Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Viral Petani Tuban “Numpang” Drone, Emang Bisa Ya Drone Angkat Manusia? Ini Faktanya!

Posted on July 9, 2026

Lagi rame banget di media sosial soal video seorang petani di Tuban, Jawa Timur, yang pulang dari kebun pisang sambil bergantung di sebuah drone berukuran gede. Jujur, pas pertama kali liat videonya, aku sempet mikir, “Ini beneran aman nggak sih?” atau “Kok bisa ya drone segede itu nahan beban orang?”. Video ini langsung bikin netizen heboh dan memicu diskusi panjang soal batas kemampuan teknologi drone saat ini.

Banyak yang jadi penasaran, apakah semua drone itu emang punya tenaga buat angkat manusia, atau jangan-jangan ada drone yang emang diciptain khusus buat jadi “ojek terbang”? Nah, biar nggak makin simpang siur, yuk kita bahas teknisnya secara santai.

Bisa Nggak Sih Drone Angkat Manusia?

Secara teori, jawabannya adalah bisa banget. Prinsip kerja drone itu simpel: dia punya baling-baling yang muter pake motor listrik buat nyiptain gaya angkat (lift). Selama tenaga yang dihasilkan motor itu lebih gede daripada total berat beban yang dibawa (termasuk berat drone itu sendiri plus beban tambahan), ya dia bakal terbang.

Tapi, masalahnya bukan cuma soal “bisa terbang” atau nggak, tapi soal keamanan dan tujuan pembuatannya. Drone yang biasa kita liat buat bikin konten estetik atau drone hobi itu cuma dirancang buat bawa kamera yang enteng. Kalau dipaksa angkat orang, ya kemungkinan besar bakal langsung jatuh atau motornya terbakar karena kerja terlalu keras.

Ada kategori drone yang emang punya tenaga “badak”, yaitu drone logistik industri. Contohnya kayak DJI FlyCart 100. Drone ini emang jagoan buat angkut barang berat di medan yang susah ditembus mobil, kayak gunung atau perkebunan. Kapasitas angkutnya bisa sampe 80 kg kalau pake satu baterai. Tapi inget ya, meskipun kuat angkat beban seberat manusia, DJI FlyCart 100 itu bukan buat transportasi orang. Dia nggak punya sistem keamanan buat penumpang, nggak ada tempat duduk, dan nggak dirancang buat stabilitas saat ada gerakan manusia yang dinamis.

Aku sih ngerasa, aksi petani di Tuban itu sebenernya berisiko banget. Kita nggak tau drone apa yang dipake, gimana kondisi baterainya, atau gimana kontrol pilotnya. Teknologi itu emang canggih, tapi kalau dipake di luar fungsinya, ya jadi bahaya.

Drone yang Emang “Dibuat” Buat Manusia

Kalau kalian mikir, “Terus kalau mau terbang pake drone yang aman gimana?”, jawabannya adalah ada teknologi yang emang dirancang khusus buat itu. Ini bukan lagi soal drone logistik, tapi udah masuk ke ranah Passenger Drone atau eVTOL (electric Vertical Take-Off and Landing).

Salah satu pemain besarnya adalah perusahaan asal China, EHang, dengan produknya EHang 184. Bedanya sama drone logistik tadi, EHang 184 ini emang didesain dari awal buat jadi kendaraan udara elektrik yang bisa bawa satu orang penumpang. Spesifikasinya lumayan gila sih buat ukuran drone penumpang:

  • Kapasitas beban: Maksimal sekitar 100 kg.
  • Kecepatan: Bisa nyampe 100 km/jam.
  • Durasi terbang: Sekitar 23 menit dalam sekali jalan.
  • Ketahanan: Bisa tetep stabil meski kena angin sampe 50 km/jam.

EHang ini nggak cuma mikirin soal gaya-gayaan atau transportasi pribadi aja. Mereka punya visi yang lebih serius, kayak buat ambulans udara (ngirim pasien dengan cepet tanpa macet) atau buat sektor pariwisata, misalnya pindah-pindah antar pulau dengan praktis. Harganya? Jangan ditanya, bisa tembus 200.000 sampai 300.000 USD atau kalau dirupiahin bisa miliaran rupiah. Jadi, ini bukan barang yang bisa dibeli sembarangan buat ke kebun pisang ya, guys!

Kesimpulan: Jangan Asal Numpang!

Jadi, intinya teknologi drone emang udah sanggup angkat manusia, tapi penggunaannya harus sesuai porsinya. Drone logistik kayak DJI itu buat barang, sedangkan kalau mau angkut orang, harus pake drone khusus yang emang udah lolos uji keamanan ketat kayak EHang.

Pelajaran buat kita semua, jangan gampang tergiur sama video viral yang keliatannya praktis tapi sebenernya ngeri. Teknologi itu alat bantu, bukan buat ajang uji nyali tanpa standar keamanan yang jelas. Kalau emang mau pake drone buat kerja, mending investasi di alat yang emang sesuai fungsinya biar nggak ada kejadian yang nggak diinginkan.

Gimana menurut kalian? Tertarik nggak punya “ojek terbang” pribadi di masa depan? Sampai ketemu di pembahasan seru lainnya, rekan-rekanita!

Terbaru

  • Tutorial Upgrade Server Ubuntu 24.04 LTS ke Ubuntu 26.04 LTS dengan Aman
  • Inilah Alasan kenapa akun TikTok dibatasi tidak bisa klaim koin dan masalah pembatasan lainnya?
  • Apa penyebab gagal kirim SMS ke 89888 padahal pulsa masih ada?
  • Mengenal Donghua: Kenapa Animasi dari Tiongkok Ini Lagi Naik Daun Banget
  • OpenAI Bocorin Data Gambar Pengguna? Ini Kabar Terbaru Soal Insiden AI yang Bikin Heboh
  • Kenapa Postingan Instagram Kalian Sepi Like Padahal Followers Udah Banyak? Ini Rahasianya
  • Cara Menambah View Story Instagram Gratis Biar Nggak Sia-sia
  • Kenapa View TikTok Kalian Mentok di Angka Kecil dan Cara Ngatasinnya
  • Imbas Pesatnya Laporan CVE, Ubuntu Bakal Rilis Kernel Update Tiap Dua Minggu
  • Cara Gampang Cari Kata di Google Sheets Pakai Laptop sama HP
  • Kabar Terbaru Antigravity SDK: Sekarang Bisa Pakai Model Lokal Kayak Gemma 4 26B Tanpa Perlu Internet
  • Kabar Terbaru Model K2 Horizon Dirilis: MoVA 36B EXL3 Buat Kalian yang Punya GPU Beragam
  • Ini Alasan Kenapa Kalian Harus Cek Masa Dukungan HP Android Kalian Sekarang Juga
  • Cara Cek Followers Baru Asli atau Bot Tanpa Harus Ngitung Satu-Satu
  • Claude Opus 5.5 Baru Rilis, Bikin AI Kalian Jadi Jauh Lebih Powerfull!
  • Update Kondisi Market Bitcoin BTC/USDT Per 23 September 2026, Beli atau Jual Nih?
  • Paham Semua Keluarga Model AI Gemma 4
  • Rumor Laptop Android Ternyata Bener, Ini Daftar 4 Laptop Android dari Google!
  • LCOS Lagi Naik Daun: OS Buatan Lunduke Tembus Peringkat 12 DistroWatch dan Punya Kernel Sendiri
  • Cara Pindah Data Android ke iPhone Tanpa Reset iPhone
  • Valve: Steam Deck 2 Tetap di Develop, Meski RAM Naik Harga Gila-gilaan
  • Apa itu Dumpling? dari Sejarah Sampai Tren Saat ini
  • Jadwal Event Cosplay dan Pop Culture Oktober 2026 yang Wajib Kalian Pantau
  • Cara Ganti Nama Facebook di Android, iPhone, Laptop, dan Facebook Lite Terbaru
  • Apa saja yang baru di WordPress 7.1.1?
  • Pilih Mana: XAMPP, Laragon, atau Herd Buat Belajar PHP?
  • Kenapa Views Reels Kalian Tiba-tiba Anjlok? Ini Penyebab dan Cara Ngatasinya
  • Android Bench versi 2.0 Dirilis, Apa saja Fitur Barunya?
  • MagicOS 11 dari Honor Sudah Dirilis Nih, Ini Cara Cek Smartphonemu Dapet Update Atau Nggak
  • Samsung Galaxy Z Fold 8 Jadi Makin Populer Karena iPhone Duo dirilis :)
  • Canonical: Ubuntu coming soon to Snapdragon X2 Series platforms
  • Finally, wolfSSL adds post-quantum algorithms!
  • How to Run Gemma Embedding Models Using Docker
  • Deploy Nginx Rootful Container with Podman
  • How to Sandboxing Browser on Linux Desktop with Flatpak
  • Pruna AI Release their Qwen-Image 2.1 LoRA Adapter, 6x Faster than Regular Qwen
  • The Rise and Fall of the Coding Holy Grail: Is Stack Overflow Just AI Fuel Now?
  • Zyphra is The Pioneer, Why Everyone is Suddenly Obsessed with AMD and Not Just Nvidia Anymore
  • Stop Trusting Your Prompts to Save Your Business Data
  • How to Automate Your Entire SEO Strategy Using a Swarm of 100 Free AI Agents Working in Parallel
  • Lagi rame soal FF Kipas my id sama Naruto, mending hati-hati ojo asal klik verify UID
  • Info Demo Buruh di DPR Hari Ini 29 September 2026, Ada Apa Sih Sama RUU Ketenagakerjaan?
  • Kabar duka siswi SMA Santo Yosef Pangkalpinang, Caren Aurelia Estelle meninggal dunia di usia 17 tahun
  • Bukan cuma soal rukun iman, ternyata ada 77 cabang iman yang perlu dipahami warga lewat penjelasan Syekh Nawawi al-Bantani
  • Gilang Dirga kok ra ketok neng DA8? Warga bingung, jane metu opo piye?

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme