Skip to content

emka.web.id

writing knowledge, recording civilization

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Inilah Cara Daftar PPKB UI 2026 Lengkap dengan Rincian Uang Pangkal Semua Jurusan S1

Posted on June 7, 2026

Mimpi kuliah di Universitas Indonesia (UI) lewat jalur tanpa tes masih sangat terbuka lebar tahun ini. Melalui jalur PPKB UI 2026, kalian punya kesempatan besar untuk masuk jaket kuning berdasarkan nilai rapor. Mari simak syarat, cara mendaftar, serta rincian biaya uang pangkalnya sebelum pendaftaran ditutup.

Universitas Indonesia kembali membuka kesempatan emas bagi lulusan SMA sederajat melalui jalur Prestasi dan Pemerataan Kesempatan Belajar (PPKB) 2026. Jalur mandiri ini tergolong sangat kompetitif karena proses seleksinya murni melihat prestasi akademik kalian selama di sekolah, jadi nggak perlu pusing memikirkan ujian tertulis lagi. Jalur PPKB UI sendiri terbagi menjadi dua kategori utama yang bisa kalian pilih sesuai minat:

  1. PPKB Vokasi: Program ini ditujukan buat kalian yang lebih tertarik pada keterampilan praktis siap kerja. Jenjangnya mencakup program Diploma 3 (D3) dan Sarjana Terapan (D4).
  2. PPKB S1 Reguler: Program ini berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan secara akademik untuk jenjang Sarjana (S1).

Bagi yang berminat, kalian harus buru-buru bersiap karena pendaftaran jalur PPKB UI 2026 ini cuma dibuka sampai tanggal 19 Juni 2026 mendatang. Kami menyarankan untuk segera mempersiapkan berkas agar proses pendaftaran berjalan lancar. Biaya registrasi yang harus dibayarkan untuk mengikuti jalur ini adalah sebesar Rp 900.000.

Sebelum mendaftar, ada baiknya kalian memperhatikan kriteria yang sudah ditetapkan oleh pihak Universitas Indonesia. Persyaratan umum untuk mengikuti seleksi PPKB UI 2026 antara lain:

  • Peserta berasal dari sekolah-sekolah yang mendapat undangan PPKB dari Universitas Indonesia.
  • Peserta adalah siswa kelas XII atau kelas 3 SMA/MA/SMK sederajat yang akan dinyatakan lulus pada tahun 2026.
  • Setelah pengumuman hasil seleksi, rapor peserta akan diverifikasi berdasarkan berkas pendaftaran yang diunggah (upload).

Bagi sekolah kalian yang sudah terundang, proses pendaftaran bisa langsung dilakukan secara online. Berikut ini adalah langkah-langkah mendaftar yang perlu kalian ikuti:

  1. Kunjungi Website Resmi: Langkah pertama adalah membuka situs enrollment.ui.ac.id menggunakan peramban di gawai kalian masing-masing.
  2. Login atau Registrasi: Sekolah biasanya akan memberikan akun pendaftaran kepada siswa yang direkomendasikan. Gunakan akun tersebut untuk masuk ke sistem pendaftaran.
  3. Isi Data Diri: Lengkapi seluruh formulir data diri dengan benar dan jujur. Jangan sampai ada kesalahan penulisan nama atau nomor identitas karena bisa berakibat fatal pada proses seleksi.
  4. Unggah Berkas Pendukung: Masukkan scan nilai rapor dari semester 1 sampai 5, serta sertifikat prestasi akademik atau non-akademik pendukung lainnya jika ada. Pastikan hasil scan terbaca jelas, jangan sampai buram.
  5. Lakukan Pembayaran: Bayar biaya pendaftaran sebesar Rp 900.000 melalui metode pembayaran yang telah ditentukan oleh sistem pendaftaran resmi UI.
  6. Verifikasi dan Finalisasi: Periksa kembali semua data sebelum menekan tombol finalisasi. Ingat, setelah finalisasi, data kalian nggak bisa diubah lagi.

Bagaimana kalau sekolah kalian ternyata belum terdaftar tetapi ingin mengajukan siswanya? Tenang, pihak sekolah masih bisa membuat pengajuan resmi lewat surel (email) ke ppkb@ui.ac.id dengan mengirimkan dokumen berisi:

  • Surat pengajuan resmi dari sekolah yang ditujukan ke Kepala Kantor Penerimaan Mahasiswa Baru UI;
  • Profil singkat sekolah;
  • Scan sertifikat akreditasi sekolah;
  • Daftar alumni 3 tahun terakhir yang melanjutkan ke Universitas Indonesia dari jalur mana pun (jika ada).

Catat baik-baik tanggal penting ini supaya kalian nggak ketinggalan momen berharga:

  • Masa Pendaftaran: 15 Mei 2026 hingga 19 Juni 2026
  • Pengumuman Hasil Seleksi: Paling lambat 1 Juli 2026

Hal krusial yang perlu kalian diskusikan bersama orang tua sebelum mendaftar adalah perihal biaya pendidikan. Mahasiswa yang diterima melalui jalur PPKB UI akan dikenakan dua jenis biaya kuliah:

  • Uang Kuliah Tunggal (UKT): Biaya operasional pendidikan yang wajib dibayar rutin pada setiap awal semester.
  • Iuran Pengembangan Institusi (IPI): Sering kita kenal sebagai uang pangkal, yang pembayarannya cukup dilakukan satu kali saja di semester pertama.

Menariknya, biaya IPI kelompok 1 untuk seluruh jurusan di jalur PPKB UI adalah Rp 0 alias gratis. Mereka yang masuk kategori kelompok 1 ini nantinya hanya perlu membayar biaya UKT kelompok 1 atau kelompok 2.

Sedangkan untuk kelompok lainnya, berikut adalah rincian estimasi biaya IPI (uang pangkal) jalur PPKB UI 2026 untuk jenjang S1 berdasarkan acuan tahun akademik sebelumnya:

  1. Pendidikan Dokter
  • IPI 2 (UKT 3-4): Rp 60 juta
  • IPI 3 (UKT 5-8): Rp 90 juta
  • IPI 4 (UKT 9-11): Rp 120 juta
  1. Kedokteran Gigi
  • IPI 2 (UKT 3-4): Rp 36 juta
  • IPI 3 (UKT 5-8): Rp 72 juta
  • IPI 4 (UKT 9-11): Rp 95 juta
  1. Ilmu Keperawatan
  • IPI 2 (UKT 3-4): Rp 10,5 juta
  • IPI 3 (UKT 5-8): Rp 21 juta
  • IPI 4 (UKT 9-11): Rp 27 juta
  1. Farmasi
  • IPI 2 (UKT 3-4): Rp 28,5 juta
  • IPI 3 (UKT 5-8): Rp 57 juta
  • IPI 4 (UKT 9-11): Rp 75 juta
  1. Gizi, Kesehatan Lingkungan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja
  • IPI 2 (UKT 3-4): Rp 20 juta
  • IPI 3 (UKT 5-8): Rp 40 juta
  • IPI 4 (UKT 9-11): Rp 60 juta
  1. Biologi, Fisika, Kimia
  • IPI 2 (UKT 3-4): Rp 15 juta
  • IPI 3 (UKT 5-8): Rp 30 juta
  • IPI 4 (UKT 9-11): Rp 55 juta
  1. Geofisika, Geologi
  • IPI 2 (UKT 3-4): Rp 15 juta
  • IPI 3 (UKT 5-8): Rp 30 juta
  • IPI 4 (UKT 9-11): Rp 50 juta
  1. Geografi
  • IPI 2 (UKT 3-4): Rp 15 juta
  • IPI 3 (UKT 5-8): Rp 30 juta
  • IPI 4 (UKT 9-11): Rp 44 juta
  1. Ilmu Aktuaria, Statistika
  • IPI 2 (UKT 3-4): Rp 17,5 juta
  • IPI 3 (UKT 5-8): Rp 35 juta
  • IPI 4 (UKT 9-11): Rp 38 juta
  1. Matematika
  • IPI 2 (UKT 3-4): Rp 15 juta
  • IPI 3 (UKT 5-8): Rp 30 juta
  • IPI 4 (UKT 9-11): Rp 40 juta
  1. Arsitektur, Arsitektur Interior, Teknik Biomedik, Teknik Bioproses, Teknik Elektro, Teknik Industri, Teknik Kimia, Teknik Komputer, Teknik Lingkungan, Teknik Mesin, Teknik Metalurgi dan Material, Teknik Perkapalan, Teknik Sipil
  • IPI 2 (UKT 3-4): Rp 22,5 juta
  • IPI 3 (UKT 5-8): Rp 45 juta
  • IPI 4 (UKT 9-11): Rp 60 juta
  1. Ilmu Komputer, Sistem Informasi, Arkeologi, Ilmu Filsafat
  • IPI 2 (UKT 3-4): Rp 15 juta
  • IPI 3 (UKT 5-8): Rp 30 juta
  • IPI 4 (UKT 9-11): Rp 40 juta
  1. Ilmu Hukum
  • IPI 2 (UKT 3-4): Rp 25 juta
  • IPI 3 (UKT 5-8): Rp 35 juta
  • IPI 4 (UKT 9-11): Rp 48 juta
  1. Akuntansi, Bisnis Islam, Ilmu Ekonomi, Ilmu Ekonomi Islam, Manajemen
  • IPI 2 (UKT 3-4): Rp 15 juta
  • IPI 3 (UKT 5-8): Rp 25 juta
  • IPI 4 (UKT 9-11): Rp 35 juta
  1. Bahasa dan Kebudayaan Korea
  • IPI 2 (UKT 3-4): Rp 11 juta
  • IPI 3 (UKT 5-8): Rp 22 juta
  • IPI 4 (UKT 9-11): Rp 40 juta
  1. Ilmu Perpustakaan, Ilmu Sejarah, Sastra Arab, Sastra Belanda, Sastra Cina, Sastra Daerah untuk Sastra Jawa, Sastra Indonesia, Sastra Inggris, Sastra Jepang, Sastra Jerman, Sastra Perancis, Sastra Rusia, Psikologi
  • IPI 2 (UKT 3-4): Rp 11,5 juta
  • IPI 3 (UKT 5-8): Rp 23 juta
  • IPI 4 (UKT 9-11): Rp 28 juta
  1. Antropologi Sosial, Hubungan Internasional, Ilmu Komunikasi, Ilmu Politik, Kesejahteraan Sosial, Kriminologi, Sosiologi
  • IPI 2 (UKT 3-4): Rp 10 juta
  • IPI 3 (UKT 5-8): Rp 12,5 juta
  • IPI 4 (UKT 9-11): Rp 15 juta
  1. Ilmu Administrasi Fiskal, Ilmu Administrasi Negara, Ilmu Administrasi Niaga
  • IPI 2 (UKT 3-4): Rp 12 juta
  • IPI 3 (UKT 5-8): Rp 24 juta
  • IPI 4 (UKT 9-11): Rp 30 juta

Informasi biaya di atas sepertinya sangat penting ngebantu orang tua kalian dalam merencanakan anggaran pendidikan sejak dini agar kuliah nanti nggak terhambat masalah finansial.

Mempersiapkan diri untuk kuliah di kampus impian seperti Universitas Indonesia memang membutuhkan ketelitian yang tinggi, mulai dari urusan seleksi nilai rapor hingga kesiapan finansial. Kami menyarankan agar kalian segera berdiskusi dengan pihak sekolah untuk memastikan proses pengunggahan nilai rapor berjalan lancar tanpa kendala teknis. Jangan sampai kesempatan emas ini terlewat begitu saja hanya karena menunda-nunda pendaftaran. Terima kasih banyak rekan-rekanita sekalian yang sudah menyempatkan waktu untuk membaca panduan ini sampai selesai. Mari kita simpulkan bahwa persiapan matang adalah kunci utama keberhasilan menembus ketatnya persaingan PPKB UI tahun ini. Semoga sukses!

Terbaru

  • GNOME Founder Attacks Omarchy Founder as “Lazy, Racist, Ignorant”
  • Why I Stopped Using Plain Command Line Docker and Use Portainer 3.0 To Make My Home Projects Fun Again
  • Why I Switched to a Proper Firewall Box with OPNSense for My Homelab Stuff
  • Fixing Windows Error 0x80070005 Hyper-V Export Access Denied Error the Right Way
  • Fixing Hyper V Export Errors and Building a Better Virtual Machine Setup (error 0x80070002, 0x80070005)
  • Fixing the Dreaded Windows Audio Service Stuck on Stopping Error
  • Windows SIM Error, Unknown error 0xc1420127
  • How I’m Building a Cat Breeding Management App with Python Qt6 + Microsoft Litebox, in 1 Week
  • Why Windows Keeps Nuking Your GPU Drivers (And How to Take Back Control)
  • Copy Prompt: A Modern Men’s Casual Fashion Studio Shoot
  • Why I Finally Ditched Mainstream Windows Cleaners (And Why I Use ‘Kudu’ Instead)
  • AI Made Everything Faster, Including Bad Decisions
  • Raspberry Pi Desktop Available of PC and Mac, Based on Debian 13
  • Why I Stopped Yelling at My PC When Error; Getting Windows 11 Voice Isolation and Access to Actually Work
  • Berobat Kanker ke Malaysia: Berapa Biayanya dan Apa Saja yang Perlu Disiapkan?
  • Stop Sending Every Prompt to the Biggest AI Model You Can Find
  • Stop Building AI Agents from Scratch: My Pick for the Best Native Windows Setup
  • Jev Is Faster and Cheaper, But I Still Recommend Clef. Here’s Why.
  • Weird XCP-NG Bug or Feature? Enable Maintenance Mode = Host Not Enough Memory
  • Vinix OS: Another OS That Want to Beat Linux, Try it!
  • Trying NVX, An Ultra-Light Micro-VM Sandbox from Microsoft
  • Learning NocoDB from Scratch: Creating a Simple Greenhouse App
  • How RHEL 10.2 Quietly Turned Into an Absolute Security Beast
  • Grab Videos from Anywhere with ReClip (Can Running Locally)
  • Jumped onto Ubuntu 26.04 LTS? Here’s How to Add a New User Account
  • Tutorial Cara Install WPS Office di Linux (Alternatif Microsoft Office)
  • Tutorial Upgrade Server Ubuntu 24.04 LTS ke Ubuntu 26.04 LTS dengan Aman
  • Inilah Alasan kenapa akun TikTok dibatasi tidak bisa klaim koin dan masalah pembatasan lainnya?
  • Apa penyebab gagal kirim SMS ke 89888 padahal pulsa masih ada?
  • Mengenal Donghua: Kenapa Animasi dari Tiongkok Ini Lagi Naik Daun Banget
  • Canonical: Ubuntu coming soon to Snapdragon X2 Series platforms
  • Finally, wolfSSL adds post-quantum algorithms!
  • How to Run Gemma Embedding Models Using Docker
  • Deploy Nginx Rootful Container with Podman
  • How to Sandboxing Browser on Linux Desktop with Flatpak
  • Trying Nemotron 3.5 Super VL: NVIDIA’s Open Multimodal Model Built for Agents That Actually See and Act
  • Pruna AI Release their Qwen-Image 2.1 LoRA Adapter, 6x Faster than Regular Qwen
  • The Rise and Fall of the Coding Holy Grail: Is Stack Overflow Just AI Fuel Now?
  • Zyphra is The Pioneer, Why Everyone is Suddenly Obsessed with AMD and Not Just Nvidia Anymore
  • Stop Trusting Your Prompts to Save Your Business Data
  • Lagi rame dicari, ini bedanya Jenny Mod Minecraft Java sama Bedrock biar nggak salah download
  • Lagi rame istilah Blunder Lagi di TikTok sama Instagram, sebenernya apa sih artinya?
  • Info Demo Mahasiswa Jakarta Hari Ini 20 Oktober 2026: Lokasi, Jam, dan Tuntutan Terkait Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran
  • Sering lewat di TikTok, ini arti istilah Oppa Gajima, Hajima, sampai ajakan makan ramyeon yang sebenarnya
  • Bingung jawab soal orientasi PPPK? Iki rangkuman materi Agenda 1 lan Manajemen ASN nggo referensi warga

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme