Skip to content

emka.web.id

writing knowledge, recording civilization

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu
android

Fitur Baru Google Phone: Tetap Portrait Saat Telepon Masuk di Android

Posted on February 3, 2026

Pernah gak sih kalian lagi asik-asikan, terus ada telepon masuk dan layar otomatis berputar? Nah, Google sepertinya lagi garap solusi biar hal itu gak terjadi lagi. Kabarnya, Google Phone bakal punya fitur baru yang bikin layar tetap dalam mode portrait saat kalian lagi menerima panggilan di Android. Kedengarannya simpel, tapi dampaknya lumayan besar, lho!

Jadi gini, masalahnya selama ini, banyak pengguna Android yang merasa terganggu ketika layar berputar otomatis saat ada telepon masuk. Apalagi kalau lagi nonton video atau lagi main game, tiba-tiba layar berputar dan ganggu banget. Google kayaknya dengerin keluhan kita semua, dan mereka lagi ngerjain fitur yang bisa mencegah hal itu. Fitur ini, kalau berhasil, bakal bikin pengalaman telepon kita jadi lebih nyaman dan gak bikin kaget lagi.

Yang menarik, fitur ini sepertinya gak cuma sekadar mencegah layar berputar. Google juga lagi ngerjain cara buat ngatur orientasi layar secara manual saat telepon masuk. Artinya, kalian bisa memilih mau layar tetap portrait atau landscape, sesuai keinginan kalian. Ini bakal sangat berguna buat kalian yang suka multitasking, misalnya sambil telepon sambil baca chat atau sambil lihat peta. Bayangin aja, bisa sambil ngobrol sambil lihat peta tanpa layar berputar-putar, asik banget kan?

Teknisnya, fitur ini sepertinya memanfaatkan API baru dari Android yang memungkinkan aplikasi untuk mengontrol orientasi layar secara lebih spesifik. Google Phone bakal memanfaatkan API ini untuk mencegah layar berputar otomatis saat ada panggilan masuk. Selain itu, Google juga lagi ngerjain UI baru di dalam aplikasi Google Phone yang memungkinkan kalian untuk mengatur preferensi orientasi layar secara manual. Jadi, kalian bisa atur sesuai selera, mau portrait atau landscape.

Buat kalian yang penasaran, fitur ini sepertinya masih dalam tahap pengembangan. Tapi, bocoran dari kode Android menunjukkan kalau fitur ini bakal hadir dalam waktu dekat. Kita tunggu aja kabar selanjutnya dari Google. Sementara itu, kita bisa berharap fitur ini beneran jadi kenyataan dan bikin pengalaman telepon kita jadi lebih menyenangkan.

Nah, buat kalian yang penasaran gimana caranya kalau fitur ini udah resmi rilis, ini dia langkah-langkahnya (berdasarkan bocoran yang ada):

  1. Buka Aplikasi Google Phone: Pastikan kalian udah punya aplikasi Google Phone yang terbaru di perangkat Android kalian. Biasanya, aplikasi ini udah terpasang secara default, tapi kalau belum, kalian bisa unduh dari Google Play Store.
  2. Buka Pengaturan Aplikasi: Di dalam aplikasi Google Phone, cari ikon tiga titik vertikal (biasanya ada di pojok kanan atas) dan ketuk. Dari menu yang muncul, pilih opsi “Pengaturan” atau “Settings”.
  3. Cari Opsi Orientasi Layar: Di dalam menu pengaturan, cari opsi yang berhubungan dengan orientasi layar. Kemungkinan namanya “Orientasi Layar” atau “Screen Orientation”. Kalau gak nemu langsung, coba cari yang berhubungan dengan tampilan panggilan atau call display.
  4. Pilih Preferensi Kalian: Di opsi orientasi layar, kalian akan menemukan beberapa pilihan. Biasanya ada pilihan “Otomatis” (yang berarti layar akan berputar otomatis), “Portrait” (layar akan selalu dalam mode portrait), dan “Landscape” (layar akan selalu dalam mode landscape). Pilih “Portrait” kalau kalian mau layar tetap portrait saat telepon masuk.
  5. Simpan Pengaturan: Setelah memilih preferensi kalian, pastikan untuk menyimpan pengaturan tersebut. Biasanya ada tombol “Simpan” atau “Save” di bagian bawah layar. Kalau gak ada, pengaturan akan otomatis tersimpan setelah kalian keluar dari menu pengaturan.

Dengan fitur ini, kita gak perlu lagi khawatir layar berputar otomatis saat telepon masuk. Kita bisa tetap fokus sama apa yang lagi kita lakuin, sambil tetap bisa nerima panggilan dengan nyaman. Semoga Google cepet rilis fitur ini ya, biar makin banyak yang ngerasain manfaatnya!

Terbaru

  • GNOME Founder Attacks Omarchy Founder as “Lazy, Racist, Ignorant”
  • Why I Stopped Using Plain Command Line Docker and Use Portainer 3.0 To Make My Home Projects Fun Again
  • Why I Switched to a Proper Firewall Box with OPNSense for My Homelab Stuff
  • Fixing Windows Error 0x80070005 Hyper-V Export Access Denied Error the Right Way
  • Fixing Hyper V Export Errors and Building a Better Virtual Machine Setup (error 0x80070002, 0x80070005)
  • Fixing the Dreaded Windows Audio Service Stuck on Stopping Error
  • Windows SIM Error, Unknown error 0xc1420127
  • How I’m Building a Cat Breeding Management App with Python Qt6 + Microsoft Litebox, in 1 Week
  • Why Windows Keeps Nuking Your GPU Drivers (And How to Take Back Control)
  • Copy Prompt: A Modern Men’s Casual Fashion Studio Shoot
  • Why I Finally Ditched Mainstream Windows Cleaners (And Why I Use ‘Kudu’ Instead)
  • AI Made Everything Faster, Including Bad Decisions
  • Raspberry Pi Desktop Available of PC and Mac, Based on Debian 13
  • Why I Stopped Yelling at My PC When Error; Getting Windows 11 Voice Isolation and Access to Actually Work
  • Berobat Kanker ke Malaysia: Berapa Biayanya dan Apa Saja yang Perlu Disiapkan?
  • Stop Sending Every Prompt to the Biggest AI Model You Can Find
  • Stop Building AI Agents from Scratch: My Pick for the Best Native Windows Setup
  • Jev Is Faster and Cheaper, But I Still Recommend Clef. Here’s Why.
  • Weird XCP-NG Bug or Feature? Enable Maintenance Mode = Host Not Enough Memory
  • Vinix OS: Another OS That Want to Beat Linux, Try it!
  • Trying NVX, An Ultra-Light Micro-VM Sandbox from Microsoft
  • Learning NocoDB from Scratch: Creating a Simple Greenhouse App
  • How RHEL 10.2 Quietly Turned Into an Absolute Security Beast
  • Grab Videos from Anywhere with ReClip (Can Running Locally)
  • Jumped onto Ubuntu 26.04 LTS? Here’s How to Add a New User Account
  • Tutorial Cara Install WPS Office di Linux (Alternatif Microsoft Office)
  • Tutorial Upgrade Server Ubuntu 24.04 LTS ke Ubuntu 26.04 LTS dengan Aman
  • Inilah Alasan kenapa akun TikTok dibatasi tidak bisa klaim koin dan masalah pembatasan lainnya?
  • Apa penyebab gagal kirim SMS ke 89888 padahal pulsa masih ada?
  • Mengenal Donghua: Kenapa Animasi dari Tiongkok Ini Lagi Naik Daun Banget
  • Canonical: Ubuntu coming soon to Snapdragon X2 Series platforms
  • Finally, wolfSSL adds post-quantum algorithms!
  • How to Run Gemma Embedding Models Using Docker
  • Deploy Nginx Rootful Container with Podman
  • How to Sandboxing Browser on Linux Desktop with Flatpak
  • Prompt AI: Impressionist Portrait Art of a Woman
  • Prompt AI: Stylish Man Walking Double Exposure Photo
  • Trying Nemotron 3.5 Super VL: NVIDIA’s Open Multimodal Model Built for Agents That Actually See and Act
  • Pruna AI Release their Qwen-Image 2.1 LoRA Adapter, 6x Faster than Regular Qwen
  • The Rise and Fall of the Coding Holy Grail: Is Stack Overflow Just AI Fuel Now?
  • Lagi rame dicari soal kabar Arin Ananto, sebenarnya gimana sih faktanya?
  • Apa itu Agen Perlinsos? Ini Link dan Cara Daftarnya? Digaji atau Tidak?
  • Persiapan Hari Santri 2026: Cari naskah Resolusi Jihad, Ikrar, sama Amanat buat upacara nanti? Cek infonya di sini
  • Lagi rame soal Agen Perlinsos Kemensos, bisa daftar buat bantu tetangga tapi bukan buat cari gaji
  • Lagi rame bahas PT Sinergi Graha Kapital yang borong saham WIFI sampe 4 triliun, ini siapa sebenernya?

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme