Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Pengadilan Gagalkan Kasus Twitter vs Bright Data, Perusahaan Israel Penambang Data Publik di Twitter

Posted on May 11, 2024

Sebuah drama hukum baru saja usai di California. Hakim federal menolak gugatan yang diajukan oleh perusahaan Elon Musk, X (sebelumnya Twitter), terhadap Bright Data, perusahaan asal Israel yang bergerak di bidang pengumpulan data online publik.

Perselisihan ini berpusat pada praktik “scraping data”, yaitu penggunaan program otomatis untuk mengumpulkan data dari situs web yang dapat diakses publik. Data ini kemudian dapat dimanfaatkan untuk berbagai tujuan, seperti pengembangan model kecerdasan buatan (AI) dan penargetan iklan online. X menuduh Bright Data melakukan “scraping data dari X” dan menjualnya “dengan menggunakan langkah-langkah teknis yang rumit untuk menghindari teknologi anti-scraping X Corp.” X juga mengklaim bahwa Bright Data melanggar persyaratan layanan dan hak cipta mereka.

Namun, Hakim William Alsup dengan tegas menolak gugatan X. Dalam putusannya, Hakim Alsup menyatakan bahwa X ingin “memakan kue dan menyimpannya sekaligus: mempertahankan perlindungan “safe harbor” (perlindungan hukum untuk platform online) sambil menjalankan hak cipta untuk mengecualikan dan menarik biaya dari pihak yang ingin mengekstrak dan menyalin konten pengguna X.”

Hakim Alsup juga menyoroti bahaya potensial jika jejaring sosial diberikan kendali penuh atas pengumpulan dan penggunaan data web publik. “Ini berisiko menciptakan monopoli informasi yang akan merugikan kepentingan publik,” tulisnya. Lebih lanjut, Hakim Alsup menyatakan bahwa X tidak “berusaha melindungi privasi pengguna X,” dan “dengan senang hati mengizinkan ekstraksi dan penyalinan konten pengguna X selama mereka dibayar.”

Pernyataan Hakim Alsup sejalan dengan putusan tahun 2022 yang mengakhiri pertempuran hukum panjang antara LinkedIn dan pihak-pihak yang melakukan scraping data. Putusan tersebut menegaskan legalitas scraping data di AS selama data yang dikumpulkan berasal dari sumber yang dapat diakses publik.

Perlu dicatat bahwa ini bukanlah kali pertama Bright Data menghadapi gugatan terkait praktik scraping data. Sebelumnya, Meta (perusahaan induk Facebook) juga mengajukan gugatan serupa terhadap Bright Data, namun juga gagal. Bright Data menyambut baik keputusan hakim dan menegaskan kembali komitmennya untuk menyediakan akses informasi publik.

Dalam pernyataan resminya, Bright Data menekankan bahwa informasi publik online “milik kita semua, dan setiap upaya untuk menolak akses publik akan gagal.” Perusahaan tersebut juga menyoroti dampak luas dari kasus ini, yang melampaui bisnis, penelitian, dan AI. “Apa yang terjadi sekarang belum pernah terjadi sebelumnya, implikasinya berdampak pada bisnis umum, penelitian, AI, dan lebih jauh lagi,” ungkap Bright Data.

Bright Data secara konsisten menyatakan bahwa mereka hanya melakukan scraping data yang tersedia untuk umum dan dapat dilihat oleh siapa saja tanpa login. Pada saat gugatan diajukan, informasi yang dikumpulkan Bright Data dari X memang tersedia untuk umum.

Kemenangan Bright Data melawan X dan Meta menjadi preseden penting bagi masa depan akses informasi publik dan penggunaan data online. Keputusan ini menegaskan legalitas scraping data dan menekankan pentingnya akses terbuka terhadap informasi online untuk kepentingan masyarakat luas.

Terbaru

  • Apa itu Probabilistic Methods dalam Klasifikasi Data?
  • Apa itu Klasifikasi Data dengan Metode Feature Selection?
  • Inilah Panduan Lengkap Jalur Afirmasi Disabilitas SPMB Kota Malang 2026, Simak Syarat dan Jadwalnya!
  • Inilah Cara Lengkap Daftar UM Undip 2026: Panduan Teknis, Jadwal, dan Syarat Biar Nggak Salah Langkah!
  • Inilah Daftar Kampus Swasta Terbaik di Indonesia 2026 Versi Webometrics dan QS WUR, Nggak Kalah Sama Negeri!
  • Inilah Cara Daftar PPKB UI 2026, Kesempatan Emas Masuk Kampus Jaket Kuning Tanpa Tes!
  • Inilah Tampilan Baru Aplikasi Cek Bansos Kemensos 2026, Cara Cek Status dan Nominal Bantuan yang Cair!
  • Inilah Aturan PIN SPMB Jatim 2026, Bisa Dipakai Berapa Kali Sih?
  • Apa itu Common Techniques in Data Classification?
  • Inilah Cara Mengatasi Error Loading File Default.rdp Saat Menggunakan Remote Desktop
  • Anak Anies, Mutiara Baswedan Sukses Lulus S2 di Harvard University Sambil Momong Anak, Inspiratif Pol!
  • Inilah Kenapa Nama Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Bikin Netizen Penasaran Banget!
  • Inilah Panduan Lengkap Fakultas Vokasi UNY Kampus Wates 2026: Jurusan, Biaya Kuliah, dan Bedanya dengan Gunungkidul
  • Inilah Arti FOMO yang Sebenarnya dan Cara Biar Jenengan Nggak Gampang Ikut-ikutan Tren Viral
  • Inilah Perbedaan Red Flag dan Green Flag Serta Cara Mengenalinya dalam Hubungan
  • Inilah Cara Menghitung Nilai Gabungan Rapor dan TKA SPMB 2026 Supaya Peluang Lolos Makin Besar
  • Inilah Sisi Gelap Dunia Kotak-Kotak, Mengenal Creepypasta Minecraft yang Bikin Pemain Merinding Seharian
  • Inilah Caranya Plotting Bidang Tanah Mandiri Lewat Aplikasi Sentuh Tanahku Supaya Data Jenengan Makin Akurat
  • Inilah Debut Yua Mikami di Drama Netflix Sins of Kujo, Perannya Bikin Banyak Orang Kaget!
  • Inilah Alasan Kenapa Video Viral Rok Hijau di Dapur Jadi Trending Topik dan Bikin Geger Netizen
  • Inilah Arti Rizz yang Viral di Media Sosial dan Rahasia Punya Karisma Alami Tanpa Perlu Banyak Gaya
  • Inilah Cara Menghapus Game Steam Sampai Bersih Biar Penyimpanan Lega dan Library Tetap Rapi
  • Inilah Cara Melacak iPhone Hilang Biar Bisa Motret Muka Pencurinya Secara Otomatis
  • Iki Loh Mitos Jam Posting Instagram yang Sering Bikin Bingung
  • Inilah Arti Withdrawn dalam Saham dan Cara Melakukannya Biar Nggak Bingung Pas Trading
  • Inilah Cara Melihat Nilai UTBK SNBT 2026 dan Tutorial Download Sertifikat Resminya
  • Inilah Kenapa Kalian Harus Pilih View TikTok Gratis Tanpa Login Biar Akun Tetap Aman dan Cepat FYP
  • Inilah Bedanya SSD NVMe vs SATA di Laptop Bisnis, Kitorang Kasih Tau Biar Kalian Tra Salah Pilih!
  • Inilah Cara Cek Tier Akun FF Pakai AI yang Lagi Viral, Ternyata Gampang Sekali!
  • Is it Legal? How to Use Fake Website to Generate Leads?
  • SELinux Make Nginx Break and How to Fix It Easy
  • How See Hidden SELinux Errors When Your Server Is Broken
  • How Fix SELinux Port Denied Error With Sealert Easy Guide
  • Read SELinux AVC Denial Log Simple Guide for Noob
  • How Check and Fix SELinux Block Things in Fedora Linux
  • How to Automate Your Entire SEO Strategy Using a Swarm of 100 Free AI Agents Working in Parallel
  • How to create professional presentations easily using NotebookLM’s AI power for school projects and beyond
  • How to Master SEO Automation with Google Gemini 3.1 Flash-Lite in Google AI Studio
  • How to create viral AI video ads and complete brand assets using the Claude and Higgsfield MCP integration
  • How to Transform Your Mac Into a Supercharged AI Assistant with Perplexity Personal Computer
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme