Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

LAGI! Kaspersky Rilis Produk Antivirus untuk Linux

Posted on June 4, 2024

Pengguna Linux, waspadalah! Meskipun sering dianggap kebal terhadap virus, sistem Linux sebenarnya tetap rentan terhadap ancaman keamanan. Buktinya? Kasus backdoor XZ Utils baru-baru ini menjadi contoh nyata.

Untuk membantu pengguna mengamankan sistem mereka, Kaspersky baru saja merilis alat gratis bernama KVRT. Fungsinya sederhana: memindai sistem dan menghapus malware, adware, program mencurigakan, dan berbagai ancaman lainnya.

Linux Rentan? KVRT Solusinya!

Kaspersky menjelaskan bahwa anggapan Linux aman dari virus adalah keliru. Serangan siber terus berkembang, dan Linux pun tak luput menjadi target. KVRT hadir untuk membantu pengguna menangkal serangan tersebut.

KVRT vs Antivirus Biasa

Penting dicatat, KVRT bukanlah antivirus real-time. Ia bekerja sebagai pemindai mandiri yang mendeteksi berbagai ancaman seperti:

  • Malware
  • Adware
  • Program legal yang disalahgunakan
  • Ancaman keamanan lainnya

Setelah terdeteksi, KVRT menawarkan opsi untuk menghapus atau membereskan ancaman tersebut. File berbahaya yang telah dibersihkan akan disimpan di direktori karantina khusus, /var/opt/KVRT2024_Data/Quarantine (untuk pengguna root), dalam keadaan tidak berbahaya.

Cara Kerja KVRT

KVRT bekerja dengan cara memindai seluruh sistem untuk mencari kecocokan dengan database antivirus yang terus diperbarui. Namun, pengguna perlu mengunduh database terbaru secara manual setiap kali ingin melakukan pemindaian.

“Aplikasi kami dapat memindai memori sistem, objek startup, sektor boot, dan semua file di sistem operasi untuk mencari malware yang diketahui. Kami juga mampu memindai file dalam berbagai format, termasuk file arsip,” jelas Kaspersky.

Perlu Diperhatikan:

  • KVRT hanya mendukung sistem 64-bit dan memerlukan koneksi internet aktif untuk bekerja.
  • Meskipun diuji pada distribusi populer seperti Red Hat Enterprise Linux, CentOS, Linux Mint, Ubuntu, SUSE, openSUSE, dan Debian, KVRT berpotensi bekerja pada distribusi lain. Tak ada salahnya untuk mencoba memindai sistem Anda.

Unduh dan Jalankan KVRT

Anda bisa mengunduh KVRT [disini](link download KVRT). Setelah terunduh, ubah file menjadi executable (dapat dijalankan) dan jalankan dengan akses root untuk fungsi maksimal.

KVRT fleksibel. Ia dapat dijalankan melalui antarmuka pengguna grafis (GUI) maupun terminal (command-line). Ini membuatnya berguna bahkan saat sistem dalam kondisi runlevel rendah (hingga level 3), yang biasanya digunakan untuk mengatasi infeksi malware.

Namun, perlu diingat bahwa pengguna biasa (non-root) tidak memiliki izin untuk memindai semua direktori dan partisi tempat ancaman mungkin bersembunyi.

Amankah KVRT?

Saat inisialisasi, pemindai akan mengekstrak beberapa file penting ke direktori sementara di ‘/tmp/<random_character_sequence>’. File-file tersebut akan terhapus secara otomatis setelah KVRT ditutup.

Kaspersky menyediakan instruksi terperinci tentang cara menyiapkan KVRT untuk dijalankan melalui GUI dan terminal [disini](link instruksi KVRT).

Disclaimer Penting!

BleepingComputer belum menguji efektivitas KVRT dan tidak dapat menjamin keamanannya. Gunakan alat ini dengan risiko Anda sendiri.

Lindungi Sistem Anda Sekarang!

Meskipun KVRT memiliki beberapa keterbatasan, kehadirannya menjadi langkah positif untuk keamanan pengguna Linux. Tetap waspada dan lindungi sistem Anda dari ancaman siber dengan rutin melakukan pemindaian menggunakan KVRT.

Terbaru

  • Beli HP Bekas Flagship Oppo? Ini 3 Rekomendasi Terbaik yang Masih Gahar di 2026
  • Cuma 1 Jutaan! Ini 4 Rekomendasi HP POCO yang Performa Tetap Gila di 2026
  • Inilah Rekomendasi Laptop 5-6 Jutaan Paling Worth It di Pertengahan 2026, Spek Mewah Harga Ramah!
  • Inilah Deretan Smartphone Snapdragon 8s Gen 4 yang Bikin Kompetisi HP Menengah Atas Makin Panas!
  • Mengenal Otak di Balik AI: Apa Itu LLM dan Manfaatnya dalam Keseharian Kita Menurut Sebastian Raschka
  • Inilah Rahasia Spasi FF Salin Biar Nickname Kalian Makin Keren dan Unik Tanpa Aplikasi Tambahan
  • Rekomendasi HP Kamera Bagus 2-6 Jutaan Bulan Juli 2026
  • Cuma 2 Jutaan! Ini 6 Rekomendasi HP Paling Worth It Buat Multitasking dan Gaming Ringan
  • Rumor Galaxy Z Flip8 Jadi Seri Terakhir: Mengapa Samsung Mungkin Berhenti Bikin HP Lipat Clamshell?
  • Inilah Cara Registrasi Kartu SIM Pakai Verifikasi Biometrik Mulai 1 Juli 2026, Gak Bisa Lagi Pake Nomor Bodong!
  • Jangan Asal Lap! Inilah Cara Membersihkan Layar TV LED yang Benar Agar Tidak Rusak
  • Realme Narzo 100x 5G Segera Rilis: Baterai 8.000mAh, Layar 144Hz, dan Sertifikasi Militer
  • Waspada Penipuan Akun Mobile Legends: Kenali Pentingnya Marketplace Resmi dan Status PSE
  • Review DJI Osmo Pocket 4P: Kamera Saku Lensa Ganda yang Bikin Kamera Pro Kelihatan Ribet!
  • Samsung Bisa “AirDrop” ke iPhone? Cek Cara Pakai Fitur Quick Share Terbaru Ini!
  • Vivo X Fold 6 Bakal Masuk Indonesia? Speknya Gila, Baterai 7.000 mAh & Kamera 200 MP!
  • Bocoran iPhone Air 2: Akhirnya Apple Nggak Cuma Jual Tipis, Tapi Juga Baterai Awet dan Kamera Oke!
  • Google Search Console rilis fitur Social Media Property, bisa pantau TikTok & Instagram
  • Hati-hati! 22 Platform Digital Terancam Diblokir Pemerintah, Cek Daftar Hotel dan Maskapainya di Sini
  • Baterai 7.000mAh & Standar Militer, Inilah Moto G77 Power
  • Inilah Cara Shopee dan Meta Bikin Kalian Makin Gampang Dapat Cuan Afiliasi Instagram Tanpa Ribet
  • Gila Sih! Vivo Rilis HP Baterai 8.000 mAh di 2026, Nggak Perlu Ribet Bawa Powerbank Lagi?
  • Infinix Hot 70 vs Tecno Spark 50: Pilih Baterai Jumbo 7000 mAh atau Fast Charging 45W di Harga 2 Jutaan?
  • Gak Perlu HP Mahal buat Pake AI: Intip Fitur Canggih di Samsung Galaxy A37 dan A57 yang Bikin Hidup Lebih Gampang
  • Bocoran Galaxy Unpacked Juli 2026: Z Fold 8 & Z Flip 8 Bakal Fokus ke On-Device AI, Makin Canggih atau Cuma Gimmick?
  • Duel Tablet 2 Jutaan: ADVAN Tab Sketsa 3 vs itel VistaTab 30GT, Mana yang Lebih Worth It buat Kerja?
  • Review Asus ExpertBook PM5 G2: Laptop Bisnis Rasa AI, Ringan tapi Gak Kaleng-kaleng
  • Review Redmi Pad 2 9.7 4G: Tablet Murah yang Bisa Pakai Kartu SIM, Worth It Nggak?
  • Review JBL Quantum Series: Inilah Alasan Kenapa Audio Berkualitas Bisa Bikin Kamu Menang Main Game
  • Review Vivo Y500: HP Baterai Jumbo 8.100mAh yang Bikin Nggak Perlu Cari Colokan Lagi!
  • Deploy Nginx Rootful Container with Podman
  • How to Sandboxing Browser on Linux Desktop with Flatpak
  • How to Hardening Journald on Linux Server (Fedora/AlmaLinux)
  • Block Bad USB on Linux Server with USBGuard
  • How to Secure NetworkManager on Fedora/AlmaLinux
  • How to Automate Your Entire SEO Strategy Using a Swarm of 100 Free AI Agents Working in Parallel
  • How to create professional presentations easily using NotebookLM’s AI power for school projects and beyond
  • How to Master SEO Automation with Google Gemini 3.1 Flash-Lite in Google AI Studio
  • How to create viral AI video ads and complete brand assets using the Claude and Higgsfield MCP integration
  • How to Transform Your Mac Into a Supercharged AI Assistant with Perplexity Personal Computer
  • Jangan Salah Beli! Simak Perbedaan Eau de Parfum (EDP) dan Eau de Toilette (EDT) Sebelum Checkout
  • Lagi error? Banyak yang gagal upload Story Instagram hari ini Minggu 19 Juli 2026, ini info lengkapnya
  • Review Viva Retinol Serum: Solusi Anti-Aging Murah dengan Teknologi Supramolecular Retinoid
  • Cek Kalender 20 Juli 2026, Ada Hari Besar Islam atau Tanggal Merah? Ternyata Isinya Bukan Libur Tapi Ini
  • 5 Rekomendasi Pelembap Terbaik untuk Perbaiki Skin Barrier Kulit Kering dan Sensitif

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme