Skip to content

emka.web.id

writing knowledge, recording civilization

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Inilah Syarat dan Cara Daftar Sekolah Kedinasan STPN 2026, Kuota Terbatas!

Posted on June 7, 2026

Kabar gembira buat kalian lulusan SMA/SMK/MA yang ingin menata masa depan di dunia pertanahan. Politeknik Agraria STPN resmi membuka Seleksi Penerimaan Taruna Baru (SPTB) 2026/2027 dengan kuota 350 kursi. Yuk, simak info lengkapnya biar kalian nggak ketinggalan kesempatan emas ini!

Politeknik Agraria STPN sepertinya selalu jadi incaran bagi mereka yang tertarik mendalami tata ruang dan administrasi pertanahan di Indonesia. Kampus vokasi bentukan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) ini memang punya reputasi yang nggak main-main dalam ngebangun tenaga profesional yang andal.

Untuk tahun akademik 2026/2027, mereka menyediakan total 350 kursi yang terbagi ke dalam beberapa jalur masuk. Nah, pembagian kuota jalur seleksinya adalah sebagai berikut:

  • Jalur Umum: dialokasikan sebanyak 260 orang bagi kalian lulusan SMA/SMK/MA segar.
  • Jalur Tugas Belajar: disediakan 60 kursi khusus buat pegawai negeri yang dikirim oleh instansinya.
  • Jalur Kerja Sama Pemerintah Daerah: dialokasikan 30 orang lewat kemitraan resmi dengan pemda.

Kalian yang mendaftar bisa memilih salah satu dari empat program studi Sarjana Terapan (D4) yang tersedia di STPN. Program-program studi ini dirancang agar kalian menguasai keahlian teknis dan regulasi pertanahan secara mendalam. Jurusan tersebut meliputi Sarjana Terapan Pertanahan, Sarjana Terapan Kebijakan dan Manajemen Pendaftaran Tanah, Sarjana Terapan Manajemen Penataan Ruang dan Pertanahan, serta Sarjana Terapan Survei Pemetaan dan Informasi Pertanahan.

Supaya kalian nggak ketinggalan momentum penting, perhatikan baik-baik langkah-langkah dan jadwal proses seleksi berikut ini:

  1. Pendaftaran dan Pembayaran Biaya Seleksi (25 Mei – 18 Juni 2026): Proses pendaftaran dilakukan secara daring (online) melalui portal resmi. Kalian harus mengunggah berkas persyaratan dan melakukan pembayaran biaya pendaftaran agar verifikasi bisa diproses.
  2. Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi (24 Juni 2026): Berkas kalian akan diperiksa secara ketat oleh tim seleksi. Pastikan semua dokumen kayak ijazah atau KTP sudah diunggah dengan format dan ukuran yang benar.
  3. Seleksi Computer Based Test / CBT (1 – 4 Juli 2026): Tes seleksi berbasis komputer ini menguji kemampuan dasar kalian. Rasanya kalian perlu meluangkan waktu ekstra untuk belajar soal-soal latihan sejak dini.
  4. Pengumuman Hasil CBT (9 Juli 2026): Mereka yang lolos ujian tertulis ini akan berhak maju ke tahap pengujian fisik dan kesehatan.
  5. Tes Kesehatan, Kesamaptaan, dan Wawancara (13 – 15 Juli 2026): Tahap krusial ini menguji ketahanan fisik, kondisi medis, dan kestabilan mental kalian lewat interaksi tatap muka langsung.
  6. Pengumuman Kelulusan Akhir (22 Juli 2026): Pengumuman hasil akhir yang menentukan apakah kalian resmi diterima sebagai calon taruna STPN.
  7. Daftar Ulang (23 Juli 2026): Tahap akhir pendaftaran ulang untuk mengonfirmasi status kalian sebagai taruna baru.

Sebelum mendaftar, ada sejumlah persyaratan administratif dan fisik yang wajib kalian penuhi agar tidak gugur di tahap awal seleksi:

  • Warga Negara Indonesia (WNI) dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP).
  • Usia maksimal pada 31 Agustus 2026 adalah 21 tahun untuk jalur umum, sedangkan untuk jalur Tugas Belajar maksimal berusia 28 tahun.
  • Lulusan SMA/SMK/MA di bawah Kemendikdasmen atau Kemenag dengan rumpun IPA, IPS, Geomatika, Komputer, Pertambangan, Survei Pemetaan, Bangunan, atau bidang yang linier dengan pertanahan.
  • Nilai rapor atau ijazah minimal 75 (skala 100) tanpa pembulatan. Lulusan sebelum tahun 2026 memakai nilai ijazah. Lulusan tahun 2026 yang belum memegang SKL bisa memakai nilai rapor semester 1 sampai 5, namun wajib menunjukkan ijazah lulus minimal 75 saat daftar ulang.
  • Sehat jasmani, rohani, bebas dari narkoba, dan memenuhi standar kesamaptaan fisik.
  • Tidak pernah terlibat kasus hukum pidana yang dibuktikan dengan menyertakan SKCK.
  • Bagi pendaftar pria, tidak boleh bertato atau bertindik di area tubuh mana pun kecuali karena ketentuan adat atau agama.
  • Bagi pendaftar wanita, tidak boleh bertato, tidak bertindik di area selain telinga, dan maksimal satu pasang tindikan di telinga kiri dan kanan kecuali karena ketentuan adat atau agama.
  • Belum pernah menikah dan bersedia untuk tidak menikah atau hamil hingga semester 5 perkuliahan.
  • Untuk ijazah lulusan MA atau sederajat yang menggunakan bahasa asing, wajib diterjemahkan terlebih dahulu ke dalam Bahasa Indonesia resmi.

Khusus kalian yang tertarik mendaftar D4 Survei Pemetaan dan Informasi Pertanahan, syarat tambahannya adalah harus berasal dari jurusan IPA (untuk SMA) atau rumpun teknik seperti Geomatika, Survei Pemetaan, Komputer, Bangunan, Pertambangan, dan Geologi (untuk SMK). Lulusan program D1 Pengukuran dan Penataan Kadastral juga diperbolehkan mendaftar dengan syarat IPK minimal 3,00 dan usia maksimal 23 tahun pada 31 Agustus 2026.

Meskipun STPN sepertinya tidak menerapkan sistem ikatan dinas langsung yang ngebuat lulusannya langsung diangkat jadi CPNS, prospek kerjanya rasanya nggak kalah cemerlang. Lulusan STPN punya banyak opsi karier, mulai dari mengikuti tes CPNS/PPPK di kementerian ATR/BPN, ngebangun Kantor Jasa Surveyor Berlisensi (KJSB) sendiri, bekerja di Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP), bergabung dengan Kantor Notaris/PPAT, bekerja di BUMN/BUMD, hingga berkarir di perusahaan swasta kelapa sawit, properti, pertambangan, dan pemetaan wilayah.

Peluang emas kayak gini rasanya sayang banget kalau dilewatkan begitu saja. Walaupun tidak langsung otomatis jadi CPNS, keahlian tata ruang dan pertanahan selalu dicari di berbagai sektor pembangunan nasional. Jadi, persiapkan dokumen kalian dengan teliti, pelajari materi tes CBT, serta jangan lupa jaga kesehatan fisik kalian menjelang tes kesamaptaan. Terima kasih banyak sudah meluangkan waktu untuk membaca artikel ini sampai selesai, rekan-rekanita sekalian. Semoga sukses dalam perjuangan menembus seleksi STPN tahun ini!

Terbaru

  • GNOME Founder Attacks Omarchy Founder as “Lazy, Racist, Ignorant”
  • Why I Stopped Using Plain Command Line Docker and Use Portainer 3.0 To Make My Home Projects Fun Again
  • Why I Switched to a Proper Firewall Box with OPNSense for My Homelab Stuff
  • Fixing Windows Error 0x80070005 Hyper-V Export Access Denied Error the Right Way
  • Fixing Hyper V Export Errors and Building a Better Virtual Machine Setup (error 0x80070002, 0x80070005)
  • Fixing the Dreaded Windows Audio Service Stuck on Stopping Error
  • Windows SIM Error, Unknown error 0xc1420127
  • How I’m Building a Cat Breeding Management App with Python Qt6 + Microsoft Litebox, in 1 Week
  • Why Windows Keeps Nuking Your GPU Drivers (And How to Take Back Control)
  • Copy Prompt: A Modern Men’s Casual Fashion Studio Shoot
  • Why I Finally Ditched Mainstream Windows Cleaners (And Why I Use ‘Kudu’ Instead)
  • AI Made Everything Faster, Including Bad Decisions
  • Raspberry Pi Desktop Available of PC and Mac, Based on Debian 13
  • Why I Stopped Yelling at My PC When Error; Getting Windows 11 Voice Isolation and Access to Actually Work
  • Berobat Kanker ke Malaysia: Berapa Biayanya dan Apa Saja yang Perlu Disiapkan?
  • Stop Sending Every Prompt to the Biggest AI Model You Can Find
  • Stop Building AI Agents from Scratch: My Pick for the Best Native Windows Setup
  • Jev Is Faster and Cheaper, But I Still Recommend Clef. Here’s Why.
  • Weird XCP-NG Bug or Feature? Enable Maintenance Mode = Host Not Enough Memory
  • Vinix OS: Another OS That Want to Beat Linux, Try it!
  • Trying NVX, An Ultra-Light Micro-VM Sandbox from Microsoft
  • Learning NocoDB from Scratch: Creating a Simple Greenhouse App
  • How RHEL 10.2 Quietly Turned Into an Absolute Security Beast
  • Grab Videos from Anywhere with ReClip (Can Running Locally)
  • Jumped onto Ubuntu 26.04 LTS? Here’s How to Add a New User Account
  • Tutorial Cara Install WPS Office di Linux (Alternatif Microsoft Office)
  • Tutorial Upgrade Server Ubuntu 24.04 LTS ke Ubuntu 26.04 LTS dengan Aman
  • Inilah Alasan kenapa akun TikTok dibatasi tidak bisa klaim koin dan masalah pembatasan lainnya?
  • Apa penyebab gagal kirim SMS ke 89888 padahal pulsa masih ada?
  • Mengenal Donghua: Kenapa Animasi dari Tiongkok Ini Lagi Naik Daun Banget
  • Canonical: Ubuntu coming soon to Snapdragon X2 Series platforms
  • Finally, wolfSSL adds post-quantum algorithms!
  • How to Run Gemma Embedding Models Using Docker
  • Deploy Nginx Rootful Container with Podman
  • How to Sandboxing Browser on Linux Desktop with Flatpak
  • Trying Nemotron 3.5 Super VL: NVIDIA’s Open Multimodal Model Built for Agents That Actually See and Act
  • Pruna AI Release their Qwen-Image 2.1 LoRA Adapter, 6x Faster than Regular Qwen
  • The Rise and Fall of the Coding Holy Grail: Is Stack Overflow Just AI Fuel Now?
  • Zyphra is The Pioneer, Why Everyone is Suddenly Obsessed with AMD and Not Just Nvidia Anymore
  • Stop Trusting Your Prompts to Save Your Business Data
  • Lagi rame dicari, ini bedanya Jenny Mod Minecraft Java sama Bedrock biar nggak salah download
  • Lagi rame istilah Blunder Lagi di TikTok sama Instagram, sebenernya apa sih artinya?
  • Info Demo Mahasiswa Jakarta Hari Ini 20 Oktober 2026: Lokasi, Jam, dan Tuntutan Terkait Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran
  • Sering lewat di TikTok, ini arti istilah Oppa Gajima, Hajima, sampai ajakan makan ramyeon yang sebenarnya
  • Bingung jawab soal orientasi PPPK? Iki rangkuman materi Agenda 1 lan Manajemen ASN nggo referensi warga

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme