Pada seri artikel kali ini kita akan mengenal apa itu tool Ansible, bagaimana cara tool ini bekerja, dari mulai konsep dasar dari Ansible dibangun, sampai pada arsitekturnya. Kita juga akan membahas kenapa Ansible ini penting untuk digunakan ya. Secara umum, nanti kita akan tahu bagaimana lingkungan untuk menjalankan tool Ansible ini bekerja dalam VM minimalis misalnya.
Apa itu Ansible? Ansible adalah sebuah tool untuk melakukan otomasi dan mengelola bagian-bagian dari infrastuktur TIK yang kita miliki, dari level konfigurasi aplikasi, perangkat jaringan, server baremetal, server VM sampai pada layanan cloud. Seperti halnya tool otomasi lainnya, Ansible juga menggunakan pendekatan code-first (semua dalam bentuk kode program). Sintaks kode ansible yang kita tulis ini pada dasarnya menjelaskan keadaan dari infrastruktur TIK kita, dimana setiap kali kita menjalankan skrip ansible itu, kita akan mendapatkan output sesuai yang kita program.
Ansible itu sebenarnya berfokus pada tiga hal penting pada dunia IT Operations kita, fokus itu adalah:
- Ansible itu menyediakan instruksi untuk mengotomasi sesuatu (automate operations),
- Ansible itu menyediakan manajemen konfigurasi (configuration management),
- dan Ansible itu memungkinkan kita mengotomasi deployment aplikasi ke infrastruktur tujuan.
Kenapa harus Ansible?
Di masa lalu, dalam hal mengelola server dalam jumlah kecil, kita tidak memerlukan otomasi yang berarti. Tapi bisa dibayangkan jika kita sudah mengelola ratusan atau ribuan server dan seperangkat jaringannya yang butuh dikelola dengan cepat dan mudah, mau tidak mau kita harus menggunakan tool untuk otomasi apa yang dilakukan secara berulang di banyak perangkat.
