Skip to content

emka.web.id

writing knowledge, recording civilization

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Kabar Terbaru Antigravity SDK: Sekarang Bisa Pakai Model Lokal Kayak Gemma 4 26B Tanpa Perlu Internet

Posted on September 24, 2026

Hari ini kami mau bagi kabar seru buat kalian para developer yang suka ngulik AI. Jadi, Antigravity SDK sekarang udah dukung workflow lokal buat berbagai macam model dan pilihan eksekusi. Yang paling bikin semangat, mereka udah ngasih dukungan awal buat Gemma 4 26B A4B pake Google AI Edge lewat LiteRT. Ini ngebawa perubahan gede sih, soalnya kalian bisa ngebangun kemampuan agentic yang sama kayak yang dipake di Google Antigravity, tapi semuanya jalan di mesin kalian sendiri secara offline. Kami ngelihat ini sebagai langkah besar karena mereka udah optimasi workflow ini khusus buat LiteRT dan Gemma 4 26B, jadi bakal lebih efisien pas manfaatin GPU sama RAM lokal kalian. Rasanya bakal ngebantu banget nambahin apa yang bisa dikerjain sama laptop atau PC kalian.

Terus mungkin kalian bakal nanya, kenapa sih harus ribet-ribet jalanin agent secara lokal? Emang apa untungnya? Sepertinya ada beberapa alasan kuat kenapa mereka milih cara ini. Pertama, soal biaya. Kalian bisa jalanin workflow agentic tanpa perlu mikirin biaya API atau kena limit penggunaan. Kedua, soal privasi. Ini penting banget, karena kode dan semua request kalian bakal tetep stay di mesin lokal. Jadi buat kalian yang kerja di lingkungan perusahaan yang ketat banget soal data, ini ngebantu banget biar nggak keganggu aturan compliance. Terus ada juga soal ketahanan pas nggak ada internet. Kalian tetep bisa kerja lancar meskipun koneksi lagi bapuk. Terakhir, kalian bisa pake hybrid workflow. Jadi kalian bisa gabungin proses lokal yang hemat token sama proses cloud pas lagi butuh model yang lebih gede dan kuat. Jadi nggak perlu semuanya dikirim ke cloud, kan?

Buat kalian yang mau nyobain, kami saranin pake mesin yang punya VRAM lebih dari 24GB atau minimal unified memory yang gede. Langkah awalnya, kalian perlu bikin virtual environment dulu pake python3 -m venv .venv terus jangan lupa di-activate. Abis itu, kalian tinggal install Antigravity SDK sama LiteRT-LM, terus download Gemma 4 26B A4B lewat perintah pip yang udah mereka sediain. Nanti kalian tinggal bikin file Python, misalnya agy_sample.py, terus masukin kode buat manggil modelnya. Proses inferensi lokal ini emang kayaknya bakal makan waktu beberapa menit, jadi jangan panik kalau kayaknya agak lama pas nungguin responnya.

Ada satu konsep menarik yang namanya Hybrid Orchestration. Jadi kayak ngebayangin ada Architect sama Workforce gitu. Di demo mereka, mereka gabungin model cloud yang gede (Gemini 3.8 Flash) sebagai perencana, terus mereka pake sekumpulan instance Gemma 4 26B di lokal buat ngerjain tugas beratnya. Contohnya pas lagi audit kode yang ada celah keamanannya. Gemini cuma ngasih rencana strateginya doang, jadi nggak perlu ngirim seluruh kode sumber ke cloud. Ini ngebikin penggunaan token jadi hemat banget. Dalam satu percobaan, mereka bilang 97.2% tokennya jalan di lokal secara offline. Jadi kode rahasia kalian bener-bener aman di perangkat sendiri dan nggak ada yang ke-upload ke internet. Keren banget kan?

Nggak cuma itu, Antigravity SDK ini juga jago banget buat bikin alat utilitas sistem yang praktis. Kayak contohnya bikin CLI Resource Monitor. Cuma modal satu prompt doang, agent-nya bisa otomatis nulis script Python pake library psutil sama rich buat mantau penggunaan CPU dan memori secara live. Dia bahkan bisa bikin file requirements.txt sendiri dan ngetes kodenya biar mastiin nggak error. Semuanya dikerjain sama Gemma 4 26B di mesin kalian. Jadi kalian nggak perlu ngetik manual satu-satu lagi.

Terakhir, buat kalian yang udah terbiasa pake tool lain kayak Ollama, LM Studio, atau vLLM, tenang aja. Antigravity SDK ini udah support banget lewat LocalOpenAIAgentConfig. Jadi kalian bisa gonta-ganti backend inferensi lokal tanpa harus ngerombak seluruh alur kerja atau tools yang udah kalian bangun. Intinya, mereka pengen ngasih fleksibilitas maksimal buat kalian. Kalau kalian tertarik, langsung aja cek README di GitHub Antigravity Python SDK buat panduan lengkapnya. Jangan lupa kasih feedback juga ke mereka lewat Issue Tracker kalau ada yang kurang atau ada ide fitur baru. Kami nggak sabar pengen liat apa yang bakal kalian bangun pake teknologi ini.

Kalau mau lebih detail baca tutorial dan skrip yang dihasilkan, silakan baca artikel aslinya dari Google Developer disini: https://developers.googleblog.com/introducing-support-for-local-ai-models-in-the-antigravity-sdk/

Terbaru

  • Fixing Windows Error 0x80070005 Hyper-V Export Access Denied Error the Right Way
  • Fixing Hyper V Export Errors and Building a Better Virtual Machine Setup (error 0x80070002, 0x80070005)
  • Fixing the Dreaded Windows Audio Service Stuck on Stopping Error
  • Windows SIM Error, Unknown error 0xc1420127
  • How I’m Building a Cat Breeding Management App with Python Qt6 + Microsoft Litebox, in 1 Week
  • Why Windows Keeps Nuking Your GPU Drivers (And How to Take Back Control)
  • Copy Prompt: A Modern Men’s Casual Fashion Studio Shoot
  • Why I Finally Ditched Mainstream Windows Cleaners (And Why I Use ‘Kudu’ Instead)
  • AI Made Everything Faster, Including Bad Decisions
  • Raspberry Pi Desktop Available of PC and Mac, Based on Debian 13
  • Why I Stopped Yelling at My PC When Error; Getting Windows 11 Voice Isolation and Access to Actually Work
  • Berobat Kanker ke Malaysia: Berapa Biayanya dan Apa Saja yang Perlu Disiapkan?
  • Stop Sending Every Prompt to the Biggest AI Model You Can Find
  • Stop Building AI Agents from Scratch: My Pick for the Best Native Windows Setup
  • Jev Is Faster and Cheaper, But I Still Recommend Clef. Here’s Why.
  • Weird XCP-NG Bug or Feature? Enable Maintenance Mode = Host Not Enough Memory
  • Vinix OS: Another OS That Want to Beat Linux, Try it!
  • Trying NVX, An Ultra-Light Micro-VM Sandbox from Microsoft
  • Learning NocoDB from Scratch: Creating a Simple Greenhouse App
  • How RHEL 10.2 Quietly Turned Into an Absolute Security Beast
  • Grab Videos from Anywhere with ReClip (Can Running Locally)
  • Jumped onto Ubuntu 26.04 LTS? Here’s How to Add a New User Account
  • Tutorial Cara Install WPS Office di Linux (Alternatif Microsoft Office)
  • Tutorial Upgrade Server Ubuntu 24.04 LTS ke Ubuntu 26.04 LTS dengan Aman
  • Inilah Alasan kenapa akun TikTok dibatasi tidak bisa klaim koin dan masalah pembatasan lainnya?
  • Apa penyebab gagal kirim SMS ke 89888 padahal pulsa masih ada?
  • Mengenal Donghua: Kenapa Animasi dari Tiongkok Ini Lagi Naik Daun Banget
  • OpenAI Bocorin Data Gambar Pengguna? Ini Kabar Terbaru Soal Insiden AI yang Bikin Heboh
  • Kenapa Postingan Instagram Kalian Sepi Like Padahal Followers Udah Banyak? Ini Rahasianya
  • Cara Menambah View Story Instagram Gratis Biar Nggak Sia-sia
  • Canonical: Ubuntu coming soon to Snapdragon X2 Series platforms
  • Finally, wolfSSL adds post-quantum algorithms!
  • How to Run Gemma Embedding Models Using Docker
  • Deploy Nginx Rootful Container with Podman
  • How to Sandboxing Browser on Linux Desktop with Flatpak
  • Trying Nemotron 3.5 Super VL: NVIDIA’s Open Multimodal Model Built for Agents That Actually See and Act
  • Pruna AI Release their Qwen-Image 2.1 LoRA Adapter, 6x Faster than Regular Qwen
  • The Rise and Fall of the Coding Holy Grail: Is Stack Overflow Just AI Fuel Now?
  • Zyphra is The Pioneer, Why Everyone is Suddenly Obsessed with AMD and Not Just Nvidia Anymore
  • Stop Trusting Your Prompts to Save Your Business Data
  • Kenapa Ruben Onsu adopsi bayi Thayaka? Ini cerita sedih di balik penemuannya yang bikin netizen terharu
  • Goku vs Saitama di Death Battle: Akhirnya Ketahuan Siapa yang Paling Jago, Fans Anime Heboh
  • Lagi rame bahas film horor Pirunduk, ternyata ini arti aslinya dalam bahasa Banjar
  • Kabar duka, pengacara senior Kamaruddin Simanjuntak meninggal dunia, sempat berjuang lawan penyakit ginjal
  • Kabar duka dari keluarga Marsha Aruan, Bunda Lisa meninggal dunia setelah sebelumnya sempat dirawat di rumah sakit

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme