Kabar gembira buat kalian lulusan SMA/SMK/MA yang ingin menata masa depan di dunia pertanahan. Politeknik Agraria STPN resmi membuka Seleksi Penerimaan Taruna Baru (SPTB) 2026/2027 dengan kuota 350 kursi. Yuk, simak info lengkapnya biar kalian nggak ketinggalan kesempatan emas ini!
Politeknik Agraria STPN sepertinya selalu jadi incaran bagi mereka yang tertarik mendalami tata ruang dan administrasi pertanahan di Indonesia. Kampus vokasi bentukan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) ini memang punya reputasi yang nggak main-main dalam ngebangun tenaga profesional yang andal.
Untuk tahun akademik 2026/2027, mereka menyediakan total 350 kursi yang terbagi ke dalam beberapa jalur masuk. Nah, pembagian kuota jalur seleksinya adalah sebagai berikut:
- Jalur Umum: dialokasikan sebanyak 260 orang bagi kalian lulusan SMA/SMK/MA segar.
- Jalur Tugas Belajar: disediakan 60 kursi khusus buat pegawai negeri yang dikirim oleh instansinya.
- Jalur Kerja Sama Pemerintah Daerah: dialokasikan 30 orang lewat kemitraan resmi dengan pemda.
Kalian yang mendaftar bisa memilih salah satu dari empat program studi Sarjana Terapan (D4) yang tersedia di STPN. Program-program studi ini dirancang agar kalian menguasai keahlian teknis dan regulasi pertanahan secara mendalam. Jurusan tersebut meliputi Sarjana Terapan Pertanahan, Sarjana Terapan Kebijakan dan Manajemen Pendaftaran Tanah, Sarjana Terapan Manajemen Penataan Ruang dan Pertanahan, serta Sarjana Terapan Survei Pemetaan dan Informasi Pertanahan.
Supaya kalian nggak ketinggalan momentum penting, perhatikan baik-baik langkah-langkah dan jadwal proses seleksi berikut ini:
- Pendaftaran dan Pembayaran Biaya Seleksi (25 Mei – 18 Juni 2026): Proses pendaftaran dilakukan secara daring (online) melalui portal resmi. Kalian harus mengunggah berkas persyaratan dan melakukan pembayaran biaya pendaftaran agar verifikasi bisa diproses.
- Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi (24 Juni 2026): Berkas kalian akan diperiksa secara ketat oleh tim seleksi. Pastikan semua dokumen kayak ijazah atau KTP sudah diunggah dengan format dan ukuran yang benar.
- Seleksi Computer Based Test / CBT (1 – 4 Juli 2026): Tes seleksi berbasis komputer ini menguji kemampuan dasar kalian. Rasanya kalian perlu meluangkan waktu ekstra untuk belajar soal-soal latihan sejak dini.
- Pengumuman Hasil CBT (9 Juli 2026): Mereka yang lolos ujian tertulis ini akan berhak maju ke tahap pengujian fisik dan kesehatan.
- Tes Kesehatan, Kesamaptaan, dan Wawancara (13 – 15 Juli 2026): Tahap krusial ini menguji ketahanan fisik, kondisi medis, dan kestabilan mental kalian lewat interaksi tatap muka langsung.
- Pengumuman Kelulusan Akhir (22 Juli 2026): Pengumuman hasil akhir yang menentukan apakah kalian resmi diterima sebagai calon taruna STPN.
- Daftar Ulang (23 Juli 2026): Tahap akhir pendaftaran ulang untuk mengonfirmasi status kalian sebagai taruna baru.
Sebelum mendaftar, ada sejumlah persyaratan administratif dan fisik yang wajib kalian penuhi agar tidak gugur di tahap awal seleksi:
- Warga Negara Indonesia (WNI) dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP).
- Usia maksimal pada 31 Agustus 2026 adalah 21 tahun untuk jalur umum, sedangkan untuk jalur Tugas Belajar maksimal berusia 28 tahun.
- Lulusan SMA/SMK/MA di bawah Kemendikdasmen atau Kemenag dengan rumpun IPA, IPS, Geomatika, Komputer, Pertambangan, Survei Pemetaan, Bangunan, atau bidang yang linier dengan pertanahan.
- Nilai rapor atau ijazah minimal 75 (skala 100) tanpa pembulatan. Lulusan sebelum tahun 2026 memakai nilai ijazah. Lulusan tahun 2026 yang belum memegang SKL bisa memakai nilai rapor semester 1 sampai 5, namun wajib menunjukkan ijazah lulus minimal 75 saat daftar ulang.
- Sehat jasmani, rohani, bebas dari narkoba, dan memenuhi standar kesamaptaan fisik.
- Tidak pernah terlibat kasus hukum pidana yang dibuktikan dengan menyertakan SKCK.
- Bagi pendaftar pria, tidak boleh bertato atau bertindik di area tubuh mana pun kecuali karena ketentuan adat atau agama.
- Bagi pendaftar wanita, tidak boleh bertato, tidak bertindik di area selain telinga, dan maksimal satu pasang tindikan di telinga kiri dan kanan kecuali karena ketentuan adat atau agama.
- Belum pernah menikah dan bersedia untuk tidak menikah atau hamil hingga semester 5 perkuliahan.
- Untuk ijazah lulusan MA atau sederajat yang menggunakan bahasa asing, wajib diterjemahkan terlebih dahulu ke dalam Bahasa Indonesia resmi.
Khusus kalian yang tertarik mendaftar D4 Survei Pemetaan dan Informasi Pertanahan, syarat tambahannya adalah harus berasal dari jurusan IPA (untuk SMA) atau rumpun teknik seperti Geomatika, Survei Pemetaan, Komputer, Bangunan, Pertambangan, dan Geologi (untuk SMK). Lulusan program D1 Pengukuran dan Penataan Kadastral juga diperbolehkan mendaftar dengan syarat IPK minimal 3,00 dan usia maksimal 23 tahun pada 31 Agustus 2026.
Meskipun STPN sepertinya tidak menerapkan sistem ikatan dinas langsung yang ngebuat lulusannya langsung diangkat jadi CPNS, prospek kerjanya rasanya nggak kalah cemerlang. Lulusan STPN punya banyak opsi karier, mulai dari mengikuti tes CPNS/PPPK di kementerian ATR/BPN, ngebangun Kantor Jasa Surveyor Berlisensi (KJSB) sendiri, bekerja di Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP), bergabung dengan Kantor Notaris/PPAT, bekerja di BUMN/BUMD, hingga berkarir di perusahaan swasta kelapa sawit, properti, pertambangan, dan pemetaan wilayah.
Peluang emas kayak gini rasanya sayang banget kalau dilewatkan begitu saja. Walaupun tidak langsung otomatis jadi CPNS, keahlian tata ruang dan pertanahan selalu dicari di berbagai sektor pembangunan nasional. Jadi, persiapkan dokumen kalian dengan teliti, pelajari materi tes CBT, serta jangan lupa jaga kesehatan fisik kalian menjelang tes kesamaptaan. Terima kasih banyak sudah meluangkan waktu untuk membaca artikel ini sampai selesai, rekan-rekanita sekalian. Semoga sukses dalam perjuangan menembus seleksi STPN tahun ini!