Skip to content

emka.web.id

writing knowledge, recording civilization

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Waspada! Krisis Memori Global Bikin Harga HP 2 Jutaan Makin Mahal, Ini Rekomendasi Terbaiknya

Posted on July 6, 2026

Lagi nyari HP murah di rentang harga 2 jutaan tapi ngerasa speknya kok makin turun? Jangan kaget dulu, karena emang ada fenomena global yang lagi terjadi. Per Juli 2026 ini, pasar smartphone kelas menengah bawah lagi kena dampak cukup parah gara-gara krisis memori dunia. Kalau dulu uang 2 juta bisa dapet spek dewa, sekarang situasinya udah beda banget.

Penyebab utamanya adalah krisis RAM global yang dipicu sama tingginya permintaan infrastruktur kecerdasan buatan atau AI. Karena semua perusahaan teknologi lagi rebutan stok memori buat bikin server AI, harga komponen memori jadi melonjak drastis. Dampaknya ke kita sebagai konsumen? Ya, spesifikasi HP murah jadi dipangkas supaya harganya nggak makin gila-gilaan. Kita nggak cuma ngomongin soal RAM yang mungkin nggak segede dulu, tapi juga soal jenis penyimpanan yang harus kita perhatiin banget biar nggak nyesel belinya.

Satu hal yang wajib kalian pahami sebelum checkout HP baru adalah perbedaan antara tipe memori eMMC dan UFS. Di tengah krisis ini, penggunaan memori tipe UFS (Universal Flash Storage) udah jadi syarat mutlak kalau kalian pengen HP-nya awet dan nggak lemot dalam jangka panjang. Jangan sampai kalian kejebak beli HP murah yang masih pakai eMMC cuma karena harganya selisih dikit, karena performa buka-tutup aplikasi bakal berasa jauh lebih lambat. Selain itu, jangan heran kalau sekarang resolusi layar di kelas 2 jutaan mulai balik lagi ke HD+ buat nekan biaya produksi. Jadi, sebelum harga makin meroket, mending kita intip dulu nih daftar HP 2 jutaan yang masih layak dibeli bulan ini.

Pertama, ada Samsung Galaxy A07. Buat kalian yang tipe penggunanya santai dan nggak mau ribet sama urusan update software, Samsung masih jadi jagoan. HP ini nawarin dukungan pembaruan sistem operasi yang panjang banget, bisa sampai 6 kali update Android. Ini penting banget biar HP kalian tetep aman dari sisi security dalam waktu lama. Dengan harga sekitar Rp 2,5 juta, kalian udah dapet varian 6/128 GB. Chipset Helio G99 di dalamnya udah cukup stabil buat kebutuhan harian kayak scrolling media sosial atau chattingan. Tapi ya itu, ada komprominya; layarnya masih sebatas HD+ dan nggak ada fitur NFC. Jadi, kalau kalian butuh buat cek saldo e-money, HP ini bukan pilihannya.

Kedua, kalau kalian pengen HP yang kelihatan mewah kayak HP flagship, itel S26 Ultra bisa jadi opsi menarik. Harganya di kisaran Rp 2,7 juta, tapi kalian udah dapet memori gede banget, yaitu 8/256 GB. Yang bikin HP ini unik adalah layarnya yang udah lengkung (curve) dan fitur fingerprint di dalam layar, fitur yang biasanya cuma ada di HP mahal. Layarnya juga udah AMOLED dengan refresh rate 144Hz, jadi manjain mata banget. Sayangnya, meskipun baterainya jumbo 6.000 mAh, pengisian dayanya masih lambat, cuma 18 Watt. Jadi, kalian harus sabar kalau lagi ngecas. Tapi buat urusan tampilan dan kapasitas penyimpanan, itel bener-bener kasih nilai lebih.

Ketiga, buat kalian yang butuh HP tangguh buat kerja lapangan, Infinix Hot 70 adalah pilihan yang solid. Dengan harga sekitar Rp 2,6 juta untuk varian 6/128 GB, HP ini udah dapet rating IP65 yang artinya tahan terhadap debu dan semprotan air. Ini ngebantu banget biar HP nggak gampang rusak kalau kena gerimis. Keunggulan lainnya adalah pengisian daya cepat 45W yang dibarengin sama baterai 6.000 mAh, jadi nggak perlu nunggu lama buat dapet tenaga penuh. Meskipun layarnya masih IPS HD+ dengan kualitas warna yang standar, tapi performa chipset Helio G100 dan penggunaan storage UFS bikin HP ini tetep gesit buat pemakaian intensif.

Keempat, ada POCO M7 yang emang ditujukan buat para ‘power user’ dengan budget terbatas. Kalau kalian tipe orang yang jarang banget matiin HP atau sering pake aplikasi berat dalam waktu lama, POCO M7 ini juaranya. Dengan harga sekitar Rp 2,7 juta, kalian dapet RAM 8 GB dan storage 256 GB yang udah pake teknologi UFS. Baterainya nggak main-main, yaitu 7.000 mAh! Tapi perlu diingat, karena baterainya segede itu, bodi HP ini bakal kerasa lebih bongsor dan berat di tangan. Jadi, kalau kalian nggak suka HP yang kegedean, mungkin perlu mikir dua kali. Tapi kalau fokusnya adalah daya tahan baterai yang luar biasa, ini pilihan terbaik.

Kelima, Redmi Note 15 hadir sebagai penyeimbang fitur yang sangat lengkap di kelasnya. Dengan budget mendekati Rp 2,9 juta, kalian udah bisa dapet layar AMOLED Full HD+ yang tajam banget dan kamera utama resolusi tinggi 108 MP. Ini sepertinya bakal jadi standar baru buat HP kelas 2 jutaan di tahun 2026. Memori 6/128 GB di sini udah jadi batas minimal yang wajar, jadi saran kami, kalian harus rajin-rajin backup data ke cloud. Kombinasi chipset Helio G100 dan storage UFS 2.2 bikin pengalaman multitasking di HP ini tetep lancar tanpa kendala berarti.

Terakhir, ada iQOO Z10 Lite yang punya spesialisasi di bidang durabilitas ekstrem. Buat rekan-rekan yang kerjanya di luar ruangan, kayak driver ojek online atau pekerja proyek, HP ini cocok banget karena punya rating IP68 dan IP69. Artinya, HP ini tahan air dan debu dalam kondisi yang lebih berat dibanding HP biasa. Meskipun chipset Snapdragon 685 yang dipake nggak sekuat Helio G99, tapi ketahanannya itu lho yang mahal. Dengan harga sekitar Rp 2,9 juta, kalian dapet layar AMOLED 120Hz yang cakep banget buat nonton video atau main game ringan di sela-sela waktu kerja.

Intinya, situasi pasar sekarang emang lagi nggak menentu. Krisis memori global ini diprediksi bakal terus berlanjut sampai tahun depan atau bahkan 2027. Harga komponen RAM diprediksi bakal naik lagi sampai 50 persen di kuartal mendatang. Jadi, kalau kalian emang udah butuh HP baru dan ada budgetnya, saran kami adalah segera beli sekarang sebelum harganya makin melonjak tinggi atau spesifikasinya makin dipangkas habis oleh produsen.

Terbaru

  • GNOME Founder Attacks Omarchy Founder as “Lazy, Racist, Ignorant”
  • Why I Stopped Using Plain Command Line Docker and Use Portainer 3.0 To Make My Home Projects Fun Again
  • Why I Switched to a Proper Firewall Box with OPNSense for My Homelab Stuff
  • Fixing Windows Error 0x80070005 Hyper-V Export Access Denied Error the Right Way
  • Fixing Hyper V Export Errors and Building a Better Virtual Machine Setup (error 0x80070002, 0x80070005)
  • Fixing the Dreaded Windows Audio Service Stuck on Stopping Error
  • Windows SIM Error, Unknown error 0xc1420127
  • How I’m Building a Cat Breeding Management App with Python Qt6 + Microsoft Litebox, in 1 Week
  • Why Windows Keeps Nuking Your GPU Drivers (And How to Take Back Control)
  • Copy Prompt: A Modern Men’s Casual Fashion Studio Shoot
  • Why I Finally Ditched Mainstream Windows Cleaners (And Why I Use ‘Kudu’ Instead)
  • AI Made Everything Faster, Including Bad Decisions
  • Raspberry Pi Desktop Available of PC and Mac, Based on Debian 13
  • Why I Stopped Yelling at My PC When Error; Getting Windows 11 Voice Isolation and Access to Actually Work
  • Berobat Kanker ke Malaysia: Berapa Biayanya dan Apa Saja yang Perlu Disiapkan?
  • Stop Sending Every Prompt to the Biggest AI Model You Can Find
  • Stop Building AI Agents from Scratch: My Pick for the Best Native Windows Setup
  • Jev Is Faster and Cheaper, But I Still Recommend Clef. Here’s Why.
  • Weird XCP-NG Bug or Feature? Enable Maintenance Mode = Host Not Enough Memory
  • Vinix OS: Another OS That Want to Beat Linux, Try it!
  • Trying NVX, An Ultra-Light Micro-VM Sandbox from Microsoft
  • Learning NocoDB from Scratch: Creating a Simple Greenhouse App
  • How RHEL 10.2 Quietly Turned Into an Absolute Security Beast
  • Grab Videos from Anywhere with ReClip (Can Running Locally)
  • Jumped onto Ubuntu 26.04 LTS? Here’s How to Add a New User Account
  • Tutorial Cara Install WPS Office di Linux (Alternatif Microsoft Office)
  • Tutorial Upgrade Server Ubuntu 24.04 LTS ke Ubuntu 26.04 LTS dengan Aman
  • Inilah Alasan kenapa akun TikTok dibatasi tidak bisa klaim koin dan masalah pembatasan lainnya?
  • Apa penyebab gagal kirim SMS ke 89888 padahal pulsa masih ada?
  • Mengenal Donghua: Kenapa Animasi dari Tiongkok Ini Lagi Naik Daun Banget
  • Canonical: Ubuntu coming soon to Snapdragon X2 Series platforms
  • Finally, wolfSSL adds post-quantum algorithms!
  • How to Run Gemma Embedding Models Using Docker
  • Deploy Nginx Rootful Container with Podman
  • How to Sandboxing Browser on Linux Desktop with Flatpak
  • Trying Nemotron 3.5 Super VL: NVIDIA’s Open Multimodal Model Built for Agents That Actually See and Act
  • Pruna AI Release their Qwen-Image 2.1 LoRA Adapter, 6x Faster than Regular Qwen
  • The Rise and Fall of the Coding Holy Grail: Is Stack Overflow Just AI Fuel Now?
  • Zyphra is The Pioneer, Why Everyone is Suddenly Obsessed with AMD and Not Just Nvidia Anymore
  • Stop Trusting Your Prompts to Save Your Business Data
  • Lagi rame dicari, ini bedanya Jenny Mod Minecraft Java sama Bedrock biar nggak salah download
  • Lagi rame istilah Blunder Lagi di TikTok sama Instagram, sebenernya apa sih artinya?
  • Info Demo Mahasiswa Jakarta Hari Ini 20 Oktober 2026: Lokasi, Jam, dan Tuntutan Terkait Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran
  • Sering lewat di TikTok, ini arti istilah Oppa Gajima, Hajima, sampai ajakan makan ramyeon yang sebenarnya
  • Bingung jawab soal orientasi PPPK? Iki rangkuman materi Agenda 1 lan Manajemen ASN nggo referensi warga

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme