Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Jokowi ke Silicon Valley, Jangan Lagi Omong Potensi

Posted on November 1, 2011

                            SAN FRANCISCO,  Melihat Indonesia tak melulu soal potensi. Sekarang, seiring dengan tindakan nyata pemerintah menumbuhkan ekonomi digital, sudah saatnya Bangsa kita berkarya di kancah global.Pendapat tersebut disampaikan Chief Executive Kibar Kreasi Yansen Kamto, yang turut menemani rombongan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kunjungan ke Silicon Valley, Amerika Serikat (AS).

Yansen yang selama ini aktif dalam dunia inkubasi startup itu mengamini visi Jokowi. Indonesia mau dan bisa meningkatkan daya saingnya di kancah global.

“Saya muak dengan istilah potensi yang terus-terusan dicekokin di Indonesia, kini saatnya kita berkarya di global dan merah putih akan berkibar,” tegasnya saat bincang bersama KompasTekno, Rabu (17/2/2016) waktu setempat.

Namun mewujudkan cita-cita tersebut juga tak bisa sembarangan. Jangan sampai yang tumbuh startup dengan mindset hanya mencari investasi.

Mindset sebuah startup mestinya menemukan sebuah solusi terhadap permasalahan yang ada.

Selain itu masih ada masalah dalam hal sumber daya manusia dan ketersediaan inkubator yang berperan membimbing perkembangan sebuah usaha rintisan digital.

Dengan kondisi seperti ini, menurut Yansen Indonesia lebih dulu membangun ekosistem yang dibutuhkan untuk mengarah ke ekonomi digital.

“Indonesia harus fokus di pembinaan talenta mudanya dulu, makanya harus ada lebih banyak inkubator yang beneran punya hati untuk bangsa ini,” ujarnya.

“Kita juga harus mengembangkan jaringan mentor yang kompeten. Mentor itu bukan orang pinter dan hebat, tapi yang mau membuka jalan dan membantu mengarahkan. Mentor harusnya bukan memberikan jawaban, apalagi solusi,” pungkasnya.

Di Silicon Valley, Jokowi memiliki agenda utama mengunjungi Plug and Play yang merupakan komunitas startup sekaligus inkubator terbesar di AS.

Presiden mengajak mereka bekerja sama dalam upaya Indonesia menjadi ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.

Pemerintah sendiri memiliki sejumlah kebijakan dan rencana, baik jangka panjang maupun jangka pendek. Antara lain berupa kemudahan memperoleh kredit usaha rakyat, likuiditas pasar untuk startup, hingga program 1.000 technopreneur dengan tenggat waktu 2020.

Sumber: KOMPAS Tekno

Terbaru

  • Inilah Higgsfield AI Audio, Trik Canggih Buat Voice Cloning dan Dubbing Video Youtube Otomatis!
  • Everything You Need to Know About Project X and the Rumored AI-Powered Remaster of The Sims 4
  • Inilah Trik Cuan dari Instagram Jadi Affiliator, Tapi Tanpa Perlu Jualan Produk!
  • Inilah 7 Ide Channel YouTube Aneh Tapi Sederhana yang Bisa Kalian Mulai Sekarang Juga!
  • Apa itu Umroh & Keutamaannya: Inspirasi dari pergiumroh.com
  • Belum Tahu? Gini Caranya Dapat Bisnis Sukses Cuma dari Clipping Video Pake AI
  • Inilah Rahasia Perbaiki Algoritma Video YouTube yang Mulai Sepi
  • Kenapa Cicilan di Bank Syariah Itu Tetap?
  • Inilah 7 Produk Digital Paling Realistis untuk Kalian yang Mau Jualan Online Tahun Ini!
  • Inilah 4 Strategi Memilih Niche SEO Terbaik Supaya Blog Kalian Cepat Ranking
  • Ini Trik Supaya Pengunjung Toko Online Kalian Jadi Pembeli Setia Pakai Omnisend!
  • 3 Strategi AI Terbukti Biar Bisnis E-Commerce Kalian Makin Cuan 2026!
  • Inilah 6 Langkah Tembus 5.000 Follower di X, Gini Caranya Supaya Akun Kalian Nggak Stuck Lagi!
  • SEO LinkedIn: Inilah Alasan Kenapa LinkedIn Ads Lebih Efektif Buat Bisnis B2B Dibanding Platform Lain
  • Inilah Alasan Kenapa Kolom Komentar YouTube Kalian Sering Menghilang Secara Misterius!
  • Cara Kelola Auto-Posting Semua Media Sosial Kalian Pakai Metricool
  • Studi Kasus Sukses Instagram Maria Wendt Dapat 12 Juta View Instagram Per Bulan
  • ZenBook S16, Vivobook Pro 15 OLED, ProArt PX13, dan ROG Zephyrus G14, Laptop Bagus dengan Layar OLED!
  • Caranya Ngebangun Website Directory dengan Traffic Tinggi dalam Seminggu!
  • Cara Mengembangkan Channel YouTube Shorts Tanpa Wajah
  • Inilah Cara Menghitung Diskon Baju Lebaran Biar Nggak Bingung Saat Belanja di Mall!
  • Cara Jitu Ngebangun Bisnis SaaS di Era AI Pakai Strategi Agentic Workflow
  • Inilah Rincian Gaji Polri Lulusan Baru 2026, Cek Perbedaan Jalur Akpol, Bintara, dan Tamtama Sebelum Daftar!
  • Inilah 5 Channel YouTube Membosankan yang Diam-diam Menghasilkan Banyak Uang
  • Inilah Cara Pakai Google Maps Offline Biar Mudik Lebaran 2026 Nggak Nyasar Meski Tanpa Sinyal!
  • Inilah Alasan Mahkamah Agung Tolak Kasasi Google, Denda Rp202,5 Miliar Resmi Menanti Akibat Praktik Monopoli
  • Inilah Cara Daftar dan Syarat SPMB SMK Boarding Jawa Tengah 2026, Sekolah Gratis Sampai Lulus!
  • Inilah Daftar Sekolah Kedinasan 2026 untuk Lulusan SMK, Bisa Kuliah Gratis dan Berpeluang Besar Langsung Jadi CPNS!
  • Inilah Pajak TER: Skema Baru PPh 21 yang Nggak Bikin Pusing, Begini Cara Hitungnya!
  • Inilah Jadwal Resmi Jam Buka Tol Jogja-Solo Segmen Prambanan-Purwomartani Saat Mudik Lebaran 2026
  • How to Show Battery Percentage on Windows 11
  • How to Fix VMSp Service Failed to Start on Windows 10/11
  • How to Fix Taskbar Icon Order in Windows 11/10
  • How to Disable Personalized Ads in Copilot on Windows 11
  • What is the Microsoft Teams Error “We Couldn’t Connect the Call” Error?
  • How to Use Orbax Checkpointing with Keras and JAX for Robust Training
  • How to Automate Any PDF Form Using the Power of Manus AI
  • How to Training Your Own YOLO26 Object Detection Model!
  • How to Build a Full-Stack Mobile App in Minutes with YouWare AI
  • How to Create Consistent Characters and Cinematic AI Video Production with Seedance
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme