Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu
Google Gemini

Gemini Live Mendapat Desain Ulang ‘Floating UI’ yang Super Keren!

Posted on February 3, 2026

Bayangkan Gemini Live, aplikasi streaming langsung dari Google, kini hadir dengan tampilan yang benar-benar baru dan segar. Google baru saja memamerkan desain ulang yang cukup radikal, dan jujur saja, ini terlihat sangat menjanjikan. Perubahan utamanya adalah konsep ‘mengambang’ yang membuat elemen-elemen antarmuka terasa lebih hidup dan interaktif. Kita akan bahas lebih dalam, jadi simak terus ya!

Desain baru ini menghilangkan banyak elemen yang terasa kaku dan statis. Dulu, Gemini Live punya tampilan yang lumayan standar, tapi sekarang, elemen-elemen penting seperti tombol kontrol, daftar peserta, dan bahkan indikator waktu, semuanya terasa seperti ‘mengambang’ di atas latar belakang. Efek ini dicapai dengan menggunakan bayangan halus dan sedikit animasi, yang memberikan kesan kedalaman dan dimensi. Ini bukan sekadar perubahan visual, tapi juga perubahan dalam cara kita berinteraksi dengan aplikasi.

Salah satu hal yang paling menarik adalah bagaimana Google menangani daftar peserta. Dulu, daftar ini biasanya ditampilkan sebagai daftar vertikal yang panjang. Sekarang, daftar peserta ditampilkan dalam format yang lebih fleksibel, dengan ikon-ikon profil yang lebih besar dan animasi transisi yang halus saat kita menggulir daftar. Ini membuat lebih mudah untuk melihat siapa saja yang sedang aktif dalam obrolan atau sedang berbicara. Selain itu, Google juga menambahkan beberapa opsi kustomisasi, seperti kemampuan untuk mengatur urutan peserta berdasarkan nama atau aktivitas.

Perubahan signifikan lainnya adalah pada tampilan kontrol streaming. Tombol-tombol seperti ‘mute’, ‘start/stop streaming’, dan ‘share screen’ kini ditampilkan dalam bentuk ikon yang lebih besar dan mudah dikenali. Ikon-ikon ini juga memiliki animasi yang responsif saat kita mengkliknya, memberikan umpan balik visual yang jelas. Google juga menambahkan opsi untuk menyesuaikan ukuran dan posisi kontrol ini, sehingga kita bisa menempatkannya di tempat yang paling nyaman bagi kita.

Google juga memoles tampilan indikator waktu. Dulu, indikator waktu biasanya ditampilkan sebagai angka yang kecil dan sulit dibaca. Sekarang, indikator waktu ditampilkan dalam format yang lebih besar dan jelas, dengan font yang lebih mudah dibaca. Google juga menambahkan animasi yang halus saat waktu berubah, memberikan kesan yang lebih dinamis.

Nah, buat kalian yang penasaran, berikut adalah langkah-langkah untuk mencoba desain ulang Gemini Live ini (meskipun saat ini masih dalam tahap pengujian terbatas):

  1. Pastikan Kalian Terdaftar dalam Program Beta Google: Ini adalah syarat utama. Kalian harus menjadi bagian dari program beta Google untuk mendapatkan akses ke fitur-fitur terbaru, termasuk desain ulang Gemini Live ini. Kalian bisa mendaftar melalui situs web Google Beta.
  2. Perbarui Aplikasi Gemini Live: Setelah terdaftar, pastikan kalian memperbarui aplikasi Gemini Live ke versi terbaru melalui Google Play Store (untuk Android) atau App Store (untuk iOS). Pembaruan ini biasanya akan menyertakan desain ulang yang baru.
  3. Aktifkan Fitur ‘Floating Redesign’: Setelah memperbarui aplikasi, mungkin ada opsi untuk mengaktifkan fitur ‘Floating Redesign’ di dalam pengaturan aplikasi. Cari opsi ini di bagian ‘Appearance’ atau ‘Experimental Features’. Aktifkan opsi tersebut untuk mulai menggunakan desain baru.
  4. Restart Aplikasi: Setelah mengaktifkan fitur, disarankan untuk me-restart aplikasi Gemini Live agar perubahan diterapkan sepenuhnya. Keluar dari aplikasi dan buka kembali.
  5. Eksplorasi dan Berikan Umpan Balik: Setelah masuk kembali, kalian akan melihat tampilan Gemini Live yang baru. Luangkan waktu untuk menjelajahi semua fitur dan elemen antarmuka. Jika kalian menemukan masalah atau memiliki saran, jangan ragu untuk memberikan umpan balik kepada Google melalui saluran yang tersedia.

Google sendiri belum memberikan tanggal rilis pasti untuk desain ulang ini. Namun, dengan melihat antusiasme mereka dalam memamerkan fitur ini, kemungkinan besar desain baru ini akan segera hadir untuk semua pengguna. Kita tunggu saja kabar selanjutnya dari Google. Perubahan ini menunjukkan komitmen Google untuk terus meningkatkan pengalaman pengguna Gemini Live, dan kami sangat bersemangat untuk melihat bagaimana fitur ini berkembang di masa depan.

Terbaru

  • Inilah Syarat Dokumen SSU ITB 2024-2026 yang Wajib Kalian Siapkan Supaya Nggak Gagal Seleksi Administrasi
  • Inilah Episyrphus Balteatus, Lalat Unik Penyamar yang Sangat Bermanfaat bagi Taman Kalian
  • Inilah Cara Lolos Seleksi Siswa Unggul ITB Lewat Jalur Tes Tulis Biar Jadi Mahasiswa Ganesha
  • Inilah Penemuan Fosil Hadrosaurus yang Ungkap Bahwa Penyakit Langka Manusia Sudah Ada Sejak Zaman Prasejarah
  • Inilah Penemuan Terbaru yang Mengungkap Bahwa Sunburn Ternyata Disebabkan Oleh Kerusakan RNA
  • Inilah Alasan Kenapa Manusia Lebih Sering Hamil Satu Bayi daripada Kembar Menurut Penelitian Terbaru
  • Inilah Syarat dan Cara Pendaftaran IMEI Internasional Mulai Mei 2026
  • Bocoran Spek Samsung Galaxy S27 Ultra Nih, Kamera 3X Hilang + Teknologi AI
  • Inilah Perbedaan Motorola G47 dan Motorola G45, Cuma Kamera 108 Megapiksel Doang?
  • Update Baru Google Gemini: Bisa Bikin File Word, PDF, Excel secara Otomatis
  • Rekomendasi Motor Listrik 2026 Anti Mogok!
  • Ini Loh Honda Vision 110, Motor Baru Seharga Beat & Rangka eSAF Khusus Pasar Eropa
  • Inilah Mobil-Mobil Paling Cocok Transisi ke Bioetanol E20 dan Biodiesel B50!
  • Inilah Ternyata Batas Minimal Daya Cas Mobil Listrik di Rumah
  • DJP Geser Batas Akhir Lapor Pajak Sampai 31 Mei 2026
  • PKB Tanggapi Dingin Usul Yusril Ihza Mahendra Soal Parliamentary Treshold 13 Kursi
  • LPTNU Kritik Keras Rencana Penutupan Prodi: Kenapa Tidak Komprehensi & Berbasis Problematika Nyata?
  • Gus Rozin PWNU Jawa Tengah Setuju Cak Imin, Konflik PBNU bikin Warga Kesal dan Tidak Produktif
  • Pengamat: Prabowo Harus Benahi KAI, Aktifkan juga Jalur Kereta Lama & Baru
  • Sekjend PBNU: Jadwal Muktamar Usulan PWNU Sejalan Hasil Rapat Pleno & Rais Aam
  • PKB Desak Hukuman Maksimal Kasus Little Aresha & Evaluasi Total Sistem Penitipan Anak secara Nasional
  • PKB Usul Modernisasi Sistem Kereta dan CCTV di Kabin Masinis, Setuju?
  • Menteri PPA Arifah Fauzi Minta Maaf Soal Polemik Pindah Gerbong Wanita di KRL
  • Cara Kirim Robux Mudah di Roblox Beli Skin Shirt Preview
  • Kronologi kasus dugaan penyebaran konten asusila oleh anak anggota DPRD Kutai Barat?
  • Inilah Alasan Kenapa Gelembung Air di Luar Angkasa Bisa Jadi Eksperimen Fisika yang Keren Banget
  • Inilah Contoh Naskah Doa Upacara Hardiknas 2026 yang Syahdu dan Penuh Makna
  • Inilah 10 Peringkat SMP di Daerah Istimewa Yogyakarta Berdasarkan Hasil TKA TKAD 2025/2026 Terbaru
  • Inilah Cara Download FF Beta Versi Terbaru 2026, Lengkap Dengan Cara Daftar Advanced Server Resmi
  • Inilah Cara Menghilangkan YouTube Shorts di Beranda Biar Nggak Menghambat Scrolling Kalian!
  • How to build a high-performance private photo cloud with Immich and TrueNAS SCALE
  • How to Build an Endgame Local AI Agent Setup Using an 8-Node NVIDIA Cluster with 1TB Memory
  • How to Master Windows Event Logs to Level Up Your Cybersecurity Investigations and SOC Career
  • How to Build Ultra-Resilient Databases with Amazon Aurora Global Database and RDS Proxy for Maximum Uptime and Performance
  • How to Build Real-Time Personalization Systems Using AWS Agentic AI to Make Every User Feel Special
  • How to Run IBM Granite 4.1 Locally: A Complete Guide to the New Open-Source AI Powerhouse
  • How to Build Claude Code Memory System as Your Second AI Brain
  • How to Analyze Real Estate Like a Pro Using AI Agents (Claude Realtor)
  • How to Use OpenAI Symphony to Automate Your Business Tasks
  • How to Automate Stunning Image Generation with Claude Code and Nano Banana
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme