Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

PKB-PAN Siap Kompromi PT dikisaran 3,5 persen

Posted on November 21, 2012

Sejumlah partai menengah, seperti PKB dan PAN, siap berkompromi dalam pembahasan besaran ambang batas perolehan suara nasional untuk masuk parlemen (parliamentary threshold/PT) di draf RUU Pemilu.

Sebelumnya mereka hanya siap “nego” sampai batas maksimal 3 persen dari posisi awal sebesar 2,5 persen. Sekarang PKB dan PAN membuka opsi untuk PT naik sampai 3,5 persen. “Sekitar 3 persen sampai 3,5 persen, itu sudah bagus.,” kata anggota Komisi II dari FPKB Malik Haramain di gedung DPR, kemarin 11 Juli. 

Dia menyebut besaran PT memang sudah sepatutnya ditambah. Tapi, prosesnya harus gradual dan kenaikannya tidak 100 persen atau menjadi 5 persen. “Pertimbangan kami, jangan sampai kenaikan PT yang berlebihan menimbulkan efek terbuangnya suara sah yang semakin besar, karena tidak terkonversi menjadi kursi,” tegasnya.

Menurut Malik, dengan PT 2,5 persen pada pemilu 2009 lalu, terdapat 19 juta suara sah dari parpol -parpol yang gagal memenuhi PT yang dianggap hangus. Dia menambahkan, kenaikan PT tidak boleh sampai menafikan keragaman. “Parpol kita cermin dari pluralisme. Ini harus tetap dijaga,” katanya.

Ini, jelas Malik, titik kompromi PKB yang “terakhir”. Dia berharap Partai Demokrat selaku mitra koalisi tidak terus ngotot mendorong PT naik menjadi 4 persen. Karena berpotensi merusak keharmonisan koalisi. “Kalau terus memaksakan, PKB dan partai menengah lain bisa meninjau ulang setbab,” ujar Malik.

Wasekjen DPP PAN Teguh Juwarno juga menegaskan kesiapan fraksinya untuk berkompromi sampai angka maksimal 3,5 persen. “Mari kita cari titik temu-lah, kami tidak mau menang-menangan, mendorong sikap kenegarawanan,” katanya.

Dia mengingatkan pembatasan PT akan berdampak pada eksistensi parpol. Padahal, parpol di parlemen menggambarkan peta perwakilan kelompok masyarakat yang cukup plural.

Dua parpol menengah lain, yakni PKS dan PPP masih menghendaki PT naik hanya sampai 3 persen. Draf RUU Pemilu yang kini tengah disiapkan Badan Legislasi (Baleg) DPR rencananya akan dibawa ke sidang paripurna mendatang. Setelah disahkan menjadi RUU usul inisiatif DPR, proses pembahasan bersama pemerintah akan dimulai. Namun, sejauh ini, masih belum ada titik temu mengenai besaran PT ini.

“Kalau nggak bisa selesai di baleg ya di paripurna. Kalau mau voting ya voting kita. Voting untuk menyepakati yang dijadikan ketentuan di dalam draf inisiatif ini apa. Apakah 3 persen, 4 persen, atau 5 persen,” kata Wasekjen DPP PKS Mahfudz Siddiq.

Dia menjelaskan apapun hasil voting, masih belum final. Karena draf itu akan kembali dibahas bersama pemerintah. “Masih ada kesempatan, tergantung lobi-lobi,” ujar Ketua Komisi I DPR, itu.

Sekretaris Fraksi PPP M Romahurmuziy menilai, rapat paripurna yang akan membahas rumusan treshold sebaiknya tidak diputuskan dengan membuang energi terlalu lama. Jika memang tidak didapat kesepakatan sejatinya tidak menjadi masalah. Karena pembahasan itu masih bisa berlanjut di tingkat panitia khusus. “Rentang waktu masih bisa diberikan, supaya bisa tetap membangun dialog,” kata Romi.

Sejak awal, PPP menghendaki angka 2,5 persen sebagai angka ambang batas. Namun, karena sudah memasuki kompromi, PPP juga tidak keberatan saat angka itu bergerak di 3 persen. “Konstelasi sebenarnya itu di tiga angka. Tiga persen, empat persen dan lima persen,” ujarnya.

Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie menyatakan, tidak ada yang perlu dikhawatirkan hilangnya suara dalam penetapan PT sebesar 5 persen. Suara yang hilang nanti bisa bergabung dengan partai yang ada. “Nanti bisa bergabung sebelum pemilu,” kata Ical. Meski partainya berbeda, caleg yang terpilih tetap berasal dari partai yang gagal lolos PT. Sumber: Fajar Online/JPNN

Terbaru

  • SEO LinkedIn: Inilah Alasan Kenapa LinkedIn Ads Lebih Efektif Buat Bisnis B2B Dibanding Platform Lain
  • Inilah Alasan Kenapa Kolom Komentar YouTube Kalian Sering Menghilang Secara Misterius!
  • Cara Kelola Auto-Posting Semua Media Sosial Kalian Pakai Metricool
  • Studi Kasus Sukses Instagram Maria Wendt Dapat 12 Juta View Instagram Per Bulan
  • ZenBook S16, Vivobook Pro 15 OLED, ProArt PX13, dan ROG Zephyrus G14, Laptop Bagus dengan Layar OLED!
  • Caranya Ngebangun Website Directory dengan Traffic Tinggi dalam Seminggu!
  • Cara Mengembangkan Channel YouTube Shorts Tanpa Wajah
  • Inilah Cara Menghitung Diskon Baju Lebaran Biar Nggak Bingung Saat Belanja di Mall!
  • Cara Jitu Ngebangun Bisnis SaaS di Era AI Pakai Strategi Agentic Workflow
  • Inilah Rincian Gaji Polri Lulusan Baru 2026, Cek Perbedaan Jalur Akpol, Bintara, dan Tamtama Sebelum Daftar!
  • Inilah 5 Channel YouTube Membosankan yang Diam-diam Menghasilkan Banyak Uang
  • Inilah Cara Pakai Google Maps Offline Biar Mudik Lebaran 2026 Nggak Nyasar Meski Tanpa Sinyal!
  • Inilah Alasan Mahkamah Agung Tolak Kasasi Google, Denda Rp202,5 Miliar Resmi Menanti Akibat Praktik Monopoli
  • Inilah Cara Daftar dan Syarat SPMB SMK Boarding Jawa Tengah 2026, Sekolah Gratis Sampai Lulus!
  • Inilah Daftar Sekolah Kedinasan 2026 untuk Lulusan SMK, Bisa Kuliah Gratis dan Berpeluang Besar Langsung Jadi CPNS!
  • Inilah Pajak TER: Skema Baru PPh 21 yang Nggak Bikin Pusing, Begini Cara Hitungnya!
  • Inilah Jadwal Resmi Jam Buka Tol Jogja-Solo Segmen Prambanan-Purwomartani Saat Mudik Lebaran 2026
  • Inilah Cara Mendapatkan Witherbloom di Fisch Roblox, Rahasia Menangkap Ikan Paling Sulit di Toxic Grove!
  • Kenapa Indomart Point Bisa Kalahkan Bisnis Kafe?
  • Inilah Cara Mendapatkan Rotten Seed di Fisch Roblox, Lokasi Rahasia di Toxic Grove Buat Unlock Toxic Lotus!
  • Inilah Cara Zakat Crypto Kalian Bisa Jadi Pengurang Pajak Berdasarkan Aturan Resmi Pemerintah!
  • Inilah Perbandingan Airwallex vs Payoneer 2026: Jangan Sampai Profit Kalian Ludes Gara-Gara Biaya Admin!
  • Inilah Roadmap 7 Tahap Bangun Bisnis Digital dari Nol Biar Nggak Cuma Putar-Putar di Tempat!
  • Inilah Cara Tetap Gajian dari YouTube Meski View Masih Ratusan, Penasaran?
  • Inilah Alasan Akun TikTok Affiliate GMV 270 Juta Kena Banned Permanen!
  • Inilah Bahaya Astute Beta Server APK, Jangan Sembarang Klik Link Download FF Kipas 2026!
  • Inilah Bahaya Nonton Film di LK21 dan IndoXXI, Awas Data Pribadi dan Saldo Rekening Kalian Bisa Ludes!
  • Inilah Kronologi & Video Lengkap Kasus Sejoli Tambelangan Sampang Viral, Ternyata Gini Awal Mulanya!
  • Inilah Alasan Kenapa Koin Nego Neko Shopee Nggak Bisa Dipakai Bayar Full dan Cara Rahasia Dapetinnya!
  • Inilah Cara Menjawab Pertanyaan Apakah di Sekolahmu Sudah Ada IFP/PID dengan Benar dan Profesional
  • What is the 99% Deletion Bug? Understanding and Fixing Windows 11 File Errors
  • How to Add a Password to WhatsApp for Extra Security
  • How to Recover Lost Windows Passwords with a Decryptor Tool
  • How to Fix Python Not Working in VS Code Terminal: A Troubleshooting Guide
  • Game File Verification Stuck at 0% or 99%: What is it and How to Fix the Progress Bar?
  • How to Build a Full-Stack Mobile App in Minutes with YouWare AI
  • How to Create Consistent Characters and Cinematic AI Video Production with Seedance
  • How to Find Your Next Viral Product Using PiPiAds AI Like a Pro!
  • Create Your Own Netflix-Style Documentaries Using AIQORA in Minutes!
  • How to Build a Super Chatbot with RAG Gemini Embbeding & Claude Code
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme