Banyak dari kalian pasti kaget pas ngecek Info GTK dan tiba-tiba riwayat pendidikan formal kayak SD sampai SMA hilang entah ke mana. Rasanya panik banget, kan? Tenang, masalah ini nggak selalu berarti data kalian dihapus sistem. Biasanya ini cuma soal sinkronisasi yang butuh sedikit perbaikan manual dari kami.
Perubahan tampilan data di Info GTK memang sering banget ngebuat banyak guru merasa khawatir, terutama kalau riwayat pendidikan formal mendadak nggak muncul di layar. Banyak rekan guru yang mengira hal tersebut terjadi karena kesalahan input atau bahkan penghapusan data secara otomatis oleh sistem pusat. Padahal, kalau mau dibilang jujur, dalam banyak kasus hilangnya data tersebut sebetulnya bukan disebabkan oleh kesalahan kalian sebagai pengguna, melainkan karena ada transisi sistem atau pembaruan di server pusat yang sedang berlangsung.
Kalian perlu tahu kalau riwayat pendidikan seperti SD, SMP, dan SMA itu sejatinya bersumber dari aplikasi Dapodik yang ada di sekolah masing-masing. Ketika terjadi pembaruan aplikasi ke versi terbaru, penyesuaian sistem di pusat, atau mungkin proses sinkronisasi yang belum berjalan sempurna, data yang seharusnya tampil bisa saja untuk sementara waktu tidak terlihat di portal Info GTK. Kondisi ini sepertinya emang ngebikin bingung, apalagi buat guru yang merasa nggak pernah mengubah apa pun pada data mereka tapi tiba-tiba datanya kosong.
Kami sangat menyarankan kalian buat memahami alur kerja sistem ini lebih dalam. Info GTK itu ibaratnya cuma etalase data. Data aslinya ada di sistem sumber. Dengan mengetahui apa yang perlu dilakukan, kalian bisa tetap tenang dan memastikan data tetap aman tanpa harus bolak-balik nanya ke operator dengan rasa cemas. Ada dua sistem utama yang paling berperan di sini, yaitu Dapodik dan PTK Data Dik. Dapodik biasanya nyimpen data pendidikan dasar sampai menengah, sedangkan PTK Data Dik jadi pusat pengelolaan buat data pendidikan tinggi kayak S1 atau S2. Kalau salah satu sistem ini belum tersinkron, ya jangan kaget kalau Info GTK nampilin data yang nggak lengkap.
Berikut ini adalah langkah-langkah teknis yang bisa kalian lakukan untuk mengatasi masalah tersebut:
- Periksa Versi Dapodik yang Digunakan
Langkah paling awal yang nggak boleh kalian lewatkan adalah memastikan aplikasi Dapodik di sekolah sudah menggunakan versi terbaru. Versi terbaru biasanya membawa perbaikan sistem (patch) dan penyesuaian struktur data yang emang dibutuhin agar sinkronisasi ke server pusat berjalan normal. Kalau Dapodik sekolah masih pakai versi lama, risiko data nggak terbaca oleh sistem pusat itu besar banget. Jadi, sebelum ngecek yang lain, pastikan dulu versinya sudah paling update. - Lakukan Pengecekan Riwayat Pendidikan di Dapodik
Setelah aplikasinya sudah oke, mintalah operator atau kalian bisa cek sendiri di menu GTK pada aplikasi Dapodik. Pilih nama guru yang bersangkutan, lalu masuk ke bagian riwayat pendidikan formal. Di sana kalian harus periksa apakah data SD, SMP, dan SMA masih tercantum lengkap. Kalau seandainya data di Dapodik masih lengkap, kami sarankan jangan mengubah apa pun. Data tersebut sebetulnya aman di database lokal, cuma tinggal nunggu waktu aja buat “narik” atau tampil kembali di Info GTK setelah sinkronisasi berikutnya. - Tambah Data Pendidikan Dasar dan Menengah dengan Benar
Nah, kalau ternyata datanya kosong atau memang belum pernah diinput, kalian perlu melakukan penambahan secara manual. Gunakan akun GTK masing-masing melalui fitur “Tukar Akses Pengguna” di Dapodik. Setelah masuk, buka menu riwayat pendidikan formal. Ada hal krusial di sini: pada saat pengisian jenjang SD, SMP, dan SMA, pastikan kolom “Bidang Studi” diatur sebagai “Umum”. Pilihan ini wajib hukumnya karena kalau kalian pilih yang lain, sistem pusat nggak bakal ngenalin data itu sebagai pendidikan dasar/menengah. - Atur Gelar Akademik Menjadi Non Gelar
Masih di menu riwayat pendidikan, pada kolom “Gelar Akademik”, pastikan kalian pilih opsi “Non Gelar”. Ini sering banget salah lho, karena pendidikan SD sampai SMA emang nggak pakai gelar akademik. Jangan coba-coba dikosongkan atau diisi sembarangan, karena ini bisa ngebikin data kalian mental saat divalidasi oleh sistem Info GTK. Lengkapi juga data nama sekolah, tahun masuk, tahun lulus, dan yang paling penting adalah NISN. Sepertinya NISN ini harus benar-benar konsisten di tiap jenjang biar nggak jadi kendala di kemudian hari. - Simpan dan Verifikasi Kesesuaian Data
Setelah semua data diinput, jangan lupa klik simpan. Tapi jangan langsung keluar gitu aja, coba cek lagi sekali lagi. Pastikan setiap jenjang pendidikan sudah pakai bidang studi umum dan status “Masih Studi” dipilih “Tidak”, karena kan kalian sudah lulus. Dapodik biasanya ngasih keterangan bantuan atau validasi di bagian bawah, jadi kalau ada yang merah atau kuning, segera perbaiki. Kesalahan kecil di satu kolom aja bisa ngebuat data nggak terbaca di sistem pusat saat proses sinkronisasi dilakukan. - Cocokkan Data di PTK Data Dik
Langkah selanjutnya yang nggak kalah penting adalah membuka portal PTK Data Dik secara online. Login pakai akun GTK kalian dan cek menu pendidikan. Kalau data pendidikan sudah muncul dan lengkap di sana, berarti data dari Dapodik tadi sudah berhasil terkirim ke server pusat. Tapi kalau di PTK Data Dik masih kosong padahal di Dapodik sudah diisi, kalian harus melakukan sinkronisasi ulang di aplikasi Dapodik sekolah. Ingat ya, penarikan data dari sekolah ke pusat itu nggak selalu instan, kadang butuh waktu beberapa hari. - Input Pendidikan S1 di Tempat yang Tepat
Ini nih yang sering ngebikin guru keliru. Data pendidikan tinggi kayak S1 itu nggak bisa kalian masukkan lewat aplikasi Dapodik di sekolah. Inputnya harus langsung lewat portal PTK Data Dik. Gunakan fitur “Tambah Riwayat” di sana untuk masukin data ijazah S1 kalian. Pastikan semuanya sesuai dengan ijazah asli, mulai dari nama kampus sampai nomor ijazah. Karena S1 adalah syarat utama validasi tunjangan, data ini harus benar-benar akurat 100%. - Menunggu Proses Penarikan ke Info GTK
Kalau semua data di Dapodik sudah oke dan di PTK Data Dik juga sudah lengkap, tugas kalian selanjutnya cuma satu: sabar menunggu. Info GTK bakal narik data dari kedua sistem tersebut secara bertahap (batch). Rasanya nggak perlu panik berlebihan kalau hari ini belum muncul, karena selama data di sumbernya (Dapodik & PTK Data Dik) sudah benar, riwayat pendidikan itu pasti bakal tampil lagi dengan sendirinya tanpa perlu tindakan tambahan yang aneh-aneh.
Intinya, hilangnya riwayat pendidikan di Info GTK itu bukan akhir dari segalanya dan bukan berarti data kalian hilang permanen. Masalah ini kuranglebihnya cuma soal teknis sinkronisasi dan cara pengisian yang harus sesuai standar sistem pusat. Dengan memastikan aplikasi Dapodik kalian selalu versi terbaru, mengisi bidang studi dengan format “Umum”, serta memastikan data S1 sudah masuk di PTK Data Dik, integritas data kalian pasti terjaga. Tetap tenang, jangan mudah termakan isu yang nggak jelas, dan selalu koordinasi dengan operator sekolah jika ada kendala teknis yang lebih berat.
Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bisa ngebantu rekan-rekanita sekalian dalam merapikan data pendidikannya. Terima kasih banyak sudah membaca sampai habis, mari kita simpulkan bahwa ketelitian adalah kunci utama dalam pengelolaan data GTK ini.