Skip to content

emka.web.id

writing knowledge, recording civilization

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Aturan Pengisian Jabatan ASN dan Hubungannya dengan TNI-Polri Menurut UU

Posted on February 23, 2025

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) membawa sejumlah perubahan dalam tata kelola kepegawaian di Indonesia. Salah satu aspek penting yang diatur dalam UU ini adalah pengisian jabatan ASN, termasuk keterlibatan prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam jabatan tertentu di instansi pemerintah.

Jabatan ASN dan Keterlibatan TNI-Polri

Salah satu pasal penting dalam UU ini adalah Pasal 19, yang mengatur bahwa jabatan ASN pada dasarnya diisi oleh Pegawai ASN. Namun, terdapat pengecualian untuk jabatan tertentu yang dapat diisi oleh prajurit TNI dan anggota Polri. Berikut kutipan dari Pasal 19 UU No. 20 Tahun 2023:

Pasal 19
Jabatan ASN diisi dari Pegawai ASN.
Jabatan ASN tertentu dapat diisi dari:
a. prajurit Tentara Nasional Indonesia; dan
b. anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia.

(3) Pengisian jabatan ASN tertentu yang berasal dari prajurit Tentara Nasional Indonesia dan anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilaksanakan pada Instansi Pusat sebagaimana diatur dalam Undang-Undang mengenai Tentara Nasional Indonesia dan Undang-Undang mengenai Kepolisian Negara Republik Indonesia.
(4) Ketentuan lebih lanjut mengenai jabatan ASN tertentu yang berasal dari prajurit Tentara Nasional Indonesia dan anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia dan tata cara pengisian jabatan ASN tertentu sebagaimana dimaksud pada ayat (3) diatur dalam Peraturan Pemerintah.

Dari pasal ini, dapat disimpulkan bahwa meskipun secara umum jabatan ASN hanya dapat diisi oleh Pegawai ASN, ada beberapa posisi tertentu yang dapat diisi oleh anggota TNI dan Polri. Pengisian ini hanya berlaku di Instansi Pusat, bukan di pemerintahan daerah, dan akan diatur lebih lanjut melalui Peraturan Pemerintah (PP).

ASN dalam Struktur TNI dan Polri

Sebaliknya, UU No. 20 Tahun 2023 juga mengatur kemungkinan Pegawai ASN untuk menduduki jabatan di lingkungan TNI dan Polri. Hal ini diatur dalam Pasal 20, yang berbunyi:

Pasal 20
(1) Pegawai ASN dapat menduduki jabatan di lingkungan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan.
(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai pengisian jabatan di lingkungan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dalam Peraturan Pemerintah.

Dengan ketentuan ini, ASN yang memiliki keahlian dan kompetensi yang dibutuhkan dapat bekerja dalam struktur organisasi TNI atau Polri, meskipun statusnya tetap sebagai ASN. Pengaturan teknis mengenai hal ini juga akan ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah.

Dampak Regulasi terhadap Tata Kelola ASN

Kebijakan ini membawa dampak besar dalam tata kelola aparatur negara, di antaranya:

  1. Fleksibilitas dalam Pengisian Jabatan
    • Dengan memungkinkan prajurit TNI dan anggota Polri untuk mengisi jabatan tertentu di instansi pusat, pemerintah berupaya meningkatkan sinergi antar-lembaga negara.
    • Sebaliknya, ASN yang memiliki kompetensi khusus juga dapat berkarier di lingkungan TNI dan Polri, sehingga memperluas peluang profesionalisme di kedua institusi tersebut.
  2. Kepastian Hukum dan Pengaturan Lebih Lanjut
    • Meskipun UU ini sudah mengatur secara garis besar, pengisian jabatan ASN oleh anggota TNI-Polri serta jabatan ASN di lingkungan TNI-Polri masih memerlukan aturan turunan dalam bentuk Peraturan Pemerintah (PP).
    • Aturan ini penting untuk memastikan tidak terjadi tumpang tindih kewenangan serta menjaga prinsip netralitas ASN.
  3. Potensi Tantangan dalam Implementasi
    • Salah satu tantangan utama dari regulasi ini adalah menjaga keseimbangan antara netralitas ASN dengan kebutuhan akan pengisian jabatan dari unsur TNI-Polri.
    • Transparansi dalam proses pengisian jabatan juga menjadi hal yang perlu diperhatikan agar tidak terjadi ketidakadilan bagi ASN yang berasal dari jalur sipil.

Kesimpulan

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN menghadirkan perubahan dalam sistem kepegawaian negara, khususnya terkait dengan pengisian jabatan ASN oleh anggota TNI dan Polri, serta sebaliknya. Dengan adanya ketentuan ini, diharapkan tercipta sinergi yang lebih baik antar-instansi negara, sekaligus tetap menjaga prinsip profesionalisme dan netralitas ASN dalam menjalankan tugasnya. Implementasi kebijakan ini akan sangat bergantung pada peraturan turunan yang akan diterbitkan oleh pemerintah.

Terbaru

  • Worth It! Switching from Fedora KDE to Kubuntu
  • I’m Happy Using ‘Herdr’, The Fastest Growing Devtool written in Rust
  • Testing Goose on Omarchy Linux (App & CLI): The Open-Source Solution for Daily Task Automation
  • GNOME Founder Attacks Omarchy Founder as “Lazy, Racist, Ignorant”
  • Why I Stopped Using Plain Command Line Docker and Use Portainer 3.0 To Make My Home Projects Fun Again
  • Why I Switched to a Proper Firewall Box with OPNSense for My Homelab Stuff
  • Fixing Windows Error 0x80070005 Hyper-V Export Access Denied Error the Right Way
  • Fixing Hyper V Export Errors and Building a Better Virtual Machine Setup (error 0x80070002, 0x80070005)
  • Fixing the Dreaded Windows Audio Service Stuck on Stopping Error
  • Windows SIM Error, Unknown error 0xc1420127
  • How I’m Building a Cat Breeding Management App with Python Qt6 + Microsoft Litebox, in 1 Week
  • Why Windows Keeps Nuking Your GPU Drivers (And How to Take Back Control)
  • Why I Finally Ditched Mainstream Windows Cleaners (And Why I Use ‘Kudu’ Instead)
  • AI Made Everything Faster, Including Bad Decisions
  • Raspberry Pi Desktop Available of PC and Mac, Based on Debian 13
  • Why I Stopped Yelling at My PC When Error; Getting Windows 11 Voice Isolation and Access to Actually Work
  • Berobat Kanker ke Malaysia: Berapa Biayanya dan Apa Saja yang Perlu Disiapkan?
  • Stop Sending Every Prompt to the Biggest AI Model You Can Find
  • Stop Building AI Agents from Scratch: My Pick for the Best Native Windows Setup
  • Jev Is Faster and Cheaper, But I Still Recommend Clef. Here’s Why.
  • Weird XCP-NG Bug or Feature? Enable Maintenance Mode = Host Not Enough Memory
  • Vinix OS: Another OS That Want to Beat Linux, Try it!
  • Trying NVX, An Ultra-Light Micro-VM Sandbox from Microsoft
  • Learning NocoDB from Scratch: Creating a Simple Greenhouse App
  • How RHEL 10.2 Quietly Turned Into an Absolute Security Beast
  • Grab Videos from Anywhere with ReClip (Can Running Locally)
  • Jumped onto Ubuntu 26.04 LTS? Here’s How to Add a New User Account
  • Tutorial Cara Install WPS Office di Linux (Alternatif Microsoft Office)
  • Tutorial Upgrade Server Ubuntu 24.04 LTS ke Ubuntu 26.04 LTS dengan Aman
  • Inilah Alasan kenapa akun TikTok dibatasi tidak bisa klaim koin dan masalah pembatasan lainnya?
  • Canonical: Ubuntu coming soon to Snapdragon X2 Series platforms
  • Finally, wolfSSL adds post-quantum algorithms!
  • How to Run Gemma Embedding Models Using Docker
  • Deploy Nginx Rootful Container with Podman
  • How to Sandboxing Browser on Linux Desktop with Flatpak
  • Building Long-Running AI Agents with Pi Durable: An AI SRE Agent Example
  • Prompt AI: Impressionist Portrait Art of a Woman
  • Prompt AI: Stylish Man Walking Double Exposure Photo
  • Trying Nemotron 3.5 Super VL: NVIDIA’s Open Multimodal Model Built for Agents That Actually See and Act
  • Pruna AI Release their Qwen-Image 2.1 LoRA Adapter, 6x Faster than Regular Qwen
  • Ini Dia QR Link Dana Kaget 400K, 27 Oktober 2026
  • Fresh! Ini Biodata dan Fakta Unik dari Member No Na
  • Inilah Rekomendasi 10 Drama Jepang Wajib Tonton November 2026
  • Siapa Sosok Dibalik Video Kerudung Biru Di Mobil? Ini Konteks Asli Rekamannya
  • Bantah Menteri Kesehatan Sesak Nafas di Kalimantan, Netizen Tidak Percaya

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme