Pernah kepikiran, gak sih, kalau kita sering pakai pinjaman online (pinjol), kira-kira bakal ngaruh gak ya ke peluang kita buat ngajuin pinjaman di bank, khususnya BRI? Pertanyaan ini emang penting banget, apalagi makin banyak orang yang pakai pinjol buat kebutuhan sehari-hari. Nah, di artikel ini, kita bakal kupas tuntas gimana sih pinjol itu bisa memengaruhi pengajuan pinjaman di BRI, dan apa aja yang perlu kalian perhatikan.
BRI seperti bank-bank lain, itu punya cara sendiri buat menilai kelayakan seseorang buat dikasih pinjaman. Mereka gak cuma lihat riwayat kredit kalian di biro kredit (BI Checking), tapi juga banyak faktor lain, termasuk stabilitas keuangan, kemampuan bayar, dan tentu saja, riwayat pinjaman kalian. Nah, penggunaan pinjol ini bisa jadi ‘bendera merah’ buat mereka, tapi gak serta merta langsung otomatis ditolak, ya. Kenapa? Karena BRI itu melihatnya secara komprehensif.
Yang jadi perhatian utama BRI itu bukan cuma kalian pakai pinjol, tapi bagaimana kalian mengelola pinjol tersebut. Apakah kalian selalu bayar tepat waktu? Apakah jumlah pinjaman kalian dari pinjol itu masih dalam batas wajar dibandingkan dengan pendapatan kalian? Kalau kalian sering telat bayar atau jumlah pinjolnya udah gak masuk akal, ya, itu bisa jadi masalah besar. Soalnya, itu nunjukkin kalau kalian punya kesulitan dalam mengelola keuangan, dan itu bikin bank jadi ragu buat ngasih pinjaman.
BRI itu punya sistem penilaian risiko yang canggih. Mereka bisa lihat data kalian dari berbagai sumber, termasuk data dari pinjol itu sendiri (kalau pinjolnya sudah bekerja sama dengan BRI atau lembaga pemeringkat kredit). Jadi, kalau kalian punya riwayat pinjol yang buruk, kemungkinan besar itu akan ketahuan. Tapi, kalau kalian punya riwayat pinjol yang baik, bahkan mungkin bisa jadi nilai tambah, lho! Karena menunjukkan bahwa kalian mampu bertanggung jawab atas pinjaman yang kalian ambil.
Terus, gimana dong cara biar pinjol gak jadi penghalang buat ngajuin pinjaman di BRI? Kalian bisa ikuti langkah-langkah ini:
- Prioritaskan Pembayaran Pinjol: Pastikan kalian selalu bayar pinjol tepat waktu, bahkan lebih baik lagi kalau bisa bayar lebih awal. Ini nunjukkin kalian itu disiplin dan bertanggung jawab.
- Hindari Pengajuan Pinjol Berlebihan: Jangan terlalu sering ngajuin pinjol, apalagi kalau jumlahnya kecil-kecil terus. Itu bisa bikin kalian kelihatan gak stabil secara keuangan.
- Pilih Pinjol yang Terdaftar dan Berizin: Pastikan pinjol yang kalian pakai itu sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ini penting banget buat melindungi kalian dari praktik pinjol ilegal.
- Kelola Keuangan dengan Baik: Buat anggaran bulanan, catat pengeluaran, dan usahain buat punya tabungan. Ini penting banget buat nunjukkin ke bank kalau kalian itu punya kemampuan finansial yang baik.
- Perbaiki Skor Kredit: Kalau skor kredit kalian kurang bagus, usahain buat perbaiki dengan cara bayar tagihan tepat waktu dan hindari kredit macet. Skor kredit yang baik itu penting banget buat semua jenis pinjaman, termasuk pinjaman di bank.
- Jelaskan Kondisi Keuangan Kalian: Saat ngajuin pinjaman di BRI, jangan ragu buat jujur dan terbuka tentang kondisi keuangan kalian, termasuk penggunaan pinjol. Jelaskan kenapa kalian pakai pinjol dan bagaimana kalian mengelolanya.
Intinya, penggunaan pinjol itu gak otomatis bikin pengajuan pinjaman di BRI ditolak. Tapi, kalian harus pintar-pintar mengelola pinjol tersebut dan menjaga stabilitas keuangan kalian. Dengan begitu, peluang kalian buat dapetin pinjaman di BRI akan lebih besar. Jangan lupa, kelola keuangan itu penting banget, ya, biar hidup kita makin tenang dan terbebas dari stres finansial.
Semoga artikel ini bermanfaat buat kalian semua, rekan-rekanita! Jangan lupa, selalu bijak dalam menggunakan pinjaman, baik itu pinjol maupun pinjaman di bank.