Bagi kalian yang baru saja terjun ke dunia YouTube, pasti ngerasain betapa beratnya mendaki bukit terjal bernama 1000 subscriber pertama. Rasanya kayak lari maraton tapi garis finish-nya nggak kelihatan, kan? Nah, kami baru saja mendapatkan informasi yang sangat menarik dari sebuah studi kasus member komunitas yang berhasil menembus hampir 1000 subscriber hanya dalam waktu sehari, padahal channel-nya baru dibuat tiga hari yang lalu. Penasaran nggak sih gimana caranya channel seumur jagung bisa ngebut kayak gitu tanpa perlu skill editing video yang canggih?
Sebelum kita masuk ke inti caranya, kita perlu pahamin dulu kenapa banyak YouTuber pemula, terutama yang main di niche musik, seringkali gagal di awal. Masalah utamanya biasanya ada di ketimpangan antara jam tayang dan jumlah subscriber. Mereka yang ngerjain konten musik seringkali jam tayangnya gampang tembus karena orang suka dengerin lagu berulang-ulang, tapi subscriber-nya naiknya seret banget. Nah, metode yang akan kami ngebahas kali ini adalah solusi jalan pintas untuk membereskan masalah subscriber tersebut dengan sangat cepat, bahkan tanpa perlu menampilkan wajah asli kalian kalo kalian pemalu.
Metode ini sebenarnya memanfaatkan fitur bawaan YouTube yang sering diremehkan, yaitu fitur Remix atau Green Screen pada YouTube Shorts. Kalo kalian perhatikan, channel yang kami jadikan contoh kasus ini baru berumur tiga hari, tapi videonya yang baru di-upload satu hari yang lalu sudah mendapatkan 27.000 views dan menyumbang lebih dari 800 subscriber. Angka ini fantastis banget buat channel yang bener-bener nol. Kuncinya ada di pemilihan video viral untuk didompleng. Kalian nggak perlu ngebuat video original yang memakan waktu lama, cukup cari video yang sudah viral, biasanya video anak-anak atau video kejadian unik, lalu kita “tumpangi” popularitasnya.
Langkah teknisnya sangat gampang buat dieksekusi. Pertama, kalian buka aplikasi YouTube dan cari video yang view-nya jutaan atau yang lagi trending. Setelah ketemu, klik tombol “Remix” yang ada di bawah video tersebut, lalu pilih opsi “Green Screen”. Nah, di sinilah triknya bekerja. Kalian nggak harus merekam wajah kalian secara langsung kalo nggak mau. Kalian bisa nyiapin video footage lain, misalnya video cewek cantik atau video reaksi lucu yang sudah kalian download dari Instagram atau TikTok dan tersimpan di galeri HP. Gunakan video tersebut sebagai latar belakang Green Screen kalian.
Saat proses perekaman atau saat kalian mulai ngerun fitur Green Screen ini, kalian bisa mengatur durasinya, nggak perlu panjang-panjang, 15 detik sampai 60 detik saja sudah cukup. Kalian bisa membalik kamera atau mengatur layout-nya supaya video viral aslinya tetap terlihat dominan. Intinya adalah kita membuat seolah-olah kita sedang mereaksikan video tersebut. Teknik ini ngebuat algoritma YouTube mendeteksi bahwa video kita ada kaitannya dengan video viral tersebut, sehingga video Shorts kita bakal ikut terdorong naik view-nya. Karena view-nya naik drastis, otomatis konversi ke subscriber juga bakal mengalir deras.
Kami sendiri sudah pernah nyobain dan mempraktikkan cara ini di channel lama yang sekarang sudah terbengkalai. Dulu, satu video viral yang di-remix bisa menyumbang hingga 3.000 subscriber lebih. Padahal itu cuma modal HP, tanpa ngedit di PC, dan dilakukan sambil duduk santai. Kalo kalian lihat channel-channel besar yang ngebahas country ball atau meme, banyak dari mereka yang awalnya ngerjain teknik remix ini buat mancing massa. Setelah subscriber terkumpul banyak, barulah mereka mulai merapikan channel-nya.
Nah, strategi jangka panjangnya begini. Setelah kalian berhasil ngeksekusi cara ini dan channel kalian sudah tembus 1000 subscriber, langkah selanjutnya adalah bersih-bersih. Kalian bisa mengubah setelan video-video remix tadi menjadi private atau bahkan menghapusnya. Setelah channel bersih tapi subscriber-nya sudah aman di angka 1000, barulah kalian mulai mengunggah konten utama kalian, misalnya musik cover atau vlog. Dengan begitu, kalian tinggal fokus ngejar jam tayang saja karena syarat subscriber sudah terpenuhi dengan cara yang cerdas tadi.
Jadi, intinya adalah jangan mempersulit diri di awal dengan idealisme konten yang terlalu tinggi kalo tujuannya cuma buat ngejar syarat monetisasi subscriber. Manfaatkan fitur yang sudah disediakan YouTube untuk mempercepat pertumbuhan channel kalian. Kalo caranya semudah ini, sepertinya nggak ada alasan lagi buat ngeluh susah dapet subscriber, kan?
Demikianlah trik rahasia yang bisa kami bagikan kali ini. Semoga strategi ini bisa ngebantu kalian memecahkan telur 1000 subscriber dalam waktu singkat. Jangan lupa untuk konsisten nyari video viral yang tepat buat di-remix. Selamat mencoba dan semoga sukses buat rekan-rekanita semua!