Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Inilah Alasan Kenapa Belalang Daun Bisa Berubah Warna dari Pink ke Hijau, Ternyata Mirip Daun!

Posted on April 27, 2026

Kalian pasti bakal kaget kalau nemu belalang warna pink mencolok di tengah hutan, kan? Rasanya kayak nggak nyata atau mungkin editan foto. Tapi, peneliti di Pulau Barro Colorado, Panama, beneran nemuin belalang Arota festae yang awalnya pink lalu perlahan berubah jadi hijau. Ternyata, ini adalah taktik cerdas mereka buat bertahan hidup.

Fenomena unik ini terungkap dalam sebuah studi yang terbit di jurnal Ecology pada 7 Maret 2026. Penemuan ini berawal saat tim peneliti mengamati seekor belalang daun yang punya warna pink sangat mencolok. Awalnya, mereka mungkin mikir kalau ini cuma kelainan genetik biasa, kayak albino pada hewan lain. Tapi setelah mereka bawa ke laboratorium dan diamati selama beberapa hari, ada perubahan yang bikin geleng-geleng kepala. Si belalang pink ini ternyata nggak selamanya pink. Warna tubuhnya perlahan memudar dan berubah jadi hijau segar.

Setelah diteliti lebih dalam, mereka nemuin kalau perubahan warna ini sinkron banget sama perubahan warna daun di hutan hujan tropis. Di sana, ada fenomena yang namanya delayed greening atau penghijauan yang tertunda. Jadi, daun-daun muda atau kuncup di hutan itu seringnya muncul dengan warna kemerahan atau pink dulu sebelum akhirnya jadi hijau tua pas sudah dewasa. Nah, belalang Arota festae ini sepertinya emang sengaja ngepasin warna tubuh mereka supaya sama persis kayak daun yang mereka hinggapi.

Secara teknis, Benito Wainwright yang merupakan ahli biologi dari University of St Andrews ngejelasin kalau perubahan ini tuh bukan cuma “kesalahan” genetik yang aneh. Sebaliknya, ini adalah strategi bertahan hidup yang sangat presisi. Kalau kalian perhatikan, di hutan hujan itu predatornya banyak banget, mulai dari burung, kelelawar, sampai katak. Kalau belalang tetep warna pink di atas daun yang sudah hijau, itu sama aja kayak mereka ngasih tau predator buat dimakan. Makanya, mereka ngebangun sistem pertahanan dengan cara ngikutin siklus hidup daun yang mereka tiru.

Tim peneliti ngelakuin pengamatan intensif selama 30 hari buat ngeliat gimana proses transisi warna ini terjadi. Langkah-langkah atau fase perubahannya bisa kami jelasin kayak gini:

  1. Fase Kuncup (Hari ke-1 sampai ke-3): Pada tahap awal, warna pink pada belalang ini masih sangat pekat dan solid. Di alam liar, warna ini ngebuat mereka hampir nggak kelihatan pas lagi nempel di kuncup daun yang juga berwarna kemerahan.
  2. Fase Transisi Awal (Hari ke-4): Memasuki hari keempat, warna pink yang tadinya mencolok mulai kelihatan memudar. Pigmentasinya seolah-olah mulai luntur secara perlahan.
  3. Fase Perubahan Pigmen (Hari ke-5 sampai ke-10): Selama periode ini, warna tubuh belalang mulai kelihatan agak pucat. Rasanya kayak warna pinknya lagi ngeblend sama warna hijau yang mulai muncul di balik exoskeleton mereka.
  4. Fase Hijau Sempurna (Hari ke-11 dan seterusnya): Pas masuk hari ke-11, perubahan warnanya sudah tuntas. Belalang yang tadinya pink lucu sekarang sudah berubah jadi hijau total, persis kayak daun yang sudah tua atau matang.

Matt Greenwell dari Reading University juga nambahin kalau gagasan tentang serangga yang secara bertahap ngerubah warna tubuhnya buat nyamain dedaunan itu ngebuktikan betapa dinamisnya ekosistem hutan hujan. Ini contoh nyata dari kamuflase yang lagi beraksi atau camouflage in action. Bayangin aja, mereka harus nyesuain kecepatan metabolisme tubuh buat ngerubah pigmen warna supaya nggak ketinggalan sama perubahan warna daun di sekitarnya. Kalau telat dikit, nyawa mereka taruhannya.

Meskipun fenomenanya sudah kelihatan jelas, para ilmuwan masih terus ngekaji lebih lanjut soal fungsi pastinya. Apakah warna pink itu murni buat nyaru (kamuflase) di kuncup daun, atau jangan-jangan itu juga berfungsi sebagai sinyal peringatan (aposematism) buat ngasih tau predator kalau mereka mungkin beracun atau nggak enak dimakan. Studi ke depannya bakal fokus buat ngebuktiin hal ini lewat serangkaian percobaan dengan predator asli di habitat mereka.

Kami ngelihat kalau penemuan ini ngebuka mata kita semua soal betapa hebatnya mekanisme adaptasi makhluk hidup. Ternyata, alam punya cara-cara yang nggak terduga buat ngasih perlindungan ke penghuninya. Perubahan warna dari pink ke hijau ini bukan cuma soal gaya-gayaan, tapi soal gimana cara mereka tetep hidup di tengah kerasnya persaingan di hutan Panama yang penuh sama ancaman pemangsa.

Ke depannya, penting banget buat kita buat terus ngejaga kelestarian hutan hujan tropis kayak di Panama ini. Dengan ekosistem yang terjaga, fenomena-fenomena luar biasa kayak belalang Arota festae ini bakal tetep bisa dipelajari sama generasi mendatang. Jangan sampai kita kehilangan spesies yang unik kayak gini cuma gara-gara kerusakan habitat. Rasanya bakal sayang banget kalau keajaiban kecil kayak gini hilang sebelum kita bener-bener paham gimana cara kerja mereka sepenuhnya. Mari kita mulai lebih peduli sama lingkungan sekitar dan dukung terus penelitian-penelitian biologi yang ngebongkar rahasia alam kayak gini.

Terima kasih buat rekan-rekanita yang sudah meluangkan waktu buat baca ulasan tentang belalang unik ini, semoga info ini nambah wawasan kalian semua ya!

Terbaru

  • Inilah Jadwal Pelaksanaan SPMB SD Jakarta 2026
  • Tanggal Penerbitan KK & SKD untuk Pendaftaran SPMB 2026 Dimana?
  • Inilah Lima HP Xiaomi Rp1 Jutaan Sudah Punya NFC
  • Apa itu Jabatan Panitera Muda Mahkamah Agung, Berapa Gaji & Tunjangannya 2026?
  • Inilah Kenapa Bisa Ada Sensasi Mencekam di Bangunan Tua
  • Apa itu Pengertian Frontier Market di Dunia Saham?
  • Apa itu Krnl Executor Roblox Mei 2026?
  • Inilah Cara Entry Nilai Rapor SPMBJ Jatim 2026 dan Berkas yang Dipersiapkan
  • Inilah 15 SMA Swasta Terbaik di Semarang Menurut Hasil SNBP 2026
  • Inilah Rekomendasi Motor Matic Paling Nyaman Buat Jarak Jauh 2026
  • Ini Jadwal dan Itinerary Liburan Long Weekend Tebing Breksi Yogyakarta
  • Game James Bond 007 First Light Siap Diluncurkan
  • Ini Cara Cek WhatsApp Di Hack atau Tidak + Tips Biar Lebih Aman
  • Daftar Harga HP Vivo Mei 2026, Ini Yang Paling Murah
  • Inilah Lenovo Legion Y70 2026 Bawa Snapdragon 8 Gen 5 dan Baterai Monster, Kapan Rilis?
  • Rekomendasi Lima HP Murah 2 Jutaan dengan RAM 12 GB
  • Hasil Penelitian: Boneka Melatih Kecerdasan Emosional Anak
  • SALAH! MIT Ungkap AI Tidak Ganti Karyawan Karena Efisiensi
  • Inilah Inovasi Terbaru Profesor UI: Pelumas Mobil dari Minyak Nabati!
  • Daftar Sekarang! Beasiswa S2 di Italia dari IYT Scholarship 2026 Sudah Dibuka
  • Sejarah Hantavirus dan Perkembangannya Sampai ke Indonesia
  • Kementerian Pendidikan: Mapel Bahasa Inggris Wajib di SD Mulai 2027!
  • Ketua Fraksi PKB MPR-RI: Kemenag Respon Cepat Pendidikan Santri Ndolo Kusumo Pati yang Terdampak
  • Viral Video Sejoli Di Balai Kota Panggul Trenggalek, Satpol PP Janji Usut
  • Video Viral Wakil Wali Kota Batam Tegur Keras Pasir Ilegal
  • LPDP Buka Peluang Beasiswa S3 Prancis 2026, Simak Syaratnya!
  • Inilah Panduan Lengkap dan Aturan Main Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA dan SMK Negeri Jawa Tengah Tahun 2026
  • Inilah Syarat dan Cara Daftar MOFA Taiwan Fellowship 2027
  • RESMI! Inilah Macam Jalur di SPMB Sekolah Tahun Ajaran 2026
  • Ini Loh Rute Terbaru TransJOGJA Per Mei 2026, Jangan Salah Naik!
  • How to build a high-performance private photo cloud with Immich and TrueNAS SCALE
  • How to Build an Endgame Local AI Agent Setup Using an 8-Node NVIDIA Cluster with 1TB Memory
  • How to Master Windows Event Logs to Level Up Your Cybersecurity Investigations and SOC Career
  • How to Build Ultra-Resilient Databases with Amazon Aurora Global Database and RDS Proxy for Maximum Uptime and Performance
  • How to Build Real-Time Personalization Systems Using AWS Agentic AI to Make Every User Feel Special
  • How to Automate Your Entire SEO Strategy Using a Swarm of 100 Free AI Agents Working in Parallel
  • How to create professional presentations easily using NotebookLM’s AI power for school projects and beyond
  • How to Master SEO Automation with Google Gemini 3.1 Flash-Lite in Google AI Studio
  • How to create viral AI video ads and complete brand assets using the Claude and Higgsfield MCP integration
  • How to Transform Your Mac Into a Supercharged AI Assistant with Perplexity Personal Computer
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme