak Syaratnya!
  • Inilah Panduan Lengkap dan Aturan Main Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA dan SMK Negeri Jawa Tengah Tahun 2026
  • Inilah Syarat dan Cara Daftar MOFA Taiwan Fellowship 2027
  • RESMI! Inilah Macam Jalur di SPMB Sekolah Tahun Ajaran 2026
  • Ini Loh Rute Terbaru TransJOGJA Per Mei 2026, Jangan Salah Naik!
  • Inilah Jadwal Operasional MRT Jakarta Per Mei 2026, Berubah Dimana?
  • Inilah Syarat dan Mekanisme Seleksi Siswa Unggul ITB Jalur Talenta (OSN, Seniman, Hafidz, Atlet dll) 2026/2027
  • Inilah Daftar Saham Farmasi di BEI Per Mei 2026, Pilih Mana?
  • Kesehatan Mental Itu Penting: Inilah Isi Chat Terakhir Karyawan Minimarket Sukabumi Bundir
  • Inilah Kampus Swasta Terbaik Jurusan Farmasi di Area Malang Raya
  • Cara Login EMIS 4.0 Kemenag Terbaru 2026 Pakai Akun Lembaga dan PTK Guru Madrasah Aktivasi
  • Survei Parpol Terbaru: Gerindra Unggul, PDIP Ketiga, PKB 5%
  • PKB Resmi Jalin Kerjasama dengan Institut Teknologi & Sains NU Kalimantan
  • Inilah Urutan Terbaru Pangkat TNI Angkatan Darat! (Update 2026)
  • Inilah Panduan Lengkap Operator Sekolah Mengelola SPTJM e-Ijazah dan Menghindari Kesalahan Fatal Data Kelulusan
  • Inilah Syarat dan Penilaian Seleksi Siswa Unggul ITB Jalur UTBK
  • Download Video Viral Guru Bahasa Inggris? Awas Berisi Virus!
  • PKB Minta Kasus C4bul Pendiri Ponpes Pati Tidak Ada Ampunan & Tuntutan Maksimal
  • Inilah Kronologi Video Viral Preman vs Sopir Di Sumedang
  • Ini Alasan UKP Pariwisata Disindir Konten Kreator Drone Gunung Rinjani
  • Inilah Kronologi Viral Video Dugaan Asusila Pegawai Disdik Pasuruan di Mobil Dinas
  • Polisi Polda Sumut Resmi Dipecat: Dari Video Viral Sampai Sidang Etik Ini Kronologinya
  • ASUS ExpertBook Ultra: Produk Flagship yang Cerminkan Kepemimpinan ASUS di Pasar Global
  • Inilah Tahapan dan Syarat Pendaftaran Beasiswa Garuda 2026 Gelombang II (25 Mei – 25 Juni 2026)
  • How to build a high-performance private photo cloud with Immich and TrueNAS SCALE
  • How to Build an Endgame Local AI Agent Setup Using an 8-Node NVIDIA Cluster with 1TB Memory
  • How to Master Windows Event Logs to Level Up Your Cybersecurity Investigations and SOC Career
  • How to Build Ultra-Resilient Databases with Amazon Aurora Global Database and RDS Proxy for Maximum Uptime and Performance
  • How to Build Real-Time Personalization Systems Using AWS Agentic AI to Make Every User Feel Special
  • How to Optimize Your AI Agent Using Compiled Knowledge Layers to Replace Traditional RAG Systems
  • How to Build Your Own AI SEO Tool for Free and Audit Websites Like a Professional Marketing Agency
  • How to Use Tinyfish.ai to Give Your AI Agents Real-Time Web Access for Free
  • How to Use Anthropic’s New AI Agents to Automate Your Financial Workflows Like a Pro
  • How to Secure Brand Deals Easily Using AI-Powered Professional Pitch Estimates in Just a Few Clicks
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme