Skip to content

emka.web.id

writing knowledge, recording civilization

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Review Redmi Pad 2 9.7 4G: Tablet Murah yang Bisa Pakai Kartu SIM, Worth It Nggak?

Posted on July 9, 2026

Lagi asyik nongkrong di kafe atau lagi nunggu kereta, tiba-tiba butuh buka dokumen penting atau sekadar pengen scrolling TikTok, eh ternyata Wi-Fi publik lemot banget. Mau tethering dari HP, tapi malah bikin baterai HP cepet habis dan panas. Masalah klasik kayak gini emang sering bikin ribet, apalagi buat kita yang mobilitasnya tinggi.

Nah, Xiaomi baru aja ngerilis solusi yang menurutku cukup menarik: REDMI Pad 2 9.7 4G. Yang bikin beda dari tablet murah kebanyakan adalah adanya slot kartu SIM. Jadi, kamu nggak perlu lagi pusing nyari Wi-Fi atau ngerusak baterai HP cuma buat dapet koneksi internet. Dengan harga mulai dari Rp2.899.000, tablet ini kayaknya mau nyasar ke anak sekolah atau mahasiswa yang butuh perangkat praktis.

Harganya cuma segini loh https://s.shopee.co.id/6VM87rSZzU

Layar 2K 120Hz, Manjain Mata Banget

Hal pertama yang bikin aku ngerasa “wah” pas liat speknya adalah layarnya. Ukurannya 9,7 inci dengan resolusi 2K. Buat tablet di harga 2 jutaan, dapet resolusi setajam ini sih lumayan gila. Ditambah lagi ada refresh rate 120Hz, yang artinya gerakan di layar pas kita scrolling media sosial atau main game bakal kerasa mulus banget, nggak patah-patah.

Aku sih ngerasa aspek kenyamanan mata itu penting banget, apalagi kalau kita tipe orang yang suka baca e-book atau nonton maraton series sebelum tidur. Xiaomi udah nyematin sertifikasi TÜV Rheinland Low Blue Light dan Flicker Free. Jadi, meskipun dipake lama, mata nggak bakal secepat itu ngerasa capek atau perih. Ini poin plus yang nggak boleh disepelein.

Performa Snapdragon 6s Gen 2 & HyperOS 3

Masuk ke dapur pacu, tablet ini pake Snapdragon 6s Gen 2. Kalau kita ngomongin performa, chipset ini emang bukan yang paling kenceng buat main game berat kayak Genshin Impact di settingan rata kanan, tapi buat kebutuhan harian kayak multitasking, Zoom meeting, atau edit dokumen, ini udah lebih dari cukup. Skor AnTuTu-nya aja udah tembus di atas 400 ribu poin.

Yang bikin makin asyik, tablet ini udah pake HyperOS 3 berbasis Android 16. Fitur Circle to Search dari Google juga udah ada, jadi kalau kalian liat sesuatu di layar yang bikin penasaran, tinggal lingkari aja, langsung ketemu infonya. Integrasi antar perangkat Xiaomi juga makin rapi, jadi kalau kalian pake HP Xiaomi juga, transfer file atau sinkronisasi panggilan bakal kerasa seamless banget.

Baterai Awet & Penyimpanan Lega

Buat urusan daya, kapasitas 7.600mAh menurutku udah pas banget buat nemenin aktivitas seharian. Apalagi tablet ini nggak tebel-tebel amat, cuma 7,4 mm dengan berat sekitar 401 gram. Jadi, masih enak banget dibawa masuk ke tas kecil atau bahkan digenggam satu tangan pas lagi di jalan.

Satu lagi yang bikin tenang: memori bisa ditambah pake microSD sampai 2TB. Ini penting banget kalau kalian tipe orang yang suka simpen banyak file video kuliah atau koleksi film buat ditonton pas lagi offline. Jadi nggak perlu takut memori penuh di tengah jalan.

Kesimpulan: Beli atau Skip?

Jadi, gimana? Dengan harga Rp2.899.000 (untuk varian 64GB) atau Rp3.099.000 (untuk 128GB), apakah REDMI Pad 2 9.7 4G ini worth it?

Menurutku, kalau kalian adalah pelajar, mahasiswa, atau pekerja lapangan yang butuh tablet buat kerja ringan tapi nggak mau ribet urusan koneksi internet, tablet ini sangat direkomendasikan. Adanya slot 4G di harga segini itu nilai jual yang susah dikalahin kompetitor. Apalagi kalau kalian beli di bulan Juli 2026, ada bonus Redmi Buds 6 Play yang lumayan banget buat dengerin musik.

Tapi, kalau kalian nyari tablet buat hardcore gaming yang butuh performa ekstrem, mending nabung dikit lagi buat seri yang lebih tinggi. Tapi buat penggunaan umum dan produktivitas mobile, ini sih pilihan yang cerdas banget. Gimana menurut kalian, rekan-rekanita?

Terbaru

  • GNOME Founder Attacks Omarchy Founder as “Lazy, Racist, Ignorant”
  • Why I Stopped Using Plain Command Line Docker and Use Portainer 3.0 To Make My Home Projects Fun Again
  • Why I Switched to a Proper Firewall Box with OPNSense for My Homelab Stuff
  • Fixing Windows Error 0x80070005 Hyper-V Export Access Denied Error the Right Way
  • Fixing Hyper V Export Errors and Building a Better Virtual Machine Setup (error 0x80070002, 0x80070005)
  • Fixing the Dreaded Windows Audio Service Stuck on Stopping Error
  • Windows SIM Error, Unknown error 0xc1420127
  • How I’m Building a Cat Breeding Management App with Python Qt6 + Microsoft Litebox, in 1 Week
  • Why Windows Keeps Nuking Your GPU Drivers (And How to Take Back Control)
  • Copy Prompt: A Modern Men’s Casual Fashion Studio Shoot
  • Why I Finally Ditched Mainstream Windows Cleaners (And Why I Use ‘Kudu’ Instead)
  • AI Made Everything Faster, Including Bad Decisions
  • Raspberry Pi Desktop Available of PC and Mac, Based on Debian 13
  • Why I Stopped Yelling at My PC When Error; Getting Windows 11 Voice Isolation and Access to Actually Work
  • Berobat Kanker ke Malaysia: Berapa Biayanya dan Apa Saja yang Perlu Disiapkan?
  • Stop Sending Every Prompt to the Biggest AI Model You Can Find
  • Stop Building AI Agents from Scratch: My Pick for the Best Native Windows Setup
  • Jev Is Faster and Cheaper, But I Still Recommend Clef. Here’s Why.
  • Weird XCP-NG Bug or Feature? Enable Maintenance Mode = Host Not Enough Memory
  • Vinix OS: Another OS That Want to Beat Linux, Try it!
  • Trying NVX, An Ultra-Light Micro-VM Sandbox from Microsoft
  • Learning NocoDB from Scratch: Creating a Simple Greenhouse App
  • How RHEL 10.2 Quietly Turned Into an Absolute Security Beast
  • Grab Videos from Anywhere with ReClip (Can Running Locally)
  • Jumped onto Ubuntu 26.04 LTS? Here’s How to Add a New User Account
  • Tutorial Cara Install WPS Office di Linux (Alternatif Microsoft Office)
  • Tutorial Upgrade Server Ubuntu 24.04 LTS ke Ubuntu 26.04 LTS dengan Aman
  • Inilah Alasan kenapa akun TikTok dibatasi tidak bisa klaim koin dan masalah pembatasan lainnya?
  • Apa penyebab gagal kirim SMS ke 89888 padahal pulsa masih ada?
  • Mengenal Donghua: Kenapa Animasi dari Tiongkok Ini Lagi Naik Daun Banget
  • Canonical: Ubuntu coming soon to Snapdragon X2 Series platforms
  • Finally, wolfSSL adds post-quantum algorithms!
  • How to Run Gemma Embedding Models Using Docker
  • Deploy Nginx Rootful Container with Podman
  • How to Sandboxing Browser on Linux Desktop with Flatpak
  • Trying Nemotron 3.5 Super VL: NVIDIA’s Open Multimodal Model Built for Agents That Actually See and Act
  • Pruna AI Release their Qwen-Image 2.1 LoRA Adapter, 6x Faster than Regular Qwen
  • The Rise and Fall of the Coding Holy Grail: Is Stack Overflow Just AI Fuel Now?
  • Zyphra is The Pioneer, Why Everyone is Suddenly Obsessed with AMD and Not Just Nvidia Anymore
  • Stop Trusting Your Prompts to Save Your Business Data
  • Lagi rame dicari, ini bedanya Jenny Mod Minecraft Java sama Bedrock biar nggak salah download
  • Lagi rame istilah Blunder Lagi di TikTok sama Instagram, sebenernya apa sih artinya?
  • Info Demo Mahasiswa Jakarta Hari Ini 20 Oktober 2026: Lokasi, Jam, dan Tuntutan Terkait Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran
  • Sering lewat di TikTok, ini arti istilah Oppa Gajima, Hajima, sampai ajakan makan ramyeon yang sebenarnya
  • Bingung jawab soal orientasi PPPK? Iki rangkuman materi Agenda 1 lan Manajemen ASN nggo referensi warga

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme