Skip to content

emka.web.id

writing knowledge, recording civilization

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Mengenal Donghua: Kenapa Animasi dari Tiongkok Ini Lagi Naik Daun Banget

Posted on September 28, 2026

Donghua, Kayaknya istilah ini emang makin sering muncul di mana-mana ya, terutama di media sosial atau pas kalian lagi bahas soal animasi. Iya buat sebagian orang, mungkin istilah ini masih kerasa asing. Soalnya, otak kita biasanya langsung kepikiran anime dari Jepang atau mungkin film-film animasi dari negara Barat kayak Disney atau Pixar. Tapi, dunia animasi itu emang luas banget, dan sekarang donghua lagi berusaha buat nunjukkin eksistensinya di tengah industri global.

Terus, sebenernya apa sih donghua itu? Jadi, secara umum, donghua itu istilah yang dipake buat nyebut semua animasi yang diproduksi di wilayah Tiongkok, Hong Kong, Makau, sampe Taiwan. Mereka nggak cuma bikin film layar lebar doang kok, tapi mereka juga ngebangun banyak banget serial televisi sama konten-konten buat platform daring atau streaming. Jadi, kalau kalian nemu animasi yang gaya visualnya beda sama anime tapi tetep kerasa punya nuansa Asia yang kuat, bisa jadi itu donghua.

Perkembangan donghua ini sebenernya menarik banget buat kita ikutin. Mereka nggak cuma ngandelin teknologi animasi yang makin canggih aja, tapi mereka juga pinter banget manfaatin budaya, sejarah, mitologi, sampe seni bela diri tradisional Tiongkok buat jadi identitas mereka. Hal kayak gini nih yang ngebikin donghua punya ciri khas sendiri pas kita coba ngebandingin sama anime Jepang atau animasi Barat. Rasanya kayak mereka punya “jiwa” yang beda karena ceritanya emang ngebawa akar budaya mereka sendiri.

Kalau kita ngomongin sejarahnya, donghua itu nggak muncul tiba-tiba kemarin sore. Mereka udah ada sejak awal abad ke-20. Dulu pas awal-awal, industri animasi di sana kayaknya banyak dapet pengaruh dari film animasi Barat. Ada satu momen penting yang harus kalian tau, yaitu film “The Camel’s Dance” yang dibikin tahun 1935 sama Wan bersaudara. Itu bisa dibilang film animasi pertama dari Tiongkok. Dari situ, mereka terus belajar dan berkembang. Tekniknya juga berubah drastis, yang tadinya cuma pake lukisan tangan tradisional, sekarang udah pake teknologi digital modern yang ngebikin visualnya makin gila banget.

Nah, yang ngebikin industri ini meledak itu salah satunya karena dukungan pemerintah Tiongkok. Sejak tahun 2006, pemerintah mereka udah mulai nganggep donghua itu bagian penting dari identitas nasional. Mereka nggak main-main, mereka ngebangun ribuan studio animasi sama universitas yang emang fokus di bidang animasi. Dukungan kayak gini ngebikin mereka punya sumber daya yang gede banget buat terus produksi karya-karya berkualitas. Efeknya nggak cuma buat penonton di sana doang, tapi sekarang donghua udah mulai bisa menjangkau penonton di seluruh dunia, termasuk kita.

Kenapa sih donghua bisa makin dikenal di dunia? Menurut kami, kualitas animasinya emang beneran naik kelas. Cerita yang mereka tawarin juga makin beragam, jadi nggak ngebosenin. Dulu mungkin kebanyakan cuma buat pasar lokal mereka aja, tapi sekarang udah beda. Kehadiran platform streaming kayak Bilibili, Tencent Video, sama iQIYI itu ngebantu banget buat nyebarin konten mereka. Bahkan Netflix juga udah mulai masukin beberapa judul donghua ke katalog mereka. Jadi, akses buat kita nonton pun makin gampang.

Satu hal lagi yang bikin donghua makin kuat itu karena mereka banyak banget adaptasi dari novel atau manhua (komik Tiongkok) yang emang udah punya fans banyak. Contohnya kayak “Mo Dao Zu Shi” atau “The King’s Avatar”. Karena basis penggemarnya udah ada dari awal, mereka tinggal ngikutin versi animasinya aja. Ini ngebantu banget buat narik penonton baru yang mungkin awalnya nggak tau ceritanya, tapi jadi tertarik pas liat visual animasinya.

Gaya visualnya juga makin berkembang. Dulu mungkin ada yang ngerasa donghua itu kayak cuma niru gaya anime Jepang, tapi sekarang mereka udah punya identitas visual yang kuat banget, terutama lewat penggunaan teknologi 3D. Kalian bisa liat di film kayak “White Snake” atau “Nezha”, itu visualnya keren banget dan nunjukkin kalau teknologi mereka udah nggak bisa dipandang sebelah mata. Mereka bener-bener manfaatin teknologi buat ngebangun dunia yang imajinatif.

Ciri khas yang paling nggak bisa lepas dari donghua ya unsur budayanya itu tadi. Mitologi, sejarah, sampe jurus-jurus bela diri tradisional itu sering banget muncul. Hal ini ngebikin donghua punya karakter yang beda. Karya kayak “Big Fish & Begonia” atau “The Legend of Hei” itu nunjukkin gimana elemen budaya bisa dipaduin sama cerita yang modern dan menarik.

Intinya, donghua sekarang udah bukan cuma jadi alternatif buat penggemar anime doang, tapi mereka udah jadi pemain serius di industri animasi global. Dengan visual yang makin cakep dan cerita yang makin kompleks, nggak heran kalau mereka makin diperhitungkan. Jadi, kalau kalian belum pernah nonton, mungkin ini saat yang pas buat mulai nyari tahu dan nyobain nonton beberapa judul.

Terbaru

  • Worth It! Switching from Fedora KDE to Kubuntu
  • I’m Happy Using ‘Herdr’, The Fastest Growing Devtool written in Rust
  • Testing Goose on Omarchy Linux (App & CLI): The Open-Source Solution for Daily Task Automation
  • GNOME Founder Attacks Omarchy Founder as “Lazy, Racist, Ignorant”
  • Why I Stopped Using Plain Command Line Docker and Use Portainer 3.0 To Make My Home Projects Fun Again
  • Why I Switched to a Proper Firewall Box with OPNSense for My Homelab Stuff
  • Fixing Windows Error 0x80070005 Hyper-V Export Access Denied Error the Right Way
  • Fixing Hyper V Export Errors and Building a Better Virtual Machine Setup (error 0x80070002, 0x80070005)
  • Fixing the Dreaded Windows Audio Service Stuck on Stopping Error
  • Windows SIM Error, Unknown error 0xc1420127
  • How I’m Building a Cat Breeding Management App with Python Qt6 + Microsoft Litebox, in 1 Week
  • Why Windows Keeps Nuking Your GPU Drivers (And How to Take Back Control)
  • Why I Finally Ditched Mainstream Windows Cleaners (And Why I Use ‘Kudu’ Instead)
  • AI Made Everything Faster, Including Bad Decisions
  • Raspberry Pi Desktop Available of PC and Mac, Based on Debian 13
  • Why I Stopped Yelling at My PC When Error; Getting Windows 11 Voice Isolation and Access to Actually Work
  • Berobat Kanker ke Malaysia: Berapa Biayanya dan Apa Saja yang Perlu Disiapkan?
  • Stop Sending Every Prompt to the Biggest AI Model You Can Find
  • Stop Building AI Agents from Scratch: My Pick for the Best Native Windows Setup
  • Jev Is Faster and Cheaper, But I Still Recommend Clef. Here’s Why.
  • Weird XCP-NG Bug or Feature? Enable Maintenance Mode = Host Not Enough Memory
  • Vinix OS: Another OS That Want to Beat Linux, Try it!
  • Trying NVX, An Ultra-Light Micro-VM Sandbox from Microsoft
  • Learning NocoDB from Scratch: Creating a Simple Greenhouse App
  • How RHEL 10.2 Quietly Turned Into an Absolute Security Beast
  • Grab Videos from Anywhere with ReClip (Can Running Locally)
  • Jumped onto Ubuntu 26.04 LTS? Here’s How to Add a New User Account
  • Tutorial Cara Install WPS Office di Linux (Alternatif Microsoft Office)
  • Tutorial Upgrade Server Ubuntu 24.04 LTS ke Ubuntu 26.04 LTS dengan Aman
  • Inilah Alasan kenapa akun TikTok dibatasi tidak bisa klaim koin dan masalah pembatasan lainnya?
  • Canonical: Ubuntu coming soon to Snapdragon X2 Series platforms
  • Finally, wolfSSL adds post-quantum algorithms!
  • How to Run Gemma Embedding Models Using Docker
  • Deploy Nginx Rootful Container with Podman
  • How to Sandboxing Browser on Linux Desktop with Flatpak
  • Prompt AI: Impressionist Portrait Art of a Woman
  • Prompt AI: Stylish Man Walking Double Exposure Photo
  • Trying Nemotron 3.5 Super VL: NVIDIA’s Open Multimodal Model Built for Agents That Actually See and Act
  • Pruna AI Release their Qwen-Image 2.1 LoRA Adapter, 6x Faster than Regular Qwen
  • The Rise and Fall of the Coding Holy Grail: Is Stack Overflow Just AI Fuel Now?
  • Siapa Sosok Dibalik Video Kerudung Biru Di Mobil? Ini Konteks Asli Rekamannya
  • Bantah Menteri Kesehatan Sesak Nafas di Kalimantan, Netizen Tidak Percaya
  • Download Full Link Video Kakak vs Adik 17 Menit Viral, A Day In My Life? Hati-hati Virus!
  • Nasib Veda Ega di Moto3 Australia 2026: Sudah dapat pole position malah dihambat hujan deras
  • Lagi rame dicari link download Dopamine TV APK, warga diingatkan hati-hati soal keamanan data

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme